1. Tahap perburuan dan perikanan 2. Peternakan 3. Pertanian

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
RUANG LINGKUP EKONOMI MIKRO
Advertisements

ISMAWANTO SMA N 1 BOYOLALI
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
KEBUTUHAN MANUSIA SMA NEGERI 2 REMBANG SKKD MATERI KELAS X SEMESTER 1
KEBUTUHAN MANUSIA SABARIAWATI MANURUNG, S.Pd KELAS X SEMESTER I.
KEBUTUHAN MANUSIA KELAS X SEMESTER I. KEBUTUHAN MANUSIA KELAS X SEMESTER I.
Oleh: Destina Rahmawati Tersiana Wijayanti Guru Pamong: Kartini, S.Pd.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS 12
PROBLEMATIK EKONOMI Pertemuan 2.
Kelangkaan Sumber Daya dan Skala Prioritas dalam Memenuhi Kebutuhan
Retno Endah Andayani, S. Pd
KEBUTUHAN MANUSIA (EKONOMI KLS I sma/ma SeMESTER i)
Intan Silviana Mustikawati, MPH
Pendahuluan dan Ruang Lingkup
ILMU EKONOMI DAN PERMASALAHANNYA
Lola Sarjayanti
ECONOMIC BY MARSHUSHI,S.Pd.
SEKTOR PERTANIAN.
Oleh :HERTIANA IKASARI, SE, MSi
F Komunikasi yang Efektif Kajian Materi Ilmu Pengetahuan Sosial SD.
MASALAH EKONOMI KAITANNYA
HUBUNGAN KELANGKAAN SUMBER DAYA DENGAN KEBUTUHAN MANUSIA
KEBUTUHAN MANUSIA SMA NEGERI 2 REMBANG SKKD MATERI KELAS X SEMESTER 1
Kebutuhan Manusia, Kelangkaan dan Sistem Ekonomi
Konsep dasar ekonomi.
MASALAH EKONOMI.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Pengantar Ekonomi Mikro
By EKA NUGRAHA NINGSIH A
EKONOMI Kelas / Semester : X / 1 Permasalahan Ekonomi.
PENGANTAR EKONOMI DAN BISNIS
EKONOMI DAN SISTEM EKONOMI
KEBUTUHAN MANUSIA Kelas X Semester 1. KEBUTUHAN MANUSIA Kelas X Semester 1.
BAB 1 KELANGKAAN DAN BIAYA PELUANG
Kebutuhan.
EKONOMI KELAS 10 (UMUM) SMAN 11 KAB. TANGERANG
Kelangkaan , biaya peluang dan pengalokasiaan Sumber Daya dan BArang
PENGANTAR ILMU EKONOMI
Masalah Ekonomi dan Kaitannya dengan Kelangkaan Kebutuhan Manusia
EKONOMI Permasalahan Ekonomi.
Kebutuhan Dan Kelangkaan
MASALAH EKONOMI DAN CARA MENGATASINYA
KEBUTUHAN DAN KELANGKAAN
PERMASALAHAN EKONOMI.
INTI MASALAH EKONOMI.
MASALAH EKONOMI KAITANNYA DENGAN KELANGKAAN KEBUTUHAN MANUSIA
Hasan Tri Aryanto (A ).
Pertemuan Pertama.
KONSEP ILMU EKONOMI RO’I SATIN JANNAH A / H FKIP AKUNTANSI.
MASALAH EKONOMI DAN CARA MENGATASINYA
Masalah Ekonomi dan Kaitannya dengan Kelangkaan Kebutuhan Manusia
EKONOMI KELAS 10 (UMUM) SMAN 11 KAB. TANGERANG
Disiapkan oleh suyadi,se.,mm
KEBUTUHAN DAN KELANGKAAN SUMBER DAYA
PENGANTAR TEORI EKONOMI MAKRO
Masalah Ekonomi dan Kaitannya dengan Kelangkaan Kebutuhan Manusia
BAB 1 MASALAH POKOK EKONOMI. BAB 1 MASALAH POKOK EKONOMI.
MASALAH EKONOMI KAITANNYA DENGAN KELANGKAAN KEBUTUHAN MANUSIA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
ECONOMIC BY MARSHUSHI,S.Pd.
PERMASALAHAN EKONOMI Main Idea Pengertian Kebutuhan
KEBUTUHAN MANUSIA SMA NEGERI 32 JAKARTA OLEH : ARIA SUSMAN, SE SKKD
RENCANA KULIAH (SEBELUM UTS)
ISMAWANTO SMA N 1 BOYOLALI
Masalah Pokok Dalam Perekonomian dan Cara Mengatasinya
KEBUTUHAN MANUSIA KELAS X SEMESTER I ANISAK NURUL MUVIT A
KEBUTUHAN MANUSIA SMA NEGERI 32 JAKARTA OLEH : ARIA SUSMAN, SE SKKD
antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas
SK KD INDIKATOR MATERI LATIHAN PENUTUP Standar Kompetensi : Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem.
HUBUNGAN KELANGKAAN SUMBER DAYA DENGAN KEBUTUHAN MANUSIA
Transcript presentasi:

