Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh: Nur Hasanah. X-Ray X-rays were discovered in 1895 by the German physicist Wilhelm Conrad Röntgen and were so named because their nature was unknown.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh: Nur Hasanah. X-Ray X-rays were discovered in 1895 by the German physicist Wilhelm Conrad Röntgen and were so named because their nature was unknown."— Transcript presentasi:

1 Oleh: Nur Hasanah

2 X-Ray X-rays were discovered in 1895 by the German physicist Wilhelm Conrad Röntgen and were so named because their nature was unknown at the time. He was awarded the Nobel prize for physics in Wilhelm Conrad Röntgen ( )

3 Inner electron

4 X-R AY D IFFRACTION SPECTROSCOPY Interaksi antara gelombang elektromagnetik dengan materi

5 Merupakan suatu metode untuk menganalisis suatu zat padat kistalin (kualitatif) X-Ray diffraction 1.Prinsip 2.Instrumentasi 3.Kegunaan 4.Difraktogram 5.Contoh

6 I LUSTRASI Apakah anda mengetahui mengenai alotrop karbon (C)? Karbon memiliki 3 alotrop yakni grafit, intan, dan fuleren. Bagaimana kita dapat mengetahui perbedaan dari ketiga alotrop tersebut?

7 DiamondC60Graphite

8 Diamond C60 Grafit

9 Terjadinya difraksi sinar-X oleh bidang kristal Sinar X berinteraksi dengan inner elektron dalam materi.

10 Perbedaan sinar X dengan sinar tampak KarakterSinar-XSinar-visibel Energi (eV) (nm)0,5 – 2, TransisiElektron inner cellElektron valensi

11 S USUNAN ALAT XRD Tabung sinar X Tempat sampel goniometer Detektor Difraktometer (Scaler + Counter) Rekorder

12 Terbentuknya sinar X ; (pada tabung sinar X)

13 TABUNG SINAR X Katoda dr kawat wolfram Anoda (Logam target) Ke dalam tabung dialiri listrik dengan tegangan yang sangat tinggi Kv  Katode melepaskan elektron yang bergerak dengan kecepatan tinggi  Berkas elektron mengenai logam target  Logam target mengemisikan sinar  sinar-X

14 S PEKRUM SINAR -X  Kontinyu  Karakteristik Agar monokromatis Disaring dengan Monokromator= LOGAM FILTER

15 B AGAIMANA C ARA KERJA LOGAM FILTER ?? Menyerap sebagian radiasi  dan seluruh radiasi  sehingga intensitas radiasi  berkurang dan radiasi  tidak muncul lagi. Hanya radiasi  yang terdifraksi oleh sampel. Radiasi  terdiri dari  1 dan  2  intensitas  1 >  2 Radiasi  2 tidak dapat dihilangkan oleh filter. Akibatnya, sering ditemukan puncak difraksi yang tersplit

16 P ASANGAN LOGAM TARGET DAN LOGAM FILTER Logam target λ-Kα 1 (Å)Logam filter Mo0,711Zr Cu1,542 Ni Co1,790 Fe 1,937Mn Cr2,291 V

17 P RINSIP DIFRAKSI SINAR X Sinar-x terdifraksi hanya oleh suatu zat padat kristal Sinar –X terdifraksi dengan sudut tertentu oleh bidang kristal yang mempunyai jarak antar bidang tertentu Sinar-X  Jarak antar bidang kristal

18 APA ITU KRISTAL?? Padatan yang terbentuk oleh molekul sel satuan yang tersusun secara berulang dan teratur ke segala arah Setiap kristal mempunyai bidang kristal Jarak antar bidang/basal spacing suatu kristal yang sama adalah karakteristik NaCl

19 2 d sin  = d = jarak antar bidang kristal  = sudut difraksi = panjang gelombang Atau d = / 2 sin  d berubah maka  berubah Sinar–X terdifraksi dengan sudut tertentu oleh bidang kristal yang mempunyai jarak antar bidang (d) tertentu. B AGAIMANA HUBUNGAN SUDUT DIFRAKSI DENGAN JARAK ANTAR BIDANG KRISTAL ?

20

21 Sinar X mengenai sampel  terdifraksi oleh bidang kristal sampel Dengan sudut 2θ  hasil : DIFRAKTOGRAM

22 Unit alat XRD Unit komputer INSTRUMENTASI

23 S USUNAN ALAT XRD Tabung sinar X Tempat sampel goniometer Detektor Difraktometer (Scaler + Counter) Rekorder

24 SUSUNAN ALAT A = Pendingin B = Tabung sinar-x C = Tempat sampel D = Goniometer E = Silt/celah F = Detektor

25

26 KEGUNAAN 1.Penentuan struktur kristal : 1.Pengideks-an bidang kristal, 2.Bentuk dan ukuran sel satuan kristal, 3.Jumlah atom per-sel satuan 2.Analisis kimia : 1.Identifikasi/Penentuan jenis kristal 2.Penentuan kemurnian hasil sintesis 3.Deteksi senyawa baru 4.Deteksi kerusakan oleh suatu perlakuan

27 DIFRAKTOGRAM 2θ2θ Intensitas

28 1. Buat pola difraksi sampel : 2  lawan intensitas 2. Semua harga 2  dari setiap puncak dirubah menjadi harga d sesuai hukum Bragg 3. Intensitas semua puncak dibuat relatif 4. Tiga harga d dari puncak terkuat dibandingkan dengan data standar atau data JCPDS. Jika ada kecocokkan, harga d yang lain juga dicocokkan, berarti jenis sampel sama dengan standar. 2,3,DAN 4 DAPAT diganti dengan langkah : Pola difraksi sampel dibandingkan dengan pola difraksi standar

29 C ONTOH Pola difraksi sampel Pola difraksi standar

30 standar Apa artinya?

31 Bagaimana interpretasi difraktogram diatas?


Download ppt "Oleh: Nur Hasanah. X-Ray X-rays were discovered in 1895 by the German physicist Wilhelm Conrad Röntgen and were so named because their nature was unknown."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google