Sesi 2 Pengenalan Terhadap EDS/M dan Instrumen EDS/M

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Direktorat Pembinaan SMA
Advertisements

Permendiknas No. 19 Tahun 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH.
TUGAS UTAMA SEKOLAH ADALAH MEWUJUDKAN KEUNGGULAN
RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS)
DELAPAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
ANALISIS PROFIL DAN PETA MUTU PENDIDIKAN
PENGENALAN SNP, SPM DAN IMPLEMENTASI SPM
MUTU PENDIDIKAN Mutu pendidikan adalah tingkat kecerdasan kehidupan bangsa yang dapat diraih dari penerapan Sistem Pendidikan Nasional.
ANALISIS BUKU GURU dan SISWA (Mata Pelajaran Program Keahlian SMK)
Konsep EDS/M-MSPD LPMP Jawa Barat.
MANAJEMEN PELAKSANAAN KBK
Sesi 2 Pengenalan Terhadap EDS/M dan Instrumen EDS/M
SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (SPMP)
PENGENALAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I.
Sesi 2 Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M)
EDS/M-RKS/M-RKTS/M-RKAS/M
HASIL PENDATAAN/SENSUS SPM DIKDAS TAHUN 2014 MI & MTs
EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH (EDS/M)
RAKOR SOSIALISASI SEKOLAH MODEL
LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) JAWA TIMUR
Dalam Rangka Perencanaan Sekolah/Madrasah
PEMETAAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR
Pendidikan Gratis dan Standar Pelayanan Minimal
RANGKAIAN KEGIATAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN TAHUN 2012
MATERI PELATIHAN Panduan Peningkatan dan Penjaminan Mutu Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai Dasar Pelaksanaan Perbaikan Mutu Berkelanjutan.
Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawas
SIMULASI PENGISIAN INSTRUMEN EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH (EDS/M)
PEMBEKALAN PROGRAM QUALITY ASSURANCE LPMP SULAWESI SELATAN 2009.
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PMP
BIMBINGAN TEKNIS FASILITATOR DAERAH SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL
LAPORAN INDIVIDU DAN KELOMPOK HASIL AKREDITASI SMP/MTs
LAPORAN INDIVIDU DAN KELOMPOK HASIL AKREDITASI SD/MI
PENYUSUNAN PROGRAM & PELAPORAN PENGAWASAN SEKOLAH
VERIFIKASI SEKOLAH MODEL PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2017
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
MODUL PEMBIMBING Modul terdiri dari: Pendahuluan PIGP
Permendiknas No. 19 Tahun 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH.
SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
Sosialisasi dan Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter
Kegiatan 6b Kajian dan Simulasi Penggunaan Modul GP Waktu: 14 JP
RTL : PENDAMPINGAN DAN PENGIMBASAN
BIMBINGAN TEKNIS FASILITATOR DAERAH SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL
KEBIJAKAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
CAPACITY BUILDING PENGGUNAAN INSTRUMEN EDS TINGKAT NASIONAL TAHUN 2012
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
EVALUASI DIRI SEKOLAH UNTUK PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
Sesi 3 Identifikasi Kesenjangan dan Rekomendasi Pemenuhan SPM
MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA TIM PEMBINA ADIWIYATA PROPINSI JAWA TIMUR
RANGKAIAN KEGIATAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN TAHUN 2012
Sesi 5 Penyusunan Rencana Anggaran Sekolah/Madrasah
Penyusunan Peraturan Akademik SMA
SPMP DISKUSI INTERAKTIF
Provinsi Sumatera Selatan
BIMBINGAN TEKNIS PENINGKATAN
PENDAMPINGAN AUDIT MUTU INTERNAL
PELATIHAN TIM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH (TPMPS) MATERI 3- PENGEMBANGAN SEKOLAH MODEL.
EVALUASI DIRI SEKOLAH/MADRASAH
SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (SPMP)
Sesi 2 Menentukan Kondisi Sekolah/Madrasah Saat ini
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP) di SATUAN PENDIDIKAN
PENYUSUNAN EVALUASI DIRI, RENSTRA, DAN RENOP
MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN SEKOLAH (SESI-1/MODUL 4.1) ( Peran Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah Dalam PPK) KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT.
“Akreditasi Bermutu untuk Pendidikan Bermutu”
Dr. Kusnohadi, M.Pd Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur
PENGEMBANGAN SILABUS dan RPP dalam Implementasi KTSP
PENILAIAN DAN EVALUASI PPK DISAMPAIKAN PADA KEGIATAN BINTEK PEMBELAJARAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) BAGI GURU-GURU DAN PENGAWAS JENJANG SMA Tanggal,
SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) SOSIALISASI Disampaikan pada: Kegiatan Sosialisasi SPMI Diknas Kab. Kepulauan Sula Oleh: Sulman Sibela, S.Pd KEMENTERIAN.
Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan DITJEN GTK - KEMDIKBUD Bimtek Pengajar Diklat Penguatan Kepala Sekolah TEKNIK ANALISIS MANAJEMEN NARASUMBER.
Disajikan oleh. KOMAR HIDAYAT
Transcript presentasi:

