Pengantar Kuliah Bahasa Indonesia

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DASAR-DASAR LOGIKA PEMIKIRAN KRITIS
Advertisements

Metode Berpikir Ilmiah
PERTEMUAN 6 PROPOSISI.
BAHASA DAN KAIDAH BERPIKIR
RAGAM EKSPOSISI Setyawan Pujiono, M.Pd Jur. Pendidikan Bahasa Indonesia FBS UNY.
Oleh: Dedy Djamaluddin Malik (Kuliah ke-3)
LOGIKA MATEMATIKA Oleh BUDIHARTI, S.Si..
Pertemuan VIII – SILOGISME KATEGORIS
Tugas Bahasa Indonesia
Symbolic Expression & Persuasive Language Jumat, 5 Desember 2014.
Kalimat Berkuantor.
Merupakan unsur kedua logika.
PENALARAN deduktif – Silogisme kategoris
[SAP 6] KEPUTUSAN, PROPOSISI DAN KALIMAT
KARANGAN ILMIAH Di perguruan tinggi, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi produsen ilmu pengetahuan.
Bahasa Indonesia/Sepitri
1.2. Logika Predikat Pada pembahasan pasal sebelumnya kita telah
PERTEMUAN 4&5 PROPOSISI.
Kalimat Efektif.
PENALARAN Hartanto, S.I.P, M.A..
PENALARAN Ciciolina Dwi N 4/10/2017 BI.
PENALARAN Pengertian Penalaran merupakan suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan dat atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan.
PROPOSISI Affirmatif partial
PROPOSISI PENGERTIAN Logika mempelajari cara bernalar benar dan tidak dapat dilaksanakan tanpa memiliki dahulu pengetahuan yang menjadi premisnya.
1.2. Logika Predikat Pada pembahasan pasal sebelumnya kita telah
Universitas Multimedia Nusantara Robert Bala, MA, Dipl
Topik XII : PENALARAN / PENYIMPULAN
PEMAKAIAN KALIMAT.
DASAR_DASAR LOGIKA / herwanparwiyanto
SALAH NALAR RINI ASTUTI S.I.Kom., MM.
Pengantar Kuliah Bahasa Indonesia
Klasifikasi Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai intonasi final (kalimat lisan), dan secara aktual ataupun.
PENYEDERHANAAN PROPOSISI
Topik IX : PROPOSISI 1. Pengertian
PERTEMUAN 4 PROPOSISI.
Hubungan Ilmu, Penelitian
Bahasa Indonesia oleh Dr. H. Taufik Nurhadi, M.Pd.
KESANTUNAN KALIMAT RINI ASTUTI S.I.Kom., MM.
PROPOSISI Hartanto, S.I.P, M.A..
PROPOSISI Setelah proses berpikir dilakukan maka selanjutnya akal membuat kesimpulan-kesimpulan yang membuahkan pernyataan. Pernyataan yang dihubungkan.
Berpikir Dengan Pernyataan
DEDUKTIF Metode berpikir deduktif adalah metode penarikan kesimpulan dari masalah umum ke masalah khusus. Hukum deduktif bahwa segala yang dipandang benar.
PENALARAN DEDUKTIF DAN INDUKTIF
V. Penalaran Langsung Zainul Maarif, Lc., M.Hum..
Ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang telah diuji dan disusun menurut urutan dan pengertian yang menyeluruh serta.... Beraturan Berhubungan Berurutan Bersisian.
PENALARAN Oleh : Nurmaningsih.
SALAH NALAR.
PENALARAN DEDUKTIF DAN INDUKTIF
PENYEDERHANAAN PROPOSISI
BAB 4 PROPOSISI Yusuf Siswantara.
PRESENTASI PERKULIAHAN
Penalaran Tujuan bab ini adalah agar para maha-siswa dapat bernalar dengan baik dalam penyusunan karya ilmiah yang ditulis. Penalaran yaitu proses berpikir.
6. Proposisi Kategoris Zainul Maarif, Lc., M.Hum..
SALAH NALAR RINI ASTUTI S.I.Kom.
Sarana Kegiatan dan Kebenaran Ilmiah
Proposisi Kategoris Zainul Maarif, Lc., M.Hum..
MODUL VIII Proposisi Deskripsi
Penalaran Reza Praditya Yudha, M.Ikom.
PENALARAN 9/15/2018 BI.
Penalaran Proposisi ( reasoning ): suatu proses berfikir yang berusaha menghubungkan fakta/ evidensi yang diketahui menuju ke pada suatu kesimpulan. Proposisi.
M-04 Proposisi Proposisi adalah pernyataan dalam bentuk kalimat yang dapat dinilai benar salahnya. Proposisi adalah kalimat atau ungkapan yang terdiri.
Pertemuan 7 KALIMAT.
PENYIMPULAN Kegiatan manusia yang bertitik tolak dari pengetahuan yang telah dimiliki bergerak ke pengetahuan baru. Pengetahuan yang telah dimiliki = titik.
Karina Jayanti,S.I.Kom.,M.Si
SALAH NALAR Karina Jayanti.
DASAR_DASAR LOGIKA / herwanparwiyanto
ASPEK PENALARAN DALAM KARANGAN
PENYEDERHANAAN PROPOSISI
Universitas Multimedia Nusantara Robert Bala, MA, Dipl
KALIMAT EFEKTIF.
Transcript presentasi:

Pengantar Kuliah Bahasa Indonesia Tujuan Umum : Mahasiswa memiliki sikap bahasa yang positif terhadap bahasa Indonesia. (1) Kesetiaan bahasa, (2) Kebanggaan bahasa, (3) Kesadaran akan adanya norma bahasa. Tujuan Khusus : Agar para mahasiswa, calon sarjana, terampil menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, secara lisan dan terutama secara tulisan sebagai sarana pengungkapan gagasan ilmiah.

PENALARAN RINI ASTUTI S.I.Kom.,MM

DEFINISI PENALARAN Penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan. Data atau fakta yang akan dinalar itu boleh benar boleh tidak benar.

PROPOSISI dan Term Kalimat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut proposisi. Proposisi dapat dibatasi sebagai pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung di dalamnya. Term adalah kata atau kelompok kata yang dapat dijadikan subjek atau predikat dalam sebuah kalimat proposisi.

Contoh Proposisi Semua manusia akan mati pada suatu waktu. Beberapa orang Indonesia mempunyai kekayaan yang berlimpah. Kota Bandung hancur dalam perang dunia kedua karena bom atom. Semua gajah telah punah tahun 1980. Catt: kedua kalimat pertama dapat dibuktikan kebenarannya. Kedua kalimat terakhir dapat ditolak karena kebenarannya tidak sesuai dengan fakta/tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Contoh Term Semua tebu manis. Semua tebu adalah term, manis adalah term. Bumi adalah planet.

Contoh Bukan Proposisi Bangsa burungkah ayam? Mudah-mudahan Indonesia menjadi negara makmur. Berdirilah kamu di pinggir pantai. Diubah menjadi proposisi : Ayam adalah burung. Indonesia menjadi negara makmur. Kamu berdiri di pinggir pantai.

Empat Jenis Lingkaran Euler Proposisi Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek sama dengan perangkat yang terdapat dalam predikat. Semua S adalah semua P (Semua sehat adalah semua tidak sakit). Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek menjadi bagian dari perangkat predikat. Semua S adalah P (Semua sepeda beroda). Sebaliknya, perangkat predikat bagian dari perangkat subjek. Sebagian S adalah P (Sebagian binatang adalah gajah) S = P P S S P

Empat Jenis Lingkaran Euler Proposisi Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek berada di luar perangkat predikat. Tidak satu pun S adalah P Tidak seorang pun manusia adalah binatang. Sebagian perangkat yang tercakup dalam subjek berada di luar perangkat predikat. Sebagian S tidaklah P Sebagian kaca tidaklah bening. S P S p

Jenis-Jenis Proposisi Proposisi Tunggal Berdasarkan Bentuknya Proposisi Majemuk Proposisi Kategorial Berdasarkan Sifatnya Proposisi Kondisional Proposisi Positif Berdasarkan Kualitasnya Proposisi Negatif Proposisi Umum Berdasarkan Kuantitasnya Proposisi Khusus

Berdasarkan Bentuknya Proposisi Tunggal hanya mengandung satu pernyataan. Contoh : Semua petani harus bekerja keras. Setiap pemuda adalah calon pemimpin. Proposisi majemuk mengandung lebih dari satu pernyataan. Contoh : Semua petani harus bekerja keras dan hemat. Semua petani harus bekerja keras. dan Semua petani harus hemat.

Berdasarkan Sifatnya Dalam proposisi kategorial, hubungan antara subjek dan predikat terjadi dengan tanpa syarat. Contoh : Semua bemo beroda tiga. Sebagian binatang tidak berekor. Dalam proposisi kondisional, hubungan antara subjek dan predikat terjadi dengan suatu syarat tertentu. Contoh : Jika air tidak ada, manusia akan kehausan. (proposisi kondisional hipotesis) Proposisi kondisional disjungtif mengemukakan suatu alternatif atau pilihan. Contoh : Amir Hamzah adalah seorang sastrawan atau pahlawan.

