Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA. Filum Nemathelminthes Morfologi: Silindrik memanjang, kedua ujungnya runcing dg bbrp perkecualian Silindrik.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA. Filum Nemathelminthes Morfologi: Silindrik memanjang, kedua ujungnya runcing dg bbrp perkecualian Silindrik."— Transcript presentasi:

1 FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

2 Filum Nemathelminthes Morfologi: Silindrik memanjang, kedua ujungnya runcing dg bbrp perkecualian Silindrik memanjang, kedua ujungnya runcing dg bbrp perkecualian Badan tidak bersegmen Badan tidak bersegmen Kutikula : Kutikula : Dibentuk o/ lps sub kutikula-  dibwhnya disebut Hipodermis Dibentuk o/ lps sub kutikula-  dibwhnya disebut Hipodermis Lapisan muskuler Lapisan muskuler

3 Terdiri dari cacing jantan dan betina (dioeceus) Terdiri dari cacing jantan dan betina (dioeceus) Siklus hidup direct dan indirect Siklus hidup direct dan indirect Terbagi 2 kelas: Terbagi 2 kelas: Nematoda Nematoda Nematomorpha (  parasit pd hewan piaraan, parasit pd insekta) Nematomorpha (  parasit pd hewan piaraan, parasit pd insekta)

4 Kelas (Class) Nematoda Dibagi dua sub-kelas: Subkelas: Secernentea (Phasmida) Subkelas: Secernentea (Phasmida) Subkelas: Adenophorea (Aphasmida) Subkelas: Adenophorea (Aphasmida)

5 Subkelas: Secernentea (Phasmida) Ciri-ciri: Pada tubuhnya terdapat phasmid. Pada tubuhnya terdapat phasmid. Pada umumnya cacing jantan punya caudal alae atau copulatory bursa. Pada umumnya cacing jantan punya caudal alae atau copulatory bursa.

6 Kelas: Nematoda Bagian-bagian tubuh: Mulut: di anterior/sub dorsal/sub ventral & dikelilingi o/ bibir-bibir Mulut: di anterior/sub dorsal/sub ventral & dikelilingi o/ bibir-bibir Ada & tidak selalu ada: 3 bibir (dorsal (1) dan latero-ventral(2). Ada & tidak selalu ada: 3 bibir (dorsal (1) dan latero-ventral(2). Amfid (di anterior): fungsi khemoreseptor Amfid (di anterior): fungsi khemoreseptor Phasmid( di posterior): kelenjar  di post anus ~ kelenjar Phasmid( di posterior): kelenjar  di post anus ~ kelenjar Leaf crown~mahkota(inner &outer leaf crown) Leaf crown~mahkota(inner &outer leaf crown)

7 Esofagus tdd otot bergaris: utk menghisap makanan Esofagus tdd otot bergaris: utk menghisap makanan Buccal cavity (rongga mulut):utk menghisap makanan Buccal cavity (rongga mulut):utk menghisap makanan Bulbus: dibag post esofagus, ada & tidak Bulbus: dibag post esofagus, ada & tidak Sistem peredaran darah: ⊝ Sistem peredaran darah: ⊝ Sex organ: terpisah antara jantan & betina. Sex organ: terpisah antara jantan & betina. Siklus hidup: p.u. direct (ada yg indirect). Siklus hidup: p.u. direct (ada yg indirect).

8 KLASIFIKASI/TAXONOMI Phyllum: Nemathelminthes Sub class: Secernentea Class: Nematoda Ordo: Ascaridida Superfamily: Ascaridoidea Family: Ascarididae Genus: Ascaris, Parascaris, Toxascaris, Toxocara Toxascaris, Toxocara

9 Genus: Ascaris Spesies: Ascaris lumbricoides varietas suum (Ascaris suum ) Morfologi: Morfologi: Cc jantan: panjang cm, diameter 3 mm. Cc jantan: panjang cm, diameter 3 mm. Cc betina: panjang sampai 41 cm, diam 5 mm. Cc betina: panjang sampai 41 cm, diam 5 mm. Cuticula relatif tebal. Cuticula relatif tebal. Oesophagus sederhana, panjang 6,5 mm. Oesophagus sederhana, panjang 6,5 mm. Panjang spicula 2 mm. Panjang spicula 2 mm. Vulva terbuka pada 1/3 bag tubuh dari anterior. Vulva terbuka pada 1/3 bag tubuh dari anterior. Telur: Bulat panjang dg lapisan luar (lap. albuminous tebal), Ukuran: x  m. Telur: Bulat panjang dg lapisan luar (lap. albuminous tebal), Ukuran: x  m.

