Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGANTAR DISKUSI: ARAH HILIRISASI HASIL RISET Asdep Kompetensi Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Diskusi Panel Perijinan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGANTAR DISKUSI: ARAH HILIRISASI HASIL RISET Asdep Kompetensi Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Diskusi Panel Perijinan."— Transcript presentasi:

1 PENGANTAR DISKUSI: ARAH HILIRISASI HASIL RISET Asdep Kompetensi Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Diskusi Panel Perijinan dan Standarisasi dalam Rangka Hilirisasi Produk Hasil Litbang Bidang Kesehatan Obat Jakarta, 8 Juni 2015

2 LATAR BELAKANG Penguasaan iptek untuk daya saing Menuju knowledge-based dan innovation-based economy Tingginya impor teknologi 58% teknologi impor Teknologi lokal 31% Dominasi paten luar negeri Paten LN 6118 Paten domestik 1663 Lisensi Penerimaan lisensi global $150 milyar Pertumbuhan 25-35%/th INVENSI KOMERSIALISASI MANFAAT EKONOMI TANTANGAN PADA MASA MENDATANG Gap lemlitbang – industri Invensi oleh peneliti tidak orientasi pada produksi Hasil penelitian yang belum teruji sehingga industri enggan menindaklanjuti Kurangnya dukungan pemerintah dalam bentuk perlindungan dan pengaturan dan pemberian insentif yang kurang menarik bagi industri Paten Pengembangan produk

3 TECHNOLOGY READINESS LEVEL TRL 1.Basic principles observed and reported TRL 2.Technology concept and/or application formulated TRL 3. Analytical & experimental critical function and/or characteristic proof-of-concept TRL 4. Component and/or breadboard validation in laboratory environment TRL 5. Component and/or breadboard validation in relevant environment TRL 6. System/subsystem model or prototype demonstration in a relevant environment (ground or space) TRL 7.System prototype demonstration in a space environment TRL 8. Actual system completed and "Flight qualified" through test and demonstration (ground or space) TRL 9. Actual system "Flight proven" through successful mission operations

4 PELUANG DAN TANTANGAN INOVASI-KOMERSIALISASI TEKNOLOGI Peran Riset dalam meningkatkan daya saing industri dalam negeri berbasis iptek Ide Riset Pengembangan dan Desain Production Market UsersWaste Ide Riset Pengembangan dan Desain Pasar Konsumen Limbah Luar Negeri Dalam Negeri Iptek Manufaktur Perdagangan Produksi Tahap Industri 0. Import 1. Assembly 2. Lisensi 3. Desain baru 4. Teknologi baru 5. Riset dasar Peran Riset dalam meningkatkan daya saing industri dalam negeri berbasis iptek

5 HILIRISASI PEMANFAATAN HASIL RISET kapasitas akses lembaga litbang terhadap perkembangan kebutuhan kapasitas lembaga litbang merespon kebutuhan harmonisasi regulasi yang mendukung diseminasi hasil riset tersebut

6 MENIRAN – STIMUNO ( Phyllanthus niruri L )

7 PUI BIOFARMAKA Pusat Studi Biofarmaka (PSB) IPB melakukan penelitian di bidang kesehatan dan obat yaitu biofarmaka. PUI: 2012, 2013 Penelitian meliputi riset dasar dan riset terapan yang termasuk di dalamnya menjalankan riset pengembangan suatu produk. Produk utama hasil riset diharapkan dapat memenuhi aspek legal, seperti dalam pengembangan produk terstandar yang sesuai dengan pentahapan proses di BPOM.

8 PUI RADIOBIOMOLEKULER Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN melakukan penelitian di bidang kesehatan obat, yaitu radio- biomolekul. PUI: 2014, - Penelitian lebih dititikberatkan pada riset pengembangan suatu produk, meliputi kit radiofarmaka dan senyawa bertanda. Beberapa produk kit radiofarmaka, telah mendapat ijin edar dari Badan POM. Sementara produk senyawa bertanda belum dapat beredar secara luas.

9 PUI PIGMEN MATERIAL AKTIF Pusat Penelitian Pigmen Material Aktif (P3MA) UMC telah mengembangkan produk litbang berupa standar dan produk pigmen untuk pangan dan kesehatan. PUI: 2013, 2014 Pengembangan produk tersebut membutuhkan fasilitasi dari BPOM (perijinan ) dan BSN (standarisasi produk). Prototipe produk siap komersial: produk pigmen standar NATChrom (likopen, zeasantin, fukosantin, beta-karoten, klorofil, feofitin, dll), pro-vitamin A, (vitamin A alami), jamu berbasis pigmen sebagai anti-hiperkolesterol dan anti- obesitas, sabun klorofil, masker klorofil, dll. Dibutuhkan pengetahuan yang mendalam terkait prosedur di BPOM.