Sesi 2 Pengenalan Terhadap EDS/M dan Instrumen EDS/M Mengapa slide ini penting? EDS/M merupakan awal dari pelaksanaan SNP, SPM, dan SPMP. Inti uraian: EDS/M merupakan salah satu dari banyak instrumen dalam Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP). EDS/M dikembangkan berdasarkan SMP/SNP Baca lagi Permendiknas No 63/2009 tentang SPMP. Karena EDS/M bersifat dari, oleh, dan untuk sekolah/madrasah, maka No trust no EDS/M. Hingga saat ini sekolah/madrasah lebih berperan hanya sebagai PENYEDIA data, EDS/M memposisikan sekolah/madrasah sebagai PENGANALISA DAN PENGGUNA data sekolah/madrasah terutama untuk perbaikan sekolah/madrasah masing-masing. EDS/M dilaksanakan untuk memperkuat pelaksanaan MBS, SNP, atau standar lain di atas SNP di setiap sekolah/madrasah. EDS/M menuntut KEJUJURAN dari Tim Pengembang untuk menjaga akurasi dan pemutakhiran data. Bila tidak jujur dengan data sekolah/madrasah maka implikasi dan resiko (negatif maupun positif) akan ditanggung oleh sekolah/madrasah sendiri.

Tujuan Sesi Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan mampu : Menjelaskan Konsep EDS/M. Menggunakan Instrumen EDS/M. Memahami Strategi Implementasi EDS/M. Mengapa slide ini penting? Agar peserta mengetahui kemampuan yang akan dimiliki oleh peserta setelah sesi ini selesai. Inti uraian: Untuk mengevaluasi kinerja sekolah/madrasah, banyak cara, alat dan strategi yang dapat dilakukan sekolah/madrasah.

Pokok Bahasan Konsep EDS/M. Instrumen EDS/M. Strategi Implementasi EDS/M. Mengapa slide ini penting? Menjelaskan ruang lingkup materi EDS/M yang perlu difahami peserta. Inti uraian: Gambaran umum terdiri dari landasan hukum, pengertian, tujuan, manfaat, hubungan antara kegiatan EDS/M dan SPMP, dsb. Dengan instrumen EDS/M yang mengacu pada 8 SNP, peserta perlu mencermati 8 standar, aspek, komponen, spesifikasi, indikator pencapaian, pemeringkatan ketercapaian, makna setiap peringkat, sumber data atau bukti, kolom pengolahan dan analisa data, dan penentuan peringkat ketercapaian standar. Peserta perlu mencermati langkah-langkah dalam melaksanakan EDS/M.

Mengkaji Panduan EDS/M Latihan 1.2.1 Baca cepat Bacaan Latihan 1.2.1 – Panduan EDS/M (7’). Gunakan Lembar Kerja Latihan 1 untuk memandu dan merekam hasil bacaan Anda (4’). Ceritakan jawaban Anda kepada peserta lain (3’). Mengapa slide ini penting? Peserta harus mengenali konsep dan ide utama dalam EDS/M. Memandu peserta belajar mandiri. Memudahkan fasilitator melakukan pendampingan terhadap seluruh peserta. Mengakktifkan peserta dalam proses pelatihan. Inti uraian: EDS/M bisa dilupakan bila hanya didengar; EDS/M juga mudah diingat apabila panduannya di baca langsung; bahkan EDS/M dapat lebih mendalam difahami apabila dibaca cepat secara individual dan didiskusikan bersama-sama dalam kelompok. Alasan, tujuan, manfaat, dan pelaksanaan EDS/M melibatkan tim pengembang sekolah/madrasah. Mengkaji Panduan EDS/M

