Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Media Pembelajaran Individual PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI PADANG Oleh : Kelompok 6 ELMA RAFIKALORA PRAGUSTI MIZASTAVINI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Media Pembelajaran Individual PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI PADANG Oleh : Kelompok 6 ELMA RAFIKALORA PRAGUSTI MIZASTAVINI."— Transcript presentasi:

1

2 Media Pembelajaran Individual PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI PADANG Oleh : Kelompok 6 ELMA RAFIKALORA PRAGUSTI MIZASTAVINI BELIA

3 “FLUIDA STATIS” KELAS X SMA Petunjuk Penggunaan Media 1. Pendahuluan 1. Pendahuluan 2. Video Pengantar 2. Video Pengantar 3. Materi 3. Materi 4. Contoh Soal 4. Contoh Soal 5. Latihan 6. Penutup

4 PETUNJUK PENGGUNAAN MEDIA Pada Home, disediakan beberapa menu, yaitu Pendahuluan, Video, Materi, Contoh soal, Latihan dan Penutup. Home Buka menu sesuai urutan nomor dengan meng-klik pada menu tersebut

5 Pada menu Pendahuluan, terdapat 3 pilihan submenu yaitu pengantar, KI dan KD, dan Tujuan Pembelajaran. Bukalah sub menu secara berurutan dimulai dari pengantar dengan meng-klik padasub menu tersebut. Pendahuluan PETUNJUK PENGGUNAAN MEDIA

6 Tampilan menu video dapat dilihat di samping. Klik video 1 dan video 2 Video PETUNJUK PENGGUNAAN MEDIA

7 Pada menu materi, pilih salah satu menu materi yang ananda inginkan. Materi PETUNJUK PENGGUNAAN MEDIA

8 Pada menu materi, klik tulisan di dalam kotak yang berwarna merah untuk melihat animasi (keterangan) yang berhubungan dengan materi tersebut. Materi PETUNJUK PENGGUNAAN MEDIA

9 Pada menu latihan untuk soal pilihan ganda, klik salah satu jawaban yang menurut ananda benar Latihan PETUNJUK PENGGUNAAN MEDIA

10 Pada menu latihan untuk soal essay, buatlah jawaban terstruktur (diketahui, ditanya, dan jawaban) ananda pada kolom “jawab” yang telah disediakan. Latihan PETUNJUK PENGGUNAAN MEDIA

11 Setelah ananda selesai mempelajari masing-masing menu, maka klik menu “home” yang ada pada sudut bawah tampilan menu untuk kembali ke menu utama. Penutup PETUNJUK PENGGUNAAN MEDIA

12 PENDAHULUAN Pengantar KI dan KD Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran

13 PENDAHULUAN Pengantar KI dan KD Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Pada pertemuan ini akan dipelajari materi mengenai Fluida Statis. Media ini disajikan semenarik mungkin sehingga ananda semangat untuk belajar

14 PENDAHULUAN Pengantar KI dan KD Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dituntut 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam interaksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

15 PENDAHULUAN Pengantar KI dan KD Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Kompetensi Inti 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humanioradengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

16 PENDAHULUAN Pengantar KI dan KD Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Kompetensi Inti 4. Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

17 PENDAHULUAN Pengantar KI dan KD Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Kompetensi Dasar 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakan 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi

18 PENDAHULUAN Pengantar KI dan KD Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Kompetensi Dasar 3.7 Menerapkan prinsip fluida dinamik dalam teknologi 4.7 Memodifikasi ide/gagasan proyek sederhana yang menerapkan prinsip dinamika fluida

19 PENDAHULUAN Pengantar KI dan KD Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Menjelaskan pengertian tekanan hidrostatis. Menentukan hubungan antara tekanan dengan kedalaman zat cair Menentukan hubungan antara tekanan dengan massa jenis zat cair Menerapkan hukum pokok hidrostatis dalam kehidupan sehari hari Melakukan percobaan tekanan Hidrostatis Menyebutkan penerapan hukum Pascal dalam kehidupan sehari-hari Menjelaskan prinsip hukum Pascal Menerapkan hukum pascal pada dongkrak hidrolik Melakukan eksperimen hukum Pascal pada dongkrak hidrolik sederhana

20 Silahkan ananda klik video berikut satu per satu Video 1 Video 2 Dari video yang ditampilkan, apa kaitannya dengan konsep fisika?