10 PUI PENYAKIT MENULAR Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Unair melakukan penelitian di bidang kesehatan obat, yaitu produk obat penyakit tropis. PUI: 2011, 2012 Penelitian meliputi riset dasar dan riset terapan yang termasuk di dalamnya menjalankan riset pengembangan suatu produk. Produk utama hasil riset diharapkan dapat memenuhi aspek legal, seperti dalam pengembangan produk terstandar yang sesuai dengan pentahapan proses di BPOM.

11 PUI SATWA PRIMATA Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB merupakan focal point dalam melayani, mengoordinasikan, dan mengembangkan riset biomedis berbasis biologi dan konservasi satwa primata di tingkat nasional maupun internasional. PUI: 2014, - Visi dalam bidang biomedis adalah mengembangkan satwa primata sebagai hewan laboratorium dan hewan model untuk penyakit infeksius maupun non-infeksius pada manusia dengan kedalaman teknologi kesehatan berupa kajian biomedis, bioteknologi, dan biomolekuler.

12 1.1 Pengembangan pola rekruitmen SDM 1.4 Pengemb regulasi tata kelola litbang 1.3 Penguatan strategi tata kelola anggaran 1.5 Penguatan akses & kapasitas informasi 1.6 Pengembangan kolaborasi informasi 2.1 Penyusunan kriteria skala prioritas riset INIATIVE DEVELOPMENT Pengembangan kompetensi SDM 2.2 Penguatan roadmap riset 2.3 Penyelarasan daftar tema riset DEVELOPMENT 2.4 Pengb kolaborasi interaksi antar lembaga 2.5 Peningkatan kapasitas lembaga dalam merespon riset 2.6 Penajaman mekanisme perolehan informasi kebutuhan litbang 3.1 Pengemb basis data potensi hasil riset 3.3 Pengb kerangka diseminasi yang sinergis 3.5 Pengb tata laksana diseminasi (reg, MoU), 3.4 Pengembangan model diseminasi yang mutual benefit 3.2 Penajaman potensi diseminasi kapasitas internal kapasitas koordinasi 4.2 Pengemb peluang pemanfaatan hasil litbang 4.1 Sinkronisasi data-informasi potensi hasil litbang 4.3 Pengembangan infrastruktur Badan Usaha COMPETENCE Pengemb manajemen utk kapasitas absorpsi 4.5 Pengemb kapabilitas inovasi produk teknologi baru 4.6 Pengemb konsorsium: fokus teknologi spesifik 3.6 Pengemb updating data dan informasi 3.7 Penguatan faktor determinan dalam implementasi diseminasi 3.8 Pengembangan instrumen (wahana,media, forum) yang menjaga keberlangsungan pemanfaatan hasil litbangyasa kapasitas kesinambungan Lembaga Penunjang 5.2 Penguatan sosialisasi peran-fungsi standardisasi 5.1 Penguatan mekanisme perolehan standardisasi 5.4 Sosialisasi peran-fungsi perolehan sertifikasi 5.3 Penguatan mekanisme perolehan sertifikasi 5.5 Peningkatan peran - fungsi intermediasi 5.6 Penguatan intermediasi 5.7 Penajaman regulasi intermediasi - komersialisasi 5.8 Peningkatan peran dan fungsi advokasi 5.9 Penguatan kelembagaan advokasi 5.10 Peran - fungsi lembaga penjamin risiko 5.11 Penguatan prosedur penjaminan risiko

13 PERMASALAHAN HILIRISASI DAN INISIASI SOLUSINYA

14 1.PSB IPB 2.PTRR-BATAN 3.P3MA UMC 4.LPT UNAIR 5.PSSP IPB

15 Terima kasih Asisten Deputi Kompetensi Kelembagaan Deputi Bidang Kelembagaan Iptek Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Gedung II BPPT Lantai 16, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta Telp /9511, Faks ,


Download ppt "PENGANTAR DISKUSI: ARAH HILIRISASI HASIL RISET Asdep Kompetensi Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Diskusi Panel Perijinan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google