Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MODUL KULIAH SISTEM TRANSPORTASI (TRANSPORTATION SYSTEM) Oleh : Drs. Sahudiyono, MPA AKADEMI MARITIM YOGYAKARTA YOGYAKARTA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MODUL KULIAH SISTEM TRANSPORTASI (TRANSPORTATION SYSTEM) Oleh : Drs. Sahudiyono, MPA AKADEMI MARITIM YOGYAKARTA YOGYAKARTA."— Transcript presentasi:

1 MODUL KULIAH SISTEM TRANSPORTASI (TRANSPORTATION SYSTEM) Oleh : Drs. Sahudiyono, MPA AKADEMI MARITIM YOGYAKARTA YOGYAKARTA

2 MODUL KULIAH SISTEM TRANSPORTASI (TRANSPORTATION SYSTEM) PERTEMUAN KE-1

3 7/12/20153 KONTRAK PERKULIAHAN 1.Kehadiran & Partisipasi: minimal 75 % (dari 15 x ) 2.Presentasi & Diskusi: minimal 1 kali presentasi 3.Tugas-tugas: harian & tugas akhir 4.Ujian Mid semester: 5 – 7 soal (essay) 5.Ujian akhir semester: soal (essay) 6.Aktivitas EVALUASI AKHIR (PENILAIAN)  PEMBOBOTAN 1.Kehadiran & Partisipasi: 10 % 2.Presentasi & Diskusi: 20 % 3.Tugas-tugas: 15 % 4.Ujian Mid semester: 25 % 5.Ujian akhir semester: 30 % Penilaian: …. s.d = E s.d = D s.d = C s.d = B s.d 100= A

4 7/12/20154 POKOK-POKOK MATERI KULIAH (silabus) 1.Pemahaman arti : sistem, transportasi, sistem- transportasi  analisis kesisteman  sistemik ? 2.Tahap-tahap perkembangan pengangkutan 3.Peran/fungsi, faktor-2 yg berpengaruh, dan unsur-2 tranasportasi 4.Kontribusi transportasi dlm industri & distribusi 5.Antarmoda transportasi sebagai kesatuan sistem transportasi nasional 6.Manajemen transportasi & struktur organisasi usaha transportasi 7.Sistem angkutan bermotor & jalan 8.Sistem angkutan KA 9.Sistem angkutan LAUT dan ASDP 10.Sistem angkutan Udara (situasional) 11.Memahami angkutan multimoda (sistem gabungan/kombinasi)

5 7/12/20155 REFERENSI 1.Amirin, Tatang M, 2001, Teori Sistem, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta 2.Nasution, HMN, 2004 (edisi kedua), Manajemen Transportasi, Ghalia Indonesia, Jakarta 3.Salim, Abbas, 2008, Manajemen Transportasi, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta 4.Siregar, Muchtarudin, 1980, Masalah Ekonomi dan Management Pengangkutan, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI, Jakarta 5.Suyono, 2007, edisi revisi, Shipping: Pengangkutan Intermodal Ekspor-Impor melalui Laut, PPM, Jakarta

6 7/12/20156 Ciri-ciri SISTEM 1.Bersifat : dinamik, terbuka 2.Terdiri 2 atau lebih “subsistem” 3.Saling ketergantungan 4.Self-adjustment (penyesuaian diri) 5.Self-regulation 6.Memp tujuan atau sasaran  Setiap sendi kehidupan adalah “sub-sistem” dari “Sistem Kehidupan” itu sendiri  Segala sesuatu yang hidup terikat dalam suatu “sistem ”

7 7/12/20157 Arti SISTEM  “a whole compounded of several parts (Schrode & Voich)  “an organized functioning relationship among units or components” (Awad)  “seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas” (Kamus Besar BI) Jadi, “ Sistem” mencakup :  Himpunan bagian-2  Bagian2 itu saling berkaitan  Tiap bag bekerja (scr mandiri & bersama2), saling dukung  tertuju pd tujuan bersama (tujuan sistem)  Terjadi dlm lingk yg rumit & kompleks