Pengertian EDS/M Evaluasi diri sekolah/madrasah atau EDS/M adalah proses evaluasi diri sekolah/madrasah yang bersifat internal yang melibatkan pemangku kepentingan untuk melihat kinerja sekolah/madrasah berdasarkan SPM dan SNP yang hasilnya dipakai sebagai dasar penyusunan RKS/M dan sebagai masukan bagi perencanaan investasi pendidikan tingkat kabupaten/kota Mengapa slide ini penting? EDS/M merupakan konsep yang belum dikenal secara mendalam dan digunakan oleh mayoritas sekolah/madrasah. EDS/M yang ada masih bisa disesuaikan dengan kebutuhan sekolah/madrasah. EDS/M merupakan aplikasi riset, evaluasi, dan pengembangan. EDS/M membutuhkan data kuantitatif dan kualitatif. Inti uraian: Gunakan LBB 2.1 dan cermati Gambar 1 dalam Panduan Teknis. Selain EDS/M, SPMP juga akan mengumpulkan data dan informasi dengan menggunakan instrumen Kajian Eksternal Sekolah/Madrasah sesuai kebutuhan, instrumen Monitoring tahunan oleh pengawas dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten, survei oleh Pusat Statistik Pendidikan (PSP) Balitbang Kemdiknas atau EMIS-Kemenag setiap tahun, instrumen BAN S/M setiap lima tahunan, dan monitoring dan evaluasi sertifikasi guru setiap tahun. EDS/M adalah bagian dari pemetaan mutu sekolah/madrasah. Peta mutu sekolah/madrasah memberikan data awal pencapaian standard (SPM/SNP). Internal artinya data proses dan hasil EDS/M dikumpulkan dan digunakan oleh, dari, dan untuk sekolah/madrasah sendiri. Karena Sekolah/Madrasah adalah pelaku utama penjaminan mutu sekolah/madrasah. Tim pengembang terdiri dari kepala sekolah/madrasah, guru, komite sekolah/madrasah, orang tua, wakil tokoh masyarakat, dan pengawas sekolah/madrasah.

Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah Penerapan standar mutu. Identifikasi dan pengumpulan data mutu. Pengolahan dan analisis data mutu. Penyimpulan hasil EDS/M. Diri: Internal sekolah/madrasah. Sekolah/Madrasah:  Tim pengembang sekolah/madrasah. Mengapa slide ini penting? EDS/M merupakan konsep yang belum dikenal secara mendalam dan digunakan oleh mayoritas sekolah/madrasah. EDS/M yang ada masih bisa disesuaikan dengan kebutuhan sekolah/madrasah. EDS/M merupakan aplikasi riset, evaluasi, dan pengembangan. EDS/M membutuhkan data kuantitatif dan kualitatif. Inti uraian: Gunakan LBB 2.1 dan cermati Gambar 1 dalam Panduan Teknis. Selain EDS/M, SPMP juga akan mengumpulkan data dan informasi dengan menggunakan instrumen Kajian Eksternal Sekolah/Madrasah sesuai kebutuhan, instrumen Monitoring tahunan oleh pengawas dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten, survei oleh Pusat Statistik Pendidikan (PSP) Balitbang Kemdiknas atau EMIS-Kemenag setiap tahun, instrumen BAN S/M setiap lima tahunan, dan monitoring dan evaluasi sertifikasi guru setiap tahun. EDS/M adalah bagian dari pemetaan mutu sekolah/madrasah. Peta mutu sekolah/madrasah memberikan data awal pencapaian standard (SPM/SNP). Internal artinya data proses dan hasil EDS/M dikumpulkan dan digunakan oleh, dari, dan untuk sekolah/madrasah sendiri. Karena Sekolah/Madrasah adalah pelaku utama penjaminan mutu sekolah/madrasah. Tim pengembang terdiri dari kepala sekolah/madrasah, guru, komite sekolah/madrasah, orang tua, wakil tokoh masyarakat, dan pengawas sekolah/madrasah.

