Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1. HAKIKAT SHALAT Hakikat shalat adalah menghadapkan hati dan jiwa kepada Allah dengan cara yang dapat mendatangkan perasaan takut dan cinta kepada-Nya,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1. HAKIKAT SHALAT Hakikat shalat adalah menghadapkan hati dan jiwa kepada Allah dengan cara yang dapat mendatangkan perasaan takut dan cinta kepada-Nya,"— Transcript presentasi:

1 1. HAKIKAT SHALAT Hakikat shalat adalah menghadapkan hati dan jiwa kepada Allah dengan cara yang dapat mendatangkan perasaan takut dan cinta kepada-Nya, serta menumbuhkan dalam jiwa akan kebesaran-Nya. Sedangkan jiwa shalat adalah menghadap Allah dengan khusyu’, ikhlas dan kesadaran hati baik dalam berdzikir maupun memuji.

2 shalat adalah kewajiban peribadatan (formal) yang paling penting dalam sistem keagamaan Islam. Kitab Suci banyak memuat perintah agar kita menegakkan shalat (iqamat al- shalah, yakni menjalankannya dengan penuh kesungguhan), dan menggambarkan bahwa kebahagiaan kaum beriman adalah pertama- tama karena shalatnya yang dilakukan dengan penuh kekhusyukan.

3 Sebuah hadits Nabi saw. menegaskan,"Yang pertama kali akan diperhitungkan tentang seorang hamba pada hari Kiamat ialah shalat: jika baik, maka baik pulalah seluruh amalnya; dan jika rusak, maka rusak pulalah seluruh amalnya." Dan sabda beliau lagi,"Pangkal segala perkara ialah al-Islam (sikap pasrah kepada Allah),tiang penyangganya shalat, dan puncak tertingginya ialah perjuangan di jalan Allah."

4 Shalat menurut istilah adalah do’a. Sedangkan menurut syara’ adalah suatu ucapan-ucapan dan amalan-amalan yang khusus dimulai dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Ibadah shalat adalah kewajiban bagi orang- orang yang beriman dengan waktu yang telah ditentukan. Hal ini tercantum dalam al-Qur’an surat An- Nisa’ ayat 103 yang artinya ” Sesungguhnya shalat itu diwajibkan kepada orang-orang mukmin dengan waktu yang telah ditentukan”

5 Ketentuan Shalat 1. Syarat wajib shalat a. Islam b. Baligh/ dewasa c. Berakal 2. Adapun syarat sahnya shalat adalah a. Suci badan dari hadas dan najis b. Suci pakaian dan tempat shalat dari najis c. Menutup aurat d. Sudah masuk waktu shalat e. Menghadap kiblat

6 3. Rukun shalat adalah: a. Niat b. Takbiratul Ihram c. Berdiri tegak d. Membaca surah al- fatihah pada setiap rakaat e. Ruku’ f. I’tidal g. Sujud h. Duduk antara dua sujud i. Duduk tasyahud akhir j. Membaca do’a tasyahud akhir k. Membaca shalawat Nabi Saw l. Salam m. Tertib

7 4. Tata cara shalat a. Berdiri b. Takbiratul ihram (sambil mengangkat kedua tangan) c. Do’a iftitah d. Membaca al-fatihah e. Membaca surah salah satu dari al-qur’an f. Ruku’ dengan tumakninah g. I’tidal (seraya mengucap sami’allahu liman hamidah) h. Sujud dengan tuma’ninah i. Duduk antara dua sujud dengan tuma’ninah j. Sujud ke dua dengan tuma’ninah k. Tahiyat akhir dan membaca Tasyahud l. Mengucap Salam sambil menoleh ke kanan kemudian kiri

8 2. MENGAPA ALLAH MEWAJIBAKAN SHALAT Sesungguhnya Allah Swt adalah Tuhan yang maha Rahman dan maha rohim,yang maha tahu akan segala apa yang ada di bumi, sehingga setiap apapun yang diperintahkan dan dilarang olehnya benar – benar menunjukan kasih sayang dan cintanya kepada setiap mahluk di muka bumi.