8 7/12/20158 Contoh sistem Pendidikan Nasional Pendidikan MenengahPendidikan DasarPendidikan Tinggi Sistem Pendidikan Nasional Sekolah TinggiInstitutUniversitasAkedemi Fakultas Ekonomi Fakultas Teknik Fakultas Hukum Sistem Pendidikan Tinggi (Sub-sistem Diknas) Jur. PidanaJur. Perdata Jur.Hk Internas

9 7/12/20159 Contoh sistem Transportasi Nasional Trasportasi UdaraTrasportasi DaratTransportasi Laut Sistem Transportasi Nasional Operasi KplNavigasiTerm & PelbhPendukung Pelayanan Penumpang Pelayanan Barang Pelayanan Rupa-rupa Sistem Transportasi Laut (Sub-sistemTransprtsnas) Air tawarDocking Labuh-tambat

10 7/12/ Bahan diskusi Buatlah definisi atas sistem berikut: 1.Sistem hukum 2.Sistem ekonomi 3.Sistem politik 4.Sistem pemerintahan 5.Sistem pertahanan 6.Sistem sosial 7.Sistem pencernaan 8.Sistem pernafasan 9.Sistem pembakaran 10.Sistem …. ?

11 7/12/ Teori Sistem Banyak/berbagai teori “Sistem”, di antaranya (yg paling simpel) sbb.: PROSES INPUTOUTPUT Feed-back (umpan balik)

12 MODUL KULIAH SISTEM TRANSPORTASI (TRANSPORTATION SYSTEM) PERTEMUAN KE-2

13 7/12/ Transportasi – Sistem transportasi  Transportasi: kegiatan pemindahan (barang, orang, hewan, tumbuhan) dari suatu tempat tertentu ke tempat tujuan dengan menggunakan sarana (angkut) tertentu. Sistem transportasi:  kesatuan yang utuh/bulat dari pelbagai komponen di dalam kegiatan pemindahan (barang, orang, hewan, tumbuhan) dari suatu tempat tertentu ke tempat tujuan dengan menggunakan sarana (angkut) tertentu  kesatuan yang utuh/bulat dari pelbagai komponen transportasi

14 7/12/ Sistranas (Sistem Transportasi Nasional) Kesatuan yang utuh/bulat antar berbagai moda (darat, udara, laut, rel, sungai, dsb.) dalam proses pemindahan barang/orang dari suatu tempat ke tempat tujuan tertentu yang berlangsung atau diselenggarakan dalam lingkup negara tertentu. Syarat terjadinya pengangkutan: 1)Ada muatan (penumpang/barang) 2)Ada kendaraan / alat angkut 3)Ada sarana jalan/alur 4)Ada tempat asal dan tempat tujuan 5)Ada pengirim dan penerima (shipper/consignor)

15 7/12/ EVOLUSI PERTUMBUHAN ALAT ANGKUT (SEJARAH PENGANGKUTAN) Sederhana (tanpa alat) memikul, menjinjing, gendong, di”sunggi” (atas kepala),dll. Penemuan Roda dibuat gerobak ditarik hewan/manusia Dibangun jaringan jalan (darat) gerobak semakin diperluas Alur perairan: sungai  terusan  lautan - dikenal pelayaran, kapal sederhana (“tradisional”) - teknologi “kompas” ditemukan  pelayaran makin berkembang Revolusi industri, penemuan baru (mesin uap  diikuti berbagai mesin dgn BBM)  titk awal “mekanisasi” alat angkut: - kereta kuda/sapi  ganti kendaraan bermotor - kapal layar  ganti kapal uap/kapal motor - lokomotif  angkutan rel Penerbangan (1930-an) pesawat udara dioperasikan secara komersial

16 7/12/ LIMA TAHAP PERKEMBANGAN PENGANGKUTAN (Wilfred Owen)  Tahap immobilitas (masyarakat tradisional)  Tahap perbaikan alat angkut & pertumbuhan perdagangan  Tahap menuju stabilitas & peningkatan taraf hidup  Tahap motorisasi  Tahap perkembangan penerbangan