21 FLUIDA STATIS Kesimpulan Next A. Tekanan dan Tekanan Hidrostatis A. Tekanan dan Tekanan Hidrostatis B. Hukum Dasar Fluida Statis B. Hukum Dasar Fluida Statis C. Tegangan Permukaan C. Tegangan Permukaan D. Kapilaritas D. Kapilaritas

22 Contoh gambar P Tekanan P Tekanan P Tekana n P Tekana n Diberikan tekanan A A F F Besar luas permukaan benda Kecil luas permukaan benda Kecilnya luas permukaan mengakibatkan semakin mudah benda ditekan. Besarnya luas permukaan mengakibatkan semakin sulit benda di tekan Semakin kecil luas permukaan tekan semakin besar tekanan yang di hasilkan, sebaliknya semakin besar luas permukaan tekan semakin kecil tekanan yang di hasilkan. P = F : A A. Tekanan dan Tekanan Hidrostatis Pref Next

23 1. Pengertian Tekanan Tekanan merupakan tingkat kesulitan dalam menekan sebuah benda, berhubungan dengan luas daerah yang di tekan. Tekanan di definisikan besar gaya yang bekerja pada suatu permukaan, di bagi dengan luas permukaan tersebut. A. Tekanan dan Tekanan Hidrostatis Pref Next

24 Dengan : P = Tekanan (N/m²) F = Gaya (N) A = Luas bidang tekan (m²) P = F / A Rumus tekanan A. Tekanan dan Tekanan Hidrostatis Pref Next

25 A. Tekanan dan Tekanan Hidrostatis 2. Tekanan Hidrostatik Pref Next

26 A. Tekanan dan Tekanan Hidrostatis Tekanan Hidrostatis merupakan tekanan yang di hasilkan oleh zat cair pada ketinggian tertentu. Pada tekanan hidrostatis semakin tinggi permukaan zat cair, semakin tinggi tekanan yang dihasilkan oleh dasar tabung. Pref Next

27 A. Tekanan dan Tekanan Hidrostatis ` Contoh gambar A F= W h Pada gambar ini terlihat sebuah tabung berisis zat cair bermasa jenis ρ, kedalaman h, dan luas penampang A. zat cair yang ada dalam bejana memiliki gaya berat W yang menekan dasar tabung. Hubungan antara besarnya tekanan yang di hasilkan oleh zat cair dapat dirumuskan: Ph Pu Ph = F/A W = ρ. g. V Ph = ρ. g. V A h = V/A Ph = ρ. g. h Pm = Pu + Ph Keterangan Pref Next

28 ` ` Ph = ρ. g. h Dengan: Ph = Tekanan Hidrostatis ( kg/m.s²) atau (Pa) g = percepatan grafitasi (m/s²) h = ketinggian zat cair (m) Pm = Pu + Ph Dengan: Pm = Tekanan mutlak ( kg/m.s²) atau (Pa) Pu = Tekanan udara ( kg/m.s²) atau (Pa) Ph = Tekanan hidrostatis ( kg/m.s²) atau (Pa Pref Next A. Tekanan dan Tekanan Hidrostatis

29 ` Pref Next B. Hukum Dasar Fluida Statis Berdasar hukum pokok hidrostatis menyatakan "semua titik yang terletak pada suatu bidang datar di dalam suatu zat cair memiliki tekanan yang sama". 1. Hukum Pokok Hidrostasis

30 ` ` Pref Next B. Hukum Dasar Fluida Statis AB Ph A = Ph B karena titik A dan titik B terletak pada dasar bejana yang berisi zat cair dengan massa jenis ρ dan ketinggian permukaan dari dasar bejana = h1, maka tekanan di titik A sama dengan tekanan di titik B. Contoh Gambar Ph A = Ph B = ρ. g. h 1 h1h1 h2h2