Dalam proposisi kondisional hipotesis, pokok persoalan terletak pada unsur konsekuennya. Kalau konsekuennya positif, proposisi itu juga positif (afirmatif). Kalau konsekuennya negatif, proposisi itu juga negatif. Unsur anteseden tidak memberi pengaruh pada kualitas proposisi. Contoh : Jika hari ini panas, petani tidaklah bekerja. (negatif) Jika hari tidak panas, petani menjadi senang. (positif)

Berdasarkan Kualitasnya Proposisi positif (afirmatif) adalah proposisi yang membenarkan adanya persesuaian hubungan antara subjek dan predikat. Contoh : Semua dokter adalah orang pintar. Sebagian manusia adalah bersifat sosial. Proposisi negatif adalah proposisi yang menyatakan bahwa antara subjek dan predikat tidak mempunyai hubungan. Contoh : Semua harimau adalah singa. Sebagian orang jompo tidaklah pelupa.

Berdasarkan Kuantitasnya Proposisi umum (universal), predikat proposisi membenarkan atau mengingkari seluruh subjeknya. Contoh : Semua dokter adalah orang pintar. Tidak seorang dokter pun adalah orang yang takpintar. Semua gajah bukanlah kera. Tidak seekor gajah pun adalah kera. Ciri-ciri universal afirmatif : semua, setiap, tiap, masing-masing, apapun. Ciri-ciri universal negatif : tidak satu pun, takseorang pun.

Berdasarkan Kuantitasnya Proposisi khusus, predikat proposisi hanya membenarkan atau mengingkari sebagian subjeknya. Contoh : Sebagian mahasiswa gemar olahraga. Tidak semua mahasiswa pandai bernyanyi. Sebagian Pulau Jawa adalah Jawa Barat. Tidak semua Pulau Jawa adalah Jawa Barat. Ciri-ciri proposisi khusus : kata sebagian, sebahagian, banyak, beberapa, sering, kadang-kadang, dalam keadaan tertentu.

Bentuk-Bentuk Proposisi Berdasarkan proposisi kualitas dan kuantitas, ditemukan empat macam proposisi ; 1. Proposisi umum-positif; disebut Proposisi A 2. Proposisi umum-negatif; disebut Proposisi E 3. Proposisi khusus-positif; disebut Proposisi I 4. Proposisi khusus-negatif; disebut Proposisi O

1. Proposisi umum-positif; disebut Proposisi A adalah proposisi yang membenarkan keseluruhan subjek. (A) Contoh : Semua karya ilmiah mempunyai daftar pustaka. 2. Proposisi umum-negatif; disebut Proposisi E adalah proposisi yang predikatnya mengingkari keseluruhan subjek. (E) Contoh : Tidak seekor ayam pun berkaki dua. 3. Proposisi khusus-positif; disebut Proposisi I adalah proposisi yang predikatnya membenarkan sebagian subjek. (I) Contoh : Sebagian perguruan tinggi dikelola oleh yayasan. 4. Proposisi khusus-negatif; disebut Proposisi O adalah proposisi yang predikatnya mengingkari sebagian subjek. (O) Contoh : Sebagian mahasiswa tidak mempunyai mobil.

INFERENSI DAN IMPLIKASI Inferensi (infere) : menarik kesimpulan. proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui. Implikasi (implicare) : terlibat atau rangkuman, sesuatu yang dianggap ada karena sudah di rangkum dalam fakta/ evidensi itu sendiri.

EVIDENSI Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena.  Wujud Evidensi evidensi berbentuk data & informasi (keterangan yang diproleh dari sumber tertentu).

CARA MENGUJI DATA Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian data: Observasi  mengamati secara langsung sesuatu objek untuk melihat dengan dekat kegiatan yang dilakukan objek tersebut Kesaksian Autoritas

CARA MENGUJI FAKTA Fakta  adalah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan Untuk menguji fakta kita butuh melakukan 2 kali penilaian. menentukan apakah data itu merupakan kenyataan atau yang sungguh terjadi. Setelah yakin dengan hal itu barulah dilakukan penilaian yang kedua. Penilaian kedua ini berdasarkan 2 dasar yaitu Konsistensi dan juga Koherensi.

CARA MENILAI AUTORITAS Untuk menilai suatu autoritas, penulis dapat memilih beberapa cara pokok sebagai berikut: Tidak mengandung Prasangka artinya pendapat disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli atau didasarkan pada hasil eksperimen yang dilakukannya. Pengalaman dan Pendidikan Pendidikan yang diperoleh harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan sebagai seorang ahli. Pengalaman yang diperoleh, penelitian yang dilakukan, presentasi hasil penelitian dan pendapatnya akan memperkuat kedudukan penulis.

3. Kemasyhuran dan Prestise Faktor ketiga yang harus diperhatikan adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas hanya sekedar bersembunyi dibalik kemasyhuran dan prestise pribadi di bidang lain. Apakah ahli menyertakan pendapatnya dengan fakta yang menyakinkan. 4. Koherensi dengan Kemajuan Hal keempat adalah apakah pendapat yang diberikan autoritas sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman atau koheren dengan pendapat sikap terakhir dalam bidang itu. Untuk memperlihatkkan bahwa penulis benar-benar siap dengan persoalan yang tengah diargumentasikan.

TERIMAKASIH..