17 7/12/ TAHAP PERKEMBANGAN PENGANGKUTAN (Wilfred Owen) 1.Tahap Immobilitas (Masyarakat tradisional), ditandai: -Perekonomian tertutup -Perdagangan belum dikenal -Hubungan sosial masih tertutup -Hidup dari alam (hasil-hasil alam), belum hasil budidaya 2. Tahap perbaikan alat angkut & pertumbuhan perdagangan -Perdagangan mulai dikenal (barter) -Alat angkut sederhana utk perluas distribusi -Hewan sbg penarik gerobag -Jalan tanah mulai dibangun, terusan/sungai digunakan 3. Tahap menuju stabilitas & peningkatan taraf hidup -seiring tumbuh industri, mulai mekanisasi alat angkut -Mesin penggerak digunakan utk kapal dan gerbong (KA) -Investasi utk transportasi mulai dilakukan

18 7/12/ TAHAP PERKEMBANGAN PENGANGKUTAN (Wilfred Owen) 4. Tahap motorisasi, ditandai: - ketergantungan pd alat angkut bermotor tinggi -Jaringan jalan semakin diperluas (darat) -Daerah terisolir mulai terjangkau 5. Tahap perkembangan penerbangan -Perbedaan jarak hampir tak ada (the conguest of distance) -Peningkatan kecepatan dalam pengangkutan

19 MODUL KULIAH SISTEM TRANSPORTASI (TRANSPORTATION SYSTEM) PERTEMUAN KE-3

20 7/12/ Faktor yang berpengaruh thd Transportasi Geografi kondisi geografis sangat menentukan thd sis-trans. Geografis berkait dengan topografi, hidrologi, klimatologi; kondisi daratan, pegunungan, perairan, sungai, danau, lautan, ddl. Ekonomi perkembangan ekon memerlukan sistem distribusi  membutuhkan moda transportasi. (Ekonomi berkait erat dengan industri + perdagangan) Politik - stabilitas politik  menarik investasi  ekon tumbuh  transportasi berkembang  lapangan kerja - investasi  ekonomi  income neg  mampu kembangkan transportasi (jalan, pelabuhan, terminal, bandara, rel KA, dst.)

21 7/12/ Siklus Faktor politik terhadap Transportasi Stabilitas politik Investasi Lapangan kerja Ekonomi Tumbuh Distribusi Transportasi

22 7/12/ Sosial-budaya sistem sosial-budaya yang mantap bisa dibangun bila didukung transportasi, guna: pemantapan ideologi, pertukaran budaya, hubungan antar klp sosial, mobilitas penduduk, dll. Hukum/regulasi/kebijakan berbagai aturan/regulasi dan kebijakan (global, regional, nasional, lokal) langsung/tidak langsung berdampak pada sistem operasi angkutan.

23 7/12/201523

24 MODUL KULIAH SISTEM TRANSPORTASI (TRANSPORTATION SYSTEM) PERTEMUAN KE-4

25 7/12/ PERAN/FUNGSI DAN MANFAAT TRANSPORTASI Trasportasi berperan/manfaat terhadap perseorangan, masyarakat, pemb.ekon., sosbudpol, dan hankamneg  Bagi perseorangan & masy  sbg sarana mobilitas  Sosbudpol  penyebaran penduduk, nilai2 budaya, sosialisasi politik, dll.  Hankamneg  menjamin terciptanya stabilitas nasional, menjamin kesatuan/keutuhan wilayah  Peran ekon.  fungsi distribusi dan mobilitas barang/orang

26 7/12/ Peran ekonomi : sbg fungsi distribusi Sumber Bahan Baku Industri Barang Jadi (konsumsi) Pasar Bahan Baku Industri Bahan Baku Pasar Produk Barang Jadi Hasil Barang Jadi Konsumen Akhir Perusahaan Niaga (Perdagangan) Keterangan = Transportasi tersebar di sawah, hutan, pantai, dll. Perusahaan bahan baku Penjual bahan baku 4, 5 Dalam satu industri (transports intern) 6 Pasar produk jadi (siap konsumsi) 7 Pedagang atau pemakai (user)

27 7/12/ Fungsi/Manfaat Transportasi 1.Memberi nilai tambah terhadap barang (place utility dan time utility) 2.Memperlancar arus barang dan mobilitas orang 3.Menciptakan lapangan kerja 4.Memberi pelayanan kpd masyarakat 5.Perkembangan/kemajuan wilayah

