Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Pengantar Bisnis dan Manajemen
Advertisements

PENGANTAR MANAJEMEN Dr. Bagus Nurcahyo
Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajemen
MENGELOLAH DENGAN ETIKA &
Mata Kuliah Manajemen Umum Pertemuan ke-3 Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajemen Oleh Ratna Komala Putri, SE STMIK GANESHA
Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajemen
FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS BAB I
PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN
MANAJEMEN STRATEGIS PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA MANAJEMEN
Evolusi dan Teori Manajemen
FUNGSI PERENCANAAN (PLANNING).
MANAJEMEN STRATEGIS PERUSAHAAN
Pengantar Manajemen Luluk Kholisoh.
FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Materi Ajar Minggu 1 : Pendahuluan & Evolusi Teori Manajemen
Evolusi dan Teori Manajemen
PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN
FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN
GAMBARAN UMUM MANAJEMEN
Fungsi Perencanaan dan Pengambilan Keputusan
MANAJEMEN STRATEGIS PERUSAHAAN
PENGANTAR MANAJEMEN 3/10/2018 Pengantar Manajemen.
FUNGSI PERENCANAAN & PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Konsep Dasar Manajemen
NAMA. : Deny Ismanto, S. E. MATA KULIAH. : Metodologi Penelitian,
Gambaran umum PENGANTAR MANAJEMEN
Ddr'98-PENGAMEN-D3 Pengantar manajemen Created by dendar’98.
Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajemen
MANAJEMEN STRATEGIS PERUSAHAAN
FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN
Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajemen
Perencanaan Pertemuan Keempat.
Fungsi Perencanaan dan Pengambilan Keputusan
Deny Ismanto Fakultas Ekonomi Universitas Ahmad Dahlan
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA MANAJEMEN
FUNGSI PERENCANAAN FATHOR. A S., SE., MM FE UTM.
Pengantar Manajemen.
VI. MANAJEMEN STRATEGIS PERUSAHAAN
PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN
Evolusi Teori Manajemen
KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS
Fungsi Perencanaan dan Pengambilan Keputusan
Tanggung Jawab Sosial dan Etika Bisnis
PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN
Tanggung Jawab Sosial dan Etika Bisnis
PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN
PENGANTAR MANAJEMEN FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BAB 6
Evolusi Teori Manajemen
Pengantar Manajemen.
Pengambilan Keputusan
KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS BAB I
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA BISNIS
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA MANAJEMEN
Fungsi Perencanaan dan Pengambilan Keputusan
KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS BAB I
4 Prinsip Taylor dalam Tahapan
Peng.Manajemen IEU-Chap-01
Perkembangan Teori Manajemen
PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA MANAJEMEN
MANAJEMEN STRATEGIS PERUSAHAAN
FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PERENCANAAN (Planning)
KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS BAB I
MANAJEMEN UMUM PERTEMUAN 5 PENGANTAR BISNIS. Definisi Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para.
1-1 KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS BAB I 1. Mengetahui konsep dasar manajemen dan mengapa manajemen diperlukan dalam sebuah organisasi bisnis. 2. Mengetahui.
Transcript presentasi:

Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS BAB I 1. Mengetahui konsep dasar manajemen dan mengapa manajemen diperlukan dalam sebuah organisasi bisnis. 2. Mengetahui konsep manajemen secara fungsional yang mencakup kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, serta pengendalian dan pengawasan. 3. Mengetahui konsep manajemen secara operasional dalam organisasi bisnis yang mencakup manajemen sumber daya manusia, manajemen produksi atau operasi,manajemen pemasaran, dan manajemen keuangan. T U J U A N 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Pengertian Organisasi Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam struktur dan kordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu.(Griffin,2002) Sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama. (Ernie&Kurniawan,2005)

Jenis-jenis Organisasi Organisasi Profit Perusahaan Besar Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Ritel, dll Perusahaan Kecil Koperasi Perusahaan Multinasional dll Organisasi Non Profit/Nirlaba Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota Lembaga Pendidikan Negeri Yayasan Sosial, 21

Pengertian Manajemen Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997) Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997) Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005)

Faktor-faktor dalam Pencapaian Tujuan Adanya penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta informasi (Griffin,2002) Adanya proses yang bertahap dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendalian dan pengawasan. Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.

Sumber Daya Organisasi Sumber Daya Manusia Sumber Daya Informasi Sumber Daya Fisik Sumber Daya Keuangan Sumber Daya Alam dll

Pengertian Efektif dan Efisien (Drucker) mengerjakan pekerjaan yang benar atau tepat Efisien : mengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat

Fungsi-fungsi Manajemen Perencanaan (Planning) Pengorganisasian (Organizing) Pengarahan dan pengimplementasian (Directing/Leading) Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)

Fungsi Perencanaan proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan Menetapkan tujuan dan target bisnis Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis

Fungsi Pengorganisasian proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi

Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat

Fungsi Pengarahan dan Implementasi proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengarahan dan Implementasi Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan

Fungsi Pengawasan dan Pengendalian proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis

Kegiatan dalam Fungsi-fungsi Manajemen Planning Penentuan Tujuan dan Bagaimana Cara Pencapaian yang terbaik Organizing Penentuan Bagaimana Penyusunan Organisasi dan Aktifitas dapat dilakukan Controlling Monitoring dan Perbaikan Aktifitas yang sedang berjalan agar Tujuan dapat tercapai Leading Proses Memotivasi Anggota Organisasi agar Planning dapat dijalankan Menunjukkan Arah Tahapan dari setiap fungsi manajemen Menunjukkan keterkaitan timbal balik antar fungsi manajemen Keterangan:

Sumber Daya Organisasi, Tujuan, dan Fungsi-fungsi Manajemen Planning & decision making Sumber Daya Organisasi Sumber Daya Fisik/Alam Informasi Sumber Daya Manusia Modal Controlling Leading Organizing Fungsi-fungsi Manajemen Tujuan Organisasi Efektif Efisien

Perbedaan pandangan dalam Fungsi-fungsi Manajemen Ernest Dale Richard W Griffin Nickels, McHugh & Mc Hugh Koontz & O ’Donnelly James AF Stoner George Terry Luther Gullick PLANNING ORGANIZING STAFFING CONTROLLING DIRECTING COORDINATING REPORTING Actuat ing Leading Directing INNOVATING REPRESENTING

Fungsi Operasional dalam Manajemen Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Pemasaran Manajemen Operasi/Produksi Manajemen Keuangan Manajemen Informasi

Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah

Manajemen Pemasaran Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan

Manajemen Produksi Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi

Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan

Manajemen Informasi Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat

Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan BAB II MANAJER DALAM KEGIATAN MANAJEMEN T U J U A N 1. Mengetahui fungsi manajer sebagai orang yang menjalankan kegiatan manajemen. 2. Mengetahui bahwa untuk dapat menjadi manajer yang baik, diperlukan keahlian- keahlian manajemen. 3. Mengetahui tingkatan-tingkatan manajemen secara hirarkis beserta keahlian manajerial yang diperlukan untuk setiap hirarkis tersebut 4. Mengetahui bahwa manajemen berdasarkan teori dan pengalaman dapat dipandang sebagai sebuah seni sekaligus sains 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Pengertian Manajer Manajer adalah orang yang melakukan kegiatan manajemen. Lebih lengkap lagi manajer adalah individu yang bertanggung jawab secara langsung untuk memastikan kegiatan dalam sebuah organisasi dijalankan bersama para anggota dari organisasi (Ernie&Kurniawan,2005)

Keahlian-keahlian Manajemen (Managerial Skills) Keahlian teknis (Technical skills) Keahlian berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarkat (Human Relation skills) Keahlian Konseptual (Conceptual skills) Keahlian dalam Pengambilan Keputusan (Decision Making-Skills) Keahlian dalam Mengelola Waktu (Time Management Skills)

Keahlian tambahan bagi Manajer Keahlian dalam Manajemen Global (Global Management Skills) Keahlian dalam hal teknologi (Technological Skills)

Tingkatan-tingkatan Manajemen Manajemen Tingkat Puncak Manajemen Tingkat Menengah Manajemen Tingkat Pertama atau Supervisi Manajemen Non-Supervisi

Tingkatan Manajemen dalam Bagan Organisasi Direktur Manajemen Tingkat Puncak Wakil Direktur Manajemen Tingkat Menengah Manajer Personalia Manajer Produksi Manajer Keuangan Manajer Pemasaran Supervisi Kelompok B Supervisi Kelompok A Manajemen Tingkat Pertama/ Supervisi Pegawai Teknis/Buruh Pegawai Teknis/Buruh Manajemen Non- Supervisi / Pelaksana Teknis

Manajemen: Sains atau Seni ? Manajemen sebagai Sains Pendekatan melalui tahapan sistematis berdasarkan keilmuan Umumnya memerlukan keahlian teknis, diagnostik dan pengambilan keputusan Manajemen sebagai Seni Pendekatan melalui intuisi dan perasaan berdasarkan pengalaman Umumnya memerlukan keahlian konseptual, kreatifitas dan komunikasi interpersonal

Menjadi Manajer: Pendidikan dan Pengalaman Pengalaman dalam berbagai jenis bagian, organisasi dan perusahaan Melalui Pendekatan pendidikan dan pelatihan Keberhasilan dalam mempelajari dan menggunakan keahlian-keahlian manajemen 20

PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN BAB III PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN T U J U A N Mengetahui secara umum perkembangan dalam ilmu manajemen. 2. Mengetahui kelompok besar pemikiran yang terdapat dalam ilmu manajemen beserta karakteristiknya. 3. Mengetahui berbagai kontributor manajemen kontemporer (management guru). 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Sejarah Ilmu Manajemen Peninggalan fisik sebagai ciri adanya implementasi ilmu manajemen; seperti Piramida di Mesir, Bangunan Ka’bah di Makkah, Tembok Cina, dan lain sebagainya Peninggalan fisik tersebut menggambarkan adanya aktifitas yang teratur dan bertahap di masa lalu yang saat ini dinamakan manajemen

Owen dan Babbage : Pionir Ilmu Manajemen Modern Robert Owen (1771-1858) Perlunya SDM dan Kesejahteraan Pekerja dalam sebuah organisasi Charles Babbage (1792-1871) Pentingnya Efisiensi dalam kegiatan Produksi, khususnya dalam penggunaan fasilitas dan material produksi

Tiga Kelompok Pemikiran Terdahulu dalam Ilmu Manajemen Perspektif Manajemen Klasik Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Ritel, dll Kelompok Manajemen Administrasi Perspektif Manajemen Perilaku Studi Howthorne Teori Relasi Manusia Teori Perilaku Kontemporer Perspektif Manajemen Kuantitatif Kelompok Manajemen Sains Kelompok Manajemen Operasi 21

Perspektif Manajemen Klasik Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik Frederich W Taylor (1856-1915) Time and Motion Studies, Piecework pay system, Empat Prinsip dasar Manajemen Ilmiah Frank Gilberth (1868-1924) dan Lilian Gilberth (1878-1972) Efisiensi dalam Produksi, Psikologi Industri, dan Manajemen SDM Henry L Gant (1861-1919) Empat Gagasan Peningkatan Manajemen,Gantt Chart, Harrington Emerson (1853-1931) 14 Prinsip Efisiensi Perspektif Manajemen Administrasi Henry Fayol (1841-1925) 14 Prinsip Fayol dalam Manajemen Lyndall Urwick (1891-1983) Panduan Manajemen (Managerial Guidelines) Max Weber (1864-1920) Birokrasi dalam Organisasi 21

Ilustrasi Time Motion Studies dan Piecework Pay System dari Taylor Pekerja Kemampuan Pengerjaan dan Jumlah Upah yang diterima A Karena mampu mengerjakan 25 Unit atau diatas standar, maka upah yang diterima adalah 25 unit x Rp. 2.000 = Rp. 50.000 B Karena pengerjaannya hanya 20 unit atau dibawah standar, maka upah yang diterima adalah 20 unit x Rp. 1.750 = Rp. 35.000 C Karena pengerjaannya sebanyak 24 Unit atau sesuai dengan standar, maka upah yang diterima adalah 24 unit x Rp. 2.000 = Rp. 48.000

4 Prinsip Taylor dalam Tahapan Merumuskan Pendekatan dalam setiap Jenis Pekerjaan untuk menggantikan pendekatan yang lama yang sudah dianggap baku Secara ilmiah dilakukan seleksi atas tenaga kerja dan pemberian pelatihan bagi tenaga kerja agar dapat menjalankan tugas sebagaimana dijelaskan dalam langkah pertama Memberikan pengarahan dan pemantauan atas pekerja untuk memastikan bahwa mereka melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan sesuai dengan standar Melanjutkan langkah-langkah pengerjaan sebagaimana yang telah dicapai pada langkah-langkah sebelumnya dengan menggunakan tenaga kerja yang mampu menyelesaikan pekerjaan sebagaimana mestinya

Empat Gagasan Gantt dalam Manajemen Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan pimpinan Seleksi ilmiah tenaga kerja atau karyawan Sistem insentif untuk merangsang produktifitas karyawan dan organisasi Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.

