BAB III-V Penentuan HPP(harga pokok produk) dalam lingkungan pemanufakturan maju, pengambilan keputusan dalam pemanufakturan maju,pengukuran kinerja dan.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Chapter 4 ADVANCED MANAGEMENT ACCOUNTING
Advertisements

JUST IN TIME Latar Belakang Sistem Manajemen Persediaan Tradisional
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK DALAM LINGKUNGAN PEMANUFAKTURAN MAJU
JUST IN TIME.
PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS
MANAJEMEN PEMASARAN I ( 3 SKS )
ELIA ARDYAN, MBA SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SURAKARTA.
JUST IN TIME.
Pengukuran Kinerja Dan Pengendalian Biaya Mutu Dan Produktivitas
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN DALAM LINGKUNGAN PEMANUFAKTURAN MAJU
ACTIVITY BASED COSTING
Produktivitas dan Mutu
SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU
SISTEM INVENTORY by FIRDAUS
Siklus Pengeluaran: Pembelian dan Pengeluaran Kas
SIKLUS PRODUKSI.
SIKLUS PRODUKSI AYU andrianie.
MANAJEMEN PERSEDIAAN.
JUST IN TIME.
Bab XIV PENERAPAN ETIKA PERUSAHAAN DALAM MANAJEMEN MUTU.
ACTIVITY BASED COSTING
STRUCTURING THE MANUFACTURING DATABASE 2
SISTEM BIAYA STANDAR Rosy Zandra | unira.
BIAYA KUALITAS & PRODUKTIVITAS
Konsep Biaya dan Sistem Informasi Akuntansi Biaya
Prilaku Biaya Aktivitas (ACTIVITY BASED COSTING)
BAB 4. PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS
BAB III PERENCANAAN,PENGENDALIAN BIAYA KUALITAS DAN PRODUKTIFITAS M5-M6 Tommy Kuncara.
KONSEP-KONSEP MANAJEMEN BIAYA KONTEMPORER
SIKLUS PENGELUARAN.
INFORMASI AKUNTANSI PENUH
ACTIVITY BASED COSTING
BAB II HARGA TRANSFER M3-M4
AKUNTANSI BIAYA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
AKUNTANSI MANAJEMEN DALAM PERSAINGAN GLOBALISASI
Aspek Teknis Analisis teknis bertujuan untuk memastikan bahwa ide atau gagasan yang telah dipilih itu layak, dalam arti kata ada ketersediaan lokasi, alat,
PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS
ACTIVITY BASED COSTING AND ACTIVITY BASED MANAGEMENT
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK DALAM LINGKUNGAN PEMANUFAKTURAN MAJU
MANAJEMEN PEMASARAN ( 2 SKS )
ACTIVITY BASED COSTING & ACTIVITY BASED MANAGEMENT
BAB 9 ANALISIS KINERJA KEUANGAN
PENYUSUNAN RENCANA DAN STRATEGI PEMASARAN
AKUNTANSI MANAJEMEN BAB-1 KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
Pengambilan Keputusan Dalam Lingkungan Pemanufakturan Maju
AKUNTANSI MANAJEMEN MATERI-1 KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
MODUL 8 PENGENDALIAN PERSEDIAAN TEPAT WAKTU A. TUJUAN INTRUKSIONAL
Prilaku Biaya Aktivitas (ACTIVITY BASED COSTING)
MANAJEMEN PEMASARAN I ( 3 SKS )
Disajikan oleh: Nur Hasanah, SE, MSc
Pengukuran Kinerja Dan Pengendalian Biaya Mutu Dan Produktivitas
BAB 3 JUST IN TIME & ACTIVITY-BASED COSTING
Selamat datang dan selamat menyaksikan
AKUNTANSI MANAJEMEN MATERI-1 KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
AKUNTANSI MANAJEMEN BAB-1 KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
HARIRI, SE., M.Ak Universitas Islam Malang 2016
Menjelaskan model manajemen persediaan tradisional dan JIT
Activity Based Costing  merupakan penentuan harga pokok produk yang ditujukan untuk menyajikan informasi harga pokok produk secara cermat untuk.
Just in Time (JIT) Subtitle.
AKUNTANSI MANAJEMEN MATERI-1 KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
ACTIVITY BASED COSTING
PENGENALAN AKUNTANSI BIAYA
Activity Based Costing (ABC)
Just In Time dapat berarti sebagai suatu keseluruhan filosofi operasi manajemen dimana segenap sumber daya, termasuk bahan baku dan suku cadang, personalia,
KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
PENGENDALIAN : BIAYA OVERHEAD PABRIK (Factory Overhead Control)
METODE ACTIVITY BASED COSTING (ABC)
BIAYA KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS
MATERI KULIAH MANAJEMEN PEMASARAN. BAB I MENCIPTAKAN NILAI MENCIPTAKAN NILAI DAN DAN KEPUASAN PELANGGAN KEPUASAN PELANGGAN.
Transcript presentasi:

BAB III-V Penentuan HPP(harga pokok produk) dalam lingkungan pemanufakturan maju, pengambilan keputusan dalam pemanufakturan maju,pengukuran kinerja dan pengendalian biaya mutu dan produktifitas M7-M10 Tommy Kuncara

Ciri Teknologi Pemanufakturan Maju & gejala- gejala sistem yang telah usang Menghasilkan Produk dengan Mutu yang Tinggi Meningkatkan Produktivitas dengan cara mengeliminasi aktivitas yang tidak bernilai tambah Meningkatkan Fleksibilitas Pemanufakturan Hasil penawaran yang sulit dijelaskan Harga jual bervolume tinggi yang ditetapkan pesaing sangat rendah Produk bervolume rendah yang sulit untuk diproduksi, menghasilkan laba yang tinggi Manajer operasional ingin menghentikan produk yang nampaknya dapat menghasilkan laba tinggi Laba sulit dijelaskan Posisi profitabilitas perusahaan tinggi untuk produk bervolume rendah yang hanya dijual sendiri (tidak ada pesaing) Pelanggan tidak mengeluh atas kenaikan harga produk bervolume rendah. Departemen akuntansi menghabiskan banyak waktu untuk proyek khusus Beberapa departemen menggunakan sistem akuntansinya sendiri Biaya produk berubah karena adanya perubahan dalam peraturan laporan keuangan yaitu peningkatan atau penurunan total biaya suatu perusahaan akibat penambahan atau pengurangan satu unit keluaran; penentuan biaya marginal sangat penting dalam menentukan jumlah; biasanya, biaya marginal menurun sejalan dengan meningkatnya volume produksi sesuai dengan skala ekonomi, termasuk faktor potongan harga / diskon biaya material, tenaga kerja / pekerja terlatih, dan penggunaan mesin yang lebih efisien.

Penentuan Harga Pokok Berdasar Aktivitas Prosedur Sistem ABC Tahap Pertama a. Penggolongan Berbagai aktivitas b. Pengasosiasian Biaya dengan Aktivitas c. Penentuan Kelompok Biaya Homogen d. Penentuan Tarif Kelompok 2. Tahap Kedua Biaya Overhead Pabrik aktivitas dilacak ke berbagai jenis produk dengan menggunakan tariff kelompok yang dikosumsi oleh setiap kelompok. Rumusnya: Tarif Kelompok X Unit Cost Driver yang digunakan

Identifikasi & Klasifikasi Aktivitas Aktivitas-aktivitas berlevel unit (unit-level activities) Aktivitas yang dikerjakan setiap kali satu unit produk diproduksi, besar kecilnya aktivitas ini dipengaruhi oleh jumlah unit produk yang diproduksi Aktivitas-aktivitas berlevel Bacth (batch-level activities) Aktivitas yang dikerjakan setiap kali suatu batch produk diproduksi, besar kecilnya aktivitas ini dipengaruhi oleh jumlah batch produk yang diproduksi Aktivitas-aktivitas berlevel Produk (Product-level activities) Aktivitas yang dikerjakan untuk mendukung berbagai produk yang diproduksi perusahaan Aktivitas ini untuk mengkonsumsi masukan guna pengembangan produk atau memungkinkan produk di produksi dan dijual. Aktivitas-aktivitas berlevel Fasilitas (Facility-level-activities) Meliputi aktivitas untuk menopang proses pemanufakturan secara umum yang diperlukan untuk menyediakan fasilitas atau kapasitas pabrik, untuk memproduksi produk dan banyak sedikitnya aktivitas ini tidak berhubungan dengan volume produk yang diproduksi

