# The purpose of correlational research is to discover relationships between two or more variables.

## Presentasi berjudul: "The purpose of correlational research is to discover relationships between two or more variables."— Transcript presentasi:

The purpose of correlational research is to discover relationships between two or more variables.

A Correlational Study on Cohesive Devices Mastery, Locus of Control and Reading Comprehension

CHAPTER I: Introduction A. Background of the Study B. Problem Identification C. Problem Limitation D. Problem Statement E. Objective of the Study F. Benefit of the Study

CHAPTER II Review of Related Literature A. Review of Theories 1. The nature of Reading Comprehension 2. The nature of Cohesive Devices Mastery 3. The nature of Locus of Control 4. Review of Related Studies B. Rationale C. Hypothesis

CHAPTER III Research Methodology A.The Place and Time of the Study B. The Method and Design of Research C. Population, Sample, and Sampling D. Technique of Collecting Data E. Technique of Analyzing Data

CHAPTER IV The Result of the Study A. The description of the Data B. Normality and Homogeneity Test C. Hypothesis Testing D. The Discussion of the Findings

CHAPTER V Conclusion, Implication, and Suggestion A. Conclusion B. Implication C. Suggestion

 The need and the importance of reading comprehension for the learners  The role of cohesive devices mastery in comprehending a text and the real condition and the problems of the students’ mastery of the cohesive devices in English teaching-learning process.

 The importance of locus of control (LC) in learning. Does LC play an important role in learning and more specifically in comprehending a text? How far does it contribute to the comprehension of a text? Due to the fact, do the learners have high or low LC, what are the causes, and why?  The need of conducting the research and the urgency of the research to be carried out.

1. Benarkah kiranya faktor-faktor kog- nitif, psikologis, dan kebahasaan memi- liki peran yg penting dlm memahami suatu bacaan? 2. Dari ketiga jenis faktor tersebut, faktor manakah yang memiliki kontribusi paling dominan? 3. Apakah pengetahuan ttg “cohesive devices” merupakan faktor yang memiliki peran cukup dominan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan?

4. Apakah lokus kontrol merupakan faktor psikologis yang memiliki kontribusi yang dominan terhadap kemampuan pemahaman bacaan? 5. Bilamana lokus kontrol dan penguasaan “cohesive devices”diangkat sebagai variabel penelitian, seberapa besarkah kontribusi masing-masing terhadap kemampuan pemahaman bacaan? 6. Apabila keduanya memiliki kontribusi yang besar terhadap kemampuan pemahaman bacaan, dapatkah faktor-faktor kognitif, psikologis dan kebahasaan yang lain diabaikan?

Dari identifikasi masalah di atas, pene-litian ini dibatasi pada faktor- faktor yang diperkirakan dapat memiliki kon-tribusi dominan terhadap kemampuan pemahaman bacaan. (1) Penguasaan “cohesive devices”mengacu pada pengua- saan “conjunction, lexical repetition, reference, dan ellipsis”.

(2) Lokus kontrol mengacu pada dimensi internal dan dimensi eksternal dari karakteristik para responden dalam menyikapi keberhasilan atau kegagalan yang mereka hadapi. (3) Pemahaman bacaan mengacu pada kemampu- an pemahaman literal, interpretif, kritis, dan pemahaman kreatif.

1. Apakah terdapat hubungan positif antara penguasaan ‘cohesive devices’dg kemampuan pemahaman bacaan? 2. Apakah terdapat hubungan positif antara lokus kontrol dengan kemampuan pemahaman bacaan? 3. Apakah terdapat hubungan positif antara penguasaan “cohesive devices” dan lokus kotrol secara bersama-sama dg kemampuan pemahaman bacaan?

Penelitian ini bertujuan utk mengetahui: 1. hubungan antara penguasaan “cohesive devices” dg kemampuan pemahaman bacaan? 2. hubungan antara lokus kontrol dg kemampuan pemahaman bacaan? 3. hubungan antara penguasaan “cohesive devices” dan lokus kotrol secara bersama- sama dg kemampuan pemahaman bacaan?