12 Prinsip Efisiensi Emerson Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas Kegiatan yang dilakukan harus masuk akal dan realistis Adanya staff yang memiliki kualifikasi yang tepat Adanya kedisiplinan Diberlakukannya pemberian kompensasi yang adil Perlu adanya laporan dari setiap kegiatan secara tepat, akurat, dan terpercaya, sehingga diperlukan semacam sistem informasi atau akuntansi. Adanya kejelasan dalam pemberian perintah, perencanaan dan pembagian kerja. Adanya penetapan standar dari setiap pekerjaan, baik dari segi kualitas kerja maupun waktu pengerjaan. Kondisi pekerjaan perlu distandardisasi. Kegiatan operasional harus juga distandardisasikan. Instruksi-instruksi praktis tertulis harus dibuat secara standar. Sebagai kompensasi atas efisiensi, perlu dibuat rencana pemberian insentif. 21

14 Prinsip Fayol dalam Manajemen Pembagian Kerja – yaitu adanya spesialisasi akan meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja Wewenang – yaitu adanya hak untuk memberi perintah dan dipatuhi. Disiplin – harus ada respek dan ketaatan pada peranan-peranan dan tujuan organisasi. Kesatuan Perintah – bahwa setiap pekerja hanya menerima instruksi tentang kegiatan tertentu dari hanya seorang atasan. Kesatuan Pengarahan – kegiatan operasional dala organisasi yang memiliki tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana. Meletakkan kepentingan perseorangan di bawah kepentingan umum – kepentingan perseorangan harus diupayakan agar senantiasa dibawah kepentingan organisasi. Artinya prioritas harus didahulukan untuk kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

14 Prinsip Fayol (lanjutan) Balas jasa – kompensasi untuk pekerjaan yang dilaksanakan harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik. Sentralisasi – adanya keseimbangan antara pendekatan sentraliasi dengan desentralisasi Garis wewenang (scalar system) – adanya garis wewenang dan perintah yang jelas. Order – sumber daya organisasi termasuk sumber daya manusianya, harus ada pada waktu dan tempat yang tepat. Penempatan orang-orang harus sesuai dengan pekerjaan yang akan dikerjakan. Keadilan – Perlakuan dalam organisasi harus sama dan tanpa ada diskriminasi Stabilitas Staf dalam Organisasi – perlu adanya kestabilan dalam menjalankan organisasi, tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Inisiatif – setiap pekerja harus diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya dan diberi kebebasan untuk merencanakan dan menjalankan tugasnya secara kreatif walaupun memungkinkan terjadi kesalahan. Esprit de Corps (semangat korps) – Prinsip ini menekankan bahwa pada dasarnya kesatuan adalah sebuah kekuatan. Pelaksanaan operasional organisasi perlu memiliki kebanggaan, kesetiaan, dan rasa memiliki dari para anggota yang tercermin pada semangat korps/kebersamaan.

Kesimpulan mengenai Perspektif Manajemen Klasik Kontribusi Manajemen Klasik spesialisasi pekerjaan studi mengenai masa dan beban kerja metode ilmiah dalam manajemen Dikenalnya fungsi-fungsi manajemen. Prosedur dan Birokrasi Keterbatasan Manajemen Klasik Kurang memperhatikan aspek kemanusiaan dari pekerja, seperti motif, tujuan, perilaku, dan lain sebagainya

Perspektif Manajemen Perilaku Hugo Munstberg (1863-1916) Pentingnya pemahaman psikologis khususnya motivasi para pekerja Studi Howthorne (Elton Mayo) Teori Perhatian (Attention Theory) Pekerja akan lebih produktif jika merasa diperhatikan Teori Penerimaan Sosial (Social Acceptance Theory) Pekerja akan menunjukkan produktifitas berdasarkan faktor penerimaan sosial Teori Relasi Manusia Hirarki Kebutuhan dari Abraham Maslow Teori X dan Y dari Douglas Mc Gregor Teori Perilaku Kontemporer Perhatian pada perilaku pekerja yang disebabkan oleh faktor psikologis, sosiologis, antropologis, dan lan sebagainya Melahirkan konsentrasi ilmu Perilaku Organisasi 21

Perspektif Manajemen Kuantitatif Kelompok Manajemen Sains Pengenalan penggunaan model matematis dalam kegiatan bisnis dan industri, seperti penentuan jumlah Teller dalam sebuah Bank (kasus Bank of England), peramalan atas volume penjualan, dan lain sebagainya Kelompok Manajemen Operasi Lanjutan dari kelompok Manajemen Sains Adanya fokus pada pendekatan kuantitatif untuk peningkatan efisiensi Dikenalnya pendekatan Analisa Break Even, Queuing Theory, dll 21

Teori Manajemen Kontemporer Perspektif Sistem dalam Manajemen Open System, Sub-Sistem, Sinergi dan Entropi Perspektif Kontingensi dalam Manajemen There is no such things as one best and general way on management

Perspektif Sistem dalam Manajemen Input dari Lingkungan: Bahan baku, SDM, informasi, uang Proses Transformasi: Sistem operasi, sistem administrasi, teknologi, sistem kontrol Output bagi Lingkungan: Barang/Jasa, Untung/Rugi, perilaku pekerja, output informasi Umpan Balik

Perspektif Sistem dalam Manajemen Sistem terbuka adalah sistem yang melakukan interaksi dengan lingkungan dimana kebalikannya, sistem tertutup tidak melakukan interaksi dengan lingkungan. Sub-sistem merupakan elemen-elemen dalam sistem organisasi atau manajemen yang satu sama lainnya saling berkaitan Sinergi adalah konsep yang menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan secara bersama-sama akan memberikan hasil yang lebih baik daripada jika hanya dikerjakan oleh seorang saja. Entropi adalah kondisi dimana organisasi mengalami penurunan produktifitas dan kualitasnya disebabkan ketidakmampuan dalam membaca dan beradaptasi dengan lingkungan.

Berbagai Isu kontemporer dalam Perkembangan Ilmu Manajemen Downsizing Diversity management Information Technology Globalization Ethics and Social Responsibility Managing for Quality Service Economy

Modern Management Guru John Aldair efektif leadership dan centered leadership Igor Ansoff strategic management, Ansoff Matrix Chris Argyris learning organization, single loop & double loop learning Chester Barnard organizational behavior and executive behavior Percy Barnevik Multinational corporate management system

Modern Management Guru (lanjutan) Christopher Bartlett Entrepreneurial organization Warren Bennis Adhocracy on Leadership and management Robert Blake Managerial grid Edward de Bono lateral thinking, valued monopolies dan lain sebagainya

PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN BAB III PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN T U J U A N Mengetahui secara umum perkembangan dalam ilmu manajemen. 2. Mengetahui kelompok besar pemikiran yang terdapat dalam ilmu manajemen beserta karakteristiknya. 3. Mengetahui berbagai kontributor manajemen kontemporer (management guru). 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Sejarah Ilmu Manajemen Peninggalan fisik sebagai ciri adanya implementasi ilmu manajemen; seperti Piramida di Mesir, Bangunan Ka’bah di Makkah, Tembok Cina, dan lain sebagainya Peninggalan fisik tersebut menggambarkan adanya aktifitas yang teratur dan bertahap di masa lalu yang saat ini dinamakan manajemen

Owen dan Babbage : Pionir Ilmu Manajemen Modern Robert Owen (1771-1858) Perlunya SDM dan Kesejahteraan Pekerja dalam sebuah organisasi Charles Babbage (1792-1871) Pentingnya Efisiensi dalam kegiatan Produksi, khususnya dalam penggunaan fasilitas dan material produksi

Tiga Kelompok Pemikiran Terdahulu dalam Ilmu Manajemen Perspektif Manajemen Klasik Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Ritel, dll Kelompok Manajemen Administrasi Perspektif Manajemen Perilaku Studi Howthorne Teori Relasi Manusia Teori Perilaku Kontemporer Perspektif Manajemen Kuantitatif Kelompok Manajemen Sains Kelompok Manajemen Operasi 21

Perspektif Manajemen Klasik Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik Frederich W Taylor (1856-1915) Time and Motion Studies, Piecework pay system, Empat Prinsip dasar Manajemen Ilmiah Frank Gilberth (1868-1924) dan Lilian Gilberth (1878-1972) Efisiensi dalam Produksi, Psikologi Industri, dan Manajemen SDM Henry L Gant (1861-1919) Empat Gagasan Peningkatan Manajemen,Gantt Chart, Harrington Emerson (1853-1931) 14 Prinsip Efisiensi Perspektif Manajemen Administrasi Henry Fayol (1841-1925) 14 Prinsip Fayol dalam Manajemen Lyndall Urwick (1891-1983) Panduan Manajemen (Managerial Guidelines) Max Weber (1864-1920) Birokrasi dalam Organisasi 21

Ilustrasi Time Motion Studies dan Piecework Pay System dari Taylor Pekerja Kemampuan Pengerjaan dan Jumlah Upah yang diterima A Karena mampu mengerjakan 25 Unit atau diatas standar, maka upah yang diterima adalah 25 unit x Rp. 2.000 = Rp. 50.000 B Karena pengerjaannya hanya 20 unit atau dibawah standar, maka upah yang diterima adalah 20 unit x Rp. 1.750 = Rp. 35.000 C Karena pengerjaannya sebanyak 24 Unit atau sesuai dengan standar, maka upah yang diterima adalah 24 unit x Rp. 2.000 = Rp. 48.000

4 Prinsip Taylor dalam Tahapan Merumuskan Pendekatan dalam setiap Jenis Pekerjaan untuk menggantikan pendekatan yang lama yang sudah dianggap baku Secara ilmiah dilakukan seleksi atas tenaga kerja dan pemberian pelatihan bagi tenaga kerja agar dapat menjalankan tugas sebagaimana dijelaskan dalam langkah pertama Memberikan pengarahan dan pemantauan atas pekerja untuk memastikan bahwa mereka melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan sesuai dengan standar Melanjutkan langkah-langkah pengerjaan sebagaimana yang telah dicapai pada langkah-langkah sebelumnya dengan menggunakan tenaga kerja yang mampu menyelesaikan pekerjaan sebagaimana mestinya

Empat Gagasan Gantt dalam Manajemen Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan pimpinan Seleksi ilmiah tenaga kerja atau karyawan Sistem insentif untuk merangsang produktifitas karyawan dan organisasi Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.

12 Prinsip Efisiensi Emerson Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas Kegiatan yang dilakukan harus masuk akal dan realistis Adanya staff yang memiliki kualifikasi yang tepat Adanya kedisiplinan Diberlakukannya pemberian kompensasi yang adil Perlu adanya laporan dari setiap kegiatan secara tepat, akurat, dan terpercaya, sehingga diperlukan semacam sistem informasi atau akuntansi. Adanya kejelasan dalam pemberian perintah, perencanaan dan pembagian kerja. Adanya penetapan standar dari setiap pekerjaan, baik dari segi kualitas kerja maupun waktu pengerjaan. Kondisi pekerjaan perlu distandardisasi. Kegiatan operasional harus juga distandardisasikan. Instruksi-instruksi praktis tertulis harus dibuat secara standar. Sebagai kompensasi atas efisiensi, perlu dibuat rencana pemberian insentif. 21

14 Prinsip Fayol dalam Manajemen Pembagian Kerja – yaitu adanya spesialisasi akan meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja Wewenang – yaitu adanya hak untuk memberi perintah dan dipatuhi. Disiplin – harus ada respek dan ketaatan pada peranan-peranan dan tujuan organisasi. Kesatuan Perintah – bahwa setiap pekerja hanya menerima instruksi tentang kegiatan tertentu dari hanya seorang atasan. Kesatuan Pengarahan – kegiatan operasional dala organisasi yang memiliki tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana. Meletakkan kepentingan perseorangan di bawah kepentingan umum – kepentingan perseorangan harus diupayakan agar senantiasa dibawah kepentingan organisasi. Artinya prioritas harus didahulukan untuk kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

14 Prinsip Fayol (lanjutan) Balas jasa – kompensasi untuk pekerjaan yang dilaksanakan harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik. Sentralisasi – adanya keseimbangan antara pendekatan sentraliasi dengan desentralisasi Garis wewenang (scalar system) – adanya garis wewenang dan perintah yang jelas. Order – sumber daya organisasi termasuk sumber daya manusianya, harus ada pada waktu dan tempat yang tepat. Penempatan orang-orang harus sesuai dengan pekerjaan yang akan dikerjakan. Keadilan – Perlakuan dalam organisasi harus sama dan tanpa ada diskriminasi Stabilitas Staf dalam Organisasi – perlu adanya kestabilan dalam menjalankan organisasi, tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Inisiatif – setiap pekerja harus diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya dan diberi kebebasan untuk merencanakan dan menjalankan tugasnya secara kreatif walaupun memungkinkan terjadi kesalahan. Esprit de Corps (semangat korps) – Prinsip ini menekankan bahwa pada dasarnya kesatuan adalah sebuah kekuatan. Pelaksanaan operasional organisasi perlu memiliki kebanggaan, kesetiaan, dan rasa memiliki dari para anggota yang tercermin pada semangat korps/kebersamaan.

Kesimpulan mengenai Perspektif Manajemen Klasik Kontribusi Manajemen Klasik spesialisasi pekerjaan studi mengenai masa dan beban kerja metode ilmiah dalam manajemen Dikenalnya fungsi-fungsi manajemen. Prosedur dan Birokrasi Keterbatasan Manajemen Klasik Kurang memperhatikan aspek kemanusiaan dari pekerja, seperti motif, tujuan, perilaku, dan lain sebagainya

Perspektif Manajemen Perilaku Hugo Munstberg (1863-1916) Pentingnya pemahaman psikologis khususnya motivasi para pekerja Studi Howthorne (Elton Mayo) Teori Perhatian (Attention Theory) Pekerja akan lebih produktif jika merasa diperhatikan Teori Penerimaan Sosial (Social Acceptance Theory) Pekerja akan menunjukkan produktifitas berdasarkan faktor penerimaan sosial Teori Relasi Manusia Hirarki Kebutuhan dari Abraham Maslow Teori X dan Y dari Douglas Mc Gregor Teori Perilaku Kontemporer Perhatian pada perilaku pekerja yang disebabkan oleh faktor psikologis, sosiologis, antropologis, dan lan sebagainya Melahirkan konsentrasi ilmu Perilaku Organisasi 21

Perspektif Manajemen Kuantitatif Kelompok Manajemen Sains Pengenalan penggunaan model matematis dalam kegiatan bisnis dan industri, seperti penentuan jumlah Teller dalam sebuah Bank (kasus Bank of England), peramalan atas volume penjualan, dan lain sebagainya Kelompok Manajemen Operasi Lanjutan dari kelompok Manajemen Sains Adanya fokus pada pendekatan kuantitatif untuk peningkatan efisiensi Dikenalnya pendekatan Analisa Break Even, Queuing Theory, dll 21

Teori Manajemen Kontemporer Perspektif Sistem dalam Manajemen Open System, Sub-Sistem, Sinergi dan Entropi Perspektif Kontingensi dalam Manajemen There is no such things as one best and general way on management

Perspektif Sistem dalam Manajemen Input dari Lingkungan: Bahan baku, SDM, informasi, uang Proses Transformasi: Sistem operasi, sistem administrasi, teknologi, sistem kontrol Output bagi Lingkungan: Barang/Jasa, Untung/Rugi, perilaku pekerja, output informasi Umpan Balik

Perspektif Sistem dalam Manajemen Sistem terbuka adalah sistem yang melakukan interaksi dengan lingkungan dimana kebalikannya, sistem tertutup tidak melakukan interaksi dengan lingkungan. Sub-sistem merupakan elemen-elemen dalam sistem organisasi atau manajemen yang satu sama lainnya saling berkaitan Sinergi adalah konsep yang menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan secara bersama-sama akan memberikan hasil yang lebih baik daripada jika hanya dikerjakan oleh seorang saja. Entropi adalah kondisi dimana organisasi mengalami penurunan produktifitas dan kualitasnya disebabkan ketidakmampuan dalam membaca dan beradaptasi dengan lingkungan.