28 7/12/ Place utility: suatu barang mempunyai nilai jual lebih tinggi bila dipindahkan dari tempat yang “surplus” ke tempat yang “minus”  (angkutan diperlukan untuk memindahkan komoditas dari tempat yang surplus ke tempat yang minus) Time utility: suatu barang disimpan terlebih dahulu (ditimbun) selama jangka waktu tertentu, untuk kemudian dikeluarkan/dijual ke pasaran pada saat barang tersebut “langka” dan sangat dibutuhkan dengan harapan memperoleh harga jual yang tinggi  (angkutan diperlukan untuk mengangkut dari tempat tertentu ke gudang tempat penyimpanan) Nilai Tambah Barang

29 7/12/ Peran/Manfaat Kewilayahan  Dalam pembangunan/pengembangan wilayah, transportasi memiliki peran sangat strategis. Transports berperan menunjang semua sektor, dan berfungsi mengalokasikan/mendistribusikan sumber-2 ekon scr optimal,  Maka diperlukan -Ketersediaan armada atas berbagai moda -Aksesibilitas/keterjangkauan secara geografis -Alur / ways dan perambuan -Keterjangkauan biaya  Transportasi berfungsi “promoting” dan “servicing” sectors

30 7/12/ Peran/Manfaat Kewilayahan  Transportasi sebagai “promoting sector”  Transprts sbg pemacu bagi tumbuh dan berkembangnya sektor-sektor lain dlm pembangunan.  Moda angkutan (termasuk sar & pras) diadakan tanpa menunggu pembangunan sektor-sektor (industri, perdag, perbankan, pendidikan, pemerintahan, tourism, OR, dll)  Berbasis “Teori Linear” (Prof.Soedjito S.)  Transportasi sebagai “servicing sector” Sektor-sektor (industri, perdag, perbankan, pendidikan, pemerintahan, tourism, OR, dll) telah terlebih dulu ada Transprts (termasuk sar & pras) dibangun kemudian utk mendukung aktivitas sektor-sektor lain yg telah lebih dulu berjalan  bangun jalan, terminal, rambu-2, tambah armada, rute, dll. Berbasis “Teori multi-nuclei”

31 7/12/ Teori Linear A G D B E F H

32 7/12/ Teori Multi-nuclei GOR WISATA GUNUNG RS PLN Kantor CAMAT Universitas Pabrik Tekstil Bank ABC

33 7/12/ Transportasi dan Komunikasi  Transportasi: transfer muatan dari suatu tempat ke tempat lain menggunakan sarana angkut tertentu Faktor-faktor: 1 ada muatan 2 ada pengirim, 3 ada penerima 4 ada armada/kendaraan (beserta sar-pras)  Komunikasi: transfer infor/keter atau ide-ide dari satu pihak (sumber) kepada pihak lain (penerima) menggunakan media tertentu Faktor-faktor: 1 ada info, keter, ide 2 ada sumber info 3 ada penerima 4 ada media (lisan, tulis, elektronik, kabel, dll)

34 7/12/ Transportasi intern dan ekstern Transportasi intern transp yg digunakan dlm lingkungan sendiri, misal utk material-handling, storage, angkutan pegawai, dll. Transportasi ekstern pengangkutan yg dilakukan utk kepentingan ke luar dari lingk sendiri, misal mendistribusikan barang jadi ke pasaran/konsumen, mengirim bahan baku ke industri, dsb.

35 7/12/ Transportasi dalam Struktur Industri INDUSTRI TRANSPORTASI Angkutan JalanAngkutan RelAngkutan Udara Angkutan LautAngk.Perairan DaratAngkutan Pipa Perusahaan Penerbangan Perusahaan ASDP Perusahaan Pertambangan Perusahaan Kereta Api Perusahaan Bus/Truk Perusahaan Pelayaran (Internasional / Interinsuler

36 7/12/ Kerangka Sistem Transportasi Sumber : divisualkan dari Abbas Salim (2008 : 8) FAKTOR INTERN

37 7/12/ Administrasi ? Organisasi ? Manajemen ? Kepemimpinan ?  Organisasi 1.Usaha kerjasama 2.Sekelompok orang 3.Tujuan tertentu  Manajemen 1.Upaya penggerakan/pengerahan resources (SDM – non SDM) 2.Sekelompok orang 3.Kerjasama 4.Tujuan tertentu  Kepemimpinan 1.Upaya mempengaruhi (orang lain) 2.Kerjasama 3.Tujuan  Administrasi ?