1. Hasil penelitian ini dpt memperkaya dunia ilmu bagi para pendidik, khususnya pengetahuan tentang peran penguasaan ‘cohesive devices’dan lokus kontrol dlm pemahaman teks bahasa Inggris. 2. Bila terbukti ada keterkaitan antara keduanya maka materi membaca bahasa Inggris disajikan secara terpadu interdisi- pliner. Aktivitas membaca tidak hanya melibatkan faktor kebahasaan semata,

namun juga harus memperhatikan atau melibatkan unsur kognitif dan psikologis 3. Hasil dari penelitian ini dapat dipakai sebagai dasar untuk menyusun perenca- naan dan silabus pembelajaran bahasa Inggris yang terpadu interdisipliner. 4. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh peneliti lain sebagai dasar penelitian lanjutan tentang pemahaman teks bahasa Inggris.

There are 3 ways of reviewing theories. First, a descriptive review. The theories are described based on the nature of each theory without giving any analysis. Second, an analytic review. This is a further step in reviewing theories. The theories that have been described are analyzed. This is a critical study on the theories to see their strengths and weaknesses.

Third, a synthetic review. In this review we compare the theories then synthesize the aspects or components and indicators of the theories that are the essence of the theories and which are relevant to our need in the research. This means that we build a construct of a research variable, which is later used as a basis to make a table of specification of the variable.

1. Reading Comprehension Ability Theories on Reading Comprehension and Comprehension Ability  construct of RCA 2. Mastery of Cohesive Devices Theories on Learning Mastery and Cohesive Devices  contruct of MCD 3. Locus of Control Theories on the Nature of Locus of Control  construct of LC

A construct is written down in one compact paragraph consisting of:  Definition of a certain variable.  The aspects of the variable.  The indicators of each aspect of the variable.

Berdasarkan berbagai teori yg telah dibahas, dpt disimpulkan bhw kemampuan pemahaman bacaan adalah kemampuan pembaca dalam memahami isi teks yg dibaca dengan memadukan pesan yang ada dalam teks dg schemata yg telah dimiliki. Kemampuan memahami teks tsb didukung oleh empat aspek pemahaman yaitu pemahaman litera l, pemahaman interpretif, pemahaman kritis, dan pemahaman kreatif. Dari keempat aspek tsb, masing-masing memiliki komponen yang menjadi indikator untuk landasan penulisan butir tes.

Indikator utk aspek pemahaman literal adalah: (1) ingatan dan (2) memahami informasi eksplisit ; indikator utk aspek pemahaman interpretif adalah (1) mema- hami informasi implisit, (2) melakukan inferensi, (3) membuat analisis, dan (4) membuat aplikasi ; untuk aspek pemaham- an kritis indikatornya adalah (1) membuat evaluasi dan (2) membuat sintesis, ; serta untuk aspek pemahaman kreatif indikator- nya adalah apresiasi terhadap isi bacaan yang sedang dibaca.

ASPECTINDICATORNUMBER OF ITEMTOTAL Literal Memory Explicit Information 1, 4, 5, 8, 11 17, 25, 28, 30, 34 10 Interpretive Implicit Information Inference Application Analysis 35 Critical Evaluation Synthesis 10 Creative Appreciation 5 t o t a l 60

1. The Correlation between CDM (X1) and RC (Y)..... the importance of CDM in reading.......... the role of CDM in reading.......... the contribution of CDM in reading.... So it is predicted that there is correlation between CDM and RC.

2. The Correlation between LC (X2) and RC (Y)..... the importance of LC in reading.......... the role of LC in reading.......... the contribution of LC in reading..... So it is assumed that there is correlation between LC and RC.

3. The Correlation between CDM (X1), LC (X2) and RC (Y)..... the importance, role, contribution of X1, and X2, in reading..... So it is assumed that there is correlation between X1, X2, and RC.

1. There is a positive correlation between students’ CDM and students’ RC. 2. There is a positive correlation between students’ LC and students’ RC. 3. There is a positive correlation between students’ CDM, and LC simultaneously toward students’ RCA.

Presentasi serupa