Tujuan EDS/M Sekolah/madrasah menilai kinerjanya berdasarkan SPM dan SNP. Sekolah/madrasah mengetahui tahapan pengembangan dalam pencapaian SPM dan SNP sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan yang bermuara pada peningkatan mutu peserta didik. Sekolah/madrasah dapat menyusun Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (RPS/M) atau Rencana Kegiatan Sekolah/Madrasah (RKS/M) sesuai kebutuhan nyata menuju ketercapaian implementasi SPM dan SNP. Mengapa slide ini penting? EDS/M memiliki tujuan dan sasaran di sekolah/madrasah dan membantu kota/kabupaten. Inti uraian: Arah dan kontribusi yang jelas dari EDS/M dalam pengembangan RKS, RKT dan anggaran sekolah/madrasah. EDS/M membantu menyiapkan data sekolah/madrasah bagi kepentingan RKPD. Kinerja sekolah/madrasah diukur sesuai dengan standar yang ada dalam SNP/SMP. Sekolah dapat memilih prioritas kebutuhan, merumuskan program dan anggaran, dan mengukur keberhasilan antar tahun. Dinas membutuhkan data kinerja sekolah/madrasah untuk memperluas akses dan memperbaiki mutu sekolah/madrasah. Data yang akurat dan mutakhir berguna dalam penyusunan program dan anggaran pendidikan oleh DPRD dan Pemerintah Kota/Kabupaten.

Manfaat EDS/M bagi Sekolah/Madrasah Mengidentifikasikan kelebihan serta kekurangannya sendiri dan merencanakan pengembangan ke depan. Memiliki data dasar yang akurat untuk pengembangan dan peningkatan di masa mendatang. Mengidentifikasikan peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan yang disediakan, mengkaji apakah inisiatif peningkatan tersebut berjalan dengan baik dan menyesuaikan program sesuai dengan hasilnya. Memberikan laporan formal kepada pemangku kepentingan demi meningkatkan akuntabilitas sekolah/madrasah. Mengapa slide ini penting? Sekolah bisa menilai kinerjanya sendiri secara jujur, menyusun RKT dengan tujuan dan hasil yang terukur, dan membudayakan akuntabilitas manajemen sekolah/madrasah. Inti uraian: Semua temuan perlu didukung dengan bukti dan data yang mengacu pada SNP/SPM. Data kuantitatif dan kualitatif membantu identifikasi kesenjangan, prioritas kebutuhan, dan usulan perbaikan manajemen sekolah/madrasah. Sekolah, pemerintah daerah, dan Pemerintah menggunakan data awal untuk mengukur kinerja sekolah/madrasah.

Kapan EDS/M Sebaiknya Dilaksanakan? Sekolah/madrasah melakukan EDS/M setiap tahun. Sekolah/madrasah melakukan EDS/M pada waktu pergantian tahun ajaran. Sekolah/madrasah mencatat dan melaporkan setiap ada perubahan (penurunan atau perbaikan) indikator standar. Sekolah/madrasah meng-update data ketika menyusun program dan anggaran sekolah/ madrasah. Mengapa slide ini penting? Sekolah/madrasah perlu menentukan waktu EDS/M dan hasilnya bisa langsung digunakan untuk perbaikan RKT sekolah/madrasah. Inti uraian: Data dan laporan hasil EDS/M perlu digunakan untuk perbaikan mutu sekolah/madrasah. Rekomendasi dari laporan yang dilengkapi data dapat langsung dielaborasi dalam usulan program tahun ajaran baru. Siklus waktu perencanaan dan anggaran tahunan di sekolah/madrasah perlu diselaraskan dengan perencanaan di kota/kabupaten.