9 Allah Swt berfirman dalam surat Al-kautsar ayat 2, “ Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah”. Ayat tersebut menunjukan betapa pentingnya menjalankan ibadah yang satu ini, bahkan Allah mengancam manusia yang lalai dalam mengerjakan sholat dengan ancaman yang keras dalam surat al-maun ayat 4-5 “maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat yaitu orang-orang yang lalai dengan sholatnya”.

10 Apa sebenarrnya yang terkandung dalam sholat sehingga Allah Swt begitu memerintahkannya bahkan mengancam orang-orang yang lalai dengan ancaman yang keras apalagi orang yang meninggalkannya.Allah Swt memerintahkan untuk sholat sebagai pembeda antara yang mu’min dan yang kafir, selain itu sholat juga ibadah yang membuat kita lebih dekat dengan Allah, dalam sebuah hadits qudsy dikatakan “kedekatan seorang hamba kepada-ku,seperti sesuatu yang aku fardukan (wajibkan ) padanya.

11 …… dan tidak henti-hentinya seorang hamba mendekatkan diri kepadaku dengan amalan- amalan sunat,sehingga aku mencintainya,maka aku menjadi telinga yang ia pergunakan untuk mendengar,menjadi mata yang ia pergunakan untuk melihat.jika ia meminta padaku sungguh aku akan memberinya dan bila ia berdoa kepadaku niscaya aku akan mengabulkan.

12 3. TUJUAN DAN FUNGSI SHALAT Semua perbuatan yang diperintahkan Allah untuk dikerjakan hamba-Nya, pasti memiliki fungsi dan peranan yang penting serta tujuan, termasuk di dalamnya perintah ibadah shalat. Adapun mengenai fungsi, peran dan tujuan shalat, diantaranya sbb.:

13 1. Agar tergolong orang yang bertaqwa. Ini sangat urgen, karena dengan menjalankan shalat, dia masuk kategori orang taqwa. Al Quran surat al-Baqarah 2-3 menyebutkan yang artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; (sebagai) petunjuk bagi mereka yang bertaqwa; (yakni) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka ”

14 2. Untuk mencegah timbulnya perbuatan keji dan munkar. Dasarya adalah Al Quran surat Al Ankabut 45 yang artinya: “ Sesungguhnya shalat itu mencegah pemuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya dzikrullah itu paling besar. Dan Allah Mengetahui apa yang kamu perbuat” (QS. Al-Ankabut [29] : 45)

15 3. Agar bisa meraih keberuntungan yang besar, yakni sorga. Al Quran surat Al-Mu’minun 1-2 menyebutkan yang artinya : “ Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya”. Ayat itu dikuatkan dengan sebuah hadits dari sahabat ‘Ubbadah bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Lima shalat telah diwajibkan Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Barang siapa meninggalkan kewajiban shalat dengan sengaja, sungguh ia benar-benar telah kafir.” (H.R. Ibnu Hibban).

16 4. Agar terhindar dari neraka dengan segala kepedihannya. Al Quran surat Al Muddatstsir menyebutkan yang artinya : “Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat”

17 5. Agar terhindar dari predikat Kafir. Sebuah hadits menyebutkan : “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat, karenanya barangsiapa yang meninggalkannya maka sungguh dia telah kafir.” (HR. At-Tirmizi)

18 6. Agar segala amal kebaikannya diterima Allah SWT Hal ini karena Allah tidak sudi menerima amal saleh dari mereka yang meninggalkan shalat. Sebuah hadits riwayat Ath Thabrani menyebutkan yang artinya : “Yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari qiamat, shalatnya, maka jika shalatnya baik, baik pula (diterima) semua amal kebaikannya yang lain, tetapi jika shalatnya rusak, rusak pula (ditolak) semua kebaikannya yang lain. ”

19 7. Untuk Memperoleh 5 Karunia Besar Dengan melaksanakan shalat dan menjaganya dengan baik, sejak dari menjaga waktu, kesucian, keikhlasan hingga kekhusyu’annya, maka seseorang akan memperoleh lima hadiah yang amat menggembirakan baginya dunia akherat.

