Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Richard P. Halgin Susan Krauss Whitbourne University of Massachusetts at Amherst slides by Travis Langley Henderson State University Abnormal Psychology.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Richard P. Halgin Susan Krauss Whitbourne University of Massachusetts at Amherst slides by Travis Langley Henderson State University Abnormal Psychology."— Transcript presentasi:

1 Richard P. Halgin Susan Krauss Whitbourne University of Massachusetts at Amherst slides by Travis Langley Henderson State University Abnormal Psychology Clinical Perspectives on Psychological Disorders 5e Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display.

2 Sexual Disorders

3 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Perilaku Seksual Abnormal membahayakan orang lain, distress menetap atau berulang, atau terganggu fungsi penting pada dirinya. Perilaku seksual merupakan gangguan psikologik jika disebabkan :

4 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Parafilia

5 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Parafilia para = abnormal; philia = ketertarikan

6 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Parafilia Gangguan berulang, dengan bangkitan seksual melalui fantasi, dorongan seksual atau perilaku yang dialami individu dengan :  obyek nonhuman,  anak atau other nonconsenting persons, atau  membuat penderitaan atau mempermalukan diri atau pasangan. Ketidakmampuan mendapatkan kepuasan seksual ketika stimulus yang dikehendaki tak ada Berlangsung sedikitnya enam bulan.

7 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Pedophilia Pedophilia: Parafilia dengan dorongan seksual tertuju langsung pada anak

8 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. PEDOPHILIA Tipe korban  Situasional  Preferensi  Perkosaan anak

9 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. PEDOPHILIA  2/3 korban penyerangan seksual anak & remaja  Korbannya : anak berumur 12-17, lebih sering anak berumur 14-tahun  Untuk anak berumur dibawah 12, paling banyak berumur 4-tahun  Korbannya, hampir 2/3 nya perempuan  Penyerangnya kebanyakan laki-laki  Sekitar 1/3, korbannya anak-anak

10 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Tipe Umum Penyerang Seksual Terkait perkembangan  Fisiologik  Kognitif  Afektif

11 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. TEORI PENGALAMAN DALAM KEHIDUPAN DINI  Kekerasan seksual dan emosional pada masa kanaknya  Terjadi siklus korban-penyerang KECENDERUNGAN PERSONALITI  Antisocial personality traits  Munculnya kemarahan dari perasaan ketidakmampuan, introversi, kognitif yang kaku

12 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. TERAPI PENDEKATAN BIOLOGIK DALAM MENDIAGNOSIS  Penile plethysmograph.

13 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. DALAM MENERAPI  menurunkan kadar testosteron.  Kastrasi (jarang).  Hypothalamotomy. TERAPI PENDEKATAN BIOLOGIK Ini membantu akan membantu membelokan dorongan seksual, namun ketidak tepatan pilihan pasangan juga harus ditangani

14 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. TERAPI BEHAVIORAL  terapi aversif  Ridicule KOGNITIF  Pencegahan Kambuhan TERAPI KELOMPOK  konfrontasikan denial dan rasionalisasi  konteksnya mendukung diskusi tentang keinginan dan konflik TERAPI

15 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Exhibitionism Exhibitionisme: Paraphilia ketika orang membangkitkan dorongan seksual dan fantasi melalui mempertontonkan genitalnya pada orang-orang tak dikenal.

16 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Fetishisme: Paraphilia ketika orang berpreokupasi dengan benda dan bergantung pada benda ini untuk membangkitkan dorongan seksual dan fantasi daripada memilih seksual intim dengan orang untuk mencapai kepuasan seksual Perilaku tidak fetishistic ketika benda dimaksud dirancang untuk eksitasi seksual (misal vibrator).

17 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Partialisme: Paraphilia ketika orang hanya mendapatkan kepuasan seksual dari bagian badan yang spesifik seperti kaki. Beberapa ahli menganggap ini sebagai bentuk fetishisme.

18 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Kontinuum Perilaku Normal- Abnormal

19 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Frotteurism: bahasa Perancis frotter (“to rub”) Paraphilia ketika individu mempunyai dorongan fantasi dan pembangkitan seksual sangat kuat dengan menggosok-gosokan penis pada orang yang tidak dikenal.

20 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Sexual Masochism Merasa tertarik untuk mencapai kepuasan seksual dengan cara menyakiti badan, secara sendiri atau dengan pasangan.

21 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Sexual Sadism Terminologi sadomasochist merujuk kepada didapatnya kepuasan seksual melalui memberi dan menerima rasa nyeri. Mencapai kepuasan seksual dengan melalui aktivitas melukai atau membahayakan, orang lain.

22 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Beberapa Aktivitas Sadomasokistik spanking master-slave bondage humiliation restraint pain infliction whipping verbal abuse toilet-related activities cutting shocking asphyxiation

23 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Transvestic Fetishism Transvestic fetishism: Paraphilia dimana seorang laki-laki tak dapat dihambat dorongan untuk mencapai kepuasan seksual melalui memakai baju perempuan Lelaki homoseksual yang mengenakan pakaian perempuan namun tidak terdorong nafsu seksual karenanya BUKAN transvestic fetishists.