31 ` ` Tekanan Hidrostatis untuk kedua masa jenis yang berbeda Memasukan zat cair yang memiliki masa jenis berbeda h2h2 h1h1 pada gambar di samping ini menjelaskan, bejana pada mulanya Disi dengan masa jenis (ρ1). Kemudian pada mulut bejana sebelah kanan di masukan Zat cair yang memiliki masa jenis berbeda yaitu (ρ2) titik B berada pada perbatasan kedua zat cair yang di tekan oleh zat cair kedua setinggi h2 Titik A berada pada zat cair pertama dan ditekan oleh zat cair pertama setinggi h1 titk A dan B berada pada satu garis. Sesuai dengan hukum hidrostatis kedua titik tersebut memiliki tekanan yang sama. Akan tetapi tekanan pada titik C dan D tidak sama karena jenis sat cair dari kedua titik tidak sama P h A = P h B P h C ≠ P h D ρ2ρ2 ρ1ρ1 Air Minyak A B C D PhPh PhPh PhPh PhPh = ≠ “Contoh Gambar” Pref Next B. Hukum Dasar Fluida Statis

32 ` ` 2. Hukum Pascal Pref Next B. Hukum Dasar Fluida Statis

33 ` ` Hukum Pascal menyatakan bahwa tekanan yang diberikan di dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke segala arah. Berdasarkan hukum ini diperoleh prinsip bahwa dengan gaya yang kecil dapat menghasilkan suatu gaya yang lebih besar. Sistem kerja rem hidrolik merupakan salah satu contoh pengaplikasian hukum Pascal. Selain itu, hukum pascal juga dapat di jumpai pada sistem alat pengangkat air, alat pengepres, dongkrak hidrolik, dan drum hidrolik. Contoh Gambar dongkrak hidrolik a. Proses 1 b. Proses 2 Pada gambar ini, ketika pengisap 1 ditekan dengan gaya F1 maka zat cair menenkan keatas dengan gaya P A 1. Tekanan ini akan diteruskan ke pengisap 2 yang besarnya P A 2, A2A2 A1A1 F2F2 Keterangan F1F1 PA2PA2 PA1PA1 Zat cair P 1 = P 2 F1 : A1 = F2 : A2 F1 = (A1 : A2) F2 Pref Next B. Hukum Dasar Fluida Statis

34 ` ` Karena tekanannya sama ke segala arah, maka didapatkan persamaan sebagai berikut: P1 = P2 F 1 : A 1 = F 2 : A 2 F 1 = (A 1 : A 2 ). F 2 Jika penampang pengisap dongkrak hidrolik berbentuk silinder dengan diameter tertentu, maka persamaan di atas dapat pula dinyatakan sebagai berikut: Karena A 1 =πd 1 ²:4 dan A 2 = πd 2 ²:4, Maka: F 1 = (A 1 : A 2 ). F 2 = (d 1 : d 2 )². F 2 Keterangan F 1 : gaya pada piston pertama (N) F 2 : gaya pada piston kedua (N) A 1 : luas penampang piston pertama (m²) A 2 : luas penampang piston kedua (m²) d 1 : diameter piston pertama (m) d 2 : diameter piston kedua (m) Perlu diketahui Pref Next B. Hukum Dasar Fluida Statis

35 ` 3. Hukum Arcimedes FAFA Pref Next B. Hukum Dasar Fluida Statis

36 ` ` Penamp ung air Saat benda dicelupkan ke dalam zat cair, sesungguhnya berat benda tersebut tidak berkurang. Gaya tarik bumi yang bekerja pada benda tetap sama. Namun, zat cair mengerjakan gaya yang arahnya berlawanan dengan gaya gravitasi sehingga berat benda seakan-akan berkurang. Besarnya gaya ke atas yang dikerjakan air pada benda sebanding dengan berat air yang ditumpahkan oleh balok. Artinya, suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut. Peryataan ini dikenal sebagai Hukum Archimedes. Contoh Gambar Memasukan beban Memasukan beban FAFA Volume zat cair yang di pindahkan Oleh benda sama besar dengan volume benda yang di celupkan Beban W C = ρ c × V × g FAFA F A = W C F A = ρ C × V × g Pref Next B. Hukum Dasar Fluida Statis