20 8. Agar Tubuh Tetap Sehat Ditinjau dari segi kesehatan, gerakan-gerakan shalat ternyata masing-masing membawa dampak positif terhadap kesehatan bagi pelakunya. Prof.Dr.H.A.Saboe dalam bukunya “Hikmah Kesehatan dalam Shalat” telah menguraikan paniang lebar pendapat-pendapat para ahli kesehatan dan masing masing gerakan.

21 9.Dengan shalat, kita bisa berkomunikasi langsung dengan Allah Melalui shalat inilah manusia menghadapkan diri kepada Sang Pencipta dengan mengungkapkan pernyataan sumpah setianya, mengingat dan memuji Allah dan memohon atas segala hajat yang dibutuhkan. Untuk itu dibutuhkan kesungguhan (kekhusyu’an) hati, bukan hanya sekedar menghafal doa-doa.

22 10. Agar Kita Menjadi Orang Disiplin. Rasul SAW telah memberikan contoh bagaimana seseorang melakukan shalat, dengan sabdanya : “ Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat. ” (HR. Bukhari Muslim ). Di sini Rasul mendidik ummatnya untuk berdisiplin, sejak disiplin waktu, sampai dengan sikap hati pada setiap melakukan shalat.

23 11. Didalam Shalat Berjama’ah Terkandung Falsafah Kepemimpinan yang Tinggi Betapa banyak falsafah kepemimpinan yang terkandung di dalamnya, misalnya : · Menentukan siapa yang pantas dijadikan imam (pemimpin). · Sebelum shalat dimulai imam perlu menata shaf. · Imam agar membaca ayat disesuaikan dengan jamaah, barangkali ada yang tidak kuat berdiri lama, atau memiliki kesibukan lain. · Ma’mum harus mengikuti imam dalam segala gerakan · Bila imamnya salah, hendaknya diingatkan oleh ma’mum dengan cara bijak, cukup dengan mengucapkan Subhanallah.

24 4. AKHLAK DALAM SHALAT 1. Gerakan berdiri Berdiri ketika melaksanakan sholat adalah lambang masa kejayaan, masa yang sangat membahagiakan karena bisa berkarir dan memiliki segalanya seperti; uang, jabatan, harta benda yang melimpah dan lain-lain. Atas anugerah nikmat inilah maka sudah sewajarnya manusia harus memiliki sifat syukur kepada Allah, mensyukuri nikmat dapat dilakukan dengan hati, mulut, atau anggota badan lainnya. Dengan demikian gerakan berdiri ketika sholat diharapkan dapat member pengajaran kepada umat Islam agar menghindari diri dari sifat tidak bersyukur.

25 2. Gerakan Takbir Mengangkat tangan adalah cara untuk menghilangkan sifat-sifat agung untuk selain Allah, sedangkan takbir adalah menegaskan keagungan Allah SWT. (Syafi’I Jalal Muhamad, 2006, h.69). Bacaan takbir disertai dengan gerakan mengangkat kedua tangan ketika shalat merupakan salah satu tanda penghormatan kepada Allah SWT, ketika shalat seseorang harus ikhlas mengangkat kedua belah tangan ini menandakan bahwa seseorang itu harus menunjukkan sikap hormat yang lebih pada sang pencipta. Gerakan takbir memberikan pengajaran bahwa sikap saling menghormati antar sesama.

26 3. Gerakan bersedekap/meletakkan tangan didada. Para ulama mengatakan meletakkan kedua tangan didada adalah salah satu cara mendapatkan kekhusukan (ketenangan) ketika shalat. Shalat merupakan cara untuk menjadikan hati tenang dan ketentraman seabagimana firman Allah : Artinya : orang- orang yang bermain dan mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, ingatlah, hanya dengan mengingat Allah. hati menjadi tentram (Q.S.Ar. Ra’d : 28)

27 4. Gerakan Ruku’ Posisi ruku adalah posisi tengah-tengah antara berdiri tegak dengan sujud. Bila posisi tegak melambangkan kejayaan (dewasa), maka posisi ruku’ melambangkan masa-masa umur setengah baya, sedangkan sujud mengandung makna umur telah uzur (tua renta), semua sikap dan gerakan shalat seakan-akan menggambarkan perjalanan hidup dan masa dewasa disusul dengan usia setegah baya kemudian memasuki usia senja dan diakhir dengan salam berarti meninggalkan dunia. Keseimbangan posisi tubuh dalam gerakan ruku’ dihadapkan dapat memberikan pengajaran kepada umat Islam agar selalu istiqomah, sabar dan tidak mudah putus asa menghadapi berbagai cobaan yang diberikan oleh Allah SWT.

