Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Humanisme and Islamic Science Presented by : Sumiyem 20120730051.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Humanisme and Islamic Science Presented by : Sumiyem 20120730051."— Transcript presentasi:

1 Humanisme and Islamic Science Presented by : Sumiyem

2 Pengertian Humanisme Dari segi kebahasaan, humanisme berasal dari kata Latin humanus dan mempunyai akar kata homo yang berarti manusia. Humanus berarti sifat manusiawi atau sesuai dengan kodrat manusia (A.Mangunhardjana dalam Haryanto Al-Fandi, 2011:71). Humanisme sebagai suatu aliran dalam filsafat, memandang manusia itu bermartabat luhur, mampu menentukan nasib sendiri, dan dengan kekuatan sendiri mampu mengembangkan diri. Pandangan ini disebut pandangan humanistis atau humanisme Secara terminologi, humanisme berarti martabat dan nilai dari setiap manusia, dan semua upaya untuk meningkatkan kemampuan-kemampuan alamiahnya (fisik nonfisik) secara penuh. (Hasan Hanafi dalam Haryanto Al-Fandi, 2011:71).

3 Sejarah dan Tokoh Humanisme Humanisme merupakan gerakan intelektual dan kesusteraan yang pertama kali muncul di Italia pada paruh abad ke-14 Masehi. Abad ini ini sering disebut “Abad Kegelapan” karena cahaya akal budi manusia tertutup kabut dogma-dogma agama di sana. Kuasa manusia dipatahkan oleh pandangan agama yang menyatakan bahwa hidup manusia telah digariskan oleh kekuatan Illahi dan akal budi manusia tidak akan pernah sampai pada misteri dari kekuatan-kekuatan itu. Tokoh-tokoh Humanisme : Hans-Georg Gadamer, Socrates, Thomas Paine, François-Marie Arouet, dll

4 Humanisme Barat, Timur dan Islam Dalam paham Barat, humanisme adalah suatu paham yang mempercayai kemampuan manusia terutama kualitas manusia sebagai makhluk. Seorang Barat yang mengaku sebagai I am humanist, maka itu sebetulnya almost Iam a secularist. Humanisme Timur dipelopori oleh Mahatma Gandhi di India. Ajarannya menekankan pada perjuangan kemerdekaan harkat hidup manusia dan pemberontakan tanpa menggunakan kekerasan. Ajarannya adalah Ahimsa, Swadeshi dan Hartal. Humanisme Islam adalah humanisme-religius bersumber dari ajaran Islam. Pemikiran ini bersumber dari ikatan manusia terhadap suatu perjanjian primordial dengan Tuhan sebagai the Ultimate Reality. Orientasi ketuhanan dijadikan jiwa hidup manusia. Unsur teoantrosentrisme ini menjadikan manusia sebagai khalifah Allah. Pemikiran humanisme ini bertolak dari ajaran tauhid yang yang berupa nilai: kebebasan (liberty), persaudaraan (fraternity), dan persamaan (equality).

5 Humanisme Islam Humanisme dalam Islam ditegakkan di atas dasar kemanusiaan yang murni diajarkan al-Qur’an. Humanisme dalam Islam didasarkan pada prinsip-prinsip yang nyata, fitri dan rasional. Saling mencintai, kasih sayang dan menjaga kebersamaan. “Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”. (Q.S. al-Hujarat : 10). “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan mereka, kecuali bisikan dari orang yang menyuruh manusia bersedekah, atau berbuat yang ma’ruf atau mengadakan perdamaian diantara manusia”. (Q.S. al-Nisa : 114). Berpegang teguh pada agama Allah, tidak berselisih, tidak bercerai berai dan selalu menghindari permusuhan. “Dan berpegang teguhlah kepada tali (agama) Allah dan jangan bercerai berai....”. (Q.S. Ali Imran : 103). “Janganlah kamu saling bermusuhan yang menyebabkan kamu menjadi lemah dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah....” (Q.S. al-Anfal : 46).

6 Nilai nilai Humanisme Islam Kebebasan Persamaan Persaudaraan Aktualisasi Nilai Humanisme Islam dalam Konsep Tujuan Pendidikan Pendidikan dalam Islam bertolak dari paham teosentrisme dan antroposentrisme sekaligus. Nilai-nilai spiritual dan kebaikan moral menjadi dasar dalam merumuskan tujuannya. Dalam Islam, aktualisasi potensi sebagai tujuan proses pemanusiawian manusia dalam pendidikan humanistik meliputi dimensi material dan spiritualnya Tujuan mengaktualisasikan potensi manusia (peserta didik) menjadi ‘abdullah merupakan tujuan pendidikan humanistik dalam Islam sesuai tujuan penciptaan manusia. Allah menciptakan manusia hanyalah untuk beribadah kepada-Nya.

