Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

EPPS/ENS/081 CARA MENILAI : MEMBERI TANDA PADA NO. 1- 25; 26– 50; 51-75; 101 – 125 ; 151 – 175 ; 201 – 225 DENGAN GARIS DIAGONAL. MENGHITUNG JUMLAH A HORIZONTAL.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "EPPS/ENS/081 CARA MENILAI : MEMBERI TANDA PADA NO. 1- 25; 26– 50; 51-75; 101 – 125 ; 151 – 175 ; 201 – 225 DENGAN GARIS DIAGONAL. MENGHITUNG JUMLAH A HORIZONTAL."— Transcript presentasi:

1 EPPS/ENS/081 CARA MENILAI : MEMBERI TANDA PADA NO ; 26– 50; 51-75; 101 – 125 ; 151 – 175 ; 201 – 225 DENGAN GARIS DIAGONAL. MENGHITUNG JUMLAH A HORIZONTAL. LETAKKAN NILAINYA PADA r ( raw ) MENGHITUNG JUMLAH B VERTIKAL, LETAKKAN NILAINYA PADA c ( column ). JUMLAHKAN r + c, LETAKKAN PADA s. CARI PERSENTIL DARI s LETAKKAN PADA ss ATAU GAMBAR PROFILENYA.

2 EPPS/ENS/082 Hasil EPPS bukan hanya sekedar menggambarkan struktur kebutuhan seseorang, tetapi terkandung juga didalamnya arti dinamis dari struktur kebutuhan tersebut, sehingga seorang psikodiagnostikus akan mampu memahami perilaku subyek serta membuat prediksi dari perilakunya itu. STRATEGI INTERPRETASI

3 EPPS/ENS/083 LANGKAH PERTAMA : Perhatikan apakah subyek menunjukkan konsistensi dalam menjawab. Skor ini harus berkisar antara Bila kurang dari 10  tidak konsisten, tidak valid  hasil tes tidak dapat diinterpretasikan.

4 EPPS/ENS/084 Perhatikan need dalam taraf rata-rata (0), yang terdiri dari : - normal (rata-rata) bagi individual need - normal (rata-rata) bagi profile need Untuk individual need, jumlah yang dikatakan normal sedikitnya harus ada yang berkategori rata-rata dari 15 need  menunjukkan taraf kematangan dalam mengelola kebutuhan. Bila jumlah yang bertaraf rata-rata kurang dari 5 needs, maka jelas bahwa sebagian besar individual need itu mendapat muatan yang + atau -  merupakan pertanda adanya dinamika kebutuhan pada individu tersebut. LANGKAH KEDUA :

5 EPPS/ENS/085 Arti di atas rata rata : + : kecenderungan ++ : kemantapan +++ : obsesi (untuk kebutuhan itu) Nilai ini menunjukkan adanya kecenderungan, keinginan, aplikasi yang overt akan need tersebut, tergantung dari muatannya apakah +, ++ atau +++.

6 EPPS/ENS/086 Arti di bawah rata rata : - : kecenderungan -- : kemantapan --- : obsesi (untuk kebutuhan itu) Nilai ini menunjukkan adanya kecenderungan/kebutuhan untuk meniadakan, menekan atau mengenyahkan need tersebut, yang berarti setiap kali terjadi penolakan. Hal ini tergantung dari muatannya apakah -, -- atau ---.

7 EPPS/ENS/087 Hakekatnya ada need utama, dan ada pengiring. misalnya pasangan : n.ach +++ dan n.end ++  diartikan sebagai keinginan untuk memenuhi rasa kekurangan akan melakukan tugas sebaik mungkin (n.ach sebagai need utama) yang didukung oleh keinginan untuk bertahan menuntaskan tugas (n.end sebagai need pengiring) LANGKAH KETIGA :

8 EPPS/ENS/088 Ada needs yang saling berkorelasi positif ataupun negatif  maka dalam interpretasi dipertimbangkan pula adanya korelasi antar needs, selain melihat muatannya. Perhatikan pula need yang saling bertentangan, yang secara logis tidak mungkin muncul secara bersamaan.

9 EPPS/ENS/089 Need yang bertentangan belum tentu penampilannya juga akan bertentangan. Misalnya n.agg +, bisa disertai dengan n. aba +, atau n.agg +++ dengan n.aba ++ Bila need yang bertentangan muncul dengan muatan yang hampir sama, maka ini merupakan a. penjinakan atau penetralan oleh need yang bertentangan. b. kompensatoris yang semu.

10 EPPS/ENS/ n. Achievement ( n. ach) Positif : adanya kemauan dan kesanggupan (bukan kemampuan) untuk menunjukkan prestasi, baik dalam bidang studi maupun pekerjaan, sukses dalam kehidupan sosial dan status dan sebagainya. Negatif: keinginan yang berlebihan, sehingga merugikan bagi subyek. Dapat dikatakan subyek ambisius, sehingga mengalami kekurangan dalam kehidupan sosial atau bermasyarakat.