28 5. Gerakan I’tidal Sikap I’tidal artinya adalah berprilaku sedang artinya tidak berlebihan baik dalam makan, minum, berpakaian dan berbelanja. Sebagaimana firman Allah SWT : Artinya : Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syetan dan syetan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya (Q.S.Al.Isra:27) Dengan demikian gerakan i’tidal mengajarkan kepada kita agar terhindar dari sifat berlebihan dalam sesuatu karena sifat berlebihan itu akan banyak memberikan mudharat.

29 6. Gerakan Sujud Gerakan sujud ini melambangkan ketidakmampuan manusia dihadapan Tuhannya. Karena wajah yang dikagumi setiap bercermin sebagai simbol kemuliaan harus pasrah Gerakan sujud dapat menghilangkan egoisme, dan kesombongan meningkatkan kesabaran dan kepercayaan kepada Allah. Menaikan kestabilan rohani dan menghasilkan energi batin yang tinggi diseluruh tubuh. Faktor ini menunjukkan ketundukan dan kerendahan hati yang tinggi. (Haryanto, h.70).

30 7. Gerakan Duduk Diantara Dua Sujud Gerakan duduk diantara dua sujud merupakan salah satu bentuk ketaatan dan bukti rasa cinta kepada Allah karena seseorang mengaku akan kelemahannya yaitu duduk bersimpuh tidak berdaya dihadapan Allah.

31 8. Gerakan Duduk Tasyahud Awal dan Tasyahud Akhir Posisi ini memberikan pengajaran kepada kita bahwa anggota tubuh bagian kanan lebih sesuai untuk melakukan perbuatan yang baik. Apabila seseorang memberikan sesuatu atau menolong orang lain dengan tangan kiri menurut pandangan tidak mempunyai tatacara atau etika, walaupun secara hukum tidak ada dalil yang mengharamkan memberi atau menolong menggunakan tangan kiri.

32 9. Gerakan Salam Di dalam sholat diakhiri dengan salam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mengandung arti seolah-olah seseorang berjanji dihadapan Allah bahwa bersedia untuk selalu melakukan sesuatu yang membuat keselamatan, kedamaian, dan ketenteraman terhadap orang lain dan lingkungan termpat dimanapun berada. (Sayuti, h.99). Gerakan salam yang dilakukan menoleh ke kanan dan ke kiri, pada saat mengakhiri sholat memberikan pengajaran kepada umat Islam untuk senantiasa menumbuhkan rasa saling peduli terhadap orang yang membutuhkan bantuan dan bisa membuat keselamatan.

33 5.HIKMAH SHALAT Sebagian hikmah disyariatkannya shalat adalah bahwa shalat itu dapat membersihkan jiwa, dapat menyucikannya, dan menjadikan seorang hamba layak bermunajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dunia dan berada dekat dengan-Nya di surga. Bahkan shalat juga dapat mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “...Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar...” (Al-Ankabut: 45).

34 Shalat merupakan benteng hidup kita agar jangan sampai terjerumus ke dalam perbuatan keji dan munkar. Hal ini tampak jelas dalam firman Allah SWT : "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar"(QS. Al Ankabut 45) Shalat yang khusu’ mewujudkan suatu ibadah yang benar-benar ikhlas, pasrah terhadap zat Yang Maha Suci dan Maha Mulia. Di dalam shalat tersebut kita meminta segala sesuatu dari-Nya, memohon petunjuk untuk mendapatkan jalan yang lurus, mendapat limpahan rahmat, rizki, barokah dan pahala dari-Nya.

