Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengantar Teknik Industri Semester Genap 2014/2015

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengantar Teknik Industri Semester Genap 2014/2015"— Transcript presentasi:

1 Pengantar Teknik Industri Semester Genap 2014/2015
Pendekatan Global Pengantar Teknik Industri Semester Genap 2014/2015

2 Hasil Pembelajaran Mahasiswa memahami pengaruh teknologi informasi pada disiplin dan praktek teknik industri Mahasiswa memahami aspek global yang mengubah karakteristik sistem integral

3 Sistem Manufaktur sebagai Sistem Integral
Perusahaan manufaktur adalah yang dimaksud sebagai sistem integral pada saat disiplin teknik industri lahir Namun dalam perkembangannya yang dimaksud sistem integral bisa berupa: Rumah sakit Bank Perusahaan jasa yang lain Organisasi non-profit

4 Pengertian Sistem Manufaktur

5 Perkembangan Teknologi Manufaktur
Extended manufacturing system

6 Alasan ekspansi Perusahaan tidak hanya mencari bahan baku
Perusahaan mencari pasar global karena pasar lokal sudah jenuh atau kapasitas membesar Penetrasi ke pasar global memerlukan produksi secara global juga Semua dilakukan tetap dalam kerangka mencapai performansi QCD (Quality, Cost, Delivery) dan Flexibility. Disiplin Teknik Industri tetap diperlukan Pasar global juga berarti semakin beragamnya konsumen Diperlukannya performansi fleksibilitas

7 Perkembangan Efisiensi Kualitas Fleksibilitas Environment Globalitas
Stasiun kerja (Work Station) dan Lantai Produksi (Shop Floor) sebagai sistem integral Perusahaan sebagai sistem integral tertutup Perusahaan sebagai sistem integral terbuka Enterprise sebagai bagian jaringan perusahaan sebagai sistem integral Efisiensi Kualitas Fleksibilitas Efisiensi Kualitas Efisiensi

8 Sistem Integral: The whole enterprise. Within a company, this often includes the end-to-end value stream from business capture to product development to manufacturing and assembly to product support to infrastructure (which includes finance, IT and human resources). Industrial Engineering is now concerned with understanding of how all of the elements of an enterprise play together as well as how this understanding can be used to maximize value (Rouse, 2004).

9 Pengaruh global dan networking
Kombinasi pengaruh networking dan globalisasi membuat batas sebuah enterprise menjadi semakin tidak jelas Enterprise menjadi lebih luas: perusahaan – supplier – distributor – customer – stakeholder lain – pesaing Pendekatan sistemik melihat pengaruh lingkungan tempat sistem beroperasi

10 Teknologi Informasi: driving force
Pendorong utama perubahan adalah teknologi informasi Teknologi internet Teknologi telekomunikasi Memungkinkan: Orang di tempat berbeda dan waktu berbeda bekerja sama Koordinasi dapat dilakukan dengan lebih mudah

11 e-Manufacturing

12 Isu-isu dasar dalam sistem enterprise
Perancangan, perbaikan dan pemasangan sistem integral sekarang dalam bentuk enterprise yang sangat luas akibat batas enterprise yang kabur Pendekatan dalam disiplin teknik industri yang berbasis pendekatan sistem sangat relevan Beberapa isu yang perlu diperhatikan (Rosue, 2004)

13 Isu-isu dasar dalam sistem enterprise
Complexity: sistem enterprise sangat rumit sehingga pendekatan sistem diperlukan untuk memudahkan pemahaman sistem dalam bentuk model Uncertainty: ketidakpastian muncul dalam variabel-variabel serta relasi-relasi yang ada dalam sistem dan lingkungannya. Ketidakpastian dapat dipahami dengan mempelajari relasi-relasi ini.

14 Isu-isu dasar dalam sistem enterprise
Control: pada dasarnya adalah upaya untuk menjamin agar variabel-variabel dan relasi-relasi berada pada karakteristik yang diinginkan. Dalam kaitan ini termasuk (a) pengalokasian sumber daya dan manajemen insentif dan regulasi, (b) atau pembentukan mekanisme pengukuran dan umpan balik untuk pemantauan dan pengambilan keputusan

15 Isu-isu dasar dalam sistem enterprise
Design: dalam kerangka sistem enterprise maka perancangan berkenaan dengan value stream dan relasi-relasinya dengan karakteristik pasar, rancangan produk, supply chain, proses manufaktur, dan proses delivery layanan.