Perkembangan Ilmu Ekonomi Tahap-tahap kehidupan ekonomi manusia (George Frederich List, 1789-1846) 1. Tahap perburuan dan perikanan 2. Peternakan 3. Pertanian 4. Pertanian dan kerajinan setempat 5. Pertanian, industri, perniagaan internasional 6. Sekarang….?

Kebutuhan Manusia : (Tidak Terbatas) Kebutuhan dipengaruhi oleh : Keadaan alam Peradaban Agama Adat istiadat Macam-macam kebutuhan: - Menurut kegunaannya: primer, sekunder, dst; - Menurut sifat: jasmani, rohani; - Menurut waktu: sekarang, masa yang akan datang; - Menurut subjek yang dibutuhkan: individu, kolektif .

Kebutuhan Manusia dipenuhi oleh Barang/Jasa: Berdasarkan Keragaman Benda (Barang/jasa) bisa dikelompokkan : Menurut cara memperoleh : Benda ekonomi; benda bebas Menurut kegunaan: Benda konsumsi; benda produksi Menurut proses pembuatannya: Barang mentah; barang setengah jadi; dan barang jadi Menurut hubungan dengan benda lain: Benda komplementer; benda substitusi.

Kebutuhan Manusia dipenuhi oleh Barang/Jasa: Berdasarkan Kegunaannya, barang/jasa pemuas kebutuhan bisa dikelompokkan : Guna bentuk Guna tempat Guna waktu Guna kepemilikan Keberadaan “Barang/jasa” selalu dalam keadaan terbatas, bahkan “langka”, karena keterbatasan “sumberdaya” yang dimiliki.

Masyarakat dan Kelangkaan Sumberdaya : Pengelolaan sumberdaya-sumberdaya di masyarakat sangat penting karena keberadaan sumberdaya adalah terbatas Kelangkaan (Scarcity) berarti masyarakat hanya memiliki sumberdaya yang terbatas, oleh karenanya tidak dapat menghasilkan semua barang dan jasa yang diinginkannya.

Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana masyarakat mengelola sumberdaya langka tersebut.

I.1. Pengertian Ekonomi dan Ilmu konomi v Istilah Ekonomi (Inggeris: Economics) berasal dari bahasa Yunani: oikos atau oiku dan nomos yang berarti : peraturan rumah tangga

“Ekonomi” adalah semua aturan yang menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan perikehidupan dalam rumah tangga. Rumah tangga adalah : Rumah tangga keluarga : suami, isteri, dan anak- anak; (dan anggota keluarga lainnya ?????) b. Rumah tangga dalam arti yang lebih luas: = Rumah tangga perusahaan, = Rumah tangga negara, = Rumah tangga lembaga lainnya.

Saat ini, kata ekonomi selalu diidentikkan dengan istilah : "dapat terjangkau, hemat, dan sederhana", Misalnya istilah : - "kemasan ekonomi", -  "kelas ekonomi" -   dll.

rumah tangga. v Ilmu ekonomi adalah : ilmu yang mengatur Mengapa harus diatur ?

Kondisi riil saat ini : 1. Makin majunya zaman dan pesatnya pembangunan  membawa dampak dan warna tersendiri bagi kehidupan manusia,  pemenuhan kebutuhan berupa sandang, pangan, papan, dll. tidak lagi sederhana. 2. Kondisi perekonomian semakin marak  ditandai oleh makin berkembangnya sektor industri, terutama manufaktur (pengolahan), 3. Kebutuhan manusiapun makin berkembang (bergeser).  pergeseran antara kebutuhan sekarang dan kebutuhan yang lalu.