24 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Voyeurism: dari bahasa Perancis voir (“to see”) Paraphilia yang individunya mendapat kepuasan seksual melalui menonton orang telanjang atau orang melakukan kegiatan seksual

25 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. BENTUK LAIN PARAPHILIAS Telephone scatologiaMerayu melalui pembicaraan telepon NecrophiliaMayat ZoophiliaBinatang CoprophiliaFeces KlismaphiliaEnemas UrophiliaUrine AutagonistophiliaSex dihadapan orang lain SomnophiliaTidur dengan orang lain StigmatophiliaSkin piercing atau tattoo AutonepiophiliaMenggunakan diapers

26 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. FITUR PARAPHILIAS Variannya ditentukan pelaku paraphilia Umumnya, terintegrasi dalam perilaku Faktor Biopsikososial Kausa utamanya adalah pembiasaan Sulit diterapi Jarang datang untuk terapi, biasannya dipaksa oleh hukum Terapi tergantung nature paraphilia

27 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Gangguan Identitas Gender

28 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Gangguan Identitas Gender Suatu kondisi dalam mana ada kesenjangan antara identitas gender individu dan jenis kelamin bologiknya. Identitas Gender : Persepsi individu sebagai laki-laki atau perempuan

29 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. GANGGUAN IDENTITAS GENDER Keyakinan kuat dan menetap (tetapi bukan delusi) bahwa dirinya terperangkap dalam tubuh berjenis kelamin yang salah Penolakan menerima perilaku diri sesuai gender normatif masyarakatnya Fantasi berulang dan mengenakan pakaian jenis kelamin yang berbeda Tidak ada gratifikasi seksual dari penggunaan pakaian dari jenis kelamin yang berbeda

30 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. TEORI GANGGUAN IDENTITAS GENDER BIOLOGIK Kadar hormon fetal abnormal Kerentanan pada bangkitan sensori tinggi Sensitif terhadap ekspresi emosi orangtua PSIKOLOGIK Harapan orangtua memiliki anak dari jenis kelaminnya berbeda Secara tidak disadari orangtua mendorong perilaku cross-gender SOSIAL – Idealisme budaya memilih jenis kelamin anak tertentu

31 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. TERAPI PSIKOTERAPI  Anak yang sangat muda Membantu mengembangkan self-esteem  Anak yang umurnya lebih tua Membicarakan perilaku dan fantasi cross- gender, rendahnya self-esteem, peer rejection  Dewasa Fokus pada kausa biopsikososial, beri dukungan dan strategi koping

32 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. SEX REASSIGNMENT SURGERY Dicari oleh segelintir orang dengan gangguan identitas gender Faktor fungsi yang diperbaiki pasca operasi :  Kepuasan lebih besar pada perubahan perempuan menjadi laki-laki  Level penyesuaian diri pra-bedah  Level komitmen untuk menjadi seks yang dikehendaki  Quality dari tindakan bedah

33 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. DISFUNGSI Seksual

34 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. DISFUNGSI SEKSUAL Abnormalitas respon atas jenis kelamin individu Didefinisikan oleh Individu Biasanya terkait masalah lain Sepanjang hayat atau didapatkan Generalisasi atau situasional

35 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Gangguan Minat Seksual Hipoaktif Disfungsi seksual dimana individu minat aktivitas seksualnya rendah Kemungkinan Kausa : Kesulitan psikologik Citra diri atau self-esteem buruk Hostilitas Interpersonal Relasi didominasi kekuasaan

36 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Gangguan Aversi Seksual Disfungsi seksual khas dengan ketidak sukaan aktif dan menghindari kontak genital dengan pasangan seksual 4 Kausa Primer : 1.Sikap orangtua terhadap seks sangat negatif 2.Riwayat trauma seksual 3.Tekanan seksual oleh pasangan 4.Konfusi identitas gender

37 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Gangguan Pembangkitan Seksual Gangguan pembangkitan seksual perempuan Gangguan ereksi pada laki-laki

38 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Orgasmic Disorder Gangguan orgasmik seksual perempuan Gangguan orgasmik pada laki-laki

39 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Ejakulasi Prematur Orgasme laki-laki terjadi jauh sebelum waktu yang diharapkan, mungkin sebelum penetrasi. Lebih umum terjadi pada laki-laki muda, mungkin terkait dengan maturasi dan pengalaman kurang matang

40 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Gangguan Nyeri Seksual Dyspareunia Nyeri genital berulang atau persisten sebelum, selama, atau sesudah sanggama. Vaginismus Spasme otot vaginal luar involunter berulang atau persisten

41 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display.

42 TEORI Gangguan neurologik, kardiovaskular Penyakit hati atau ginjal Abnormalitas hormonal Problem dengan sistem reproduksi Penggunaan zat adiktif/obat Disfungsi Seksual dapat muncul dari masalah fisik dan/atau psikologik

43 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. TERAPI Variasi terapi tergantung kausa, masalah spesifik dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Terapi – terapi dengan menyertakan fisik, edukatif, sikap, intrapsikik, dan interpersonal

44 TERAPI Masters & Johnson merekomendasikan fokus pada sensasi : Pasangan mendapat giliran saling menstimuli secara nonseksual namun perlu dengan cara afeksi lebih dahulu,lalu secara bertahap waktu demi waktu kemudian menstimuli genital.

45 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Sudut Pandang Biopsikososial Sudut pandang perilaku paling mengena untuk menerangkan gangguan seksual Terapi perilaku gangguan seksual dapat diterapkan pada paraphilias dan disfungsi seksual. Sudut pandang biologik penting, terutama pada gangguan identitas gender dan terapi disfungsi ereksi Penting menggali riwayat personal dan kesulitan relasi.

46 Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. For more information on material covered in this chapter, visit our Web site:


Download ppt "Richard P. Halgin Susan Krauss Whitbourne University of Massachusetts at Amherst slides by Travis Langley Henderson State University Abnormal Psychology."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google