7 Teori humanisme memberikan dampak positif yaitu seseorang akan semakin menghargai dan memaknai dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Manusia akan semakin dekat dengan Tuhannya. Dengan memaknai humanisme secara tepat maka manusia akan semakin banyak belajar mengenai kehidupan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, dll. Namun jika seseorang salah memaknai humanisme maka bisa aja akan terlalu mengagung-agungkan manusia, mendewakan manusia dan melupakan Tuhan. Oleh karena itu, kajian tentang humanisme harus semakin ditingkatkan dan dipelajari dari berbagai sumber.

8 Islamic Science Di dalam Al-qur ‟ an, kata al-„ilm dan kata-kata jadiannya digunakan lebih dari 780 kali (Ghulsyani 2001). Beberapa ayat pertama, yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW., menyebutkan pentingnya membaca, pena, dan ajaran manusia: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Dan Tuhanmulah yang paling pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Qs. Al-alaq/ 96: 1-5) Klasifikasi sains Dalam islam tidak dikenal pemisahan esensial antara “ilmu agama” dengan ilmu “ilmu profan”. Berbagai ilmu dan perspektif inteletual yang dikembangkan dalam islam memang mempunyai suatu hirarki. Tetapi herarki ini pada akhirnya bermuara pada pengetahuan tentang “yang maha tunggal” – substansi dari segenap ilmu. Para pemikir keilmuan dan ilmuwan muslim di masa-masa awal membagi ilmu-ilmu pada intinya kepada dua bagian : Yang pertama, adalah al-„ulûm al-naqliyyah, yakni ilmu-ilmu yang disampaikan Tuhan melalui wahyu, tetapi melibatkan penggunaan akal. Yang kedua adalah al-„ulûm al-„aqliyyah, yakni ilmu-ilmu intelek, yang diperoleh hampir sepenuhnya melalui penggunaan akal dan pengalaman empiris.

9 Sains dan Islam Istilah sains dalam Islam, ilmu bukan hanya sains dalam pengertian barat modern2, sebab agama juga merupakan ilmu, artinya dalam Islam disiplin ilmu agama merupakan sains. Sejarah Sejarah sains biasanya disebutkan dimulai sejak zaman Yunani Kuno kira-kira 550 SM pada masa phytagoras, kemudian meredup pada zaman Hellenistik sekitar 300 SM yang dipenuhi mitos dan tahayul, kemudian bangkit kembali pada masa Renaissance sekitar abad M hingga saat ini. Tokoh-tokoh Saintis 1. Ibnu Sina, tokoh cendekiawan muslim yang besar di bidang kedokteran, karyanya berjudul canon (al-qanun fi al-tibb), selain dikenal sebagai seorang filusuf, ilmuwan, dan juga dokter, ia juga dikenal sebagai seorang penulis yang sangat produktif. Sebagian besar karyanya adalah tentang filsafat dan pengobatan. 2. Abu Raihan al Biruni merupakan matematikawan persia, astronom, fisikawan, sarjana, penulis ensiklopedia, filsuf, pengembara, sejarawan, ahli farmasi dan guru, yang banyak menyumbang kepada bidang matematika, filsafat, dan obat- obatan. Abu raihan muhammad al-biruni lahir di daerah uzbekistan pada tahun 973 masehi, menulis lebih dari 200 buku hasil pengamatan dan percobaannya, yang setara dengan 13 ribu lembar folio. 3. Jabir Ibnu Hayyan/Gebert, Ia hidup antara tahun M. Dia adalah seorang tokoh islam yang mempelajari dan mengembangkan dunia islam yang pertama. Ilmu tersebut kemudian berkembang dan kita mengenal sebagai ilmu kimia. Bidang keahliannya, (dimana dia mengadakan penelitian) adalah bidang : logika, filosofi, kedokteran, fisika, mekanika, dan sebagainya. Ia juga merupakan pelopor ilmu kimia islam, seorang sufi dan syi’ah. 4. Muhammad ibn musa al-khawari, ia adalah seorang pakar dalam bidang matematik, astronomi dan geografi dari iran. Bukunya yang terkenal berjudul al-jabar wal muqobalah, kemudian buku tersebut disalin oleh orang-orang barat dan sampai sekarang ilmu itu kita kenal dengan nama al-jabar. Ia menemukan logaritma (berasal dari nama al khwarizmi) dan aljabar (al jabr), ilmu bumi dengan menyatakan bumi itu bulat sebelum galileo dengan bukunya kitab surah al ardh.