35 Disamping itu shalat juga membersihkan jiwa dari sifat-sifat yang buruk, khususnya cara-cara hidup yang materialis yang menjadikan urusan duniawi lebih penting dari segala-galanya termasuk ibadah kepada Allah. Kebersihan dan kesucian jiwa ini digambarkan dalam sebuah hadits : "Jikalau di pintu seseorang diantara kamu ada sebuah sungai dimana ia mandi lima kali, maka apakah akan tinggal lagi kotorannya (yang melekat pada tubuhnya) ? Bersabda Rasulullah saw : ‘Yang demikian itu serupa dengan shalat lima waktu yang (mana) Allah dengannya (shalat itu) dihapuskan semua kesalahan’."(HR. Abu Daud)

36 "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, maka ia berkeluh kesah dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya" (QS. Al Ma’aarij) Apabila kita mendapat suatu musibah maupun kesulitan, maka kita harus memohon pertolongan kepada Allah dengan mengerjakan shalat dan bersabar serta tawakal. "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusu’." (QS. Al Baqarah 45)

37 "Hai orang-orang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."(QS. Al Baqarah 153) Di dalam salah satu firman-Nya Allah juga menegaskan nilai positif dari shalat : "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram"(QS. Ar Ra’d 28)

38 Disamping hal-hal diatas, shalat juga membina rasa persatuan dan persaudaraan antara sesama umat Islam. Hal ini dapat kita lihat antara lain, apabila seseorang shalat tidak dalam keadaan yang khusus pasti selalu menghadap kiblat yaitu Ka’bah di Masjidil Haram Mekah. Umat Islam di seluruh dunia mempunyai satu pusat titik konsentrasi dalam beribadah dan menyembah kepada Khaliq-nya yaitu Ka’bah, hal ini akan membawa dampak secara psikologis yaitu persatuan, kesatuan, dan kebersamaan umat.

39 Contoh lain adalah pada shalat berjamaah, shalat berjamaah juga mengandung hikmah kebersamaan, persatuan, persaudaraan dan kepemimpinan dimana pada setiap gerakan shalat ma’mum mempunyai kewajiban mengikuti gerakan imam, sedangkan imam melakukan kesalahan, maka ma’mum wajib mengingatkan. Sehingga pada shalat berjamaah keabsahan maupun kebenaran dalam shalat lebih terjamin, dan diantara jama’ah akan timbul rasa kebersamaan dan persatuan untuk menyelamatkan jama’ah mereka.

40 Ibarat orang berkendaraan, penumpang akan selalu ikut menjaga keamanan dan keselamatan kendaraan yang ditumpanginya. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika shalat berjamaah mendapatkan tempat yang lebih dibandingkan dengan shalat sendiri. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw :"Shalat berjamaah lebih utama (pahalanya) dua puluh derajat" (HR. Bukhary & Muslim dari Ibnu Umar)

41 6. MAKNA SPRITUAL SHALAT “Shalat adalah mi’ rajnya orang beriman”, demikian sabda Rasul saw. Alangkah agung makna sabda tersebut bagi para pecinta. Dalam setiap shalatnya, seorang pecinta akan bercengkerama dengan Zat yang dicintainya. Sehingga tidaklah heran apabila banyak riwayat yang menyebutkan bahwa baginda Rasul saw dan para sahabatnya selalu menanti-nantikan tibanya waktu pelaksanaan shalat.

42 Ibadah shalat merupakan ajang bagi seorang pecintauntuk secara langsung berkeluh kesah dan menyampaikan kerinduannya kepada Zat yang dicintainya. Setiap pecinta yang hendak menunaikan shalat akan mempersiapkan betul keadaan dirinya dengan berhias sebaik mungkin. Sebabnya, pada saat itu dirinya akan berjumpa dengan kekasihnya, Allah swt. Ibadah shalat juga merupakan sarana komunikasi antara manusia dengan Allah swt. Bahkan, boleh dibilang sebgai sarana terbaik. Karena itulah, dalam berbagai riwayat, disebutkan bahwa shalat merupakan tonggak agama.

43 7. ANCAMAN BAGI ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT Meninggalkan shalat adalah perkara yang teramat bahaya. Di dalam berbagai dalil disebutkan berbagai ancaman yang sudah sepatutnya membuat seseorang khawatir jika sampai lalai memperhatikan rukun Islam yang mulia ini. berikut ini akan diutarakan bahaya meninggalkan shalat menurut dalil-dalil Al Qur’an secara khusus.