16 Tujuan Dalam operasi enterprise tujuan yang ingin dicapai adalah:
Agility: kemampuan merespon fleksibilitas dan memanfaatkan kesempatan Security: keamanan operasi Sustainability: minimasi waste dan konsumsi non-renewable resources

17 Disiplin – Pendekatan Teknik Industri
Create high value Enterprise Design & Operation Agility Security Sustainability Disiplin – Pendekatan Teknik Industri

18 Persoalan yang timbul Memahami bagaimana organisasi beradaptasi terhadap perubahan-perubahan Bagaimana organisasi memanfaatkan pembaruan teknologi produk dan proses untuk keunggulan Memahami bagaimana teknologi kolaborasi dan web services dipakai dalam operasi enterprise Memahami aspek perilaku dan sosial organisasi dalam melakukan transformasi

19 ADM (Astra daihatsu motor)
Contoh extended manufacturing: ADM (Astra daihatsu motor) Disampaikan oleh: Budhi Agung Priyanto PT Astra Daihatsu Motor

20 ADM Business Profile Vision Mission Facility Shareholders
ADM is sole agent of Daihatsu in Indonesia and the manufacturer of Daihatsu and Toyota vehicles component and other related business. Year of Establishment 1978 Vision To be No. 1 in Indonesia compact car market and the main global production base for Daihatsu / Toyota Group that is equal to Japan plants quality standard Mission We produce best value compact car and provide related services that are essential to increase stakeholders value and friendly environment We develop and inspire our people to achieve world class performance Facility Shareholders Stamping Plant Engine Plant Casting Plant Assy Plant Part Center Daihatsu Motor Co., Ltd. » 61.7 % PT Astra International, Tbk. » 31.9 % Toyota Tsusho Corp. » 6.4 % Man Power 8,379 (as of June 2011)

21 ADM production contribute 41% of Indonesia automotive market
ADM Production Capacity ADM production contribute 41% of Indonesia automotive market 20% 20% 30% 36% 45% 42% % of Total Market 35% Production Capacity (x 1,000 u) 319 217 217 Sekarang mari kita lihat evaluasi area service. Pertama, Service Quality, Return Job Tracking std sudah diuji implementasikan di 1 pilot outlet dan dalam rangka pemenuhan SST di outlet, kita telah melakukan mapping ketersediaan SST dan melakukan study untuk rencana lokalisasi. Selanjutnya Return Job Tracking std pemenuhan SST akan kita terapkan di seluruh outlet di jabodetabek. Kedua, Network Quality, Dalam semester-1 terjadi penambahan 6-VSP dan 11-outlet yang menerapkan New Service STD. Direncanakan sampai dengan akhir tahun kita akan menambah 2-VSP menjadi 187-outlet dan menambah 2-outlet yang menerapkan new service standard. Ketiga Service Product, Sampai dengan pertengahan tahun ini dibanding tahun 2009, penjualan HKS mengalami peningkatan yg signifikan, mencapai 1% dr penjualan unit baru. Selain itu standarisasi Service Menu Board yang baru juga sudah dijalankan di Jabodetabek. 152 105 97 95 Production ‘10

22 ADM Production Base T-D Group
ADM Export Business ADM Consistently exports CBU to Japan, the high quality standard market in the world Avanza CBU GranMax & Terios CBU Avanza CBU Town / Lite Ace CBU Avanza CBU Terios CKD GranMax CBU Sekarang mari kita lihat evaluasi area service. Pertama, Service Quality, Return Job Tracking std sudah diuji implementasikan di 1 pilot outlet dan dalam rangka pemenuhan SST di outlet, kita telah melakukan mapping ketersediaan SST dan melakukan study untuk rencana lokalisasi. Selanjutnya Return Job Tracking std pemenuhan SST akan kita terapkan di seluruh outlet di jabodetabek. Kedua, Network Quality, Dalam semester-1 terjadi penambahan 6-VSP dan 11-outlet yang menerapkan New Service STD. Direncanakan sampai dengan akhir tahun kita akan menambah 2-VSP menjadi 187-outlet dan menambah 2-outlet yang menerapkan new service standard. Ketiga Service Product, Sampai dengan pertengahan tahun ini dibanding tahun 2009, penjualan HKS mengalami peningkatan yg signifikan, mencapai 1% dr penjualan unit baru. Selain itu standarisasi Service Menu Board yang baru juga sudah dijalankan di Jabodetabek. GranMax CBU Rush CBU ADM Production Base T-D Group Avanza CBU