Berbagai Isu kontemporer dalam Perkembangan Ilmu Manajemen Downsizing Diversity management Information Technology Globalization Ethics and Social Responsibility Managing for Quality Service Economy

Modern Management Guru John Aldair efektif leadership dan centered leadership Igor Ansoff strategic management, Ansoff Matrix Chris Argyris learning organization, single loop & double loop learning Chester Barnard organizational behavior and executive behavior Percy Barnevik Multinational corporate management system

Modern Management Guru (lanjutan) Christopher Bartlett Entrepreneurial organization Warren Bennis Adhocracy on Leadership and management Robert Blake Managerial grid Edward de Bono lateral thinking, valued monopolies dan lain sebagainya

TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA MANAJEMEN BAB V TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA MANAJEMEN T U J U A N Mengetahui tanggung jawab sosial yang dihadapi oleh organisasi bisnis 2. Mengetahui konsep dasar etika manajemen dan kaitannya dengan tanggung jawab sosial dari perusahaan. 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan eksternal perusahaan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka penjagaan lingkungan, norma masyarakat, partisipasi pembangunan, serta berbagai bentuk tanggung jawab sosial lainnya.

Pro Kontra mengenai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan No Pandangan Kelompok yang Pro terhadap tanggung jawab sosial dari Organisasi Bisnis Pandangan Kelompok yang Kontra 1 Kegiatan bisnis seringkali menimbulkan masalah, oleh karena itu sudah semestinyalah perusahaan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya Perusahaan tidak memiliki ahli yang mengkhususkan dalam bidang sosial dan kemasyarakatan, oleh karena itu sulit bagi perusahaan untuk ikut bertanggung jawab 2 Perusahaan adalah bagian dari lingkungan sosial masyarakat, oleh karena itu sudah semestinya ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi di masyarakat Perusahaan yang ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam lingkungan sosial masyarakat justru akan memiliki kekuatan untuk mengontrol masyarakat, dan itu indikasi yang kurang baik secara Sosial 3 Perusahaan biasanya memiliki sumber daya untuk menyelesaikan masalah di lingkungan sosial masyarakat Akan banyak terdapat konflik kepentingan di masyarakat jika perusahaan terlibat dalam aktifitas sosial 4 Perusahaan adalah partner dari lingkungan sosial kemasyarakatan, sebagaimana halnya juga pemerintah dan masyarakat lain pada umumnya Tujuan perusahaan bukan untuk motif sosial, akan tetapi untuk memperoleh profit dan mencapai tujuan yang diharapkan oleh para pemilik perusahaan Sumber: Fundamentals of Managemenet, Ricky W Griffin, Houghton Mifflin Company, 2000, p.41

Strategi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Rendah ----------------Tingkat Tanggung Jawab Sosial-------------- Tinggi Reaktif Cenderung Menolak tanggung Jawab Sosial Akomodatif Melakukan tanggung jawab sosial untuk menghindari tekanan dari masyarakat Defensif Cenderung membela diri dalam menghindari tanggung jawab sosial Proaktif Mengambil inisiatif dalam tanggung jawab sosial; Membentuk model industri yang bertanggung jawab sosial Sumber: Management, Robert Kreitner, 5th edition, Houghton Mifflin Company, 1992

Strategi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Strategi Reaktif Kegiatan bisnis yang melakukan strategi reaktif dalam tanggung jawab sosial cenderung menolak atau menghindarkan diri dari tanggung jawab sosial Strategi Defensif Strategi defensif dalam tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan terkait dengan penggunaan pendekatan legal atau jalur hukum untuk menghindarkan diri atau menolak tanggung jawab sosial . Strategi Akomodatif Strategi Akomidatif merupakan tanggung jawab sosial yang dijalankan perusahaan dikarenakan adanya tuntutan dari masyarakat dan lingkungan sekitar akan hal tersebut Strategi Proaktif Perusahaan memandang bahwa tanggung jawab sosial adalah bagian dari tanggung jawab untuk memuaskan stakeholders. Jika stakeholders terpuaskan, maka citra positif terhadap perusahaan akan terbangun.

Manfaat Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Manfaat bagi Perusahaan Citra Positif Perusahaan di mata masyarakat dan pemerintah Manfaat bagi Masyarakat Selain kepentingan masyarakat terakomodasi, hubungan masyarakat dengan perusahaan akan lebih erat dalam situasi win-win solution. Manfaat bagi Pemerintah Memiliki partner dalam menjalankan misi sosial dari pemerintah dalam hal tanggung jawab sosial.

Dimensi Etika dalam Manajemen Etika adakah pandangan , keyakinan dan nilai akan sesuatu yang baik dan buruk, benar dan salah (Griffin) Etika Manajemen adalah standar kelayakan pengelolaan organisasi yang memenuhi kriteria etika.

Nilai Personal sebagai standar Etika Nilai (Values) sendiri pada dasarnya merupakan pandangan ideal yang mempengaruhi cara pandang, cara berfikir dan perilaku dari seseorang. Nilai Personal atau Personal Values pada dasarnya merupakan cara pandang, cara pikir, dan keyakinan yang dipegang oleh seseorangsehubungan dengan segala kegiatan yang dilakukannya Nilai Personal terdiri dari nilai terminal dan nilai instrumental. Nilai terminal pada dasarnya merupakan pandangan dan cara berfikir seseorang yang terwujud melalui perilakunya, yang didorong oleh motif dirinya dalam meraih sesuatu. Nilai instrumental adalah pandangan dan cara berfikir seseorang yang berlaku untuk segala keadaan dan diterima oleh semua pihak sebagai sesuatu yang memang harus diperhatikan dan dijalankan.

Penelitian Empiris mengenai Nilai Terminal dan Nilai Instrumental (Kreitner,1992) Responden dari 220 manajer beranggapan bahwa nilai-nilai terminal yang perlu untuk dimiliki adalah (1) kejujuran (2) tanggung jawab (3) kapabilitas (4) ambisi dan (5) independensi Responden dari 220 manajer beranggapan bahwa nilai-nilai instrumental yang perlu dimiliki adalah (1) penghargaan terhadap pribadi (2) keamanan dan kesejahteraan keluarga pekerja (3) kebebasan dan kemerdekaan (4) dorongan untuk meraih sesuatu dan (5) kebahagiaan

Konflik Nilai Konflik intrapersonal pada dasarnya terjadi umumnya di dalam individu dan antar individu. Konflik individu-organisasi pada dasarnya merupakan konflik yang terjadi pada saat nilai yang dianut oleh individu berbenturan dengan nilai yang harus ditanamkan oleh perusahaan Konflik antar Budaya pada dasarnya merupakan konflik antar individu maupun antara individu dengan organisasi yang disebabkan oleh adanya perbedaan budaya diantara individu yang bersangkutan atau juga organisasi yang bersangkutan

Berbagai isu seputar etika manajemen Penggunaan obat-obatan terlarang Pencurian oleh Para Pekerja atau Korupsi Konflik Kepentingan Pengawasan Kualitas atau Quality Control Penyalahgunaan informasi yang bersifat rahasia Penyelewengan dalam pencatatan keuangan Penyalahgunaan penggunaan asset perusahaan Pemecatan tenaga kerja Polusi Lingkungan Cara bersaing dari Perusahaan yang dianggap tidak etis Penggunaan pekerja atau tenaga kerja di bawah umur Pemberian hadiah kepada pihak-pihak tertentu yang terkait dengan pemegang kebijakan. dan lain sebagainya

Model Penilaian Etika (Griffin,2002) Data Gathering Pengumpulan Data mengenai tindakan atau kegiatan yang dilakukan Apakah tindakan atau kegiatan yang dilakukan memenuhi 4 kriteria dalam etika : Manfaat : Apakah tindakan tersebut memberikan manfaat dan kepuasan bagi semua pihak ? Pemenuhan Hak : Apakah tindakan yang dilakukan menjamin terpenuhinya dan terpeliharanya hak-hak dari semua pihak ? Keadilan : Apakah tindakan yang dilakukan adil bagi semua pihak ? Pemeliharaan : Apakah tindakan yang dilakukan konsisten dengan tanggung jawab pemeliharaan dalam berbagai hal ? Analysis Tidak dalam seluruh kriteria Tidak dalam satu atau beberapa kriteria Ya, dalam seluruh kriteria Apakah ada faktor yang menyebabkan kriteria tidak terpenuhi sehingga dapat dimaklumi ? Apakah kriteria yang terpenuhi lebih penting dibandingkan kriteria lain? Apakah ada faktor diluar kemampuan organisasi yang menyebabkan sebagian kriteria tidak terpenuhi ? Tidak Ya Penilaian Tidak Etis Etis

Upaya perwujudan dan peningkatan etika manajemen Pelatihan etika Advokasi etika Kode Etik Keterlibatan Publik dalam Etika Manajemen Perusahaan

FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BAB VI FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN T U J U A N Mengetahui konsep dasar mengenai perencanaan dalam manajemen organisasi. 2. Mengetahui jenis-jenis perencanaan dan bagaimana perencanaan dilaksanakan 3. Mengetahui alat-alat bantu manajemen dalam kegiatan perencanaan 4. Mengetahui cara-cara penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Pengertian Perencanaan Perencanaan atau Planning adalah sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi (Robbins dan Coulter ,2002) Perencanaan dapat dilihat dari 3 hal, yaitu proses, fungsi manajemen, dan pengambilan keputusan. (Ernie&Kurniawan,2005) Dari sisi proses, fungsi perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan dicapai. Dari sisi fungsi manajemen, perencanaan adalah fungsi dimana pimpinan menggunakan pengaruh atas wewenangnya untuk menentukan atau merubah tujuan dan kegiatan organisasi. Dari sisi pengambilan keputusan, perencanaan merupakan pengambilan keputusan untuk jangka waktu yang panjang atau yang akan datang mengenai apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana dan siapa yang akan melakukannya, dimana keputusan yang diambil belum tentu sesuai hingga implementasi perencaan tersebut dibuktikan di kemudian hari.

Fungsi atau Manfaat dari Perencanaan Pengarah Organisasi Minimalisasi Ketidakpastian Minimalisasi inefisiensi sumber daya Penetapan Standar dalam Pengawasan Kualitas

Persyaratan Perencanaan (Planning Requirements) Faktual dan Realistis Logis dan Rasional Fleksibel Komitmen Komprehensif atau menyeluruh

Peran Tujuan dan Rencana dalam Proses Perencanaan Tujuan (Goals) pada dasarnya adalah hasil akhir yang diharapkan dapat diraih atau dicapai oleh individu, kelompok atau seluruh organisasi. Rencana (Plans) adalah segala bentuk konsep dan dokumentasi yang menggambarkan bagaimana tujuan akan dicapai dan bagaimana sumber daya perusahaan akan dialokasikan, penjadualan dari proses pencapaian tujuan, hingga segala hal yang terkait dengan pencapaian tujuan

Jenis-jenis Tujuan Berdasarkan jumlah Berdasarkan Kejelasan Tujuan tunggal (single goals) dan Tujuan yang banyak (multiple goals) Berdasarkan Kejelasan Tujuan yang dinyatakan (stated goals) dan rujuan yang aktual atau nyata (real goals) Berdasarkan Keluasan dan Waktu Pencapaian Tujuan Strategis (strategic goals), Tujuan Taktis (tactical goals), dan Tujuan Operasional (operational goals)

Jenis-jenis Rencana Berdasarkan Keluasan dan Waktu Pencapaian Rencana Strategis (Jangka Panjang), Rencana Taktis (jangka Menengah) dan Rencana Operasional (Jangka Pendek) Berdasarkan Kejelasan Rencana Spesifik (Specific Plans) Rencana Direktif (Directive Plans) Berdasarkan Frekuensi Penggunaan Rencana Sekali Pakai (single-use plans), dan Rencana yang dipergunakan secara terus-menerus (standing plans)

Hubungan antara Rencana dan Tujuan Tujuan Organisasi Tujuan Strategis (Jangka Panjang) Tujuan Taktis (Jangka Menengah) Tujuan Operasional (Jangka Pendek) Rencana Strategis Rencana Taktis Rencana Operasional

Pendekatan dalam Penetapan Tujuan Pendekatan Tradisional (Traditional Goal Setting) Pendekatan Manajemen Berdasarkan Sasaran/Tujuan (Management by Objectives)

Pendekatan Tradisional dalam Penetapan Tujuan Kita memerlukan peningkatan kinerja perusahaan Tujuan Manajemen Puncak Kami ingin melihat peningkatan signifikan pada keuntungan dalam divisi kami Tujuan Manajemen Divisi Tingkatkan Keuntungan bagaimanapun caranya Tujuan Manajemen Departemen Tujuan Pekerja secara Individual Jangan khawatirkan kualitas, bekerjalah dengan cepat

Pendekatan MBO Perencanaan Bersama Penentuan Tujuan Penentuan Standar Pemilihan Kegiatan Pelaksanaan pada setiap Pihak Bawahan Menunjukkan kinerja terbaik Pimpinan memberikan pengarahan Evaluasi Bersama Analisa Hasil yang dicapai Mendiskusikan akibat dari hasil yang dicapai Memperbaharui siklus MBO Pimpinan dan Bawahan

Kekuatan dan Kelemahan MBO MBO melakukan integrasi fungsi perencanaan dan pengawasan ke dalam suatu sistem yang rasional dalam manajemen MBO mendorong organisasi untuk menentukan tujuan dari tingkatan atas hingga tingkatan bawah dari manajemen MBO memfokuskan pada hasil akhir daripada niat yang baik maupun faktor personal. MBO mendorong adanya manajemen diri dan komitmen dari setiap orang melalui partisipasi pada setiap tingkatan manajemen dalam penentuan tujuan MBO dianggap terlalu menyederhanakan kegiatan dengan berusaha untuk menyelesaikan segala sesuatu. MBO secara cepat akan ditolak oleh manajer yang memiliki gaya otoriter (yang bisa saja disebabkan karena orang-orang yang bertipe X dari McGregor) dan oleh mereka yang menerapkan birokrasi yang tidak fleksibel dan ketat. MBO memerlukan banyak waktu dan usaha dalam implementasinya MBO dapat menjadi tantangan bagi manajer yang kurang memiliki kualifikasi yang baik.