Rujukan EDS/M SNP SPM 1. Sarana Prasarana 1. Sarana Prasarana dan Buku (No. 1-4 Kab/Kota dan No. 1-4 Sek/Mad) 2. Pendidik & Tenaga Kependidikan 2. Pendidik & Tenaga Kependidikan (No. 5-12 Kab/Kota dan No. 5 Sek/Mad) 3. Isi 4. Proses 3. Kurikulum dan Pembelajasan (No. 13 Kab/Kota dan No. 6-8 Sek/Mad) 5. Pengelolaan 5. Pengelolaan (No. 13 Sek/Mad) 6. Penilaian 6. Penilaian dan Penjaminan mutu (No. 14 Kab/Kota dan 9-12 Sek/Mad) 7. Kompetensi Lulusan 8. Pembiayaan Mengapa slide ini penting? Menunjukkan persamaan dan perbedaam antara SNP dan SPM. Menghindari inkonsistensi kebijakan tentang standar mutu sebagai rujukan EDS/M. Menyajikan pilihan-pilihan standar bagi setiap sekolah/madrasah untuk peningkatan mutu sekolah/madrasah. Inti uraian: SPM lebih sederhana dari SNP karena Pemda punya kapasitas terbatas untuk memenuhinya. SPM dan SNP itu tercantum dalam Permen 63/2009 tentang SPMP. Perbedaan spesifikasi, subindikaktor, dan pengukurannya perlu difahami sebagai pilihan yang saling melengkapi.

Keterkaitan EDS/M dengan Penjaminan Mutu EVALUASI DIRI SEKOLAH/ MADRASAH (EDS/M) (Tahunan) MONITORING SEKOLAH/MADRASAH OLEH PEMDA (MSDP) (Sesuai kebutuhan) SPMP MEMENUHI SPM DAN SNP SERTIFIKASI GURU DAN PENINGKATAN KOMPE-TENSI PROFESIONAL (Tahunan/berjalan) EVALUASI DIRI KAB/ KOTA (EDK) (Tahunan) Mengapa slide ini penting? Peserta perlu mengetahui keterkaitan EDS/M dengan berbagai program penjaminan mutu sekolah/madrasah. Inti uraian: Berbagai kegiatan pendataan, monitoring, dan evaluasi diarahkan untuk memastikan bahwa sekolah/madrasah melaksanakan upaya penjaminan mutu untuk memenuhi bahkan melampaui SNP. AKREDITASI SEKOLAH/ MADRASAH (Lima tahunan) PENGUMPULAN DATA PADATI (tahunan) UJIAN NASIONAL (tahunan)

Siklus Pengembangan Berkelanjutan MENGUMPULKAN INFORMASI BERDASAR-KAN SNP, SPM, DAN KEBUTUHAN SETEMPAT MENGIDENTIFIKASI PENCAPAIAN DAN MEMPRIORITASKAN BIDANG UNTUK PRIORITAS PENINGKATAN. RENCANAKAN PROGRAM BERDASARKAN IDENTIFIKASI PENGIMPLEMENTASIAN PROGRAM PENINGKATAN MONITOR DAN MENGKAJI KEMAJUAN Mengapa slide ini penting? Peserta perlu mengetahui bahwa EDS/M harus dilakukan secara terus menerus. Inti uraian: EDS/M diharapkan menjadi kegiatan rutin di sekolah/madrasah yang dilakukan secara terus menerus setiap tahun, untuk mengetahui sejauh mana sekolah/madrasah sudah mencapai tahapan pengembangan. Hasil EDS/M digunakan sebagai dasar dalam upaya pengembangan sekolah/madrasah selanjutnya.

Jenis dan Sumber Data EDS/M Statistik sekolah/ madrasah Laporan tahunan Laporan semester Dokumen lain Jenis data: Kuantitatif Kualitatif Mengapa slide ini penting? Menegaskan bahwa EDS/M dilakukan dengan data dari berbagai sumber agar data sekolah/madrasah akurat, mutakhir, dan dapat dipercaya untuk penyusunan RKS, RKT, dan anggaran. Kinerja sekolah/madrasah dan data secara selektif bisa diagregasi di Kota, Kabupaten, Provinsi, dan Nasional. Inti uraian: Hindari kesimpulan evaluasi kinerja sekolah/madrasah dengan pernyataan tanpa data sebagai bukti. Data kuantitatif dan kualitatif bisa saling melengkapi dalam memahami mutu sekolah/madrasah. Sekolah/madrasah mudah merumuskan prioritas dan sasaran pengembangan sekolah/madrasah. Sekolah/madrasah dapat mentafsirkan data sesuai kebutuhan sekolah/madrasah dan sumber daya yang ada di sekolah/madrasah masing-masing. Sumber data lain masih banyak yang dapat digunakan oleh sekolah/madrasah untuk cross check data.