10

11 Epidemiologi: tersebar luas di seluruh dunia Induk semang (definitive host): babi, tetapi kadang dapat ditemukan pada domba, sapi, anjing dan manusia. Habitat: usus halus

12 Siklus hidup: Ascaris suum

13

14 Genus: Toxocara Spesies: Toxocara canis Genus: Toxocara Spesies: Toxocara canis Habitat & Inang definitif: usus halus anjing & Habitat & Inang definitif: usus halus anjing & serigala serigala Morfologi: Morfologi: Cc jantan: panj 10 cm, Cc betina: panj 18 cm Cc jantan: panj 10 cm, Cc betina: panj 18 cm Cervical alae besar. Cervical alae besar. Organ kelamin betina meluas ke bagian anterior dan posterior dan berakhir dg vulva. Organ kelamin betina meluas ke bagian anterior dan posterior dan berakhir dg vulva. Cc jantan mempunyai caudal alae dan spicula. Cc jantan mempunyai caudal alae dan spicula. Telur subglobular berkulit tebal, berukuran 90x75  m. Telur subglobular berkulit tebal, berukuran 90x75  m.

15

16

17

18

19

20 Genus: Toxocara Spesies: Toxocara cati = T. mystax Genus: Toxocara Spesies: Toxocara cati = T. mystax Habitat & Inang definitif: usus halus kucing & bangsa kucing liar Habitat & Inang definitif: usus halus kucing & bangsa kucing liar Morfologi: Morfologi: Cc jantan: panjang 3-6 cm, Cc betina: panjang cm Cc jantan: panjang 3-6 cm, Cc betina: panjang cm Cervical alae sangat besar dan bergaris. Cervical alae sangat besar dan bergaris. Panjang spikula 1,63-2,08 mm. Panjang spikula 1,63-2,08 mm. Ukuran telur 85x75  m. Ukuran telur 85x75  m. Siklus hidup: sama dengan T. canis, hanya tidak terjadi infeksi prenatal. Siklus hidup: sama dengan T. canis, hanya tidak terjadi infeksi prenatal.

21 Morfologi komparasi T. canis (A) dan T. cati (B)

22

23

24 Genus: Toxocara Spesies: Toxocara vitulorum Habitat & Inang definitif: usus halus sapi, zebra & kerbau kerbauMorfologi: Cc jantan: panjang 25 cm, diameter 5 mm Cc jantan: panjang 25 cm, diameter 5 mm Cc betina: panjang 30 cm, diameter 8 mm Cc betina: panjang 30 cm, diameter 8 mm Kutikula tipis, lunak dan terlihat transparan. Kutikula tipis, lunak dan terlihat transparan. Terdapat: tiga bibir Terdapat: tiga bibir

25

26 Vulva terletak pd 1/8 bagian tubuh anterior Vulva terletak pd 1/8 bagian tubuh anterior Telur subglobuler: lapisan albumin, ukuran x µm Telur subglobuler: lapisan albumin, ukuran x µm Siklus hidup: mirip dengan T. canis Siklus hidup: mirip dengan T. canis Terjadi: somatic migration pada jaringan Terjadi: somatic migration pada jaringan Dapat terjadi: tracheal migration, prenatal migration dan lactogenic infection Dapat terjadi: tracheal migration, prenatal migration dan lactogenic infection Pada infeksi prenatal: cacing dewasa pd anak sapi berumur hari (rata-rata 33 hari). Pada infeksi prenatal: cacing dewasa pd anak sapi berumur hari (rata-rata 33 hari).