Beberapa Alat Bantu perencanaan Bagan Arus (Flow Chart) Bagan Gantt (Gantt Chart) Jaringan PERT (PERT Network) dll

Contoh Bagan Arus (Flow Chart) Mulai Perlu Buku Bacaan? Tidak Berhenti Ya Beli Buku Bacaan ? Tidak Pinjam Ya Membeli Buku Bacaan yang diinginkan Membaca Buku Yang diinginkan Selesai

Keterangan : Bagian yang diarsir menunjukkan waktu pengerjaan Contoh Bagan Gantt Pekerjaan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 I II III IV 1. Pembelian Bahan Baku 2. Proses Produksi 3. Pergudangan 4. Pengiriman Keterangan : Bagian yang diarsir menunjukkan waktu pengerjaan

Contoh Jaringan PERT 2 5 8 Te=6 Te=2 Te=2 1 3 6 9 10 Te=7 ¼ Te=1 F 8 Te=6 Te=2 Te=2 A 1 B 3 D 6 G 9 H 10 I Te=7 ¼ Te=1 Te=5 ¼ Te=2¼ Te=4 ¼ 4 E 7 Te=3 Te=1 = Kegiatan-kegiatan(Activites) dalam kerangka PERT, dimana pada contoh diatas dapat memerlukan waktu pengerjaan antara 1 hari hingga 7 ¼ hari. = Kejadian-kegiatan (Events) yang menjadi indikator sebelum kegiatan dilaksanakan. Misalnya, setelah kejadian A terjadi, maka pengerjaan kegiatan 1 dapat dilaksanakan, dan seterusnya. Te = Waktu Pengerjaan Kegiatan berdasarkan Te. Dari contoh diatas terdapat waktu pengerjaan berdasarkan Te yang berbeda-beda, dari mulai 1 hari hingga paling lama 7 ¼ hari. Secara keseluruhan contoh pengerjaan berdasarkan Jaringan PERT diatas akan membutuhkan waktu selama 21 ¾ hari yaitu dengan menjumlahkan salah satu jalur jaringan untuk waktu yang terpanjang, yaitu Te1=4 ¼ + Te2=6 + Te5=2 + Te8=2 + Te9=5 ¼ + Te10=2 ¼ sehingga total keseluruhannya adalah 21 ¾ hari.

Penyelesaian Masalah dan Pengambilan Keputusan Masalah vs Gejala “ if we fail to identify the problem, we will fail to solve the problem “ Penentuan faktor Penyebab Pendekatan dalam Penyelesaian Masalah Pengambilan Keputusan atas alternatif penyelesaian Masalah

Lingkungan dan Pengambilan Keputusan Keputusan pada saat Keadaan yang pasti (certainty) Keputusan pada saat Keadaan yang tidak pasti (uncertainty) Keputusan pada saat Keadaan mengandung resiko (risky condition)

Proses Pengambilan Keputusan INVESTIGASI SITUASI Identifikasi Masalah Diagnosa Penyebab Identifikasi Tujuan dari Keputusan yang akan diambil PENENTUAN ALTERNATIF Identifikasi berbagai altenatif keputusan Evaluasi belum dilakukan pada tahap ini 2 1 IMPLEMENTASI DAN PENGAWASAN Rencana Implementasi Impelementasi dari Rencana yang telah dibuat Pengawasan terhadap langkah implementasi PENILAIAN ALTERNATIF DAN PENENTUAN KEPUTUSAN Evaluasi dan Penilaian alternatif yang ada Penentuan Alternatif yang terbaik 3 4

Tahapan Evaluasi Alternatif TIDAK Batalkan alternatif TIDAK Batalkan alternatif YA TIDAK Batalkan alternatif Apakah alternatif yang ada memungkinkan ? YA Apakah alternatif yang ada memuaskan ? YA Lakukan Evaluasi Lanjutan Apakah alternatif yang ada memberikan kemungkinan hasil yang positif atau netral ?

Keterbatasan dalam Pengambilan Keputusan Keterbatsan Dalam Pengambilan Keputusan yang rasional Keterbatsan Dalam Pengambilan Keputusan Keterbatsan Dalam Pengambilan Keputusan Keterbatsan Dalam Pengambilan Keputusan Keterbatasan Sumber Daya Kelebihan Informasi Keterbatasan Ingatan Masalah Keahlian

Memperbaiki Keputusan Penggunaan Aturan terhadap Alternatif Keputusan Kriteria Prioritas, Kriteria Minimum Pengujian Terhadap Berbagai Alternatif Keputusan Pengambilan Keputusan secara berkelompok Teknik Curah Ide, Teknik Kelompok Nominal, Teknik Delphi,dll

MANAJEMEN STRATEGIS PERUSAHAAN BAB VII MANAJEMEN STRATEGIS PERUSAHAAN T U J U A N 1. Mengetahui konsep dasar strategi, komponen-komponen strategi, dan bagaimana strategi disusun. 2.Mengetahui bagaimana manajemen stategis dijalankan. 3.Mengetahui berbagai jenis strategi berdasarkan tingkat perusahaan atau korporat, pada tingkat bisnis, dan tingkat fungsional. 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Pengertian Strategi Strategi adalah rencana komprehensif untuk mencapai tujuan organisasi. Strategy is a Comprehensive Plan for accomplishing an organization’s goals (Griffin)

Komponen Strategi kompetensi yang berbeda (distinctive competence) ruang lingkup (scope) ditribusi sumber daya (resource deployment).

Stoner, Freeman, & Gilbert (1995) Jenis-jenis Strategi strategi pada tingkat perusahaan (corporate-level strategy) kedua strategi pada tingkat bisnis (bisnis-level strategy) strategi pada tingkat fungsional (functional level strategy) Griffin (2000) Stoner, Freeman, & Gilbert (1995)

Tiga Tingkatan Strategi Strategi di Tingkat Perusahaan Strategi di Tingkat Fungsional Strategi di Tingkat Bisnis Multibusiness Corporation Strategic Business Unit Research and Development Production / Operation Marketing Finance Stoner, Freeman,& Gilbert (1995)

Proses Penyusunan Strategi Penilaian Keperluan Penyusunan Strategi Analisis Situasi Internal dan Eksternal Pemilihan Strategi Implementasi

Pilihan Strategi berdasarkan analisa SWOT Kekuatan Turn-Around Strategy Aggresive Strategy Tantangan Peluang Defensive Strategy Turn-Around Strategy Kelemahan

Proses Manajemen Strategis Penentuan Tujuan Perencanaan Strategi Penyusunan Strategi Administrasi Implementasi Strategi Pengendalian Strategi

Strategi di tingkat Korporat Strategi Portfolio (Portfolio Strategy) Acquisition Unrelated diversification Matrix BCG based Strategy Strategi Utama (Main Strategy) Growth Strategy Stability Strategy Retrenchment Strategy

? BCG Matrix Pangsa Pasar Relatif Tinggi Rendah Tingkat Pertumbuhan Pasar Rendah

BCG Matrix (lanjutan) Question Mark. Pada saat perusahaan mendapatkan penilaian question mark atau tanda tanya, ini berarti bahwa dapat tidaknya perusahaan melanjutkan bisnis yang sedang dijalankan sangat bergantung misalnya pada kondisi keuangan yang ada. Hal tersebut dikarenakan bahwa perusahaan memerlukan tambahan dana untuk meningkatkan pangsa pasar disaat pertumbuhan pasar dari bisnis yang dijalankannya tinggi. Star. Pada saat perusahaan mengalami kondisi dengan indikator star atau bintang, ini berarti bahwa perusahaan tengah meraih kesuksesan dalam bisnisnya. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan pasar dalam bisnis yang dijalankan mampu diimbangi dengan kemampuan perusahaan untuk meraih pangsa pasar yang tinggi pula. Cash Cow. Pada saat perusahaan mengalami dengan indikator cash cow , perusahaan mengalami kesukesan yang tinggi dengan memperoleh pendapatan yang berlebih dari pangsa pasar yang tinggi sekalipun pertumbuhan pasar relatif rendah. Dalam keadaan seperti ini, perusahaan tidak memerlukan investasi yang berlebih dalam bisnis ini. Sebaliknya, ketersediaan dana yang dimiliki oleh perusahaan dapat dialokasikan untuk kegiatan bisnis yang lain. Dogs. Pada saat perusahaan mengalami kondisi dengan indikator dogs atau anjing, perusahaan mengalami kondisi yang buruk dalam sektor bisnis yang dijalankannya. Selain pangsa pasar yang rendah, pertumbuhan pasarnya juga rendah. Bisnis pada sektor ini seringkali disubsidi dari bisnis pada sektor lain yang mungkin dijalankan oleh perusahaan. Pada kondisi seperti ini, perusahaan sebaiknya menutup bisnis yang dijalankan.

Strategi di tingkat Bisnis Framework of Five Forces Factors Model by Porter Alternative Strategy: Positioning Strategy Cost Leadership Strategy Differentiation Strategy Business Focus Strategy Adaptive Strategy Defenders Strategy Prospectors Strategy Analyzers Strategy Reactors Strategy

Strategi di tingkat Bisnis Perusahaan untuk Produk Substituti Pelanggan Persaingan dalam Bisnis yang sama Potensi Pendatang Baru Pemasok untuk faktor input Five Forces Factor’s model of Porter

Strategi di tingkat Fungsional (Direct Strategy) Kesamaan Pasar Kesamaan Sumber

DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI BAB VIII DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI T U J U A N Mengetahui tujuan dari pengambilan keputusan yang terkait dengan desain organisasi 2. Mengetahui keterkaitan antara pembagian kerja, departementalisasi, hirarki dan kordinasi. 3. Mengetahui faktor utama dalam desain organisasi 4. Mengetahui konsep dasar dari sebuah struktur organisasi dan beberapa pendekatan dalam mendesain organisasi 5. Mengetahui keberadaan organisasi informal dalam sebuah organisasi. 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Konsep Dasar Pengorganisasian Dalam fungsi pengorganisasian, manajer mengalokasikan keseluruhan sumber daya organisasi sesuai dengan rencana yang telah dibuat berdasarkan suatu kerangka kerja organisasi tertentu. Kerangka kerja tersebut dinamakan sebagai Desain Organisasi. Bentuk Spesifik dari kerangka kerja organisasi dinamakan dengan Struktur Organisasi. Stuktur Organisasi pada dasarnya merupakan desain organisasi dimana manajer melakukan alokasi sumber daya organisasi, terutama yang terkait dengan pembagian kerja dan sumber daya yang dimiliki organisasi, serta bagaimana keseluruhan kerja tersebut dapat dikordinasikan dan dikomunikasikan

Contoh dari Bagan Organisasi Direktur Manajer Keuangan Manajer Produksi Manajer Pemasaran Manajer SDM Bagian Penjualan Bagian Promosi

Empat Pilar Pengorganisasian (Four Building Blocks of Organizing) Pilar Pertama : pembagian kerja (division of work) Pilar Kedua : Pengelompokan Pekerjaan (Departmentalization) Pilar Ketiga : penentuan relasi antar bagian dalam organisasi (hierarchy) Pilar Keempat : penentuan mekanisme untuk mengintegrasikan aktifitas antar bagian dalam organisasi atau koordinasi (coordination)

Pilar Pertama : Pembagian kerja (division of work) Pembagian Kerja adalah Upaya untuk menyederhanakan dari keseluruhan kegiatan dan pekerjaan (yang telah disusun dalam proses perencanaan) --yang mungkin saja bersifat kompleks—menjadi lebih sederhana dan spesifik dimana setiap orang akan ditempatkan dan ditugaskan untuk setiap kegiatan yang sederhana dan spesifik tersebut

Kadangkala Pembagian Kerja dinamakan dengan Pembagian Tenaga Kerja, namun lebih sering digunakan Pembagian Kerja karena yang dibagi-bagi adalah pekerjaannya, bukan orangnya. Contoh dari Pembagian Kerja misalnya Pembagian Kerja dalam Bisnis Restoran, pembagian kerja dapat berupa pembagian kerja untuk bagian dapur, pelayanan pelanggan di meja makan, kasir, dan lain sebagainya

Pilar Kedua: Pengelompokan Pekerjaan ( Departmentalization) Setelah pekerjaan dispesifikkan, maka kemudian pekerjaan-pekerjaan tersebut dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu yang sejenis Pengelompokan Pekerjaan atau Departementalisasi pada dasarnya adalah Proses pengelompokkan dan penamaan bagian atau kelompok pekerjaan berdasarkan kriteria tertentu

Sebagai contoh, untuk bisnis restoran : pencatatan menu, pemberitahuan menu kepada bagian dapur, hingga pengiriman makanan dari bagian dapur kepada pelanggan di meja makan dapat dikelompokkan menjadi satu departemen tertentu, katakanlah bagian Pelayan

Contoh Pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan dalam Bisnis Restoran Memasak makanan berdasarkan berbagai menu Membeli bahan-bahan mentah seperti sayuran, lauk-pauk, buah-buahan, minyak goring, es batu, dan lain sebagainya Menuliskan menu yang dipesan pelanggan Mengantarkan makanan pesanan kepada meja pelanggan Menerima pembayaran dari pelanggan Membuat laporan keuangan harian Membuat laporan keuangan bulanan Contoh Pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan dalam Bisnis Restoran Membeli bahan-bahan mentah seperti sayuran, lauk-pauk, buah-buahan, minyak goreng, es batu, dan lain sebagainya. Memasak makanan berdasarkan berbagai menu Menuliskan menu yang dipesan pelanggan Mengantarkan makanan pesanan kepada meja pelanggan Proses Job Specialization /Division of Work Proses Job Departmentalization Menerima pembayaran dari pelanggan Membuat laporan keuangan harian Membuat laporan keuangan bulanan Bagian Keuangan Bagian Pelayanan Bagian Dapur

Pilar Ketiga : Penentuan Relasi antar bagian dalam Organisasi (Hierarchy) Hierarcy adalah Proses penentuan relasi antar bagian dalam organisasi, baik secara vertikal maupun secara horisontal. Terdapat 2 konsep penting dalam Hierarcy, yaitu : Span of management control atau span of control Chain of Command

Penentuan Hirarki dalam Bisnis Restoran Atasan yang mengkordinasikan Kepala Restoran Bagian Keuangan Bagian Pelayanan Bagian Dapur Memerlukan 1 orang 3 orang 2 orang Bawahan yang membantu

Span of management control terkait dengan jumlah orang atau bagian di bawah suatu departemen yang akan bertanggung jawab kepada departemen atau bagian tertentu Chain of command juga menunjukkan garis perintah dalam sebuah organisasi dari hirarki yang paling tinggi misalnya hingga hirarki yang paling rendah. chain of command juga menjelaskan bagaimana batasan kewenangan dibuat dan siapa dan bagian mana akan melapor ke bagian mana.