37 ` ` Secara matematis hukum Archimedes dapat dinyatakan sebagai berikut. w u – w a = w c F a = w c F a = m c × g karena m = ρ x V, sehingga: F a = ρ c × V × g F a : gaya Archimedes (N) w u : berat balok di udara (N) w a : berat balok di dalam zat cair (N) w c : berat zat cair yang ditumpahkan (N) m c : massa zat cair yang ditumpahkan (kg) ρ c : massa jenis zat cair (kg/m³) V : volume benda yang tercelup (m³) g : percepatan gravitasi bumi (m/s²) Keterangan: Pref Next B. Hukum Dasar Fluida Statis

38 ` ` Pengaruh Hukum Archimedes pada benda Terapung, Melayang & Tenggelam Pengaruh Hukum Archimedes pada benda Terapung, Melayang & Tenggelam a. Benda Terapung Benda Terapung. Benda dikatakan terapung dalam zat cair jika tidak seluruh bagian benda tercelup dalam zat cair. Hal ini terjadi karena massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis zat cair (ρ b < ρ c ), sehingga berat benda juga lebih kecil daripada gaya Archimedes (w b < F a ). Contoh peristiwa terapung, antara lain, plastik atau kayu yang dimasukkan ke dalam air. Contoh Gambar W Memasukan Benda Fa WbWb W b < F a Pref Next B. Hukum Dasar Fluida Statis

39 ` ` W b. Benda Melayang Benda dikatakan melayang dalam zat cair apabila keseluruhan permukaan benda tercelup dalam zat cair dan benda diam (tidak jatuh ke bawah tetapi juga tidak muncul ke permukaan). Kondisi ini dapat terjadi karena massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair ρ b =ρ c ), sehingga berat benda menjadi sama dengan gaya Archimedes (w b =F a ). Dengan kata lain, berat benda di dalam zat cair sama dengan nol. Contoh peristiwa melayang adalah ikan-ikan di dalam air. Contoh Gambar Memasukan Benda W W b = F a WbWb FaFa Pref Next B. Hukum Dasar Fluida Statis

40 ` ` c. Benda Tenggelam Benda dikatakan tenggelam dalam zat cair apabila benda jatuh ke bawah/dasar wadah saat dimasukkan ke dalam zat cair tersebut. Hal ini terjadi karena massa jenis benda lebih besar daripada massa jenis zat cair (ρb Fa). Contoh peristiwa tenggelam, antara lain, batu dan yang dimasukkan ke dalam air. Contoh Gambar Memasukan Benda W W FaFa WbWb W b > F a Pref Next B. Hukum Dasar Fluida Statis

41 ` ` Tegangan permukaan suatu cairan berhubungan dengan garis gaya tegang yang dimiliki permukaan cairan tersebut. Gaya tegang ini berasal dari gaya tarik kohesi (gaya tarik antara molekul sejenis) molekul-molekul cairan. Perhatikan contoh gambar... ! Contoh Gambar B A Molekul A (di dalam cairan) mengalami gaya kohesi dengan molekul-molekul di sekitarnya dari segala arah, sehingga molekul ini berada pada keseimbangan (resultan gaya nol). Namun, molekul B (di permukaan) tidak demikian. Molekul ini hanya mengalami kohesi dari partikel di bawah dan di sampingnya saja. Resultan gaya kohesi pada molekul ini ke arah bawah (tidak nol). Resultan gaya ke bawah akan membuat permukaan cairan sekecil- kecilnya. Akibatnya, permukaan cairan menegang seperti selaput yang tipis. Keadaan ini dinamakan tegangan permukaan. Penjelasan gambar Pref Next C. Tegangan Permukaan

