Belajar Dari Sistem Pendidikan di Jepang

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KOMPETENSI DAN KUALIFIKASI GURU PROFESIONAL
Advertisements

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA
UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Pendidikan Tinggi di Indonesia
PENGARUH KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN AGAMA
STANDAR PENYUSUNAN MODUL
Konsep Dasar Pendidikan
BAHAN AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Ruang Lingkup Profesi Kependidikan
LIMA PILAR BELAJAR GUNA MEWUJUDKAN TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
OLEH : Sosiatun Ungaran 2
PENDIDIKAN NON FORMAL DAN PENDIDIKAN INFORMAL.
Firdan A.R ( ) Ivan N ( ) Windi F ( )
PENDIDIKAN KARAKTER Universitas Negeri Yogyakarta Oleh:
PROPOSAL OLEH ERNA WATI ALI RAHAYAAN Npm :
SISTEM PENDIDIKAN Di Indonesia
PANDUAN PENGEMBANGAN KTSP
KOHORT PENDIDIKAN TERTINGGI PENDUDUK TAHUN 2007 USIA 19-23
Pendidikan Tinggi dan Nilai-Nilai Keadaban Publik
UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
JERMAN.
Penyaji: Momon Sulaeman
Nama : Ratni Tuharea NMP :
Orientasi Baru Dalam Pembelajaran
PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
ANAK-ANAK. PEMBUATAN PROGRAM BELAJAR MENGENAL WARNA UNTUK
Sistem Pembelajaran dalam Standar Proses Pendidikan
Materi dan Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar
Kebijakan Direktorat Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kualitas PAI pada Sekolah DR. H. NI FASRI, M.Pd. Kasubdit PAI pada SMP Direktorat Pendidikan.
VERVAL DOKUMEN 1 KURIKULUM 2013
Pengembangan Kompetensi sebagai Tujuan Pembelajaran
Pendidikan Karakter di SMP
Kesiapan Jurusan PGSD FIP Unesa dalam Menyongsong Pelaksanaan Kurikulum 2013 Suryanti Jurusan PGSD FIP Unesa
BAB II SIKAP PROFESIONAL KEGURUAN
UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL.
UNDANG–UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
PERAN ILMU PENDIDIKAN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
Guru Profesional dan Standarisasi Pendidikan Nasional
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Undang Undang Sisdiknas no. 20 Tahun 2003
Tujuan dan Standar Kompetensi
TUJUAN DAN KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN
KOMPONEN SISTEM PEMBELAJARAN DAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Pedagogi Kritis dalam Pendidikan di Indonesia
Analisis Kurikulum.
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Analisis Kurikulum Penjasorkes dan Bahan Ajar
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
PROGRAM peningkatan mutu SMA 48 jakarta
KURIKULUM 2013: URGENSI PENDIDIKAN INDONESIA
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
KOMPONEN-KOMPONEN PENGEMBANGAN KURIKULUM
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
STANDAR ISI HENDRA ERIK RUDYANTO.
KELOMPOK 2 ALFIAN MUBAROK SRI DEWI NURMAESIH HARIS SUHAILY.
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
CIVIC EDUCATION Rabiatul Adawiyah, M.Pd. Pendidikan Kewiraan UU N0.2 Tahun 1989 Alasan tidak relevan: a.Pola dan praktek pembelajaran yang indoktrinatif.
Pengembangan Pendidikan agama berbasis wawasan kebangsaan
PERILAKU KONSUMEN JASA PENDIDIKAN ABD. HARIS NIM: PROGRAM STUDI DOKTORAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PASCASARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI.
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
HOTS Pengembangan INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
PKn yang berhasil menumbuhkan sikap mental : bersifat cerdas,
UNGGUL DALAM PRESTASI AKADEMIK UNGGUL DALAM PRESTASI NON AKADEMIK UNGGUL DALAM PENCAPAIAN HASIL NILAI UJIAN NASIONAL UNGGUL DALAM PENINGKATAN PROFESIONALISME.
Sosialisasi KTSP Departemen Pendidikan Nasional Sosialisasi KTSP UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL.
MENJADI GURU JAMAN NOW. MEMPUNYAI 7B 1.Bersemangat juang tinggi 2.Berpikir kritis 3.Bertindak dinamis 4.Berkarya kreatif.
Transcript presentasi:

Belajar Dari Sistem Pendidikan di Jepang OLEH HATMA HERIS MAHENDRA 14785107

Bagaimana penerapan system pendidikan di Jepang? Bab I Pendahuluan Latar Belakang Rumusan Masalah Bagaimana penerapan system pendidikan di Jepang? Bagaimana keungulan system pendidkan ang diterapka di Jepang? Bagaimana perbandingan system pendidikan di Jepangda Indonesia?

Sistem Pendidikan Di Jepang Bab II Pembahasan Sistem Pendidikan Di Jepang Keunggulan dalam sistem Pendidikan di Jepang Perbedaan sistem pendidikan di Indonesia dan Jepang

Landasan Filosofis dan Kebijakan Sistem Pendidikan Sistem Pendidikan Di Jepang Landasan Filosofis dan Kebijakan Sistem Pendidikan Sistem Pendidikan Jepang Pendidikan Wajib Pendidikan Menengah Atas Pendidikan Tinggi

Pengembangan Kurikulum di Jepang Peningkatan Profesionalisme guru Keunggulan dalam sistem Pendidikan di Jepang Pengembangan Kurikulum di Jepang Peningkatan Profesionalisme guru Pendidikan Karakter

Perbandingan Sistem pendidikan di Indonesia dan Jepang Dalam tujuan umum pendidikan Jepang mengutamakan perkembangan kepribadian secara utuh, menghargai nilai-nilai individual, dan menanamkan jiwa yang bebas. Sedangkan di Indonesia pendidikan bertujuan agar peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Jepang tidak memasukkan mata pelajaran pendidikan agama di semua jenjang persekolahan (memisahkan pendidikan agama dengan persekolahan), sedangkan di Indonesia pendidikan agama adalah mata pelajaran yang wajib untuk setiap jenjang persekolahan. Kurikulum TK di Jepang tidak membebani anak, karena anak tidak dijejali materi-materi pelajaran secara kognitif tetapi lebih pada pengenalan dan latihan ketrampilan hidup yang dibutuhkan anak untuk kehidupan sehari-hari, seperti latihan buang air besar sendiri, gosok gigi, makan, dan lain sebagainya. Sedangkan kurikulum di Indonesia telah berorientasi pada pengembangan intelektual anak.

Mata pelajaran level pendidikan dasar di Jepang tidak seberagam yang dikembangkan di Indonesia, jumlahnya tidak banyak, sehingga berbagai mata pelajaran tersebut diberikan pada waktu yang berlainan setiap hari selama seminggu, maka jarang ada jadwal pelajaran yang sama pada hari yang berbeda. Di Indonesia jarang ditemukan adanya mahasiswa peneliti, lebih-lebih mahasiswa pendengar, sehingga yang ada mahasiswa reguler. Hal itu terjadi barangkali karena orientasi belajar bagi mahasiswa Indonesia jauh berbeda dengan mahasiswa Jepang. Pendidikan wajib di Jepang gratis bagi semua siswa, bahkan bagi anak yang kurang mampu mendapat bantuan khusus dari pemerintah pusat maupun daerah untuk biaya makan siang, sekolah, piknik, kebutuhan belajar, perawatan kesehatan dan kebutuhan lainnya, sedangkan di Indonesia masih sebatas slogan (kecuali di daerah tertentu, seperti kebijakan di Sukoharjo, tetapi baru terbatas biaya sekolah saja). Sistem administrasi pendidikan di Jepang sudah lama menerapkan kombinasi antara sentralisasi, desentralisasi, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), dan partisipasi masyarakat. Sedangkan di Indonesia baru dalam proses peralihan dari sentralisasi ke desentralisasi dan juga diberlakukan MBS.

Bab III Penutup Kesimpulan Saran

TERIMA KASIH