27 KLASIFIKASI/TAXONOMI Phyllum: Nemathelminthes Sub class: Secernentea Class: Nematoda Ordo: Ascaridia Superfamily: Subuluroidea Family: Heterakidae Genus: Heterakis, Ascaridia

28 Genus: Heterakis Spesies: Heterakis gallinarum = H. papillosus= H. vesicularis = H. gallinae Habitat & Inang definitif: caecum ayam, kalkun, itik, angsa & bangsa burung lainnya Morfologi: Cc jantan: panjang 7-13 mm, Cc betina: mm Cc jantan: panjang 7-13 mm, Cc betina: mm

29

30

31 Siklus hidup: Telur infektif (mengandung larva II): 14 hari  infeksi  per oral  moulting  L III (2-5 hari)  L IV (10 hari)  moulting  L V (15 hari). Periode prepaten hari.

32 Genus: Ascaridia Spesies: Ascaridia galli = A. lineata = A. perspicillium Habitat & Inang definitif: Usus halus ayam, bangsa unggas & bangsa burung lain Morfologi: Cc jantan: panjang mm, Cc betina: mm Cc jantan: panjang mm, Cc betina: mm

33

34

35 Siklus hidup: Stadium infektif (mengandung larva II) ≥10 hari -  termakan hospes -  mukosa usus halus (8-17 hari) -   lumen usus & dws (6-8 minggu) pasca infeksi

36 KLASIFIKASI/TAXONOMI Phyllum: Nemathelminthes Sub class: Secernentea Class: Nematoda Ordo: Rhabditida Superfamily: Subuluroidea Family: Strongyloididae Genus: Strongyloides

37 Famili: Strongyloididae Ciri-ciri: Free living generation (generasi hidup bebas di alam): Free living generation (generasi hidup bebas di alam): Bersifat saprofit Bersifat saprofit Esofagus dg bulbus valvulatorius (rhabditiform) Esofagus dg bulbus valvulatorius (rhabditiform) Parasitic generation (generasi parasitik): Parasitic generation (generasi parasitik): Hidup dlm usus halus vertebrata, Hidup dlm usus halus vertebrata, Esofagus silindris memanjang (filariform) Esofagus silindris memanjang (filariform)

38 Genus: Strongyloides Parasitik pd hewan ternak Parasitik pd hewan ternak Bentuk parasitik ada yg bisa parthenogenetic, telur bisa tumbuh di luar induk semang. Bentuk parasitik ada yg bisa parthenogenetic, telur bisa tumbuh di luar induk semang. Larva infektif (filariform) dapat menembus kulit induk semang  mel aliran darah  paru  trachea  pharing  usus halus. Larva infektif (filariform) dapat menembus kulit induk semang  mel aliran darah  paru  trachea  pharing  usus halus. Bentuk parasitik cacing dewasa ditandai dg genital organ pd betina dan esofagus relatif panjang. Bentuk parasitik cacing dewasa ditandai dg genital organ pd betina dan esofagus relatif panjang.

39

40 Macam spesies: S. papillosus: pd usus halus kambing, domba, sapi, kelinci, dan ruminansia liar. S. papillosus: pd usus halus kambing, domba, sapi, kelinci, dan ruminansia liar. S. westeri: pd usus halus kuda, babi, dan zebra. S. westeri: pd usus halus kuda, babi, dan zebra. S. stercorales: pd usus halus anjing, manusia, serigala, dan kucing. S. stercorales: pd usus halus anjing, manusia, serigala, dan kucing. S. cati: pd usus halus kucing. S. cati: pd usus halus kucing. S. ransomi: pd usus halus babi. S. ransomi: pd usus halus babi. S. avium: pd usus halus dan caecum ayam, kalkun, dan burung liar. S. avium: pd usus halus dan caecum ayam, kalkun, dan burung liar.

41

42 Siklus hidup Strongyloides

43 KLASIFIKASI/TAXONOMI Phyllum: Nemathelminthes Sub class: Secernentea Class: Nematoda Ordo: Strongylida Superfamily: Strongyloidea Family: Strongylidae Genus: Strongylus

44 Ordo: Strongylida Superfamili: Strongyloidea Famili: Strongylidae Ciri-ciri: Bentuk buccal capsul bulat lonjong di bagian dorsal, bagian tengah mengalami pembesaran  disebut dorsal gutter. Bentuk buccal capsul bulat lonjong di bagian dorsal, bagian tengah mengalami pembesaran  disebut dorsal gutter. Mempunyai mahkota di bagian anterior buccal capsul, disebut leaf crown atau corona radiata. Mempunyai mahkota di bagian anterior buccal capsul, disebut leaf crown atau corona radiata. Cacing jantan  bursa tumbuh kuat & mempunyai ciri-ciri yang khas pada rays. Cacing jantan  bursa tumbuh kuat & mempunyai ciri-ciri yang khas pada rays.