23 Automotive industry absorbs a lot of job opportunities
ADM Local Contents & Suppliers Automotive industry absorbs a lot of job opportunities Multi Source Part Asian: (6%) Japan Source Part CKD : (9%) Suppliers* No. of Suppliers No. of Manpower First Tier 155 465,000 Second Tier 850 42,500 Total 1,005 507,000 ADM Inhouse (24%) Local Source Part Outhouse (61%) Sekarang mari kita lihat evaluasi area service. Pertama, Service Quality, Return Job Tracking std sudah diuji implementasikan di 1 pilot outlet dan dalam rangka pemenuhan SST di outlet, kita telah melakukan mapping ketersediaan SST dan melakukan study untuk rencana lokalisasi. Selanjutnya Return Job Tracking std pemenuhan SST akan kita terapkan di seluruh outlet di jabodetabek. Kedua, Network Quality, Dalam semester-1 terjadi penambahan 6-VSP dan 11-outlet yang menerapkan New Service STD. Direncanakan sampai dengan akhir tahun kita akan menambah 2-VSP menjadi 187-outlet dan menambah 2-outlet yang menerapkan new service standard. Ketiga Service Product, Sampai dengan pertengahan tahun ini dibanding tahun 2009, penjualan HKS mengalami peningkatan yg signifikan, mencapai 1% dr penjualan unit baru. Selain itu standarisasi Service Menu Board yang baru juga sudah dijalankan di Jabodetabek. Supplier Development Program: Regular Quality Audit Production System training Industrial relationship clinic Supplier awarding program

24 ADM’s Overseas First Tier Supplier
JAPAN = 1 SUPPLIER INDIA = 1 SUPPLIER THAILAND = 34 SUPPLIER PHILIPHINES= 5 SUPPLIER MALAYSIA= 4SUPPLIER

25 Production Process Improvement: Mixed Assembly Line
What is Mixed Assembly Line? The assembly process of VARIOUS MODELS or SUFFIXS of vehicles, sequentially in ONE ASSEMBLY LINE. The complexity of logistic is extremely high in this system. ADM implement HEIJUNKA (leveled production) and JUNDATE (mixed sequencing delivery system) and some other logistic innovation to run this MIXED ASSEMBLY LINE SYSTEM. Benefit for ADM: Producing vehicles as customer required. Mixed Assembly Line Number of Suffix Total 137 XENIA TERIOS AVANZA TERIOS AVANZA Total 28

26 There are Finished unit stock at each period.
HEIJUNKA CONCEPT Consumers will get unit at period I, at period II, at period III, at period IV There are Finished unit stock at each period. Period I Period II Period III Period IV Consumers will get & unit at period I & III, & at period II & IV Consumers will get , , & unit at each period. No Finished unit stock Basically Heijunka is needed to set average & balance delivery sequence to each customer equally. But Heijunka also can modified due to customer distance, shipment schedule, etc. Vehicle 1 Vehicle 2 Vehicle 3 Vehicle 4 © Hery Kurniawan Soekamto, July 2004

27 Vertical integration and modular sourcing
Supply Chain Model on Automotive Mfg. Vertical integration and modular sourcing Features Assembly still in house but greater use of bought in components Complete modules purchased from first tier suppler Criteria Source access to supply fro, superior supplier capabilities Where components and suppliers can readily segmented Source: “Transform Your Supply Chain” John Hughes, Mark Ralf, Bill Michels.

28 Reduce transportation cost & stock.
Supply Chain Practices: Milk Run System What is Milk Run?: Milk Run is a delivery system which deliver parts together from various vendors in one area by same truck Result Benefit for ADM: Reduce transportation cost & stock. MILK RUN SUPPLY SYSTEM IMAGE DIRECT SUPPLY SYSTEM IMAGE NOTE: Vendor Supply Kanban & Empty Box Grouping Area

29 Japan Disaster Impact to Automotive Industry

30 NUCLEAR POWER PLANT DAMAGE
Japan Disaster 2011 EARTH QUAKE TSUNAMI NUCLEAR POWER PLANT DAMAGE IMPACTS Enormous and widespread disaster Restricted entry area Electrical power shortage  periodical shutdown  change working days to Saturday & Sunday

31 Impact to Japan / Global Industries

32 Impact to Automotive Industries
Shortage supply of electronic components Critical Impact on Production & Development Activities Production volume decreasing

33 ADM Recovery Actions Confirm of component stock level
Confirm of recovery period from each supplier Adjust factory operations Change production line speed Adopt alternative materials / parts Change product specifications


Download ppt "Pengantar Teknik Industri Semester Genap 2014/2015"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google