Kalau begitu, apa persoalannya? CERMATI ALUR BERIKUT :

tidak semua orang mampu untuk memenuhi kebutuhannya kesempatan dan kemampuan finansial (daya beli) tidak sama Daya beli seseorang tergantung kepada uang yang dimiliki Banyaknya uang yang dimiliki berhubungan dengan pekerjaan Tidak semua orang yang bekerja mendapatkan imbalan yang sama besarnya Semua orang pada hakikatnya memiliki sifat dan rasa yang sama untuk memiliki dan menikmati produk kebutuhan Masing-masing orang harus menyesuaikan dan mengatur uangnya agar dapat dipergunakan seefektif dan seefisien mungkin

Apakah persoalannya selesai sampai disini ? Tentu saja tidak. Orang yang memiliki banyak uang akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memuaskan kebutuhannya dengan berbagai kebutuhan hidup dari pada orang yang memiliki sedikit uang. Mereka cenderung untuk memenuhi kebutuhan pada tingkatan yang lebih tinggi. Mereka cenderung untuk mengembangkan investasi secara terus menerus.

Orang yang memiliki sedikit uang dihadapkan pada bagaimana menggunakan uang yang sedikit itu agar dapat bertahan hidup. Disimpulkan bahwa : Inti permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya adalah : “sifat kebutuhan yang tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan bersifat terbatas”

Disinilah letaknya peran Ilmu Ekonomi ! Kenapa demikian? Mari kita lihat : Ilmu ekonomi memberikan pengertian dan dasar-dasar bagaimana memenuhi kebutuhan dengan sumber daya yang terbatas. Ilmu ekonomi dikaji dari pengalaman sehari-hari kehidupan masyarakat, berbagai cara mereka memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Ilmu eknomi memberikan informasi, saran, dan teknik tetang : - bagaimana perilaku pemenuhan kebutuhan seseorang atau masyarakat dalam mengkonsumsi ataupun memproduksi suatu produk, - apa yang seharusnya dilakukan oleh seseoranag atau masyarakat dalam mengkonsumsi ataupun memproduksi dan bagaimana caranya.

Ilmu ekonomi memusatkan perhatian pada bagaimana perilaku manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya yang untuk mendapatkannya dibutuhkan pengorbanan. (dalam bentuk uang maupun bukan uang) * Ilmu ekonomi hanya menitikberatkan perhatian dan analisis pada barang barang yang berguna bagi manusia (langsung atau tidak langsung dan bersifat langka.

Kajian ilmu ekonomi menjadi sangat materiil, tidak memasukkan unsur etika, pandangan hidup, kaidah hukum dan lain-lain yang bersifat non ekonomi.

Masalah-masalah Pokok Ekonomi : Barang apakah yang akan diproduksi dan berapa banyaknya - Hal ini berhubungan dengan skala prioritas pemenuhan kebutuhan masyarakat karena menghasilkan barang yang ternyata belum dibutuhkan akan mubazir dan menimbulkan kerugian besar bagi produsen . - Perlu pula diketahui berapa banyak jumlahnya. Hal ini berhubungan dengan besarnya daya serap dan daya beli masyarakat terhadap barang tersebut. - Meskipun barang tersebut dibutuhkan adalah jumlah yang banyak, tetapi daya beli masyarakat relatif rendah, produksi yang banyak juga akan mubazir dan merugikan produsen. 

Masalah-masalah Pokok Ekonomi (sambungan) : 2. Bagaimana Cara Barang tersebut diproduksi - Cara yang paling umum adalah dengan cara tradisional, yaitu bercocok tanam atau berternak (pertanian) atau langsung mengambil dari alam yang telah tersedia, misalnya perikanan. - Selanjutnya, produsi barang beralih ke cara pengolahan (industri manufakture). Perlu pula diketahui berapa banyak jumlahnya.  

- Seiring dengan makin cepatnya dan banyaknya kebutuhan masyrakat, produsen dituntut untuk dapat menyediakan barang-barang kebutuhan tersebut dalam jumlah yang cukup sehingga efisiensi produksi sangat banyak diterap- kan. Misalnya: - pertanian dengan cara cangkokan dan bibit unggul, - peternakan dengan cara kawin silang, - perikanan dengan cara pembibitan unggul (darat) dan menggunakan kapal penangkap ikan yang cangkih (laut) serta industri pengolahan yang menggunakan peralatan canggih.  

Masalah-masalah Pokok Ekonomi (sambungan) : 3. Untuk Siapa Barang tersebut diproduksi - Tingkat perekonomian masyarakat antar individu dalam kenyataannya tidaklah sama karena ada yang berkemam- puan sangat tinggi, cukup, rendah dan sangat rendah - Untuk masing-masing status itu, produsen harus menyesuai- kan produksinya (dalam hal ini produsen lebih dari satu). Agar individu yang berstatus berkemampuan sangat tinggi tidak dengan seenaknya menguasai hasil produksi, produsen harus dapat mendistribusikan produknya sesuai dengan tingkat kemammpuan individu yang dimaksud.