Contoh : Chain of Command dari Bisnis Restoran Kepala Restoran Bagian Keuangan Bagian Pelayanan Bagian Dapur 1 orang 3 orang 2 orang Pelayan 1 Pelayan 2 Pelayan 3 Belanja Memasak Chain of Command

Jenis-jenis Hirarki Hirarki Vertikal (Tall Hierarchy) Hirarki Horisontal (Flat Hierarchy)

Hirarki Vertikal dan Horisontal B C D E Hirarki Vertikal F G H I J K L Hirarki Horisontal Hirarki Vertikal dan Horisontal

Pilar Keempat : Koordinasi (Coordination) Koordinasi adalah proses dalam mengintegrasikan seluruh aktifitas dari berbagai departemen atau bagian dalam organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif the process of integrating the activities of separate departments in order to pursue organizational goals effectively (Stoner, Freeman & Gilbert, 1995)

Faktor-faktor yang memengaruhi Struktur Organisasi Strategi Organisasi Skala Organisasi Teknologi Lingkungan

Beberapa pendekatan dalam Departementalisasi Berdasarkan Fungsional Berdasarkan Produk Berdasarkan Pelanggan Berdasarkan Geografis Berdasarkan Matriks

Departementalisasi berdasarkan Fungsi Direktur Utama PT ABC Manajer Keuangan Manajer Produksi Manajer Pemasaran Manajer SDM Bagian Penjualan Bagian Promosi Functional Departmentalization Bagian Produksi Bagian Pergudangan Rekrutmen dan Seleksi Pelatihan dan Pengembangan

Departementalisasi berdasarkan Produk Direktur Utama PT ABC Manajer Keuangan Manajer Produksi Manajer Pemasaran Manajer SDM Bagian Penjualan Bagian Promosi Bagian Produksi Bagian Pergudangan Rekrutmen dan Seleksi Pelatihan dan Pengembangan Susu Sabun Mandi Pasta Gigi Mi Instan Product Departmentalization

Departementalisasi berdasarkan Pelanggan Bagian Produksi PT ABC Susu Sabun Mandi Pasta Gigi Mi Instan Bayi Anak-anak Remaja Dewasa Customer Departmentalization

Departementalisasi berdasarkan Geografis Manajer Pemasaran PT ABC Bagian Penjualan Bagian Promosi Jakarta Bandung Makassar Medan Geographic Departmentalization

Departementalisasi berdasarkan Matriks Direktur Utama PT ABC Profit Project Manajer Keuangan Manajer Pemasaran Manajer SDM Manajer Riset dan Pengembangan Susu Sabun Mandi Pasta Gigi Mi Instan

KEKUASAAN, KEWENANGAN, TANGGUNG JAWAB, DAN DELEGASI BAB IX KEKUASAAN, KEWENANGAN, TANGGUNG JAWAB, DAN DELEGASI T U J U A N Mengetahui bahwa struktur organisasi yang dibentuk memiliki konsekuensi- konsekuensi dalam proses pencapaian tujuan organisasi. 2.Mengetahui empat konsekuensi utama dari sebuah struktur organisasi yaitu adanya kekuasaan, kewenangan, tanggung jawab, dan pendelegasian. 3.Mengetahui hal-hal yang terkait dengan kekuasaan dan kewenangan. 4.Mengetahui manfaat dan kendala dalam pendelegasian wewenang. 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Pengertian Kekuasaan (Power) Kekuasaan atau power berarti suatu kemampuan untuk mempengaruhi orang atau merubah orang atau situasi Kekuasaan dapat berkonotasi positif maupun negatif

Faktor yang mendasari adanya Kekuasaan Reward Power kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari seseorang yang posisinya memungkinkan dirinya untuk memberikan penghargaan terhadap orang-orang yang berada di bawahnya Coercive Power Kekuasaan untuk memberikan hukuman adalah kebalikan atau sisi negatif dari reward power Legitimate Power Legitimate Power atau Kekuasaan yang Sah adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari suatu legitimasi tertentu Expert Power Kekuasaan yang berdasarkan keahlian atau kepakaran adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari kepakaran atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang Referent Power kekuasaan yang muncul akibat adanya karakteristik yang diharapkan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang yang memiliki pengaruh terhadap seseorang atau sekelompok orang tersebut

Kewenangan (Authority) 2 Pandangan mengenai Kewenangan Pandangan Klasik (Hierarchical View) Pandangan berdasarkan Penerimaan (Acceptance View)

Persyaratan agar Kewenangan Efektif (Chester Barnard) bawahan dapat memahami apa yang diinginkan atau dikomunikasikan oleh pimpinan atau atasan pada saat sang bawahan memutuskan untuk menjalankan apa yang diperintahkan oleh atasannya, dia meyakini bahwa apa yang diperintahkan konsisten atau tidak bertentangan dengan rencana pencapaian tujuan organisasi pada saat sang bawahan memutuskan untuk menjalankan apa yang diperintahkan oleh atasannya, dia meyakini bahwa apa yang diperintahkan konsisten mendukung nilai, misi, maupun motif pribadi atau kelompoknya sang bawahan mampu secara mental maupun fisik menjalankan apa yang diperintahkannya

Jenis Kewenangan Kewenangan Lini Kewenangan Staf Kewenangan Fungsional

Kewenangan Lini Kepala Restoran Bagian Keuangan Bagian Pelayanan Bagian Dapur Pelayan 1 Pelayan 2 Pelayan 3 Belanja Memasak Line Authority

Kewenangan Staff dan Fungsional Kepala Restoran Konsultan Manajemen, Pajak, dll Bagian Keuangan Bagian Pelayanan Bagian Dapur Pelayan 1 Pelayan 2 Staff Authority Functional Authority Pelayan 3 Belanja Memasak

Tanggung Jawab (Responsibility) Kewenangan dan Tanggung Jawab Manajer yang diberi wewenang menyadari terdapat tanggung jawab dalam setiap kewenangan, dan menjalankan tanggung jawab tersebut Kewenangan vs Tanggung Jawab Manajer yang diberi wewenang menyadari terdapat tanggung jawab dalam setiap kewenangan, dan cenderung menghindar dari tanggung jawab tersebut

Pelimpahan Wewenang Pelimpahan wewenang adalah proses pengalihan tugas kepada orang lain yang sah atau terlegitimasi (menurut mekanisme tertentu dalam organisasi) dalam melakukan berbagai aktifitas yang ditujukan untuk pencapaian tujuan organisasi yang jika tidak dilimpahkan akan menghambat proses pencapaian tujuan tersebut Manfaat Pelimpahan Wewenang pelimpahan wewenang memungkinkan sub-bagian atau bawahan mempelajari sesuatu yang baru dan memperoleh kesempatan untuk melakukan sesuatu yang baru tersebut bahwa pelimpahan wewenang mendorong tercapainya keputusan yang lebih baik dalam berbagai hal penyelesaian pekerjaan akan dapat dilakukan dengan lebih cepat sekiranya pelimpahan wewenang tersebut berjalan sebagaimana mestinya dan diberikan kepada orang yang bertanggung jawab

Kendala dalam Pelimpahan Wewenang Kapasitas Staf yang terbatas Kurang bertanggung jawabnya atasan akibat pelimpahan wewenang Kunci Pelimpahan Wewenang agar Efektif Kepercayaan atasan pada bawahan Komunikasi terbuka antara atasan dengan bawahan Kemampuan manajer dalam memahami tujuan organisasi, tuntutan pekerjaan, dan kemampuan bawahan

Tindakan agar Wewenang agar Efektif Penentuan hal-hal yang dapat didelegasikan Penentuan orang yang layak untuk menerima delegasi Penyediaan sumber daya yang dibutuhkan Pelimpahan tugas yang akan diberikan Intervensi pada saat yang diperlukan

Sentralisasi vs Desentralisasi Sentralisasi merujuk kepada cara pengorganisasian dimana keseluruhan tugas, tanggung jawab, dan perintah dipusatkan dari hirarki yang paling tinggi untuk kemudian hirarki yang dibawahnya menerjemahkan dalam bentuk tindak lanjut dari apa yang telah diputuskan dari hirarki yang tertinggi Desentralisasi merupakan pelimpahan kewenangan dari hirarki yang lebih tinggi kepada hirarki yang lebih rendah dalam hal pengambilan keputusan dan penentuan dengan cara bagaimana kegiatan akan dijalankan

Desain Pekerjaan Pendekatan Mekanis Pendekatan Motivasi Pendekatan Biologis

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BAB X MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA T U J U A N 1. Mengetahui peran dan fungsi manajemen sumber daya manusia dalam organisasi perusahaan sebagai salah satu langkah pengorganisasian. 2. Mengetahui proses manajemen sumber daya manusia sebagai upaya untuk mendapatkan orang-orang dalam organisasi yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan tuntutan perubahan yang dihadapi oleh organisasi. 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Sumber Daya Manusia adalah proses serta upaya untuk merekrut, mengembangkan, memotivasi serta mengevaluasi keseluruhan sumber daya manusia yang diperlukan perusahaan dalam pencapaian tujuannya

Contoh Departemen SDM dalam struktur Organisasi Direktur Utama Manajer Bagian Produksi Manajer Bagian Pemasaran Manajer Bagian Personalia Manajer Bagian Administrasi dan Keuangan Divisi Perekrutan dan Perencanaan Divisi Kompensasi dan Kesejahteraan Tenaga Kerja Divisi Hukum dan Serikat Tenaga Kerja Divisi Pendidikan dan Pelatihan

Proses Manajemen SDM Human Resource Planning. Merencanakan kebutuhan dan pemanfaatan SDM bagi perusahaan. Personnel Procurement: Mencari dan Mendapatkan Sumber Daya Manusia, termasuk didalamnya rekrutmen, seleksi dan penempatan serta kontrak tenaga kerja. Personnel Development: Mengembangkan Sumber Daya Manusia, termasuk didalamnya program orientasi tenaga kerja, pendidikan dan pelatihan. Personnel Maintenance: Memelihara Sumber Daya Manusia, termasuk di dalamnya pemberian insentif, jaminan kesehatan dan keselamatan tenaga kerja, pemberian penghargaan dan lain sebagainya. Personnel Utilization: Memanfaatkan dan mengoptimalkan Sumber Daya Manusia, termasuk didalamnya promosi, demosi, transfer dan juga separasi.

Human Resource Planning Personnel Procurement Rekrutmen, Seleksi, Penempatan,dll Personnel Development Orientasi, Pendidikan, Pelatihan,dll Pelaksanaan dan Evaluasi Manajer Personalia Personnel Maintenance Insentif, Jamsostek, Penghargaan,dll Personnel Utilization Promosi, demosi, Transfer,dll

Perencanaan SDM Perencanaan Sumber Daya Manusia adalah perencanaan strategis untuk mendapatkan dan memelihara kualifikasi sumber daya manusia yang diperlukan bagi organisasi perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan.

Langkah-langkah Perencanaan SDM (Cesto, Husted & Douglas) Langkah pertama: Representasi dan Refleksi dari Rencana Strategis Perusahaan Langkah Kedua: Analisa dari Kualifikasi Tugas yang akan diemban oleh Tenaga Kerja. Langkah Ketiga: Analisa Ketersediaan Tenaga Kerja Langkah Keempat: Melakukan Tindakan Inisiatif Langkah Kelima: Evaluasi dan Modifikasi Tindakan

Penyediaan Tenaga Kerja Rekrutmen upaya perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja yang diperlukan sesuai dengan kualifikasi yang telah ditetapkan dalam perencanaan tenaga kerja Seleksi Penentuan tenaga kerja dari jumlah calon tenaga kerja yang akan digunakan perusahaan dalam proses rekrutmen

Jenis Rekrutmen Rekrutmen Internal Rekrutmen Eksternal proses untuk mendapatkan tenaga kerja atau SDM yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan tenaga kerja yang sudah ada atau yang sudah dimiliki oleh perusahaan Rekrutmen Eksternal perusahaan mendapatkan tenaga kerja atau SDM yang akan ditempatkan pada suatu jabatan tertentu dengan memperolehnya dari luar perusahaan, atau seringkali dinamakan sebagai outsourcing

Tahapan Seleksi Tenaga Kerja Seleksi Administrasi Seleksi Kualifikasi Seleksi Sikap dan Perilaku

Pengembangan SDM On the job Training Off the job Training Coaching Planned Progression Job Rotation Temporary Task Performance Appraisal Programs Off the job Training Executive Development Programs Laboratory Training Organizational Development

Pemeliharaan Tenaga Kerja Kompensasi penghargaan yang diberikan perusahaan sebagai balasan atas prestasi kerja yang diberikan oleh tenaga kerja Benefit penghargaan selain kompensasi yang diprogramkan bagi tenaga kerja dengan tujuan agar kebutuhan tenaga kerja tetap dapat terpelihara sehingga tenaga kerja dapat tetap memberikan kinerja yang terbaik bagi perusahaan

Pemanfaatan Tenaga Kerja Promosi proses pemindahan tenaga kerja ke posisi yang lebih tinggi secara struktural dalam organisasi perusahaan Demosi penurunan tenaga kerja kepada bagian kerja yang lebih rendah yang biasanya disebabkan karena adanya penurunan kualitas tenaga kerja dalam pekerjaannya Transfer memindahkan tenaga kerja ke bagian yang lain, yang diharapkan tenaga kerja tersebut dapat lebih produkti setelah mengalami proses transfer Separasi melakukan pemindahan lingkungan kerja tertentu dari tenaga kerja ke lingkungan yang lain

Pandangan atas Keragaman dalam Organisasi Keragaman sebagai keunggulan kompetitif Keragaman sebagai sumber konflik

Mengelola Keragaman dalam Organisasi Faktor Individu Peran Organisasi

FAKTOR INDIVIDU DALAM ORGANISASI BAB XI FAKTOR INDIVIDU DALAM ORGANISASI T U J U A N Mengetahui pentingnya mengenali karakteristik individu sebagai esensi dari faktor sumber daya manusia dalam organisasi 2. Mengetahui bahwa karakteristik individu sangat beragam dan dapat berdampak pada perilaku, kepribadian, sikap individu dalam organisasi 3. Mengetahui berbagai isu seputar karakteristik individu dalam organisasi, terutama mengenai stres dan kreatifitas. 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Kontribusi dan Kompensasi apa yang dapat diberikan oleh individu bagi organisasi atau perusahaan Kompensasi apa yang dapat diberikan oleh organisasi atau perusahaan bagi individu

Kontribusi dari Individu bagi organisasi : Usaha Kemampuan Keahlian Loyalitas Waktu Kompetensi Kompensasi dari Organisasi bagi individu: Upah Kepastian dan Keamanan Kerja Benefit Peluang Karir Status Peluang Promosi

3 Faktor yang terkait dengan Individu dalam Organisasi Kontrak Psikologis (Psychological Contract) suatu kesepakatan tidak tertulis yang muncul ketika seseorang bergabung dengan sebuah organisasi atau ketika tenaga kerja bergabung dalam sebuah perusahaan Kesesuaian Tenaga Kerja yang dibutuhkan Perusahaan (Personal Job Fit) Keragaman Individu dalam Organisasi (Individual Differences in Organization)

Faktor Individu dan Kepribadian (Big Five Model of Personality) Tinggi Agreeableness Rendah Tinggi Conscientiousness Rendah Rendah Negative Emotion Tinggi Tinggi Extraversion Rendah Tinggi Openness Rendah

Beberapa Perilaku lain dari Individu locus of control self-eficacy authoritarianism Machiavellianism self-esteem risk propensity.