38 7/12/  Administrasi 1.Keg menata (penataan) 2.Kerjasama 3.Sekelompok orang 4.Tujuan

39 7/12/ Kerangka Sistem Transportasi (penjelasan gambar) Ada 5 moda : darat (AJR), laut/sungai, udara, pipa, KA Moda ? jenis alat angkut tertentu yg digunakan utk mengangkut FAKTOR INTERN 1) Manajemen angkutan 2) Manajemen traffic FAKTOR EKSTERN 1) Kebijakan pemerintah (pusat, prop, kab/kota) 2) Perat per UU-an (lokal, nasional, regional, internasional) 3) Pengguna Jasa

40 7/12/ FAKTOR INTERN Manajemen Angkutan berkait dg bagaimana pengelolaan jasa angkutan (perusahaan) agar berjalan baik, memperoleh profit yg diinginkan -bgmn pengusahaan angkutan dilakukan (ingat fungsi-fungsi manajemen – PODCC -bgmn mencari dan mempertahankan customer sebanyak mungkin Manajemen Traffic berkait dg hal-hal teknis beroperasinya “vehicles” dan kelengkapannya - bgmn pengaturan penyediaan ruang muat pengoperasian kendaraan) - scheduling - pengoperasian peralatan - pengaturan perawatan dan pemeliharaan, dll.

41 7/12/ FAKTOR EKSTERN Perat per-UU-an yang berlaku berbagai aturan (internasional, regional, nasional, lokal/daerah) utk berbagai jenis moda contoh: (nasional) - UU Pelayaran (no. 17 th 2008) - UU Penerbangan (15/92) - UU per KA an - UU Lalulinatas dan Jalan Kebijakan pemerintah (Pusat, propinsi, kab/kota) banyak regulasi di ketiga level yg berkait, a.l. a) pengadaan armada, b) pengaturan line/trayek b) pengaturan alur/lalin d) pengaturan pembatasan BBM, DLL. Pengguna jasa angkutan

42 7/12/ FAKTOR EKSTERN (lanjutan…) Pengguna Jasa angkutan dari sudut konsumen tentu berkait erat dengan selera, kemampuan ekonomi, sosio-kultur, dll. Prinsip umum yang diingikan konsumen adalah: memperoleh layanan angkutan yang : - aman  berkait dg keselamatan - nyaman  berkait dg ketenangan jiwa - cepat  berkait dg waktu - murah  berkait dg biaya - sederhana  berkait dg prosedur

43 7/12/ PENGELOMPOKAN TRANSPORTASI (DARI ASPEK SARANA DAN PRASARANA) Moda Unsur AJRKAUDARAASDPLAUT VEHICLES BUS TRUK TRAILER LOKOMOTIF GERBONG: -Cargo -Passenger -Container PESAWAT -domestik -internasional FERRY Kapal sungai KAPAL LAUT -samudera -antar pulau -pelra WAYS -jaringn jalan -rambu lalin -traffic light -jemb timbng -alat uji Rel, ballast Bantalan rel Jembatan Signal &nvgs Telekomnks Logistik Lintas udara Telkon/nvgs Metrologi Penerangan Air traffc contrl Rambu sungai/ danau Pengerukan Kapal inspeksi Telkom/nvgs Pengerukan Rambu & penerangan pantai Telkom/nvgs Kapal pemrth TERMINAL -termn penumpg -termn barang -termin truk - Gudang -Open storage -Balai kerja -apron -landasan -Listrik/air -dll. - kade -term.penump -storage -air/listrik -dll. -kade Gudang -fasl B/M -Dock -Jaringan jln --dll. TERMINAL STASIUN BANDARA PELABUHAN Penyeberangan PELABUHAN