45 Genus: Strongylus Spesies: S. vulgaris Habitat & Inang definitif: Usus besar kuda. Morfologi: Cc jantan: panj mm, Cc betina: mm, dan diameter rata-rata 1,4 mm. Cc jantan: panj mm, Cc betina: mm, dan diameter rata-rata 1,4 mm. Buccal capsul berbentuk oval dan terdapat 2 gigi di bagian basis. Buccal capsul berbentuk oval dan terdapat 2 gigi di bagian basis. External leaf crown ~ rumbai-rumbai di bagian distal alat-alat. External leaf crown ~ rumbai-rumbai di bagian distal alat-alat.

46

47

48 Siklus hidup Strongylus spp: Bentuk telur: ellip beraturan. Bentuk telur: ellip beraturan. Larva stadium III  larva infektif  mempunyai club shape oesophagus (esofagus seperti tongkat) Larva stadium III  larva infektif  mempunyai club shape oesophagus (esofagus seperti tongkat)

49

50 Siklus hidup Strongylus spp

51 KLASIFIKASI/TAXONOMI Phyllum: Nemathelminthes Sub class: Secernentea Class: Nematoda Ordo: Strongylida Superfamily: Strongyloidea Family: Trichonematidae Genus: Oesophagustomum, Chabertia

52 Genus: Oesophagustomum Spesies: O. columbianum Disebut nodular worm Disebut nodular worm Habitat & Inang definitif: kolon kambing, domba dan rusa liar. Habitat & Inang definitif: kolon kambing, domba dan rusa liar.Morfologi: Cc jantan: panjang 12-16,5mm; Cc betina: 15-21,5mm, diameter 0,45 mm. Cc jantan: panjang 12-16,5mm; Cc betina: 15-21,5mm, diameter 0,45 mm. Cervical alae lebar; external dan internal leaf crown  Cervical alae lebar; external dan internal leaf crown 

53

54

55

56  Buccal capsul dangkal, bagian anterior > posterior  Cervical groove dan cervical papillae   Bursa copulatrix tumbuh sempurna & spikula sepasang  Ekor cc betina meruncing; telur mengandung 8-16 sel

57 Siklus hidup: Penularan: per oral Penularan: per oral Masa prepaten: 41 hari Masa prepaten: 41 hari

58 Genus: Oesophagustomum Spesies: O. venulosum Habitat & Inang definitif: colon domba, kambing, rusa dan unta. Morfologi: Cc jantan: panj mm; Cc betina: mm Cc jantan: panj mm; Cc betina: mm Cervical alae ⊝ Cervical alae ⊝ External dan internal leaf crown  External dan internal leaf crown 

59

60 Genus: Oesophagustomum Spesies: O. radiatum Habitat & Inang definitif: colon sapi. Morfologi: Cc jantan: panjang mm; Cc betina: mm Cc jantan: panjang mm; Cc betina: mm Mulut berbentuk bulat Mulut berbentuk bulat External leaf crown ⊝ dan internal leaf crown  External leaf crown ⊝ dan internal leaf crown 

61 Genus: Oesophagustomum Spesies: O. dentatum Habitat & Inang definitif: colon babi. Morfologi: Cc jantan: panjang 8-10 mm; Cc betina: mm Cc jantan: panjang 8-10 mm; Cc betina: mm Cervical alae ⊝ ; Cervical papillae  Cervical alae ⊝ ; Cervical papillae  External dan internal leaf crown  External dan internal leaf crown 

62

63 KLASIFIKASI/TAXONOMI Phyllum: Nemathelminthes Sub class: Secernentea Class: Nematoda Ordo: Strongylida Family: Ancylostomatidae Sub Family: Ancylostominae Genus: Ancylostoma,