Perilaku Individu dan Sikap Berorganisasi 3 Komponen dari Sikap (Griffin) Komponen Afektif Komponen kognitif Komponen intensi

Perilaku Individu dan Sikap Berorganisasi Persepsi Selektif proses penyeleksian informasi mengenai sesuatu dimana sesuatu tersebut mengalami berbagai kontradiksi dan ketidaksesuaian dari persepsi awal yang kita yakini Stereotip proses pelabelan terhadap seseorang berdasarkan suatu kejadian tertentu yang dialami atau dilakukan oleh seseorang tersebut

Beberapa Isu seputar Perilaku Individu Perilaku Individu dan Stres Tahap 1: Alarm Tahap 2 : Resistance Tahap 3 : Exhaustion Respon terhadap Stress Level Normal dari Resistance General Adaptive Syndrome (GAS) Model

Faktor-faktor Penyebab Stres tuntutan pekerjaan (task demands) tuntutan fisik (physical demands) tuntutan peran atau fungsi (role demands) tuntutan interpersonal (interpersonal demands)

Pengendalian Stres olahraga yang teratur relaksasi manajemen waktu merubah suasana atau lingkungan pekerjaan support group

Kreativitas Individu dalam Organisasi Faktor Pendorong Kreativitas Individu pengalaman individu dengan kreatifitas perlakuan terhadap individu kemampuan kognitif dari individu Tahapan Membangun Kreativitas tahap persiapan (preparation) tahap inkubasi (incubation) tahap penemuan ide atau gagasan (insight) tahap pengujian (verification).

MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN BAB XII MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN T U J U A N Mengetahui peran motivasi dan kepemimpinan dalam organisasi, khususnya dalam fungsi pengarahan. 2.Mengetahui konsep-konsep yang terkait dengan teori motivasi dan kaitannya dengan perilaku tenaga kerja dalam organisasi. 3.Mengetahui konsep-konsep mengenai kepemimpinan dan kaitannya dengan perilaku manajer dan bawhan dalam organisasi. 4.Mengetahui isu-isu kontemporer seputar motivasi dan kepemimpinan dalam organisasi dan perusahaan 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

2 Konsep Penting Fungsi Pengarahan pada Individu Motivasi Kepemimpinan

Pengertian Motivasi French and Raven : Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk menunjukkan perilaku tertentu. Motivation is the set of forces that cause people to behave in certain ways.

Faktor Penentu Kinerja (Griffin) Motivasi (Motivation) Kemampuan (Ability) Lingkungan Pekerjaan (Work Environment)

Motivasi sebagai Pendorong Individu Kebutuhan atau Kesenjangan Kebutuhan Pencarian Jalan Keluar bagi memenuhi dan memuaskan kebutuhan Pilihan Perilaku untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan Penentuan kebutuhan di masa yang akan datang dan pencarian bagi cara pemenuhannya Evaluasi atas Pemuasan Kebutuhan

Beberapa Pendekatan Mengenai Motivasi pendekatan tradisional atau dikenal sebagai traditional model of motivation theory, pendekatan relasi manusia atau human relation model pendekatan sumber daya manusia atau human resources model.

KEBIJAKAN YANG DAPAT DILAKUKAN Pendekatan Tradisional Pendekatan Relasi Manusia Pendekatan SDM A S U M S I 1. Pekerjaan pada dasarnya merupakan sesuatu yang tidak disukai oleh setiap orang karena merupakan sebuah beban. 2. Apa yang seseorang lakukan tidak lebih penting dari apa yang dapat diperoleh oleh seseorang karena melakukan hal tersebut 3. Hanya sedikit orang yang mau dan mampu mengerjakan pekerjaan yang kreatif, inovatif, dan penuh tantangan 1. Pada dasarnya manusia ingin dianggap penting dan berguna 2. Manusia ingin merasa dimiliki dan diakui eksistensinya secara individual dalam lingkungan sosial 3. Perasaan sebagaimana yang disebutkan dalam asumsi 1 dan 2 adalah lebih penting daripada kompensasi berupa uang. 1. Pekerjaan pada dasarnya bukan merupakan sesuatu yang tidak disukai. Para pekerja ingin memberikan kontribusi terhadap suatu tujuan yang memberikan manfaat. 2. Hampir semua orang pada dasarnya dapat melakukan sesuatu yang kreatif, inovatif, dan penuh tantangan daripada sekedar menjalankan tugas yang diperintahkan pada mereka. KEBIJAKAN YANG DAPAT DILAKUKAN 1. Manajer harus memberi perintah dan mengawasi bawahan dalam setiap pekerjaan 2. Manajer harus menerjemahkan pekerjaan kedalam bentuk perintah yang sederhana, spesifik, dan jelas agar mudah untuk dikerjakan oleh bawahan 3. Manajer harus membuat jadual pekerjaan secara rutin dan rinci dan mengkordinasikannya setiap saat. 1. Manajer bertugas untuk menciptakan suasana dimana para pekerja menganggap dirinya penting dan bermanfaat bagi perusahaan. 2. Manajer perlu untuk selalu mengakomodasi usulan dari bawahan dan memastikan bahwa para pekerja selalu mendapatkan informasi terkini mengenai pekerjaan 3. Manajer perlu memberikan kesempatan kepada para pekerja untuk melakukan inisiatif dan kemandirian dalam setiap pekerjaan 1. Manajer perlu memastikan bahwa seluruh sumber daya manusia didayagunakan dan dimanfaatkan secara optimal. 2. Manajer perlu mewujudkan suasana pekerjaan yang dapat mendorong seluruh sumber daya manusia bekerja berdasarkan kemampuannya masing-masing. 3. Manajer perlu mendukung adanya partisipasi dari para pekerja dalam hal bekerja, berinisiatif, dan melakukan pekerjaan secara mandiri. HARAPAN 1. Para pekerja akan melakukan pekerjaan jika upahnya memadai dan manajer bertindak adil 2. Jika pekerjaan yang harus dilakukan jelas dan para pekerja diawasi secara ketat, maka para pekerja akan mampu bekerja sesuai dengan standar 1. Adanya transparansi informasi yang memadai antara atasan dan bawahan serta keterlibatan para pekerja dalam berbagai keputusan akan memuaskan kebutuhan para pekerja untuk diperhatikan dan dianggap penting serta berguna. 2. Pemuasan terhadap kebutuhan para pekerja untuk dianggap penting dan berguna akan meningkatkan moral dan semangat para pekerja dan pada akhirnya para pekerja akan bersedia untuk bekerja sama 1. Peningkatan keterlibatan pekerja dalam berbagai hal yang terkait dengan pekerjaan akan menyebabkan terjadinya peningkatan kinerja dan efisiensi. 2. Kepuasan kerja akan terwujud melalui berbagai hasil positif yang dapat ditunjukkan oleh para pekerja dalam setiap kesempatan.

5 Perspektif Kontemporer mengenai Motivasi perspektif kebutuhan (Need perspectives) perspektif keseimbangan dan keadilan (equity perspectives) perspektif pengharapan (expectancy perspectives) perspektif penguatan (reinforcement perspectives) perspektif penyusunan tujuan (Goal Setting Theory)

Perspektif kebutuhan (Need perspectives) mengenai Motivasi teori hirarki kebutuhan (Hierarchy of Needs) dari Abraham Maslow teori ERG dari Clayton Alderfer teori tiga kebutuhan dari Atkinson dan McClelland teori dua faktor (Two-Factor Theory) dari Frederich Herzberg

Hirarki Kebutuhan (Maslow) Pekerjaan yang Menantang Contoh secara Umum Prestasi Contoh dalam Organisasi Aktualisasi Diri Status Penghargaan Jabatan tertentu Persahabatan Sosial Teman Sekerja Keamanan Kestabilan Rencana pasca Pensiun Fisik Makanan Upah Minimum

Teori ERG dari Alderfer GROWTH Needs Aktualisasi Diri Penghargaan RELATEDNESS Needs Sosial Keamanan EXISTENCE Needs Fisik Tingkatan Kebutuhan dari Maslow Teori ERG dari Alderfer

Teori 3 kebutuhan Atkinson dan McClelland Kebutuhan Manusia Kebutuhan untuk Berprestasi (N-Ach) Kebutuhan untuk Berafiliasi (N-Aff) Kebutuhan akan Kekuasaan (N-Pow)

Teori Dua Faktor dari Herzberg Motivating Factors kesempatan untuk berprestasi(achievement) pengakuan dalam lingkungan pekerjaan (recognition) kesempatan untuk bertanggungjawab (responsibility) kesempatan untuk berkembang dan mengembangkan diri (advancement and growth) Hygiene Factors kebutuhan akan kebijakan dan administrasi perusahaan yang jelas dan adil (company policy and administration) supervisi yang memadai (supervision) keserasian hubungan dengan supervisi (relationship with supervision) kondisi pekerjaan yang kondusif (working condition) gaji atau upah yang layak(salary) hubungan yang baik antar pekerja (relationship with peers) adanya penghargaan terhadap kehidupan pribadi (personal life) hubungan yang serasi dengan bawahan (relationship with subordinates) kejelasan status pekerjaan (job status) masa depan dari pekerjaan yang dijalani(job safety)

Perspektif Keseimbangan dan Keadilan mengenai Motivasi (Equity Theory) Motivasi Individu ditentukan oleh kesesuaian antara Job Input dan Job Rewards Job Inputs : Usaha Kemampuan Keahlian Loyalitas Waktu Kompetensi Job Rewards: Upah Kepastian dan Keamanan Kerja Benefit Peluang Karir Status Peluang Promosi

Perspektif Pengharapan mengenai Motivasi 4 asumsi dasar (Nadler & Lawler) Perilaku sangat ditentukan oleh kombinasi dari berbagai faktor individu dan berbagai faktor lingkungan Perilaku individu dalam organisasi senantiasa ditentukan oleh kesadaran dari keputusan setiap individu. Individu memiliki keragaman kebutuhan, pengharapan dan tujuan. Masing-masing individu cenderung akan berperilaku berdasarkan pilihan alternatif perilaku yang terkait dengan harapan mereka

3 komponen utama dalam Perspektif Pengharapan pengharapan terhadap hasil yang akan diperoleh (outcome-performance expectancy) dorongan terhadap motivasi (valence) pengharapan akan usaha yang perlu dilakukan (effort-performance expectancy)

Penghargaan Intrinsik dan Ekstrinsik Harapan Atas Penghargaan Intrinsik Contoh : Puas atas pekerjaan, kepercayaan diri, dll Ekstrinsik Contoh: Bonus, Promosi, Pujian, dll

Perspektif Penguatan mengenai Motivasi Kerangka Pikir BF Skinner Stimulan Respon Perlakuan yang diterima Respon Selanjutnya

Modifikasi Perilaku penguatan positif (positive reinforcement) pembelajaran melalui penghindaran terhadap sesuatu (avoidance learning) pengecualian atau peniadaan (extinction) hukuman (punishment)

Perspektif Penyusunan Tujuan mengenai Motivasi Menyangkut tingkat keterlibatan anggota dalam penyusunan dan penentuan tujuan organisasi Anggota yang bertipe-X cenderung kurang dilibatkan dalam penyusunan tujuan, sedangkan yang bertipe-Y cenderung untuk lebih dilibatkan dalam penyusunan tujuan. (Kerangka McGregor)

Konsep Dasar Kepemimpinan Pengertian Kepemimpinan proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktifitas yang harus dilakukan Konsep mengenai Kepemimpinan (Griffin) Kepemimpinan sebagai proses Kepemimpinan sebagai atribut

Perbedaan Manajemen dan Kepemimpinan KEGIATAN MANAJEMEN KEPEMIMPINAN Penyusunan rencana Perencanaan dan Penganggaran. Penentuan rencana spesifik dari kegiatan untuk pencapaian tujuan serta mengalokasikan segala sumber daya yang dibutuhkan. Penentuan Arah Kegiatan. Menyusun visi atau tujuan jangka panjang yang akan diraih oleh organisasi serta strategi perubahan yang harus dilakukan. Membangun relasi antar manusia atau kelompok kerja untuk merealisasikan rencana Pengorganisasian dan Penempatan SDM. Menyusun struktur organisasi, prosedur kerja, tanggung jawab dari setiap bagian organisasi serta metode implementasi Mengkomunikasikan visi kepada orang-orang serta membangun kerjasama dengan orang-orang yang siap untuk mewujudkan visi secara bersama-sama Implementasi Rencana Pengawasan dan Pemecahan Masalah. Pada tahap implementasi tugas manajemen adalah melakukan pengawasan dan pengendalian atas berbagai kendala yang mungkin ditemui. Memotivasi dan Memberikan inspirasi. Peran yang dilakukan pada saat implementasi adalah memotivasi orang-orang yang telah sepakat bekerjasama untuk melakukan implementasi dari apa yang telah dibangun sebagai upaya pencapaian visi. Hasil yang diperoleh Sesuatu yang telah diperkirakan atau telah ditargetkan sebelumnya. Suatu perubahan yang akan mendukung pencapaian visi.