44 7/12/ The Chain of Transportation Mata Rantai Angkutan Rangkaian memindahkan barang dari suatu tempat ke tempat tujuan tertentu menggunakan salah satu moda yg dpt meliputi moda darat, laut/sungai, maupun udara Tiap sektor kegiatan disebut “chain” yg saling berkait dan saling mempengaruhi Masing-masing sektor keg. tsb. mempunyai:  sarana/prasarana  sistem & pengaturan operasional  peraturan per-UU-an  pertanggungjawaban tersendiri yg berbeda-beda INTEGRATED TRANSPORTATION SYSTEM

45 7/12/ Integrated Transportation System ( I T S ) Pengangkutan barang atau penumpang dari tempat asal sampai tempat tujuan dengan menggunakan lebih satu moda tanpa terputus dalam arti biaya, pengurusan administratif, dokumentasi dan pihak yang bertanggungjawab sebagai pengangkut PENGIRIM (1) PENGANGKUT (2) UNIT TERMINAL (3) PELABUHAN (4) PENERIMA (5) TOTAL SYSTEM

46 7/12/ Aspek dalam ITS Aspek Teknis hrs ada hub setiap moda dg fasilitas yg digunakan utk setiap jenis brg/kemasan Aspek dokumentasi/file hanya ada satu dokumen pengangkutan yg dikeluarkan oleh pihak yg bertindak sbg pengangkut Aspek tanggungjawan (liability) hanya ada satu pihak yg bertanggungjawab atas terselenggaranya pengangkutan

47 7/12/ Faktor yang menentukan ITS Sarana-prasarana yang baik/cukup dari/ke hinterland Perat per-UU-an yg memadai, ttg: - dokumen pengangkutan - kepabeanan - pertanggungjawaban pengangkutan ‘include’ pertgjwbn terminal operator Keserasian hub antar moda: secara teknis dan sistem operasi Ketersediaan informasi yg akurat & memadai atas kegiatan transportasi, menyangkut: moda, schedule, tarip/biaya, mekanisme/prosedur, trip/trayek, pelayanan, dll.

48 7/12/ Pengusahaan angkutan dan terminal Dpt dilakukan oleh swasta dan Perus.Neg (BUMN) Yg menyangkut hajat hidup lebih banyak publik  lebih banyak dikelola BUMN I.Angk jalan dan KA  Bis AKDP/AKAP, pihak swasta + pemth (BUMN/BUMD)  Bis dalam kota  swasta + BUMD  Truk barang  umumnya swasta  KA  pemerintah (PT KAI)  Sungai/penyeberangan  pemerintah (PT ASDP Persero) + swasta  Pengoperasian, keterminalan/stasiun/bandara  BUMN/BUMD I.Angk udara komersial II.Angk laut III.Rambu-rambu IV.Tarif

49 7/12/ Pengusahaan angkutan dan terminal II. Angk udara komersial  Line luar negeri/domestik  Perush swasta + BUMN  Bandara  BUMN (PT Angkasa Pura) III. Angk laut  Angk cargo  pers.pelayaran swasta  Penumpang  pemerintah (PT Pelni + Jakarta Lloyd) IV. Jalan, rel & rambu-rambu udara, darat, laut  Diusahakan BUMN, pihak swasta membayar sejumlah fee V. Tarif  Tarif angkutan, terminal, dan jasa-jasa  monopoli pemerintah

50 7/12/ Membandingkan 3 bentuk BUMN AspekPerush.Jawatan (Perjan) Perush. Umum (Perum) PT (Persero) Tujuan utamaPublic-service ; profit bukan menjadi utama Public service + profit berimbang Full profit-oriented Manajemen (roda usaha) Dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah (via Dept/Kementerian) Berimbang antara menajemen dan pemerintah Di tangan manajemen atas mandat pemilik saham Anggaran pendanaan 100 % dari alokasi pemerintah via APBN/APBD Fifty-fifty (perusahaan + Subsidi negara) 100 % perusahaan (tak ada subsidi) Kepemilikan saham 100% saham dimiliki pemeintah Berimbang swasta + pemerintah Seluruhnya dimiliki pemilik saham (public)

