Perkembangan Fisik dan Kognitif Masa Dewasa akhir

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KEPERAWATAN BENCANA TERHADAP ANAK
Advertisements

KESEHATAN REPRODUKSI USIA LANJUT
PENUAAN SEL.
KESEHATAN REPRODUKSI USIA LANJUT
LAKI – LAKI MATI LEBIH DULU DARIPADA PEREMPUAN
Dr. Tjhin Wiguna, SpKJ(K) Psikiater Anak
Wanita Sebagai Lansia Yuanita, AMKeb, SPd.
ILMU ALAMIAH DASAR KELOMPOK 8 PBA (C) 2012/2013.
Kelompok 4 Febri Prihatnanto Dian Karimawati Windasari K
By:Sundari Siregar. Secara umum, istirahat berarti suatu keadaan tenang,relaks,tanpa tekanan emosional,dan bebas dari perasaan gelisah. Tapi,beristirahat.
PRINSIP GIZI SEIMBANG DALAM KESEHATAN REPRODUKSI
DIET PADA PENDERITA PREMENSTRUAL SINDROM (PMS)
KLIMATERIUM/MENOPAUSE
Perkembangan Fisik Masa Lanjut Usia
STREsS.
Psikologi Dewasa dan Lansia Unita Werdi Rahajeng, M.Psi
Masa Usia Lanjut adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang.
MATERI KULIAH PSIKOLOGI KLINIS
ZINC.
Perkembangan Fisik dan Kognitif Usia Dewasa Muda
Reproduksi Sehat, Hidup Bahagia
Jenis-jenis Diet: Diet Makrobiotik, Diet Zona, dan Food Combining
Sepuluh Cara Memilih Makanan Sehat
Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini
GIZI PADA USIA LANJUT NADIA AULIYA PUTRI.
STRESSOR PADA LANSIA Oleh; Syaifurrahaman Hidayat, S.Kep.,Ns.
Wanita Sebagai Lansia.
PENUAAN SEL Oleh Dr. Hasnar Hasjim.
Biopsikologi Unita Werdi Rahajeng
Obesitas Ganggu Kecerdasan
STRESS KERJA.
Awas! Bahaya Diet Ada beberapa cara diet yang dapat menimbulkan gejala-gejala seperti berkurangnya volume darah (hypovolemia). Penyakit ini diketahui dengan.
Bagaimana Menghadapi MENOPAUSE?
Klimakterium dan menapause
Perkembangan Fisik dan Kognitif Masa Dewasa Madya
KESEHATAN REPRODUKSI USIA LANJUT
GIZI PADA IBU HAMIL DAN KOMPLIKASINYA
PERTEMUAN KE-6 ASKEB IV PATOLOGI “KILAMKTERIUM DAN MENOUPOSE”
Makan Ikan Perpanjang Umur
PERUBAHAN PSIKOSOSIAL DAN SEKSUALITAS PADA LANSIA
Diabetes, Tak Hanya Soal Kadar Gula
GIZI PADA LANSIA DAN MASALAHNYA
Masa Dewasa Madya Perkembangan Fisik, Kognitif, Karir dan Religiusitas
KLIMAKTRIUM YUSI ASTARI III B.
VITAMIN YANG LARUT DALAM AIR DAN DALAM LEMAK
PENGARUH LINGKUNGAN PADA FISIOLOGI KERJA
AKIL BALIGH, GIZI REMAJA DAN DEWASA
Proses Pembentukan Keluarga Psikologi Pendidikan Keluarga
STREsS.
GIZI UNTUK LANSIA NAMA:RIKA OKTAVIA IA.
Diet yang Tidak Diperbolehkan
GIZI PADA LANSIA Intan Julianingsih I A.
Perkembangan fisik adalah Perkembangan fisik atau pertumbuhan biologis (biological growth) merupakan salah satu aspek penting dari perkembanagan individu.
GANGGUAN ALAM PERASAAN
Biopsikologi Stres Nuristighfari Masri Khaerani.,M.Psi.,Psi
DIABETES MELLITUS “The Best Prescription is Knowledge"
VITAMIN SYAFRIANI.
GIZI UNTUK LANSIA TRIWIDIARTI
KESEHATAN DAN PENYAKIT
Peran Vitamin E dalam Reproduksi
Pembinaan Kesehatan Reproduksi Bagi Lansia
PROSES PENUAAN Saptawati Bardosono 9/17/2018.
STREsS.
Manajemen Stres TUJUAN PEMBELAJARAN  Peserta pelatihan dapat Mengetahui gambaran umum mengenai Definisi Stress  Peserta dapat Mengetahui Penyebab dan.
PENYAKIT DEGENERATIF. Apa itu PENYAKIT DEGENERATIF?  Merupakan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan.
PERKEMBANGAN MENTAL pada Lansia. 5 Hal yang harus diingat.
MENUJU HARI TUA YANG SEHAT
CHAIRANISA ANWAR, SST., MKM
Chairanisa Anwar, SST., MKM
Transcript presentasi:

Perkembangan Fisik dan Kognitif Masa Dewasa akhir Olivia Tjandra Waluya, M. Si, Psi

Kaum Dewasa Akhir di Masa Sekarang Klasifikasi usia dewasa akhir menurut para ahli: Usia 65-74: the young old Usia 75- 84: the old old Usia 85- seterusnya: the oldest old Pada masa sekarang ini semakin banyak kaum usia lanjut yang secara fisik sehat. Usia kehidupan semakin panjang. kaum lanjut usia semakin dipandang setara, dihargai, dipandang bijaksana, daripadanya hanya tidak berdaya dan merepotkan Individu tidak dapat mengatasi pengaruh dari primary aging, tetapi masih dapat menghindari pengaruh secondary aging. Misal: uban akan terus bertambah, tetapi peyakit jantung dapat dihindari dengan pola hidup sehat

Beberapa Istilah Primary aging: proses kemunduran tubuh secara bertahap, dimulai sejak kehidupan awal dan terus berlanjut selama kehidupan manusia, misalkan: semakin tua kepala semakin botak, mata semakin rabun. Secondary aging: merupakan hasil dari penyakit, kekerasan, dan penggunaan yang kurang tepat- yaitu faktor-faktor yang berada di bawah kontrol individu, misalkan: individu kehilangan jari-jari karena luka diabetes Functional age: seberapa baik fungsi fisik dan lingkungan sosial seorang individu, apabila dibandingkan dengan individu lain dengan usia yang sama (chronological age). Misal: individu yang berusia 75 tahun terkena kanker, fungsi tubuh dan lingkungan sosialnya lebih buruk daripada individu yang berusia 75 tahun tetapi masih sehat Gerontology: ilmu mengenai usia lanjut dan proses penuaan.

Perkembangan Fisik

Panjang Usia dan Penuaan Harapan hidup meningkat meningkat. Manusia ingin memiliki usia yang panjang. Individu di negara maju punya harapan hidup yang lebih tinggi daripada di negara berkembang, karena teknologi kedokteran sudah semakin maju dan pengetahuan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit pada usia lanjut, lebih banyak 2 theories of biological aging: Genetic programming theories: tubuh manusia tergantung pada gennya, dan penuaan adalah perkembangan yang normal Variable rate theories: penuaan adalah proses random yang bervariasi antarindividu

Perbandingan Genetic-Programming Theories & Variable-Rate Theories Programmed senescence theory: Penuaan adl hasil perpindahan (nyala-mati) secara bertahap gen-gen tertentu. Wear and tear theory: sel-sel dan lapisan tissue adalah bagian penting yang sangat terpakai Endocrine theory: jam biologis berperan melalui hormon untuk mengatur kecepatan penuaan Free-radical theory: kerusakan terakumulasi dari oksigen radikal menyebabkan sel-sel dan organ tertentu berhenti berfungsi Immunology theory: penurunan fungsi ketahanan tubuh peningkatan kemungkinan alami peny. menular  penuaan & kematian Rate-of-living theory: semakin tinggi tingkat metabolisme organisme, semakin pendek rentang hidupnya Evolutionary theory: kebugaran reproduksi adalah tujuan utama dari seleksi alam. Autoimmune theory: sistem ketahanan tubuh menjadi bingung dan menyerang sel tubuh

Perubahan Fisik Perubahan pada sistem dan organ tubuh bervariasi. Jantung menjadi organ yang paling mudah terserang penyakit  tergantung pada aktivitas tubuh dan gaya hidup. Volume dan berat otak berkurang, dan respon melambat. Tetapi neuron-neuron baru masih dapat bertumbuh di otak dan masih dapat membentuk hubungan- hubungan baru  perubahan tergantung pada aktivitas otak Pendengaran dan penglihatan semakin mundur, tetapi masih dapat dikoreksi dengan alat bantu. Fungsi indera perasa dan indera penciuman yang semakin berkurang berpengaruh terhadap nafsu makan dan gizi buruk. Latihan dapat meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, dan reaksi.