Pelaksana EDS/M Kepala sekolah/madrasah. Wakil guru. Wakil orang tua murid. Komite sekolah/madrasah. Pengawas sekolah/madrasah (sebagai pembimbing). Mengapa slide ini penting? Data dan profile sekolah/madrasah bervariasi. EDS/M perlu dilakukan secara jujur dan kolektif bersama tim pengembang sekolah/madrasah. Inti uraian: Pengambilan data, analisis data, dan penyimpulan diharapkan JUJUR oleh sekolah/madrasah. Kebersamaan semua fihak meringankan tanggungjawab dan menghindari kesalahan. EDS/M mendukung peran dan partisipasi semua warga sekolah/madrasah.

Instrumen EDS/M Mengapa slide ini penting? Peserta perlu penjelasan tentang bentuk dan bagian dari instrumen EDS/M. Inti uraian: Dalam instrumen EDS/M terdapat empat bagian yang harus diisi atau ditulis, yakni: Bukti Fisik, Ringkasan Deskripsi Indikator Berdasarkan Bukti Fisik, Tahapan Pengembangan, dan Rekomendasi. Untuk bisa melaksanakan EDS/M, kepala sekolah/madrasah dan guru perlu mempelajari instrumen ini secara lebih mendalam agar bisa menggunakannya di sekolah/madrasah masing-masing. 15

4 Isian dalam Instrumen EDS/M 1. Bukti-Bukti Fisik Digunakan sebagai bahan dasar untuk menggambarkan kondisi sekolah/madrasah terkait indikator yang dinilai. Sumber informasi misalnya catatan kajian, hasil observasi, dan hasil wawancara/konsultasi dengan komite, orangtua, guru-guru, siswa, dll. Berbagai jenis bukti fisik dapat digunakan sebagai bukti tahapan pengembangan tertentu. Informasi yang dikumpulkan berdasarkan bukti fisik tersebut dipastikan keakuratannya melalui proses triangulasi. Mengapa slide ini penting? Peserta perlu penjelasan tentang bukti-bukti fisik apa saja yang dapat ditulis dalam mengisi instrumen EDS/M. Inti uraian: Berbagai jenis bukti fisik dapat digunakan sekolah/madrasah sebagai bukti tahapan pengembangan tertentu. Selain itu, sekolah/madrasah perlu juga menunjukkan sumber bukti fisik lainnya yang sesuai. 16

2. Deskripsi Indikator Kolom ini berisi uraian singkat yang menjelaskan situasi nyata yang terjadi di sekolah/madrasah sesuai dengan indikator pada setiap komponen. Deskripsi indikator yang menggambarkan kondisi nyata dan spesifik akan memudahkan sekolah/ madrasah dalam menyusun rekomendasi untuk perbaikan maupun peningkatan, sekaligus menentukan rencana pengembangan berdasarkan rekomendasi dan prioritas sekolah/madrasah. Mengapa slide ini penting? Peserta perlu penjelasan tentang bagaimana menulis deskripsi indikator yang perlu ditulis dalam instrumen EDS/M. Inti uraian: Kolom “ringkasan deskripsi indikator berdasarkan bukti fisik” pada instrumen EDS/M diisi uraian singkat yang menjelaskan situasi nyata yang terjadi di sekolah/madrasah sesuai dengan indikator pada setiap komponen yang mengacu kepada SPM dan SNP. 17