42 ` ` Keterangan Gejala-gejala yang berkaitan dengan tegangan permukaan, antara lain, air yang keluar dari pipet berupa tetesan berbentuk bulat-bulat; pisau silet yang diletakkan di permukaan air secara hati-hati dapat mengapung; serangga air dapat berjalan di permukaan air; kenaikan air pada pipa kapiler; dan terbentuknya buih dan gelembung air sabun. Tegangan permukaan suatu zat cair didefinisikan sebagai gaya tiap satuan panjang. Jika pada suatu permukaan sepanjang l bekerja gaya sebesar F yang arahnya tegak lurus pada l dan menyatakan tegangan permukaan, maka persamaannya adalah sebagai berikut τ = F : L F = dalam newton L = dalam meter τ = dalam N/m Pref Next C. Tegangan Permukaan

43 ` ` Pref Next D. Kapilaritas 1. Gejala Kapilaritas Gejala kapilaritas adalah Peristiwa naik atau turunya permukaan zat cair melalui lubang-lubang kecil atau kapiler. Apabila sebatang pipa dengan diameter kecil, kemudian salah satu ujungnya dimasukkan dalam air, maka air akan naik ke dalam pipa, sehingga permukaan air di dalam pipa lebih tinggi daripada permukaan air di luar pipa Animasi Kapilaritas

44 ` Contoh Gambar p θ θ < 90° h r FgFg 0 = F t - “”Gejala ini dikenal sebagai gejala kapilaritas, yang disebabkan oleh Adhesi air lebih besar dari kohesi jika sudut kontaknya lebih kecil dari 90 (θ < 90°), sehingga memiliki komponen vertikal gaya tegangan permukaan (Ft) menyebabkan air naik dalam pipa kapiler. Air akan berhenti naik bila tegangan permukaan (Ft) dapat diimbangi berat air yang naik (Fg)””. Apabila jari-jari tabung r, massa jenis zat cair ρ, besarnya sudut kontak θ, tegangan permukaan τ, kenaikan zat cair setinggi h, dan permukaan zat cair bersentuhan dengan tabung sepanjang keliling lingkaran 2π r, maka besarnya gaya ke atas adalah hasil kali komponen-komponen tegangan permukaan yang vertikal dengan keliling dalam Tabung. Secara matematis dituliskan: F g = ρ.V. g F t = 2πrτ Pref Next D. Kapilaritas

45 ` ` maka besarnya gaya ke atas adalah hasil kali komponen-komponen tegangan permukaan yang vertikal dengan keliling dalam Tabung. Secara matematis dituliskan: τ = F : L F = τ. L F = τ. cos θ.2πr. F = 2πτr. cos θ Gaya ke bawah adalah gaya berat, yang besarnya adalah: w = m.g. Dimana: m = ρ. V Dan V = πr².h Maka: w = ρ. πr².h. g, dengan menyamakan gaya keatas dan gaya kebawah maka di peroleh: F = w 2πτr. cos θ = ρ. πr².h. g Sehingga: h = 2τ cos θ : ρrg h = naik/turunnya zat cair dalam kapiler (m) τ = tegangan permukaan (N/m) θ = sudut kontak ρ = massa jenis zat cair (kg/m³) g = percepatan gravitasi (m/s²) r = jari-jari penampang pipa (m) h = 2τcos θ : ρrg Keterangan Pref Next D. Kapilaritas

46 Contoh Soal Fluida Statis 1.Dalam sebuah bejana diisi air (ρ = 100 kg/m³). Ketinggian airnya adalah 85 cm. Jika g = 10 m/s² dan tekanan udara 1 atm maka tentukan: a. tekanan hidrostatis di dasar bejana, b. tekanan mutlak di dasar bejana. Diketahui: h = 85 cm = 0,85 m ρ = 1000 kg/m³ Pu = 1 atm = 105 Pa g = 10 m/s² Ditanya: a). Ph....?, b). Pm....? b. Tekanan mutlaknya di dasar bejana sebesar: Pm = Pu + Ph = ,5.10³ = 1, Pa Penyelesaian a.Tekanan hidrostatis di dasar bejana sebesar: Ph = ρ g h = ,85 = 8,5.10³ Pa Jawab: Contoh soal 1 : (Tekanan Hidrostatis)

