EKONOMI SUMBERDAYA AIR Topik 1: Permasalahan SDA Yusman Syaukat Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan FEM - IPB
Thousands have lived without love, not one without water W. H. Auden
Water Crisis Abad 21 Potensi terjadinya water crisis pada abad 21 karena beberapa faktor: Semakin terbatasnya ketersediaan air tawar dalam jangka panjang Meningkatnya jumlah penduduk Meningkatnya aktivitas penduduk dan dampak negatif yang menyertainya Terkendalanya pembangunan infrastruktur air karena faktor pendanaan
Keterbatasan Ketersediaan Air Secara umum, jumlah air yang tersedia masih berlimpah, namun dipengaruhi oleh faktor: Lokasi dan penyebaran ketersediaan sumberdaya air Variasi musiman Sumberdaya air yang tersedia sebagian besar telah atau sedang dikembangkan dan dimanfaatkan Biaya pembangunan per unit (per m3) sumberdaya air semakin mahal Sebagian besar LDCs terlibat hutang LN yang besar
Peningkatan Jumlah Penduduk Jumlah penduduk meningkat secara eksponensial Peningkatan jumlah dan kualitas hidup (standard of living) penduduk membutuhkan lebih banyak produk, yang dalam proses produksinya membutuhkan sumberdaya air dalam jumlah besar Misal: berapa banyak air yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg beras atau 1 kg daging sapi? Ketika masyarakat semakin makmur, maka kebutuhan air juga akan semakin meningkat Mampukah bumi memenuhi semua kebutuhan air?
Peningkatan Pencemaran Air Semakin meningkat aktivitas manusia, akan memerlukan lebih banyak air, juga menghasilkan air limbah yang lebih banyak Pencemaran air semakin meningkat. Sumber-sumber pencemaran air: rumahtangga, pertanian, industri. Akibatnya, air tersedia namun inconsumable Perlu program pemantauan kualitas air secara komprehensif Pengembangan teknologi pengontrol kualitas air yang bersifat cost effective
Penundaan Pembangunan Infrastruktur Air Proyek-proyek pembangunan infrastruktur air mengalami penundaan karena semakin tingginya biaya pembangunan dan rendahnya ketersediaan dana investasi Pencemaran air semakin meningkat. Sumber-sumber pencemaran air: rumahtangga, pertanian, industri. Akibatnya, air tersedia namun inconsumable Apalagi jika ketersediaan sumber air tidak tersedia, pembangunan akan semakin tertunda
Isu Pengelolaan Sumberdaya Air Water conservation & efficient use of water Water pricing & cost recovery Social & environmental considerations Institutional response to better management
Water conservation & efficient use of water Water conservation belum dilakukan secara benar Pertanian merupakan pengguna air terbesar, oleh karena itu harus diefisienkan pemakaiannya. Tingkat efisiensi saat ini 30% Pencegahan dan penekanan kebocoran air, terutama di air minum (treated water) Pemakaian teknologi yang lebih air efisien Pengembangan program reduce, reuse, recycle
Water pricing & cost recovery Air sebagai barang ekonomi? Pengaruh water pricing: Water allocation between competing uses Water conservation Generation of additional revenues Cropping patterns Income distribution Efficiency of water management Overall environmental impacts Air selama ini disubsidi pemerintah, bagaimana jika dikenakan harga?
Water pricing & cost recovery (2) Pengenaan harga air harus diikuti dengan kebijakan lainnya, agar tujuan efisiensi penggunaan air dapat tercapai Kriteria apa yang mesti digunakan dalam penentuan harga air? Apakah mencakup juga biaya eksternal? Masalah-masalah ini harus dipecahkan
Social & environmental considerations Water quality management akan semakin penting, sama pentingnya dengan quantity management Monitoring kualitas air membutuhkan institutional arrangements yang baik: effective network, quality parameters, development of indigenous expertise, decision making system, dll Tanpa hal tersebut, pengelolaan air tidak akan efisien
Institutional response to better management Pengelolaan air akan baik hanya jika kelembagaan yang bertanggungjawab bekerja secara efisien Koordinasi antar lembaga pengelola air harus terjalin baik, sehingga comprehensive water development dapat terlaksana Koordinasi antar lembaga pengelola air di Indonesia sangat lemah
Referensi Asit K Biswas. 1991. Water for Sustainable Development: A Global Perspective. D+C No 5: 17-20