Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERTEMUAN 8. MATA KULIAH EKONOMI PUBLIK PENGELLUARAN PEMERINTAH.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERTEMUAN 8. MATA KULIAH EKONOMI PUBLIK PENGELLUARAN PEMERINTAH."— Transcript presentasi:

1 PERTEMUAN 8. MATA KULIAH EKONOMI PUBLIK PENGELLUARAN PEMERINTAH

2 Pendahuluan  Berdoa sebelum belajar, semoga lancar!!!  Pokok Bahasan: Pengeluaran Pemerintah  Sub Pokok Bahasan: Review Materi pertemuan pra UTS APBN/D dan Konsep Anggaran Belanja Teori pengeluaran pemerintah  Tujuan Instruksional Khusus: Mahasiswa diharapkan mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan APBN/APBD, berbagai konsep dan teori terkait pengeluaran pemerintah

3 Minggu Ke Topik IPENDAHULUAN DAN KONTRAK BELAJAR, fungsi pemerintah II TEORI BARANG SWASTA III KEGAGALAN PASAR DAN CAMPUR TANGAN PEMERINTAH IV TEORI BARANG PUBLIK V VI TEORI PENGAMBILAN KEBIJAKAN VII EKSTERNALITAS REVIEW MATERI PRA UTS Betulkah? Apa inti masing-masing? Buat resume dari materi pra UTS!

4 APBN/APBD Pengertian APBN/APBD: Daftar terperinci tentang rencana penerimaan dan pengeluaran negara/daerah dalam satu tahun tertentu Sebagai acuan pihak eksekutif/pemerintah mengatur keuangan negara dalam rangka menjalankan fungsinya Proses penyusunan: dibuat oleh eksekutif (presiden/bupati/walikota beserta jajarannya), diusulkan ke dan disetujui oleh ke DPR/DPRD. Jika Rancangan APBN/APBD dalam suatu tahun tidak disetujui DPR/DPRD, maka untuk tahun tersebut akan digunakan APBN/APBD tahun sebelumnya sebagai acuan.

5 APBN/APBD Fungsi APBN/APBD instrumen pemerintah menjalankan peranan alokasi, distribusi maupun stabilisasi Alat untuk mempengaruhi kecepatan perubahan pendapatan nasional (Y) Struktur APBN/APBD Bagaimana struktur APBN? Apa saja komponen- komponennya? Bagaimana struktur APBD? Apa saja komponennya (Silakan cari dan pelajari Undang-Undang (UU) no. 25 th dan/atau UU no.34 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Apa beda kedua UU tersebut?)

6 Konsep Kebijakan Anggaran Belanja APBN/APBD: instrumen/alat mempengaruhi kecepatan peningkatan pendapatan nasional (Y) melalui perubahan G, Tr, Tx. Seberapa besar pengaruh perubahan G, Tr, Tx terhadap pendapatan (Y) = multiplier masing-masing (Ingat TE Makro). Bagaimana pengaruh G, Tr, Tx terhadap Y? Pemerintah dapat menerapkan kebijakan: (1) Anggaran Belanja Seimbang (Balanced budget): anggaran disusun sedemikian rupa sehingga besarnya pengeluaran pemerintah sama dengan besarnya penerimaan dari pajak dan sebangsanya. G = Tx Anggaran belanja seimbang biasanya diterapkan saat kondisi perekonomian normal

7 Konsep Kebijakan Anggaran Belanja (2) Anggaran Belanja tidak Seimbang: anggaran disusun sedemikian rupa sehingga besarnya pengeluaran pemerintah tidak sama dengan besarnya penerimaan dari pajak dan sebangsanya. Ada 2 jenis: anggaran belanja defisit, jika pengeluaran > penerimaan pajak  kebijakan biasanya diterapkan saat kondisi perekonomian mengalami depresi/deflasi anggaran belanja surplus, jika pengeluaran < penerimaan pajak  kebijakan biasanya diterapkan saat kondisi perekonomian mengalami inflasi atau sedang dalam kemakmuran Bagaimana mekanisme setiap kebijakan anggaran tersebut dalam mempengaruhi pendapatan nasional: dapat dihitung dengan memanfaatkan rumus-rumus multiplier-nya.

8

9 Teori pengeluaran pemerintah (1) Menurut Rostow dan Musgrave: Perkembangan pengeluaran pemerintah mengikuti tahap perkembangan pembangunan. Tahap awal: G sangat besar untuk sarana-prasarana. Tahap menengah: G tetap besar agar perekonomian cepat tinggal landas dan peranan investasi swasta makin besar. Tahap tinggal landas: I makin besar, G beralih ke penyediaan sarana-prasarana sosial. (2) Hukum Wagner : Apabila pendapatan per kapita masyarakat meningkat, maka G meningkat (untuk penyediaan aturan/hukum, sarana prasarana, dst). Kenaikan G antar waktu berbentuk eksponensial (3) Teori Peacock dan Wiseman: G selalu diperbesar di tingkat pajak yang masih ditolerir masyarakat.  saat Kondisi normal: GNP   Tx   G   Saat Ada perub sosial (perang, bencana, dll): ada efek pengalihan, efek inspeksi dan efek konsentrasi. Apa arti masing-masing?

10 Teori pengeluaran pemerintah Kesimpulan: Kegiatan dan pengeluaran pemerintah selalu meningkat Alasan: Adanya perubahan/gangguan sosial (teori Peacock dan Wiseman) Penghasilan masy meningkat  konsumsi barang/jasa meningkat secara kuantitas dan kualitas, termasuk barang publik  butuh peranan pemerintah Urbanisasi  butuh penyediaan berbagi sarana prasarana publik, terutama di perkotaan Perkembangan demokrasi  penyediaan sarana prasarana dan berbagai kegiatan demokrasi. Peranan pemerintah yang semakin besar  cenderung tidak efisien (boros)  biaya/pengeluaran pemerintah juga besar (masalah biaya koordinasi dan birokrasi) Semakin banyaknya kegiatan/program sosial/kesejahteraan untuk masyarakat

11 Pengeluaran pemerintah Pengeluaran pemerintah yang baik jika memenuhi Prinsip-prinsip pengadaan barang/jasa publik. Apasaja? (akan dijelaskan detail dalam pertemuan ttg Pengadaan Barang Publik) Sifat komponen pengeluaran pemerintah: (1)exhaustive, artinya berupa pembelian barang/jasa yang langsung dikonsumsi atau menghasilkan barang lain/nvestasi. Contohnya, Belanja barang, pegawai, modal, dst. (2) transfer, artinya pemindahan uang pada individu/masyarakat untuk kepentingan sosial. Contohnya subsidi. Komponen pengeluaran/belanja pemerintah dalam APBN dan APBD  Sekali lagi, silakan cari APBN dan APBD. Apa saja komponen pengeluaran/belanja pemerintah pusat dan daerah? Apa yang sama? Apa yang beda?  Ada pula perbedaan komponen pengeluaran APBN dan APBD sebelum Vs sesudah Otoda. Apa? Penasaran? Cari contoh APBN dan APBD yg dimaksud!

12 Ada pertanyaan???? Berdoa sebelum kelas bubar Terima kasih


Download ppt "PERTEMUAN 8. MATA KULIAH EKONOMI PUBLIK PENGELLUARAN PEMERINTAH."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google