11 EPPS/ENS/ n. Deference (n.def) Positif : mengandung arti adanya kemauan untuk menyesuaikan diri, mengikuti,menuruti, menghargai suatu tata cara / aturan, konvensional. Negatif: ada kecenderungan sugestibel, kurang bersikap kritis. (Untuk ini perlu diperhatikan taraf inteligensi, bila rendah artinya kemungkinan untuk sugestibel dan kurang kritis. Tetapi bila inteligensi tinggi, maka subyek ini mengikuti tata aturan yang berlaku namun tanpa disertai pemahaman dan pengolahan pengertian atas itu.

12 EPPS/ENS/ n. Order (n. ord) Positif : adanya kebutuhan akan keteraturan dan memiliki minat pada hubungan manusia, dengan benda dan juga idea yang memberi suatu efek yang baik terhadap pengertian, pertanggung-jawaban dalam menunaikan tugas dan kewajibannya dengan cara dewasa. Negatif: Mengurangi kelincahan, kreativitas dan kemampuan untuk memimpin/mengatur, terlalu takut menyimpang, sehingga peraturan dipegang teguh.

13 EPPS/ENS/ n. Exhibition (n. exh) Positif : Mau menunjukkan diri secara euphoris, riang, extraversi, percaya diri, optimistis. Negatif: Kebutuhan yang berlebihan untuk menunjukkan diri, sehingga sering mengurangi pengendalian diri (Self- control), kurang disiplin, memamerkan dan menonjolkan diri, sok atau sombong.

14 EPPS/ENS/ n. Autonomy (n. aut) Positif : Keinginan untuk mandiri, sifat tidak tergantung dalam hal pendapat/ pendirian, menolak sugesti karena adanya kebutuhannya akan pendirian yang bersifat inkonvensional, berkeinginan untuk progresif dan orisinil. Negatif: Bila kebutuhan ini berlebihan, maka subyek kurang mampu menyesuaikan diri secara kooperatif, fanatik, radikal (selalu menginginkan perubahan), kepala batu.

15 EPPS/ENS/ n. Affiliation (n. aff) Positif : Kebutuhan untuk memperhatikan sesama manusia, untuk pergaulan yang harmonis dengan manusia lain yang disertai dengan toleransi dan kehangatan dalam pendekatan. Negatif: orang kurang tegas, kurang dapat mempertahankan pendiriannya, kurang berani, menjadi budak orang lain.

16 EPPS/ENS/ n. Intraception (n. int) Positif : Kebutuhan akan minat/pengarahan terhadap masalah manusia untuk diketahui dan dianalisis, menempatkan diri pada kebutuhan orang lain,empati. Ada kepekaan dan diferensiasi perasaan, serta ada keaktifan dalam diri baik untuk mengembangkan diri maupun bagi kepentingan orang lain. Negatif: mudah hanyut dan terbawa oleh situasi/perasaan orang lain, kurang dapat mempertahankan jarak. Untuk dapat mengambil jarak, subyek harus bersikap kritis, mengendalikan diri dan rasional.

17 EPPS/ENS/ n. Succorance (n. suc) n. Suc lebih bersifat negatif, dan mempunyai arti kebutuhan akan pemanjaan diri, pasif, kebutuhan akan kontak sosial yang diwarnai oleh meminta bantuan yang bersifat egosentris dan kurang dewasa, dependen, juga mencari rasa aman. Semua itu mencerminkan labilitas emosi dan kurang tegas dalam menyesuaikan perasaan /emotional adjustment. Secara klinis biasanya terdapat pada penderita histeria, meminta perhatian terlalu banyak bagi dirinya, namun pasif (Profilnya : Suc++, Het++, Int-).

18 EPPS/ENS/ n. Dominance (n. dom) Positif : umumnya merupakan kebutuhan akan suatu keinginan/ kemauan yang masih dapat diterima (acceptable), yaitu keinginan untuk memimpin, mempengaruhi, membimbing, mengawasi, membina, mengarahkan, menghimpun, mengorganisasikan, memberi instruksi, mengatur, adanya kepercayaan pada diri sendiri dan juga merupakan seorang yang mampu mengadakan hubungan sosial (Social Competence). Negatif: Keinginan untuk menjelajah, mengharuskan, mewajibkan, yang kesemuanya berbau otoriter, tidak mengakui hak-hak dan kewajiban manusia, mempertentangkan antara dirinya dengan orang lain. Dom mempunyai korelasi positif dengan n. agg, n.ach dan n.exh. Korelasi negatif dengan n.aba, n.def, n.suc dan n.nur. n. dom biasanya disertai dengan agresi, tetapi tidak semua orang demikian. Harus dilihat profil keseluruhan.