JUST IN TIME Suatu Filosofi yang memusatkan pada eliminasi aktivitas pemborosan dengan cara memproduksi produk sesuai dengan permintaan konsumen dan hanya membeli bahan sesuai dengan kebutuhan produksi Sistem JIT Bermanfaat untuk: Meningkatkan keterlacakan biaya Meningkatkan akurasi penghitungan biaya produk Mengurangi perlunya alokasi pusat biaya produk Mengubah prilaku dan relatif pentingnya BTKL Mempengaruhi sistem penentuan harga pokok produk pesanan dan proses Mempengaruhi Otomatisasi

Tujuan Pemanufakturan JIT Memproduksi produk hanya jika produk tersebut dibutuhkan dan hanya sebesar jumlah permintaan para pelanggan

Perbedaan Pemanufakturan JIT dengan Tradisional Sistem pull-through Persediaan tdk signifikan Sel-sel pemanufakturan Tenaga kerja terinterdisiplin Pengendalian mutu total (TQC) Desentralisasi jasa Tradisional Sistem push-through Persediaan signifikan Berstruktur departemen Tenaga kerja Terspesialisasi Level mutu acceptable (AQL) Sentralisasi jasa

Pengambilan Keputusan Dalam Lingkungan Pemanufakturan Maju Memusatkan pada minimumisasi biaya untuk memaksimumkan laba total

Manajemen Persediaan Menyeimbangkan antara biaya pemesanan dengan biaya penyimpanan Membantu perusahaan untuk - memberikan kepuasan pelanggan - menjaga produksi - memanfaatkan potongan pembelian - mengantisipasi kenaikan harga

Perbedaan Manajemen Persediaan dan JIT Biaya Setup dan biaya penyimpanan Kinerja Tepat Waktu Menghindari Kemacetan Potongan dan Kenaikan harga

Model Keputusan Akuntansi Manajemen a. Penentuan Biaya Strategik b. Penentuan Biaya berbasis Aktivitas dan Pembuatan keputusan Strategik c. Penentuan Biaya Relevan

Pengelompokan Biaya Mutu Biaya Pencegahan= biaya yang terjadi untuk mencegah kerusakan Biaya Penilaian= biaya yang terjadi untuk menetukan apakah sudah sesuai dengan mutu Biaya Kegagalan Internal= biaya yang terjadi karena tidak sesuai dengan persyaratan terdeteksi sebelum di kirim barang Biaya Kegagalan Eksternal= sama dengan di atas bedanya sesudah barang di kirim

Laporan Kinerja Mutu Mengidentifikasi biaya yang disajikan dalam laporan kinerja Mengidentifikasi tingkat kinerja mutu organisasi Mengukur tingkat kinerja mutu yang harus dicapai

Pemilihan Standar Mutu Pendekatan Tradisional= tingkat mutu yang dapat di terima merupakan standar mutu sederhana yang kemungkinan terjadinya sejumlah tertentu produk yang rusak yang akan di produksi dan di jual Pendekatan Kerusakan Nol= Kuantifikasi Standar Mutu Perilaku Biaya Mutu Standar Fisik Penggunaan Standar Interim

Jenis Laporan kinerja Mutu laporan kinerja interim= laporan yang menunjukan kemajuan yang berhubungan dengan standar atau sasaran periode sekarang Laporan kinerja mutu satu periode = laporan yang membandingkan mutu tahun kemarin dengan saat ini Laporan tren periode ganda= laporan ini menunjukan kemajuan sejak awal mulai program penyempurnaan mutu Laporan kinerja mutu panjang = laporan ini menunjukan kemajuan yang berhubungan dengan standar atau sasaran jangka panjang

Jenis Laporan kinerja Mutu

Jenis Laporan kinerja Mutu

Jenis Laporan kinerja Mutu

Jenis Laporan kinerja Mutu

Pengukuran Produktivitas Teknis EFISIENSI Harga

Metode Taguchi pemakaian metode statistik rancangan equipment untuk menyempurnakan rancangan produk Strategi : Menghilangkan dampak gangguan Menghilangkan penyebab gangguan

Tahap Produksi Taguchi Merancang Sistem Merancang Parameter Merancang Toleransi

THE END THANK YOU