Lanjutan.. Semakin tua, individu semakin rentan kecelakaan dan jatuh Semakin tua, waktu tidur invidu semakin berkurang (karena sakit, sensitif terhadap cahaya) , dan mimpi juga berkurang Indikasi individu mengalami depresi: insomnia kronis  perlu diterapi agar tidak semakin parah terapi obat dan CBT Sebagian besar lansia masih aktif secara seksual, walaupun prosesnya berjalan lebih lambat/berkurang (misal: pada pria ereksi dan ejakulasi lebih lama, pada wanita mengalami kekeringan pada vagina) Lansia yang sehat psikis dan fisik, serta mengalami kepuasan hidup, lebih kuat keinginannya untuk melakukan hub. seksual

Kesehatan Fisik dan Mental Sebagian besar lansia keadaan fisiknya sehat apabila mereka melakukan pola hidup sehat. Sebagian lansia kondisi fisiknya kronis, tetapi sebagian juga tidak membatasi aktivitasnya atau kondisi ini juga tidak menggangu hidup sehari-hari Latihan dan pengaturan makanan penting bagi kesehatan lansia. Sebagian besar sudah kehilangan gigi  sulit makan  pengaruh terhadap asupan gizi. Sebagian besar lansia memiliki kondisi mental yang baik. Gangguan seperti depresi, alkoholik  diatasi dengan terapi. Lansia yang mengalami penyakit alzheimer tidak dapat dipulihkan kondisinya Faktor keturunan memiliki peran terhadap terjadinya Alzheimer (gejala: pikun, penurunan bahasa, berkurangnya proses visuospasial) pada diri lansia, tetapi pengaturan makanan, latihan, dan faktor gaya hidup lainnya juga memegang peranan penting.

Lanjutan... Untuk mengurangi kemungkinan terkena alzheimer, lansia dapat makan makanan yang mengandung: omega 3, vitamin E, makanan yang tidak mengandung lemak jenuh (ikan, biji-bijian, kacang, mayonais, telur) Kurangi makanan yang mengandung lemak jenuh (daging, butter, es krim) Penggunaan obat seperti aspirin dan ibuproven mengurangi kemungkinan terkena alzheimer. Aktivitas belajar dan yang selalu menstimulasi otak (misal: TTS) mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan kognitif. Aktivitas kognitif dapat melindungi lansia dari alzheimer karena aktivitas konitif yang dilakukan membentuk penyimpanan kognitif (cognitive reserve) , dan menunda terjadinya pikun (dementia)

Perkembangan Kognitif

Aspek-aspek Perkembangan Kognitif Saat diberikan tes IQ (WAIS), lansia yang lebih tua lebih baik pada bagian verbal daripada pada bagian performance Lansia yang lebih tua lebih efektif dalam memberikan pemecahan masalah yang terkait secara emosional dengan mereka Terjadinya pelambatan pada fungsi sistem syaraf pusat berpengaruh terhadap kecepatan pemrosesan informasi Ingatan sensorik, ingatan semantik, dan ingatan prosedural tampak lebih efisien pada lansia yang lebih tua daripada lansia yang lebih muda. Kapasitas working memory dan episodic memory sering kurang efisien

Lanjutan.. Lansia yang lebih tua lebih banyak mengalami masalah pada saat ingin mengucapkan kata-kata baik untuk pengucapannya maupun untuk ingatannya. Tingkat kesulitan tata bahasa dan isi pembicaraan juga menurun Terjadi perubahan neurologis dan permasalahan pada pengkodean, penyimpanan, dan pemanggilan ingatan kembali, yang diakibatkan oleh banyaknya penurunan fungsi ingatan pada lansia yang lebih tua. Penurunan fungsi kognitif dapat diatasi dengan latihan Menurut penelitan Baltes, kebijaksanaan tidak terkait usia. Pada setiap kelompok usia, selalu ada individu yang memberikan respon yang lebih bijaksana dari individu yang lainnya.