Keterlibatan 4 aspek dalam Kepemimpinan pengikut (followers) perbedaan kekuasaan (distribution of powers) antara pemimpin dan pengikut penggunaan kekuasaan untuk mempengaruhi (power to influence), nilai yang dibangun(leadership value)

Pendekatan mengenai Kepemimpinan Pendekatan Personal (Personal Traits of Leadership Approach) Pendekatan Perilaku (Behavioral Approach) Pendekatan Kontingensi (Contingency Approach)

Pendekatan Personal mengenai Kepemimpinan Pemimpin dan Bukan Pemimpin Pemimpin Efektif dan Pemimpin Tidak Efektif

Pendekatan Perilaku mengenai Kepemimpinan Fokus dari Pendekatan Perilaku : Fungsi-fungsi Kepemimpinan (leadership functions) Gaya Kepemimpinan (leadership styles)

2 Fungsi Kepemimpinan fungsi yang terkait dengan tugas atau pekerjaan (task-related functions) fungsi yang terkait dengan hubungan sosial atau pemeliharaan kelompok(group-maintanance functions)

Gaya Kepemimpinan Kepemimpinan yang berorientasi pada pekerjaan (task-oriented or job-style) Kepemimpinan yang berorientasi pada pegawai atau orang-orang (employee-oriented style)

Studi Ohio mengenai Gaya Kepemimpinan Tinggi Rendah Orientasi Pekerjaan Rendah dan Orientasi PekerjaTinggi Orientasi Pekerjaan dan Orientasi PekerjaTinggi Orientasi Pekerjaan dan Orientasi Pekerja Rendah Orientasi Pekerjaan Tinggi dan Orientasi Pekerja Rendah Orientasi Pekerja (Consideration) Orientasi Pekerjaan (Initiating Structure)

Managerial Grid Improvished Management atau gaya manajemen 1.1 Country Club Management atau gaya manajemen 1.9 Middle of the Road Management atau gaya manajemen 5.5 Authority Compliance atau gaya manajemen 9.1 Team Management atau gaya manajemen 9.9

Pendekatan Kontingensi mengenai Kepemimpinan model kepemimpinan situasional dari Hersey-Blanchard model LPC dari Fiedler model jalan tujuan dari Evans-House

Model Kepempinan Situasional High High Relatiohship and Low Task 3 High Task and High Relationship 2 Low Low Relationship and Low Task 4 Low Relationship and High Task 1 Relationship Behavior (Memberikan Dukungan) High Task Behavior (Memberikan Panduan)

Orientasi pada relasi sosial/orang-orang Model LPC Faktor Kontingensi Situasi yang dihadapi Relasi Pimpinan-Bawahan Baik Buruk Stuktur Pekerjaan/Tugas Tinggi Rendah Peran/Posisi Kekuasaan Kuat Lemah Kecenderungan Situasi Kondusif Cukup Kondusif Tidak Kondusif Perilaku Pemimpin yang Ideal Orientasi Pekerjaan Orientasi pada relasi sosial/orang-orang Orientasi Pekerjaan

3 faktor kontingensi yang perlu dipertimbangkan dalam model LPC : relasi pemimpin-bawahan (leader-member relation) struktur pekerjaan(task-structure), peran kekuasaan (power position)

Model Jalan Tujuan (Path-Goal Theory) 2 hal yang perlu diperhatikan Perilaku Pemimpin Faktor Situasi 4 Tipe Kepemimpinan Pemimpin Direktif Pemimpin Suportif Pemimpin Partisipatif Pemimpin Prestatif

Model Vroom-Yetton-Jago Authocratic Style ( AI & AII) Consultative Style (CI & CII) One-Group Style (GII)

Model Vroom-Yetton-Jago Tipe Keputusan Pengertian AI Manajer membuat keputusan sendiri AII Manajer menanyakan informasi dari bawahan akan tetapi keputusan diambil sendiri oleh manajer. Bawahan tidak selalu harus mengetahui informasi mengenai situasi yang dihadapi. CI Manajer berbagi informasi dengan bawahan secara individual, dan bertanya mengenai berbagai informasi dan evaluasi dari mereka. Akan tetapi anajer mengambil keputusan sendiri. CII Manajer dan bawahan bertemu sebagai tim untuk mendiskusikan berbagai hal menyangkut situasi yang dihadapi akan tetapi manajer yang mengambil keputusan. GII Manajer dan bawahan bertemu sebagai tim untuk mendiskusikan berbagai hal yang menyangkut situasi yang dihadapi dan keputusan ditentukan oleh tim.

Pendekatan Lain mengenai Kepemimpinan Pendekatan Substitusi Kepemimpinan Karismatik Kepemimpinan Transformatif

Perilaku Politis dalam Organisasi Perilaku Politis yang Umum Inducement Persuasion Creation of an obligation Coercion

KELOMPOK KERJA DAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI BAB XIII KELOMPOK KERJA DAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI T U J U A N Mengetahui bahwa kelompok kerja dan komunikasi merupakan bagian penting dari fungsi pengarahan dan implementasi. 2.Mengetahui bagaimana kelompok kerja efektif dapat terbentuk dan terhidar dari konflik dalam organisasi. 3.Mengetahui bagaimana mengelola konflik dalam organisasi 4.Mengetahui peran komunikasi dalam kelompok kerja dan organisasi 5.Mengetahui proses dan pola komunikasi dalam organisasi. 6.Mengetahui manfaat teknologi informasi dalam mendukung komunikasi dalam organisasi 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Pengertian Kelompok dan Kelompok Kerja kumpulan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi untuk suatu tujuan tertentu yang dipahami bersama. “ two or more people who interact and influence each other toward a common purpose “ Kelompok Kerja kelompok yang disusun oleh organisasi dengan tujuan untuk menjalankan berbagai pekerjaan yang terkait dengan pencapaian tujuan organisasi

Karakteristik Kelompok Merupakan kumpulan yang beranggotakan lebih dari satu orang, yang berarti adanya karakteristik yang berbeda dari setiap orang Adanya interaksi diantara kumpulan orang tersebut Adanya tujuan bersama yang ingin dicapai

Kelompok Kerja Formal dan Informal adalah kelompok kerja yang dibentuk atau disusun secara resmi oleh manajer dimana kelompok kerja tersebut diberikan tugas dan pekerjaan yang terkait dengan pencapaian tujuan organisasi Kelompok Kerja Informal kelompok kerja disusun atau tersusun dengan sendirinya ketika beberapa anggota dari organisasi yang kegiatannya biasanya tidak terkait langsung dengan rencana-rencana rutin dari organisasi, namun secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja dari orang-orang dalam organisasi

Bentuk Kelompok Kerja Formal kelompok kerja langsung (command team) kepanitiaan (committee) kelompok kerja temporal atau khusus (task force team/specific team)

Tahapan dalam Pembentukan dan Interaksi Tim Kerja Pembentukan (Forming) Penguatan (Storming) Penyesuaian (Norming) Perwujudan (Performing) Pencarian (Adjourning)

Peran Kepemimpinan dalam Kelompok Kerja Pemimpin Formal seseorang yang ditunjuk atau ditugaskan secara formal oleh organisasi untuk memimpin orang-orang dalam melakukan suatu pekerjaan Pemimpin Informal seseorang yang secara alamiah dianggap mampu memainkan perannya sebagai pemimpin ketika kelompok kerja telah bekerja dan saling berinteraksi

Norma dalam Kelompok Kerja sesuatu yang diterima dan disepakati oleh kelompok sebagai aturan yang mengontrol perilaku dan tindakan mereka

Solidaritas dan Integritas dalam Kelompok Kerja Pengertian Solidaritas dan Integritas tingkat kekompakan dan rasa memiliki, serta pandangan positif para anggota kelompok terhadap kelompok mereka sendiri Cara Membentuk Solidaritas dan Integritas Memperkenalkan kompetisi atau persaingan antar kelompok kerja dalam pengertian positif Meningkatkan tingkat interaksi antar anggota dalam kelompok kerja Mengangkat isu bersama berupa tujuan atau target-target yang harus dicapai bersama

Model Kelompok Kerja yang Efektif Kinerja KEAHLIAN PERTANGGUNGJAWABAN Pekerjaan Kelompok KOMITMEN Pertumbuhan Individu

Konflik dalam Kelompok Kerja Konflik antar bawahan di bagian yang sama dalam sebuah organisasi Konflik antara bawahan dan pimpinan di bagian yang sama dalam sebuah organisasi Konflik antar bawahan di bagian yang berbeda dalam sebuah organisasi Konflik antara pimpinan dan bawahan di bagian yang berbeda dalam sebuah organisasi Konflik antar pimpinan bagian yang berbeda dalam sebuah organisasi. Dan lain sebagainya

Sumber Konflik faktor komunikasi (communication factors) faktor struktur tugas maupun struktur organisasi (job structure or organization structure) faktor yang bersifat personal. (personal factors) faktor lingkungan (environmental factors)

Pendekatan dalam Manajemen Konflik Program Yang dijalankan Stimulasi Konflik Peningkatan persaingan antar individu dan kelompok Pelibatan pihak eksternal ke dalam bagian dimana konflik terjadi Perubahan aturan main atau prosedur yang ada Pengendalian Konflik Perluasan penggunaan sumber daya organisasi Peningkatan Kordinasi dalam organisasi Penentuan tujuan bersama yang dapat mempertemukan berbagai pihak yang terlibat dalam konflik Mempertemukan perilaku dan kebiasaan kerja dari para pegawai Penyelesaian Dan Penghilangan Konflik Penghindaran Konflik dengan jalan penghindaran sumber-sumber konflik Intervensi terhadap pihak-pihak yang terlibat konflik untuk melakukan kompromi Mengakomodasi keinginan pihak-pihak yang terlibat konflik dalam suatu forum penyelesaian konflik.

Komunikasi dalam Organisasi Pengertian Komunikasi proses dimana seseorang berusaha untuk memberikan pengertian atau pesan kepada orang lain melalui pesan simbolis. the process by which people attempt to share meaning via the transmission of symbolic messages (Stoner, Freeman & Gilbert, 1995)

Proses Komunikasi Pesan/Informasi Pesan/Informasi Pengiriman Penerimaan Enkoding Dekoding Pengirim Mediator Penerima Gangguan Gangguan Gangguan Penerimaan Pengiriman

Kaitan antara Jarak Fisik dengan Frekuensi Komunikasi 35% 30% 25% 20% 15% 10 % 5% 0% 0 m 10m 20m 30m 40m 50m 60m Jarak antara pihak-pihak yang berkomunikasi Frekuensi Komunikasi dalam satu minggu Sumber: diadaptasi dari Heller and Hindle (1998)

Bentuk-bentuk Komunikasi Komunikasi Interpersonal Komunikasi Lisan Komunikasi Tertulis Komunikasi dalam Bentuk Jejaring Komunikasi Pola Roda Pola huruf Y Pola komunikasi bersambung Pola komunikasi melingkar Pola komunikasi menyeluruh

2 1 5 3 4 Roda Y Bersambung Menyeluruh melingkar

Pola Komunikasi dalam Stuktur Organisasi Komunikasi Vertiksal Komunikasi Horisontal

Komunikasi Informal Komunikasi Formal

Bentuk Komunikasi Grapevine CLUSTER Banyak orang berkomunikasi secara terbatas GOSIP Satu orang berkomunikasi kepada banyak orang

Hambatan dalam Berkomunikasi HAMBATAN INDIVIDUAL HAMBATAN ORGANISASIONAL Kesalahpahaman dalam memahami pesan Semantik Kredibilitas Individu Perbedaan Tingkatan Manajemen Keterbatasan dalam berkomunikasi Persepsi yang berbeda antar bagian Kemampuan Mendengarkan yang rendah Kelebihan Beban Kerja Penilaian awal terhadap subjek tertentu Hambatan-hambatan lain

Upaya dalam mengatasi hambatan dalam Berkomunikasi UPAYA YANG BERSIFAT INDIVIDUAL UPAYA YANG BERSIFAT ORGANISASIONAL Peningkatan kemampuan mendengarkan Tindak lanjut dari setiap komunikasi yang dilakukan Dorongan untuk berkomunikasi dua arah Peningkatan kesadaran dan kemampuan dalam memahami pesan dan informasi Pengaturan pola komunikasi yang semestinya dilakukan dalam organisasi Pemeliharaan Kredibilitas Individu Peningkatan kesadaran dan penggunaan berbagai media dalam berkomunikasi Peningkatan pemahaman terhadap orang lain

Teknologi Informasi dan Komunikasi Sistem Informasi Formal sistem pemroses transaksi (transaction-processing system) sistem informasi manajemen (management information system) sistem pendukung pengambilan keputusan (decision support system) sistem informasi eksekutif (executive information system) sistem jaringan internal(intranet) sistem pintar (expert system) Teknologi Informasi yang Personal Komputer Mesin Fotocopy Telepon Selular WebCam dll

PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN ORGANISASI BAB XIV PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN ORGANISASI T U J U A N Mengetahui konsep dasar fungsi pengawasan dan pengendalian. 2. Mengetahui langkah-langkah dalam fungsi pengawasan dan pengendalian. 3. Mengetahui fungsi pengawasan dan pengendalian dalam praktek 4. Mengetahui beberapa pendekatan untuk mempertahankan konsistensi dalam menjalankan fungsi pengawasan 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Pengertian Pengawasan Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut.Controlling is the process of measuring performance and taking action to ensure desired results. (Schermerhorn,2002) Pengawasan adalah proses untuk memastikan bahwa segala aktifitas yang terlaksana sesuai dengan apa yang telah direncanakan . the process of ensuring that actual activities conform the planned activities. (Stoner,Freeman,&Gilbert,1995)

Beberapa Istilah Asing mengenai Pengawasan Controlling Evaluating Appraising Correcting

Tujuan dari Fungsi Pengawasan adaptasi lingkungan meminimalkan kegagalan meminimumkan biaya mengantisipasi kompleksitas dari organisasi