10 Faktor Penyebab Kemajuan Dan Kemunduran Perkembangan Ilmu Islam 1. Kemajuan Pertama, adanya suatu worldview dari masyarakatnya yang mendukung, worldview ini dapat berupa suatu pandangan hidup, agama, filosofi, dan lain-lain. Kedua, apresiasi dari masyarakat, yakni sikap dan penghargaan masyarakat terhadap para ilmuwan. Ketiga, adanya patronase dan dukungan dari penguasa 2. Kemunduran Oposisi kaum konservatif, krisis ekonomi dan politik, orang-orang barat sengaja menghancurkan observatorium islam yang didirikan oleh taqi al din di konstantinopel pada tahun 1580, menjadikan islam kehilangan sumber pengetahuan dan pengamatan bintang (astronomi) yang sudah sangat maju pada masa itu,. Upaya Membangkitkan Lagi Keilmuan Umat Islam Pertama, seperti para ulama dan ilmuwan abad-abad pertama zaman islam, kita harus mempelajari seluruh ilmu yang berguna dari orang-orang lain. Kita dapat membebaskan pengetahuan ilmiah dari penafsiran-penafsiran materialistik barat dan mengembalikannya ke dalam konteks pandangan duniadan ideologi islam., Kedua, bentuk gabungan yang ada di antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu kealaman selama hari-hari puncak islam harus dibangun kembali, karena sebagaimana telah ditunjukkan, bahwa antara titik-akhir agama dan ilmu-ilmu kealaman tidak ada konflik., Ketiga, untuk mencapai kemerdekaan penuh umat islam, negara-negara muslim perlu mengambil langkah-langkah untuk melatih spesialis di dalam segala bidang keilmuan dan industri yang penting., Keempat, penyelidikan ilmiah harus dipikirkan sebagai pencarian penting dan mendasar, kelima, harus ada kerja sama antar negara muslim dalam masalah riset teknologi dan keilmuan.

11 Kesimpulan 1. Konsepsi berbagai masyarakat dan ideologi dunia mengenai humanisme terbadi dengan berbagai macam aliran dan pandangan yang berbeda. Secara garis besar, konsepsi itu terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok yang mengagungkan manusia secara berlebihan sehingga mendewakannya dan konsep merendahkan manusia sebagai makhluk yang hina dan berdosa. Humanisme dalam islam ditegakkan di atas dasar kemanusiaan yang murni diajarkan al-qur’an. Konsepsi islam mengajarkan pada umatnya, bahwa allah SWT yang maha pengasih dan maha penyayang tidaklah menciptakan manusia dengan sia-sia. Dia telah mengaruniakan panca indera, akal dan fikiran serta menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, sempurna lahir dan bathin. Humanisme dalam ajaran islam tidaklah bersifat ekstrim seperti kedua pandangan di atas. Ia tidak mendewakan manusia dan juga tidak merendahkannya, islam menempatkan manusia pada proporsi sebenarnya. Manusia merupakan makhluk yang menerima amanah tuhan agar dapat mengkelola alam semesta bagi kesejahteraan bersama. Dengan demikian manusia menjadi makhluk yang paling baik dan sempurna, apabila melaksanakan amanah tersebut. Sebaliknya ia akan menjadi makhluk yang hina apabila menghianati amanat itu dan berbuat kerusakan di muka bumi. 2. Pandangan islam terhadap sains dan teknologi adalah bahwa islam tidak pernah mengekang umatnya untuk maju dan modern. Justru islam sangat mendukung umatnya untuk melakukan penelitian dan bereksperimen dalam hal apapun, termasuk sains dan teknologi. Bagi islam, sains dan teknologi adalah termasuk ayat-ayat allah yang perlu digali dan dicari keberadaannya. Ayat-ayat allah yang tersebar di alam semesta ini merupakan anugerah bagi manusia sebagai khalifatullah di bumi untuk diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

12 Daftar Pustaka Hasan, Jon Menuju Humanisme Spiritual. Surabaya : Risalah Gusti. Nurhakim Metodologi Studi Islam. Malang : UMM Press. Tafsir, Ahmad Filsafat Umum. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Karya Tulis Ilmiah karya Muhammad Abduh, Peradaban Islam. https://ayundi1456.wordpress.com/2013/01/02/hubungan-sains-dan-islam/ https://ayundi1456.wordpress.com/2013/01/02/hubungan-sains-dan-islam/

13 Terima kasih


Download ppt "Humanisme and Islamic Science Presented by : Sumiyem 20120730051."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google