51 7/12/ Biaya, Tarif, dan Pembentukan Harga Angkutan Biaya = sejumlah nominal (dlm mata uang tertentu) yg diperlukan utk berproduksinya/berlangsungnya jasa dalam kesatuan tertentu  sbg dasar penentuan tarif jasa angkutan Tarif = sejumlah biaya untuk mendapatkan sejumlah produk (barang/jasa/layanan) yang sudah dibakukan/ditetapkan Biaya menjadi dasar penetapan tarif angkutan Konsep Biaya angkutan, mencakup: 1, Biaya modal dan biaya operasional 2. Biaya tetap dan biaya variabel 3. Biaya kendaraan 4. Biaya gabungan 5. Biaya langsung dan tidak langsung 6. Biaya unit dan biaya rata-rata.

52 7/12/ Biaya modal dan biaya operasional Biaya modal: biaya yg digunakan utk investasi dan peralatan lainnya termasuk di dalamnya bunga uang Biaya operasional : biaya yg dikeluarkan utk pengelolaan transportasim seperti: b.pemeliharaan jalan b.pemeliharaan kendaraan, b.operasi kendaraan (BBM,oli, tenaga penggerak,

53 7/12/ Kategori tarif angkutan Tarif menurut kelas Tarif perjanjian/kontrak Tarif pengecualian

54 7/12/ Mengukur Kinerja Transportasi Tingkat keberhasilan/kinerja sistem operasi transportasi dapat dilihat dari 2 faktor, (Nasution 2004: ) (1)faktor tingkat pelayanan (ukuran kuantitatif), dan (2) faktor kualitas pelayanan (ukuran kualitatif).  Faktor tingkat pelayanan meliputi kapasitas dan aksesibilitas. Kapasitas : jumlah penumpang atau barang yang dapat dipindahkan dalam satuan waktu tertentu, misal orang per jam atau ton per jam. Kapasitas merupakan fungsi dari kapasitas atau ukuran tempat atau sarana transportasi dan kecepatan, serta mempengaruhi besarnya tenaga gerak yang dibutuhkan.

55 7/12/ Aksesibilitas : kemudahan orang dalam menggunakan suatu sarana transportasi tertentu; bisa berupa fungsi dari jarak maupun waktu. Suatu sistem transportasi sebaiknya bisa diakses dengan mudah dari berbagai tempat dan pada setiap saat untuk mendorong orang dengan mudah menggunakannya.

56 7/12/  Faktor kualitas pelayanan meliputi 6 (enam) aspek, (1) Keselamatan, erat hubungannya dengan masalah kemungkinan kecelakaan dan terutama berkaitan dengan sistem pengenalian yang digunakan. Suatu operasi moda angkutan yang menerapkan sistem pengendalian yang ketat, biasanya mempunyai tingkat keselamatan dan keamanan yang tinggi. (misal KA, dan pesawat). (2) Keandalan, berhubungan dengan faktor-faktor ketepatan jadwal waktu dan jaminan sampai di tempat tujuan. Suatu operasi moda angkutan yang handal berarti penumpang dan/atau barang yang diangkut bisa sampai ke tempat tujuan pada waktu yang tepat dan tidak mengalami gangguan atau kerusakan. (3) Fleksibilitas, kemudahan untuk melakukan perubahan segala sesuatu sebagai akibat terjadinya perubahan yang tidak direncanakan. (misal terjadinya regulasi baru, telekominikasi, dan sebagainya).

57 7/12/ (4) Kenyamanan, (untuk angkutan penumpang) berkaitan dg tataletak tempat duduk di dalam kendaraan, sistem sirkulasi udara, sistem pendingin/penghangat dan ketersediaan fasilitas khusus waktu operasi seperti toilet, tempat makan, dsb. (5) Kecepatan, erat kaitannya dengan masalah efisiensi sistem transportasi. Pada prinsipnya orang selalu menghendaki kecepatan yang tinggi dalam bertransportasi; namun keinginan itu kadang-kadang dibatasi oleh berbagai hal seperti kemampuan mesin/tenaga penggerak, masalah kemampuan tenaga kerja yang terbatas dalam mengendalikan dan lainnya. (6) Dampak transportasi, yang beraneka ragam mulai dari dampak lingkungan (polusi, kebisingan, getaran, dll.) sampai dengan dampak sosial-politik yang ditimbulkan/diharapkan oleh adanya operasi angkutan serta besarnya konsumsi energi (BBM) yang dibutuhkan.

