Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PEMERIKSAAN FISIK & PERIKSAAN DIAGNOSTIK SISTEM URINARI KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH III AKADEMI KEPERAWATAN YPIB MAJALENGKA 2013/2014 Rahayu Setyowati,SKp.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PEMERIKSAAN FISIK & PERIKSAAN DIAGNOSTIK SISTEM URINARI KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH III AKADEMI KEPERAWATAN YPIB MAJALENGKA 2013/2014 Rahayu Setyowati,SKp."— Transcript presentasi:

1 PEMERIKSAAN FISIK & PERIKSAAN DIAGNOSTIK SISTEM URINARI KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH III AKADEMI KEPERAWATAN YPIB MAJALENGKA 2013/2014 Rahayu Setyowati,SKp.

2 PEMERIKSAAN FISIK  KEADAAN UMUM fatigue, lethargy, & penurunan kesadaran  INSPEKSI  PALPASI  PERKUSI  AUSKULTASI

3 INSPEKSI Kulit pucat, kekuningan, eksoriasi, perubahan turgor, bruises texture (rough, kulit kering) Mulut : stomatitis, bau ammonia MUKA & ekstremitas edema, edema perifer, distensi bladder, massa, pembesaran ginjal Kontur abdomen pada abdomen bawah digaris tengah abdomen (kemungkinan indikasi adanya retensi urine) Berat : berat meningkat dua kali lipat merupakan indikasi edema, penurunan berat badan dan kehilangan otot terjadi pada kasus gagal ginjal.

4 PALPASI  Tidak ada nyeri pada sudut costovertebral, bladder dan ginjal tidak teraba, dan tidak teraba massa

5 Landmarks for urinary assessment. A. The costovertebral angle. A

6 Palpating the costovertebral angle.

7 Palpating the left kidney.

8 Landmarks for urinary assessment. B. The rectus abdominis muscles and the symphysis pubis. B

9 Palpating the bladder.

10 PERKUSI Sakit pada bagian pinggang terdeteksi biasanya pada awal perkusi. Jika terasa sakit pada CVA, merupakan indikasi dari adanya infeksi ginjal atau polycystic kidney disease.

11 Blunt percussion over the left costovertebral angle.

12 AUSKULTASI Apabila terdengar bunyi bruit pada aorta abdominalis & arteri renalis, merupakan indikasi penurunan aliran darah ke ginjal.

13 Auscultating the renal arteries.

14 PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Laboratorium :  Urinalysis  BERAT JENIS  CULTUR Urine  Creatinine clearance test  ASAM URAT

15 URINALISIS  Mengevaluasi fungsi ginjal untuk mendeteksi penyakit ginjal  Cuci peineum terlebih dahulu dan gunakan tempat (container) yang bersih  Isi container mL  Jika pasien sedang menstruasi, gunakan borang khusus atau ditandai

16 Urinalisis

17 Hasil Urinalisis

18 SPECIFIC GRAFITY / BERAT JENIS  Menunjukan kemampuan ginjal dalam mengkonsentrasi urine. Biasanya menggunakan multiple-test dipstick (lebih sering).  Kadar rendah : asupan cairan yang tinggi, pemberian diuretik, diabetes insipidus.  Kadar tinggi : asupan cairan kurang, penurunan perfusi ginjal.

19 KULTUR URIN  Untuk mengidentifikasi adanya mikroorganisme.

20 CREATININE CLEARENCE TEST  A blood & timed urine specimen that evaluates kidney function.  Blood is drawn at the start of the test & the AM of the day that the 24-hour urine specimen collection is complete. Maintain the urine specimen on ice or refrigerate. If the client is taking steroids, check with MD regarding the administration of these medications during test. Encourage adequate fluids before & during the test.

21 ASAM URAT  A 24-hour collection to diagnose gout & kidney disease.  Encourage fluids & a regular diet during testing. Place the specimen on ice or refrigerate.

22 PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK PEM. RADIOLOGI :  KUB (Kidney, ureters, bladder)  Bladder ultrasonography  Intravenous pyelogram (IVP)  Computed tomography (CT) & MRI  Renal angiography  Renal Scan  Cystoscopy & Biopsy  Renal biopsy

23 KUB (Kidney, ureters, bladder)  Dengan mengggunakan sinar x untuk melihat struktur siistem urinari; dan untuk deteksi batu.

24 Bladder ultrasonography  Sebuah metode noninvasiv untuk melihat volume volume urine.

25 Computed tomography (CT) & MRI  provide cross-sectional views of the kidney & urinary tract.

26 Intravenous pyelogram (IVP)  Diinjeksikan zat kontras untuk melihat abnormalitas struktur sistem urinari.  Puasa pada mlm hari sebelum prosedur  Selama prosedur dilakukan kemungkinan merasakan iritasi tenggorokan, muka terasa panas dan kemerahan.

27 IVP

28 Renal Angiography  Diberikan zat kontras dengan injeksi intravena untuk melihat aliran darah arteri ke ginjal.  Kaji pasien terhadap reaksi zat kontras  Berikan informasi kepeda pasien kemungkinan merasakan rasa terbakar pada vena yang disuntikan zat kontras.  Puasa pada mlm hari sebelum prosedur  Beri tahu untuk BAK sebelum prosedur  Lihat warna dan suhu pada ekstremitas yang disuntikan zat kontras.  Lihat adanya tanda perdarahan pada area yang disuntikan zat kontras

29 Renal angiography

30 Renal Scan  Diberikan injeksi intravena zat kontras untuk melihat aliran darah ginjal.  Kaji adanya tanda alergi yang dapat muncul seperti gatal-gatal

31 Renal Scan

32 Cytoscopy  Untuk memeriksa mukosa bledder apakah terdapat inflamasi, batu atau tumor.  Monitor postural hypotensi.  Catat warna urine untuk mendeteksi adanya perdarahan setelah prosedur cytoscopy

33 Cytoscopy

34 Renal Biopsi  Dimasukan jarum ke dalam ginjal untuk mengambil contoh jaringan sebagai bahan pemeriksaan.  Tidak boleh makan setelah prosedur.  Berikan tekanan pada area biopsi selama 30 menit.  Cek area biopsi apakah ada perdarahan atau tidak.  Berikan minum 1500 – 2000 ml.  Hindari aktifitas berat selama 2 minggu setelah prosedur biopsi.

35 Renal Biopsi

36

37 Terima Kasih …..


Download ppt "PEMERIKSAAN FISIK & PERIKSAAN DIAGNOSTIK SISTEM URINARI KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH III AKADEMI KEPERAWATAN YPIB MAJALENGKA 2013/2014 Rahayu Setyowati,SKp."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google