Proses Pengawasan Umpan Balik Penentuan Standard dan Metode Penilaian Kinerja Penilaian Kinerja Pengambilan Tindakan Koreksi dan Melakukan evaluasi ulang atas Standar yang telah ditetapkan Apakah Kinerja yang dicapai sesuai dengan Standar ? Tidak Ya Tujuan Tercapai

Beberapa Gejala yang memerlukan Pengawasan Terjadi penurunan pendapatan atau profit, namun tidak begitu jelas faktor penyebabnya Penurunan kualitas pelayanan (teridentifikasi dari adanya keluhan pelanggan) Ketidakpuasan pegawai (teridentifikasi dari adanya keluhan pegawai, produktifitas kerja yang menurun, dan lain sebagainya) Berkurangnya kas perusahaan Banyaknya pegawai atau pekerja yang menganggur Tidak terorganisasinya setiap pekerjaan dengan baik Biaya yang melebihi anggaran Adanya penghamburan dan inefisiensi

Pengawasan berdasarkan Proses Kegiatan Akhir Awal Feedforward Controls Memastikan bahwa petunjuk yang jelas dan faktor input yang ditetapkan telah tersedia Concurrent Controls Memastikan bahwa segala proses dan perangkat penunjang berjalan sebagaimana mestinya Postaction Controls Memastikan bahwa output yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan

Beberapa faktor yang terkait dengan Pengawasan dalam Bidang SDM Penerapan Employee Discipline System Adanya Career Path Pemahaman Manajer atas Motivasi, Kepuasan, serta Gaya Kepemimpinan yang diterapkan

Pengawasan di Bagian Informasi Penggunaan Teknologi Komputer dan Teknologi Informasi Penerapan Sistem Informasi Manajemen

Pengawasan di Bagian Keuangan Analisis Laporan Keuangan (Financial Statement Analysis) Manajemen Kas (Cash Management) Pengelolaan Biaya (Cost Control)

Pengawasan di Bagian Pemasaran Evaluasi atas Pasar Sasaran dan Pasar Potensial Survey atas Perilaku Konsumen dan berbagai Faktor yang terkait dengan Konsumen Evaluasi atas Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran yang dilakukan

Pengawasan di Bagian Produksi/Operasi Evaluasi atas Plant Location Evaluasi atas Plant Lay-out Evaluasi atas Production Process and Schedule Evaluasi atas Product Distribution

Mempertahankan (Memelihara) Fungsi Pengawasan Sistem pengawasan tradisional (traditional control system) sistem pengawasan yang berdasarkan komitmen (commitment-based control system).

MANAJEMEN OPERASI DAN PRODUKTIFITAS DALAM ORGANISASI BAB XV MANAJEMEN OPERASI DAN PRODUKTIFITAS DALAM ORGANISASI T U J U A N 1. Mengetahui konsep dasar mengenai manajemen operasi 2. Mengetahui konsep dasar mengenai sistem produksi dan elemen dasar dalam desain sistem produksi 3. Mengetahui berbagai topik mengenai manajemen operasi, terutama yang terkait dengan perencanaan dan pengawasan proses produksi. 4. Mengetahui beberapa teknik dan metode dalam manajemen operasi, terutama untuk peningkatan produktifitas perusahaan 5. Mengetahui konsep dasar mengenai manajemen jasa dan manajemen perubahan. 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Pengertian Manajemen Operasi rangkaian proses pengelolaan keseluruhan sumber daya perusahaan yang dibutuhkan dalam menghasilkan barang atau jasa yang akan ditawarkan kepada konsumen. Operations Management is the process of managing the resources that are needed to produce organization’s goods and services (Dessler,2004)

Fokus Manajemen Operasi People Plants Parts Processes Planning and Control System

Sistem Produksi KELUARAN MASUKAN KONVERSI Bahan Baku Tenaga Kerja Informasi Pasar Kebutuhan Konsumen Kebutuhan Pemilik Perusahaan Modal Mesin Transportasi Prosedur Teknologi Sistem Produksi Proses Produksi Pengelolaan Mesin Monitoring Pegawai Keluaran Langsung Barang Jasa Keluaran Tidak Langsung Upah atau Gaji Dampak Lingkungan Dampak Sosial

Empat Elemen dalam Desain Sistem Produksi lokasi kegiatan produksi, tipe proses produksi yang akan dijalankan ? rancangan rumah produksi rancangan sistem produksi yang akan dijalankan.

Kriteria Lokasi Produksi Kriteria Objektif Kriteria Subjektif

Tipe Proses Produksi sistem produksi intermiten (intermittent production system) sistem produksi yang berkelanjutan (continuous production system)

Rancangan Sistem Produksi rancangan produk (product layout) rancangan proses(process layout) rancangan posisi tetap (fixed-position layout) rancangan model selular (cellular manufacturing layout)

Rancangan Produk Mulai Kain yang telah dibersihkan kemudian mengalami pewarnaan Kain yang telah diwarnai kemudian dibersihkan dan dikeringkan Selesai Bahan Baku berupa kapas disiapkan Kain yang telah digulung digudangkan Kapas dipintal menjadi Kain dalam Mesin Pintal Kain yang telah jadi melalui pembersihan Kain melalui proses penggulungan

Rancangan Proses Toilet Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Anak Penyakit Dalam Gigi Ruang Tunggu Test Laboratorium Pemeriksaan Umum Pasien Datang Apotik Resepsionis dan Kasir

Rancangan Sistem Modular Bahan Baku Bahan Jadi Pola Awal Bahan Baku Bahan Jadi Pola yang Dirubah

Teknik Perencanaan dan Pengawasan Produksi Penjadualan dan Bagan Gantt Perencanaan Jaringan dengan menggunakan PERT berbagai teknik lainnnya

Manajemen Persediaan Pengertian Persediaan Persediaan adalah berbagai produk yang diperlukan perusahaan untuk melakukan proses produksi. Terdapat 5 jenis konsep persediaan : bahan baku (raw-materials) komponen (components) produk dalam proses pengerjaan (work in process) barang jadi (final goods) barang pasokan (supplies).

Beberapa Teknik Manajemen Persediaan Manajemen Persediaan ABC Manajemen Persediaan EOQ Berbagai teknik lainnya

Manajemen Persediaan berdasarkan EOQ Jumlah Biaya Biaya Biaya Pemeliharaan Jumlah Biaya yang paling minimum Biaya Pemesanan Jumlah Pesanan Persediaan Jumlah Pesanan yang paling ekonomis

Pendekatan dalam Pengawasan dan Pengendalian Produksi Pendekatan Total Quality Management (TQM) Pendekatan Malcolm Balridge Award (MBA) Pendekatan lainnya

Metode Pengawasan dan Pengendalian Kualitas bagan pengendalian kualitas (quality control chart) analisis pareto (pareto analysis) diagram sebab-akibat (lebih dikenal dengan diagram fish-bone)

Bagan Pengendalian Kualitas Berat Susu Bubuk C Batas atas 205 gr Standar kualitas yang diterima A F G B D 195 gr Batas bawah E Proses Pengerjaan berdasarkan waktu

Jenis Kerusakan dan persentase dari setiap jenis kerusakan 70 60 50 40 30 20 10 100 93 83 54 72 % Kumulatif dari kerusakan Jumlah Kerusakan 12 4 3 2 Tergores Salah Ukur Salah Warna Salah Bentuk Lain lain 72 % 16 % 5 % 4% 2 % Jenis Kerusakan dan persentase dari setiap jenis kerusakan

Bagan Sebab Akibat (Fishbone) Manpower Material Kemungkinan Penyebab : menu yang kurang variatif, makanan yang tidak enak, ketidaksesuaian menu Kemungkinan Penyebab : Pelayan kurang ahli, Pelayan tidak puas atas gaji, motivasi pegawai rendah Pelanggan yang datang menurun Kemungkinan Penyebab : pelayanan kurang sigap, lambat, tidak ramah, dll Kemungkinan Penyebab : kursi tidak nyaman, tidak ada toilet, tidak ada tempat bermain bagi anak-anak Metode/Pelayanan Fasilitas

Produktifitas Pengertian ukuran sampai sejauh mana sebuah kegiatan mampu mencapai target kuantitas dan kualitas yang telah ditetapkan

Beberapa metode bagi Peningkatan Produktifitas Metode Just in Time (JIT) Metode Desain dan Pengerjaan dengan Bantuan Komputer (CAD & CAM) Manajemen berbasis Supply Chain

7 Faktor Penyebab Inefisiensi menurut metode JIT Overproduction Waiting Transportation Processing Motion Stock Defective Products

Alur Supply Chain Data riset pemasaran Informasi Penjadualan Data desain dan proses produksi Alur pemesanan dan arus kas Pemasok Konsumen Pemasok Persediaan Konsumen Perusahaan/ Pabrik Persediaan Persediaan Distributor Pemasok Persediaan Konsumen Ide dan desain untuk kepuasan konsumen Arus barang Arus kredit

Manajemen Jasa Manajemen Jasa adalah pendekatan keseluruhan dari perusahaan dalam mewujudkan tercapainya kualitas pelayanan atau jasa sebagaimana yang diinginkan oleh konsumen, dan merupakan faktor pendorong utama dalam operasi bisnis Karl Albrecht dalam Dessler(2004)

2 konsep dalam memahami jasa kejujuran dari konsumen (moment of truth) siklus jasa (the cycle of service)

Segitiga Jasa menurut Albrecht strategi pelayanan yang baik (well-conceived service strategy) penempatan orang-orang yang berorientasi pelanggan untuk berhadapan dengan pelanggan (customer-oriented front-line people) penerapan sistem pelayanan yang bersahabat (customer-friendly systems).

6 Langkah dalam Manajemen Perubahan Envisioning Activating Supporting Installing Ensuring Recognizing

Envisioning Activating Recognizing Supporting Ensuring Installing

Kendala dalam Melakukan Perubahan Kendala dari Faktor Manusia Kendala dari Faktor Organisasi

MANAJEMEN INFORMASI DAN MANAJEMEN INTERNASIONAL BAB XVI MANAJEMEN INFORMASI DAN MANAJEMEN INTERNASIONAL T U J U A N Mengetahui konsep dasar Manajemen Informasi dan kaitannya dengan kegiatan perusahaan. 2. Mengetahui konsep dasar Manajemen Internasional serta ruang lingkup pembahasan dari manajemen Internasional 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Data dan Informasi Data fakta-fakta atau gambaran mentah/kasar yang memiliki kaitan atau relasi terhadap sebuah organisasi Informasi data yang telah diproses untuk kegunaan perencanaan dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi

Syarat-syarat Informasi Relevan Akurat Lengkap Cepat secara periodik

Pengertian Manajemen Informasi manajemen informasi adalah pengelolaan data dimana didalamnya mencakup proses mencari, menyusun, mengklasifikasikan, serta menyajikan berbagai data yang terkait dengan kegiatan yang dilakukan perusahaan sehingga dapat dijadikan landasan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen.

Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pengertian SIM sebuah sistem yang menyangkut metoda dan upaya terorganisasi dalam melakukan fungsi pengumpulan data (baik data-dataa dari dalam dan luar perusahaan) serta dengan menggunakan komputer data-data yang telah dikumpulkan tadi diproses untuk menghasilkan dan menyajikan informasi yang terkini, akurat dan cepat bagi para pengambil keputusan manajemen.

Fungsi SIM Fungsi Pengumpulan Data Fungsi Pemrosesan Data

Komponen dalam SIM sistem pemrosesan data (data processing system) sistem pelaporan manajemen (management reporting system) sistem pendukung keputusan (decision support system) sistem otomatisasi kantor (office automation system) sistem pintar (expert system)

Perbedaan Perusahaan Lokal dan Multinasional Ruang lingkup kegiatan bisnis Penggunaan mata uang yang berbeda Penggunaan sumber daya perusahaan Regulasi bisnis

Bentuk Kegiatan Bisnis dari Perusahaan Multinasional Licencing exporting-importing local warehousing and selling local assembly and packaging joint ventures Acquisition direct foreign investments.

Motif Perusahaan Multinasional Market Seeker Raw-Material (Resources) Seeker Cost Minimizer

Persepsi dalam Manajemen Lintas Budaya Persepsi Etnosentris Persepsi Polisentris Persepsi Geosentris

MANAJEMEN USAHA KECIL DAN MANAJEMEN ORGANISASI NIRLABA BAB XVII MANAJEMEN USAHA KECIL DAN MANAJEMEN ORGANISASI NIRLABA T U J U A N Mengetahui konsep dasar mengenai Usaha Kecil dan Manajemen bagi Usaha Kecil. 2.Mengetahui berbagai faktor yang perlu dimiliki dalam manajemen usaha kecil 3.Mengetahui konsep dasar manajemen organisasi nirlaba 4.Mengetahui berbagai faktor yang perlu diperhatikan dalam manajemen organisasi nirlaba 9/28/2017 Pengantar Manajemen - Ernie & Kurniawan

Pengertian Usaha Kecil di Indonesia usaha yang dijalankan oleh sejumlah orang (dibawah 20 orang) dimana usaha tersebut memiliki kekayaan bersih maksimal sebesar 200 juta rupiah dan penghasilan tahunan maksimal sebesar 1 milyar rupiah

Beberapa Mitos seputar Usaha Kecil Usaha Kecil tidak bertahan lama Usaha Kecil adalah Usaha yang berpenghasilan kecil

Beberapa Faktor Pertimbangan dalam Manajemen Usaha Kecil Entrepreneurship Profesionalisme Inovatif Keluasan jaringan usaha Kemampuan adaptif

Manajemen Organisasi Nirlaba Pengertian Organisasi Nirlaba organisasi yang tujuannya lebih menekankan kepada pencapaian manfaat bagi para anggota dan masyarakat daripada aspek keuangan dari organisasi. Manfaat tersebut dapat berupa manfaat sosial, keagamaan, kesehatan, maupun pendidikan

Beberapa Kekeliruan Pandangan mengenai Organisasi Nirlaba manajemen nirlaba tidak sama dengan manajemen perusahaan organisasi nirlaba memberikan penghargaan yang rendah bagi para pelaksananya orang aktif dalam organisasi nirlaba di waktu senggangnya

Faktor Pertimbangan dalam Manajemen Organisasi Nirlaba karakteristik produk atau keluaran dari organisasi nirlaba sasaran dari kegiatan organisasi nirlaba sikap professional dari pengelola organisasi nirlaba kemampuan adaptif dari organisasi nirlaba