3. Tahapan Pengembangan Tahap ke-1; belum memenuhi SPM. Kinerja sekolah/madrasah mempunyai banyak kelemahan dan membutuhkan banyak perbaikan. Tahap ke-2; memenuhi SPM. Terdapat beberapa kekuatan dan kelemahan tetapi masih sangat butuh perbaikan. Tahap ke-3; memenuhi SNP. Kinerja sekolah/madrasah baik, namun masih perlu peningkatan. Tahap ke-4; melampaui SNP. Kinerja sekolah/madrasah sangat baik, melampaui standar yang telah ditetapkan. Mengapa slide ini penting? Peserta perlu penjelasan tentang makna dari setiap tahapan perkembangan dalam instrumen EDS/M. Inti uraian: Tahapan perkembangan sekolah/madrasah dibagi empat, mulai dari Tahap ke-1, Tahap ke-2, Tahap ke-3, dan Tahap ke-4. Dalam menentukan pilihan tahapan pengembangan, sebaiknya dimulai dari pengecekan terhadap Tahap ke-3 (memenuhi SNP). Jika sudah memenuhi maka diberi tanda check () pada pilihan Tahap ke-3. Jika telah melampaui SNP maka diberi tanda check () pada pilihan Tahap ke-4. Jika belum memenuhi SNP maka diberi tanda check () pada pilihan Tahap ke-2 atau Tahap ke-1 sesuai penjelasan pada masing-masing tahapan. 18

4. Rekomendasi Rekomendasi ditulis berdasarkan bukti fisik, deskripsi, dan tahapan pengembangan untuk setiap indikator. Rekomendasi tidak hanya difokuskan pada indikator yang dianggap lemah namun juga disusun untuk setiap indikator yang telah mencapai SNP. Rekomendasi ini kemudian direkap sebagai dasar masukan dalam penyusunan RKS/M. Sekolah/madrasah perlu memastikan bahwa rekomendasi ini sungguh-sungguh berbasis hasil evaluasi diri. Mengapa slide ini penting? Peserta perlu penjelasan tentang cara penulisan rekomendasi dalam instrumen EDS/M. Inti uraian: Setelah menentukan tahapan pengembangan, sekolah/madrasah kemudian menyusun rekomendasi berdasarkan bukti fisik, deskripsi, dan tahapan pengembangan untuk setiap indikator. Rekomendasi ini kemudian direkap sebagai dasar masukan dalam penyusunan Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M). Sekolah/madrasah perlu memastikan bahwa rekomendasi ini sungguh-sungguh berbasis hasil evaluasi diri. 19

Mengkaji Instrumen EDS/M Latihan 1.2.2. Baca cepat Bacaan Latihan 1.2.2 - Instrumen EDS/M (10’) Lakukan EDS/M dengan mengerjakan 3 indikator (15’). Ceritakan jawaban Anda kepada peserta lain (5’). Mengapa slide ini penting? Peserta harus membaca cepat dalam melakukan kajian dokumen. Inti uraian: Peserta dapat dibagi menjadi 8 kelompok dan setiap kelompok mendalami 3 indikator yang ada di instrumen EDS/M. Standar lain yang belum didalami selama pelatihan dapat dikaji kembali di luar jam pelatihan. Peserta perlu mencermati secara tajam terhadap makna setiap indikator dan tahap pengembangan yang sudah dicapai. Berikan pertanyaan-pertanyaan refleksi, misalnya: 1) Dimana posisi sekolah Anda? 2) Standar apa yang mudah diukur ketercapaiannya? 3) Standar mana yang sulit diukur ketercapaiannya? 4) Adakah standar yang belum dapat dicapai oleh sekolah/madrasah Anda? Jika salah satu standar telah melebihi SNP, rekomendasi apa yang akan disampaikan? Mengkaji Instrumen EDS/M

Penutup Pelatih mengundang dan mendokumentasikan komentar peserta tentang proses dan hasil pelatihan Pelatih menyampaikan kembali hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam melakukan EDS/M. Mengapa slide ini penting? Peserta perlu diingatka akan hal-hal prinsip dalam pelaksanaan EDS/M. Inti uraian: EDS-M merupakan keharusan bagi sekolah/madrasah yang dilakukan setiap tahun, untuk mengetahui sejauh mana sekolah/madrasah telah mememenuhi standar. Dalam melakukan EDS/M, puhak sekolah/madrasah harus berlaku jujur menyampaikan fakta apa adanya. Hasil EDS/M merupakan informasi penting untuk menyusun rencana pengembangan sekolah/madrasah selanjutnya.