64 Sub Family Ancylostominae Ciri-ciri : Tepi dorsal buccal capsul tdp 1-4 ps gigi Tepi dorsal buccal capsul tdp 1-4 ps gigi Dorsal gutter tidak menuju buccal cavity utk membtk dorsal cone Dorsal gutter tidak menuju buccal cavity utk membtk dorsal cone Seb kanan buccal capsul tdp 2 gigi dorsal Seb kanan buccal capsul tdp 2 gigi dorsal

65 Genus Ancylostoma Species : Ancylostoma caninum Habitat : usus halus Habitat : usus halus Inang def : anjing, kucing, serigala, Inang def : anjing, kucing, serigala, manusia manusia Morfologi : Panj cc jantan mm, betina mm Cacing tampak kaku, warna abu- abu/kemerahan (krn usus berisi darah hospes)

66

67

68

69

70 Oral apertura membuka kearah antero-dorsal & dilengkapi dg bag ventral dg 3 bh gigi tiap sisi Oral apertura membuka kearah antero-dorsal & dilengkapi dg bag ventral dg 3 bh gigi tiap sisi Buccal capsul terltk di dalam. Pd dasar buccal capsul tdp sps gigi dorsal berbtk segitiga & sps gigi ventro-lat Buccal capsul terltk di dalam. Pd dasar buccal capsul tdp sps gigi dorsal berbtk segitiga & sps gigi ventro-lat Dorsal cone (-) Dorsal cone (-) Bursa copulatrix memp 2 spiculae sama panjang Bursa copulatrix memp 2 spiculae sama panjang Vulva terltk 2/5 bag ant tubuh Vulva terltk 2/5 bag ant tubuh Telur ovoid 9tdd 2 lps), ukuran:56-75x34-47 µm Telur ovoid 9tdd 2 lps), ukuran:56-75x34-47 µm

71 SIKLUS HIDUP ANCYLOSTOMA Larva infektif(L III): 1mg Larva infektif(L III): 1mg Infeksi :per oral, per cutan/penetrasi kulit Infeksi :per oral, per cutan/penetrasi kulit L III--  maasuk tbh hospes-  larva mencari pemb drh-  aliran drh-  jantung  paru-paru-  alveoli  laring  faring  dibatukkan  kem bali ke usus halus L III--  maasuk tbh hospes-  larva mencari pemb drh-  aliran drh-  jantung  paru-paru-  alveoli  laring  faring  dibatukkan  kem bali ke usus halus Beberapa larva dpt mel kapiler paru2-  p d sistemik-  organ-organ Beberapa larva dpt mel kapiler paru2-  p d sistemik-  organ-organ

72 Hewan bunting-  terj prenatal infection  larva tdk berkembang s/d fetus lahir-  menjadi cc dewasa Hewan bunting-  terj prenatal infection  larva tdk berkembang s/d fetus lahir-  menjadi cc dewasa Pd infeksi per oral-  larva migrasi ke paru2 dan sering larva juga migrasi & penetrasi ke dinding lambung/usus-  lumen usus halus menj dewasa Pd infeksi per oral-  larva migrasi ke paru2 dan sering larva juga migrasi & penetrasi ke dinding lambung/usus-  lumen usus halus menj dewasa Stad dewasa: hr Stad dewasa: hr Infeksi prenatal-  periode prepaten : ±13 hr Infeksi prenatal-  periode prepaten : ±13 hr Dapat terjadi penul trans colostral Dapat terjadi penul trans colostral

73

74 Sub Family Necatorinae Ciri-ciri : Ciri-ciri : Bag dalam buccal tdp gigi sub ventral Bag dalam buccal tdp gigi sub ventral Gigi dorsal (-), gigi sub dorsal(lateral) (+), kadang tdp gigi kecil Gigi dorsal (-), gigi sub dorsal(lateral) (+), kadang tdp gigi kecil Saluran bag dorsal (dorsal gutter) membawa kelenjar esofageal-  buccal capsul disbt dorsal cone Saluran bag dorsal (dorsal gutter) membawa kelenjar esofageal-  buccal capsul disbt dorsal cone

75 Genus Bunostomum= Monodontus Spesies : B trigonocephalum Habitat: usus halus Inang def : domba, kambing kadang2 sapi Morfologi : Panj cc jantan mm, cc betina mm Panj cc jantan mm, cc betina mm Ujung anterior tubuh bengkok kearah dorsal, buccal capsul relatif besar + pd tepi ventral sps chitine plate (sps lempengan chitine), + sps lancet kecil (sub ventral) Ujung anterior tubuh bengkok kearah dorsal, buccal capsul relatif besar + pd tepi ventral sps chitine plate (sps lempengan chitine), + sps lancet kecil (sub ventral)