44 Dalil Pertama Firman Allah Ta’ala, “Maka apakah patut Kami menjadikan orng-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir) ?” (Q.S. Al Qalam [68] : 35) “Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud, maka mereka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera.” (Q.S. Al Qalam [68] : 43) Dari ayat di atas, Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Dia tidak menjadikan orang muslim seperti orang mujrim(orang yang berbuat dosa). Tidaklah pantas menyamakan orang muslim dan orang mujrim dilihat dari hikmah Allah dan hukum-Nya.

45 Kemudian Allah menyebutkan keadaan orang- orang mujrim yang merupakan lawan dari orang muslim. AllahTa’ala berfirman (yang artinya),”Pada hari betis disingkapkan”. Yaitu mereka (orang-orang mujrim) diajak untuk bersujud kepada Rabb mereka, namun antara mereka dan Allah terdapat penghalang. Mereka tidak mampu bersujud sebagaimana orang-orang muslim sebagai hukuman karena mereka tidak mau bersujud kepada-Nya bersama orang-orang yang shalat di dunia.

46 Dalil Kedua Firman Allah Ta’ala, “Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, kecuali golongan kanan, berada di dalam surga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang- orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian”.” (QS. Al Mudatstsir [74] : 38-47)

47 Dalil Ketiga Firman Allah Ta’ala, “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta’atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (QS. An Nur [24] : 56) Pada ayat di atas, Allah Ta’ala mengaitkan adanya rahmat bagi mereka dengan mengerjakan perkara-perkara pada ayat tersebut. Seandainya orang yang meninggalkan shalat tidak dikatakan kafir dan tidak kekal dalam neraka, tentu mereka akan mendapatkan rahmat tanpa mengerjakan shalat. Namun, dalam ayat ini Allah menjadikan mereka bisa mendapatkan rahmat jika mereka mengerjakan shalat.

48 Dalil Keempat Allah Ta’ala berfirman, “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al Maa’un [107] : 4-5) Sa’ad bin Abi Waqash, Masyruq bin Al Ajda’, dan selainnya mengatakan, ”Orang tersebut adalah orang yang meninggalkannya sampai keluar waktunya.”

49 Dalil Kelima Firman Allah ‘Azza wa Jalla, “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam : 59) Pada ayat selanjutnya juga, Allah telah mengatakan,”kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh”. Maka seandainya orang yang menyiakan shalat adalah mu’min, tentu dia tidak dimintai taubat untuk beriman.

50 Dalil Keenam Firman Allah Ta’ala, “Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.” (QS. At Taubah [9] : 11) Dalam ayat ini, Allah Ta’ala mengaitkan persaudaraan seiman dengan mengerjakan shalat. Jika shalat tidak dikerjakan, bukanlah saudara seiman. Mereka bukanlah mu’min sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “Orang- orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.” (QS. Al Hujurat [49] : 10)

51 Ketika Malaikat Jbril turun dan berjumpa dengan Rasulullah SAW, Ia berkata, “ Wahai Muhammad, Allah tidak akan menerima puasa, zakat, haji, sedekah, dan amal shaleh seseorang yang meninggalkan shalat. Ia dilaknat di dalam Taurat, Zabur, Injil dan Al- Qur’an. Demi Allah yang telah mengutusmu sebagai nabi pembawa kebenaran, sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat, setiap hari mendapat laknat dan murka. Para Malaikat melaknatnya dari langit pertama hingga ketujuh.

52 Orang yang meninggalkan shalat karena urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya. Ia dibenci Allah, dan akan mati dalam keadaan tidak islam, tinggal di neraka Jahim atau kembali ke neraka Hawwiyah.” Lalu Rasullulah SAW bersabda,”Barangsiapa meninggalkan shalat hingga terlewat waktunya, lalu mengqadanya, ia akan disiksa di neraka selama satu huqub (80 tahun). Sedangkan ukuran satu haru di akhirat adalah tahun di dunia.”

53


Download ppt "1. HAKIKAT SHALAT Hakikat shalat adalah menghadapkan hati dan jiwa kepada Allah dengan cara yang dapat mendatangkan perasaan takut dan cinta kepada-Nya,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google