58 7/12/ Permasalahan Transportasi Nasional (Nasution, 2004: 335)  Kondisi obyektif: -Transprt dikelola oleh banyak institusi (publik/privat) -Berbagai moda dengan karakteristik yg berbeda-beda: angkt jalan, KA, kapal, pesawat  Maka diperlukan “Sistranas”  Pelbagai permasalahan di Indonesia: 1.Kurang keterpaduan antar dan intramoda 2.Rendahnya kinerja transportasi 3.Tingginya biaya (perawatan dan perawatan sarana transports) 4.Usia armada terlalu tua (kapal, pesawat, bus/truk, gerbong/loko) 5.Cepatnya pertumbuhan kota dan kota-kota sekitar 6.Pencemaran lingk hidup (polusi udara, bising) 7.Keternbatasan dana pemerintah dan sumber energi 8.Terbatasnya kapasitas sarana dan prasarana 9.Perbedaan kepentingan pihak-pihak

59 7/12/ Nilai-nilai Sistem Transportasi (Nasution, 2004: 337)  Nilai = sesuatu yang dianggap “baik”, mulia dan menjadi motivator bagi sesuatu tindakan ntertentu  Karenanya sesuatu “kebijakan” apapun harus jelas nilai- nilai apa yang mendasarinya  Dalam Sistranas terdapat dua kategori nilai, yakni “nilai dasar” (core value) dan “nilai isntrumental” (instrumental value)  Nilai-nilai dasar dan instrumental tersebut harus dituangkan dlm setiap kebijakan, program, dan strategi pembangunan yg konsisten dan nyata

60 7/12/ Nilai-nilai dalam Sistranas Nilai-nilai dasarNilai-nilai Instrumental  Keterpaduan antar & intra moda  Keandalan sarana & prasarana  Berkemampuan tinggi  Tertib, lancar, aman dan efisien  SDM yang berkualitas  Adaptif terhadap kemampuan teknologi  Responsif terhadap perkembangan  Ekonomi nasional dan internasional  Peran sektor swasta yg besar  Perat per-UU-an yg mendukung  Menggerakkan dinamika pemb  Mendukung mobilitas orang, barang dan jasa  Mendukung pola distribusi nasional  Mendukung pengembangan wilayah  Meningkatkan hubungan internasional  Mendukung perwujudan Wasantara  Mendukung kebijakan tataruang  Mendukung pelestarian lingkungan  Mendukung kebijakan energi nasional

61 7/12/ Ruang lingkup sistem transportasi (Morlok dlm Nasution :338) Penentuan Kebijakan Pengembangan Transportasi Ekonomi Transportasi Perancangan Sarana (mobil, KA, pesawat, Kapal, dll)  mekanikal  elektrikal  thermodinamika Perancangan Prasarana (Jalan, rel, pelabuhan, Lapangan terbang, dll.) Perencanaan SistemTransportasi Hukum Transportasi Bidang Transportasi lain Perancangan operasi dan Pengendalian (Rute, jadwal, frekuensi, dll)  riset operasi  statistik  administrasi bisnis  mekanika tanah  mekanika fluida  analisis struktur

62 7/12/201562

63 7/12/ Jabatan dan Kepangkatan Kapal Niaga Indonesia

64 7/12/ Chief Mate Chief Engineer SHIP ORGANISATION CHART (GENERAL) MASTER Third MateSecond Mate BoatswainChief Cook Able Bodied 1 Ordinary seaman 1 Able Bodied 2 Able Bodied 3 Ordinary seaman 2 Ordinary seaman 3 Servant Third EngineerSecond Engineer Foreman Oiler 1 Oiler 2 Oiler 3 Wiper 1 Wiper 2 Wiper 3 Deck department Engine department Electrician NEXT

65 7/12/201565

66 7/12/201566


Download ppt "MODUL KULIAH SISTEM TRANSPORTASI (TRANSPORTATION SYSTEM) Oleh : Drs. Sahudiyono, MPA AKADEMI MARITIM YOGYAKARTA YOGYAKARTA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google