76

77

78 Dorsal gutter membawa kelenjar oesophageal & berakhir pd dorsal cone yg besar yg mengarah ke buccal cavity Dorsal gutter membawa kelenjar oesophageal & berakhir pd dorsal cone yg besar yg mengarah ke buccal cavity Pd buccal capsul tdk tdp gigi dorsal Pd buccal capsul tdk tdp gigi dorsal Bursa cop berkemb baik & dorsal lobe asimetris Bursa cop berkemb baik & dorsal lobe asimetris Spikula gemuk Spikula gemuk Vulva terltk di depan pertengahan tbh Vulva terltk di depan pertengahan tbh Ukuran telur:79-97x47-50 µm ovoid dg ujung tumpul & berisi sel embrio yg bergranulasi gelap Ukuran telur:79-97x47-50 µm ovoid dg ujung tumpul & berisi sel embrio yg bergranulasi gelap

79 SIKLUS HIDUP BUNOSTOMUM Larva infektif : bentuk khas-  selubung 1 sheat, tbh larva relatif pendek & ekor relatif pendek & selubung daerah ekor relatif panjang; esofagus berakhir dg bulbus yg menonjol Larva infektif : bentuk khas-  selubung 1 sheat, tbh larva relatif pendek & ekor relatif pendek & selubung daerah ekor relatif panjang; esofagus berakhir dg bulbus yg menonjol Infeksi per oral/ penetrasi mel kulit Infeksi per oral/ penetrasi mel kulit Terj lung migration-  moulting menj L IV--  bronkhi-  trakhea--  kembali ke usus (stl 11 hr)-  cc dewasa Terj lung migration-  moulting menj L IV--  bronkhi-  trakhea--  kembali ke usus (stl 11 hr)-  cc dewasa Periode prepatent : 30 – 56 hr pasca infeksi Periode prepatent : 30 – 56 hr pasca infeksi

80

81

82 Genus: Gaigeria Spesies: G. pachyscelis Habitat & Inang definitif: duodenum domba, kambing dan ruminansia lain. Habitat & Inang definitif: duodenum domba, kambing dan ruminansia lain. Morfologi: Morfologi: Panj cc jantan 20 mm; cc betina 30 mm Panj cc jantan 20 mm; cc betina 30 mm Mirip skl dg Bunostomum: pd buccal capsul tdp dorsal cone & sps sub ventral lancet & gigi dorsal (-) Mirip skl dg Bunostomum: pd buccal capsul tdp dorsal cone & sps sub ventral lancet & gigi dorsal (-)

83

84 Morfologi Gaigeria

85 Bursa cop memp 2 lobus lat kecil, pd bag ventral bergabung dan memenuhi ruang lobus dorsalis. Bursa cop memp 2 lobus lat kecil, pd bag ventral bergabung dan memenuhi ruang lobus dorsalis. Antero lat rays pendek & tumpul terpisah dg lateral rays Antero lat rays pendek & tumpul terpisah dg lateral rays Spicula langsing panjang Spicula langsing panjang Telur ukuran: x50-55 µm, tumpul pd ke-2 ujungnya Telur ukuran: x50-55 µm, tumpul pd ke-2 ujungnya

86 Siklus Hidup Gaigeria sp Sama dg hook worm lainnya, secara langsung Sama dg hook worm lainnya, secara langsung Terjadi lung migration-  ecdysis L IV-  bronkhi, trakhea dan faring-  usus-  cc dewasa : 10 mg pasca infeksi Terjadi lung migration-  ecdysis L IV-  bronkhi, trakhea dan faring-  usus-  cc dewasa : 10 mg pasca infeksi

87 LABORATORIUM HELMINTOLOGI BAG.PARASITOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN – UNAIR GASAL-2006 Universitas Airlangga Terima kasih


Download ppt "FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA. Filum Nemathelminthes Morfologi: Silindrik memanjang, kedua ujungnya runcing dg bbrp perkecualian Silindrik."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google