47 Contoh Soal Fluida Statis 2. Sebuah pipa berbentuk pipa U berisi air dan minyak. Tinggi kolom minyak 20 cm dan tinggi kolom air 10 cm. Jika massa jenis air kg/m³, maka hitunglah massa jenis minyak! Diketahui: h minyak = 20 cm = 0,2 m h air = 10 cm = 0,1 m ρ air = kg/m³ Ditanyakan: ρ minyak = ? Penyelesaian Jawab P minyak = P air ρ minyak × g × hminyak = ρ air × g × h air ρ minyak × h minyak = ρ air × h air ρ minyak × 0,2 = × 0,1 ρ minyak =100 : 0,2 = 500 kg/m³ Contoh soal 2 : (Hukum Pokok Hidrostatis)

48 Contoh Soal Fluida Statis 3. Perhatikan gambar di samping! Suatu alat pengangkat mobil (dongkrak hidrolik) terdiri atas 2 tabung yang berhubungan. Kedua tabung yang mempunyai diameter berbeda ini ditutup masing-masing dengan sebuah pengisap. Tabung diisi penuh minyak. Pada tabung besar diletakkan mobil yang hendak diangkat. Ketika pengisap pada tabung kecil diberi gaya, ternyata mobil terangkat ke atas. Jika berat mobil 3 ton, diameter pengisap tabung besar 25 cm dan tabung kecil 5 cm, serta g = 10 m/s², maka hitunglah gaya yang harus diberikan agar mobil terangkat naik! Penyelesaian Diketahui : mb= 3 ton = kg d2 = 25 cm d1 = 5 cm g = 10 m/s² Ditanyakan: F1 =...? Jawab : Gaya kedua pada sistem ini adalah gaya berat mobil. Oleh karena itu, besarnya F2 adalah: F2 = m × g = × 10 = N F 1 = (d 1 : d 2 )². F 2 = ( 5² : 25² ) N F 1 = N Contoh soal 3 : (Hukum Pascal)

49 Soal 1 : Sebuah besi yang volumenya 0,02 m³ tercelup seluruhnya di dalam air. Jika massa jenis air 10³ kg/m³, maka gaya ke atas yang dialami besi tersebut adalah..... a. 2 N b. 20 N c. 200 N d N e N

50 Soal 2 : Seorang anak hendak menaikkan batu bermassa 1 ton dengan alat seperti gambar berikut! Jika luas penampang pipa besar adalah 250 kali luas penampang pipa kecil dan tekanan cairan pengisi pipa diabaikan, gaya minimal yang harus diberikan anak agar batu bisa terangkat adalah.... a. 2.5 N b. 25 N c. 4 N d. 40 N e. 400 N

51 Soal 3 : Sebuah benda tercelup sebagian dalam cairan yang memiliki massa jenis 0,75 gr/cm 3 seperti ditunjukkan oleh gambar berikut! Jika volume benda yang tercelup adalah 0,8 dari volume totalnya, massa jenis benda tersebut adalah a gr/cm3 b gr/cm3 c gr/cm3 d gr/cm3 e. 0.8 gr/cm3

52 Soal 4: Jawab : Seekor ikan berada pada kedalaman 15 meter di bawah permukaan air. Jika massa jenis air 1000 kg/m 3, percepatan gravitasi bumi 10 m/s 2 dan tekanan udara luar 10 5 N/m, tentukan : a) tekanan hidrostatis yang dialami ikan b) tekanan total yang dialami ikan

53 Soal 5 : Pipa kapiler yang berjari-jari 2 mm dimasukkan tegak lurus ke dalam zat cair yang memiliki tegangan permukaan 3. 10¯² N/m. Ternyata permukaan zat cair dalam pipa naik 2 mm. Jika sudut kontak zat cair 37° dan g =10 m/s², hitunglah massa jenis zat cair! Jawab :

54 Soal 1 Soal 2 Soal 3

55 Soal 1 Soal 2 Soal 3

56 "Akar pendidikan itu rasanya pahit; tapi buahnya manis." (-Aristoteles-) - TERIMA KASIH -


Download ppt "Media Pembelajaran Individual PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI PADANG Oleh : Kelompok 6 ELMA RAFIKALORA PRAGUSTI MIZASTAVINI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google