19 EPPS/ENS/ n. Abasement (n. aba) Positif : keinginan untuk merendahkan diri dengan maksud mendukung keinginan untuk menyesuaikan diri, kompromi, terlihat ada toleransi. Keberanian mengakui kesalahan, mengoreksi diri, rendah hati dalam arti tidak sombong dan tahu tata krama. Negatif: Tercermin kurang cukup adanya keinginan, kemauan, aspirasi, hambatan atau labilitas emosi. Kurang adanya rasa percaya diri, yang pada umumnya diiringi oleh rasa bersalah dan berdosa. Semua ini merupakan sifat-sifat yang kompleks yang merugikan kompetensi dalam relasi sosial dan pergaulan.

20 EPPS/ENS/ n. Nurturance (n. nur) Positif : merupakan variabel kebutuhan yang mencerminkan adanya kehangatan perasaan, dan dalam pergaulan disertai dengan pelayanan, memberi, merawat terutama pada manusia (tapi bisa juga pada benda). Juga mencerminkan rasa sosial terhadap sekelilingnya, bersedia atau siap memberi pertolongan kepada siapa yang pantas dan layak menerimanya. Negatif: Merupakan pencerminan emosi yang berlebihan, sehingga kurang lugas, kurang rasional, baik dalam hubungan sosial maupun cara berpikir. Melupakan diri sendiri sehingga dirinya terlantar dan bahkan menjadi korban. n. Nur mempunyai korelasi positif dengan n. Aff, n. Aba, n. Suc dan korelasi negatif dengan n. Aut, n. Agg, n. Ach dan n. Het. n. Nur yang baik seharusnya memiliki unsur take and give.

21 EPPS/ENS/ n. Change (n. chg) Positif : menunjukkan adanya human devotion (pelimpahan emosi yang ditujukan ke luar/terhadap manusia), fleksibel, perasaan kemanusiaan terhadap manusia lain sehingga ada kemampuan dalam hubungan sosial. Ingin mengadakan eksperimen, ingin mencoba hal yang baru, menginginkan variasi dalam rangka penyegaran dan pengembangan diri. Negatif: sering orang mengadakan introspeksi, “hangat” di luar, misalnya orang yang mementingkan urusan di luar rumah sehingga urusan dalam rumah terlantar. Tidak tetap pada pendapat/pendirian atau tidak adanya kemantapan dalam menyelenggarakan sesuatu, plin plan. n.Chg mempunyai korelasi positif dengan n. aut, n. exh, dan korelasi negatif dengan n. ord, n. ach, n. end, n. suc. Bila n. chg disertai dengan n. aut+, perubahan yang diinginkan dikendalikan oleh dirinya sendiri. Bila n. chg disertai n.aut-, perubahan yang dikendalikan oleh pengaruh luar.

22 EPPS/ENS/ n. Endurance (n. end) Positif : adalah keuletan, kegigihan, ketekunan dalam menyelesaikan pekerjaan dan ada antisipasi akan kebenaran dan manfaat hasil jerih payahnya. Tersirat juga adanya rintangan- rintangan, antisipasi mampu menerobos, mengatasi, menyelesaikan aral melintang, bertubi-tubi terbentur pada rintangan tetapi tetap maju terus dengan stamina yang kuat. Negatif: asal tahan/asal betah, sibuk, sifatnya kaku, dan tidak disadari oleh pertimbangan lain.

23 EPPS/ENS/ n. Heterosexual (n. het) Positif : ketertarikan akan kehidupan seksual sehari-hari dalam batas normal, pandangan yang wajar akan pemahaman dan masalah seksual. Negatif: kehidupan seksual yang berlebihan/over acting, atau sebaliknya ditekan(repressed or supressed). Repressed artinya ada libido namun ditekan sehingga tidak muncul. Bila n. het --- maka ini berarti supressed dan bukan repressed, karena di sini nafsu seksual selalu timbul (kompulsif), subyek merasa terganggu dan setiap kali ditekan.

24 EPPS/ENS/ n. Aggression (n. agg) Positif : agresi yang dikendalikan dan diperhitungkan, berani, ada energi mendobrak sesuatu dengan tujuan untuk hasil yang lebih baik (progresif). Negatif: nekad, mengadakan perbuatan destruktif dalam segala bentuk. Tidak ada hasil yang progresif, asal saja dan merusak.

25 EPPS/ENS/0825 BAGAN HIPOTETIS DINAMIKA HUBUNGAN ANTAR NEEDS PADA EPPS


Download ppt "EPPS/ENS/081 CARA MENILAI : MEMBERI TANDA PADA NO. 1- 25; 26– 50; 51-75; 101 – 125 ; 151 – 175 ; 201 – 225 DENGAN GARIS DIAGONAL. MENGHITUNG JUMLAH A HORIZONTAL."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google