TOPIK DESAIN FISIK BANGUNAN Pertemuan 9

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KONSEP ELEMEN PEMBENTUK RUANG Pertemuan 15 – 16
Advertisements

Kata desain digunakan dg cara yg berbeda dg makna yg berbeda dg bidang yg berbeda kepentingan. Dlm percakapan sehari2 dpt digunakan sbg istilah umum yg.
Gaya Geser Pada Penampang Beton Prategang Pertemuan 12
KEBUTUHAN RUANG Pertemuan 10
Evaluasi Materi Sejarah & Perkembangan Seni Rupa Pertemuan 13
PENGENALAN ERGONOMI INTERIOR Pertemuan ke -2
PRINSIP-PRINSIP Datum
Pengertian Identity Manual Pertemuan 10
Lingkup Pekerjaan Desainer Interior Pertemuan 3 - 4
Pengantar Rumah tinggal 3 Kamar Tidur Pertemuan 1,2 & 3
KREATIFITAS Pertemuan 04
KONSEP RUANG Pertemuan 13 – 14
UNITY Pertemuan 4 Matakuliah : Desain Komunikasi Visual II (New Media)
Matakuliah : S0084 / Teori dan Perancangan Struktur Beton
Fungsi Logaritma Pertemuan 12
Konsep Tata Ruang Pertemuan 22
Pertemuan 10 Sendi-Sendi Arsitektur Modern
Konsep Gubahan Massa dan Bentuk Pertemuan 26, 27
Mengambar kurva fungsi linier Pertemuan 4
Estetika Bangunan Pertemuan 33
Pendahuluan Pertemuan 1-2
Sistem Sirkulasi Pertemuan 23, 24
Metode perancangan, menurut : Chernikov Pertemuan 7 Matakuliah: R0422 / Metode Perancangan Arsitektur Tahun: 2007.
Matakuliah : R0116/ Studio Perancangan Arsitektur 6 Tahun : 2006
Matakuliah : R0116/ Studio Perancangan Arsitektur 6 Tahun : 2006
KOMUNIKASI DALAM ARSITEKTUR
BESARAN RUANG Pertemuan 11
HUBUNGAN ANTAR RUANG Pertemuan 12
Matakuliah : R0204/Perancangan Tapak Tahun : September 2006
ESTETIKA DALAM ARSITEKTUR
Proses Berpikir Kreatif dalam Mendesain Kemasan Pertemuan 4/13
METODE PERANCANGAN ARSITEKTUR 1
Hubungan Fungsi dan Program Ruang Pertemuan 10, 11, 12
Peranan Studi Branding dalam Desain Kemasan Pertemuan 9/13
Survei Rumah Tinggal Pertemuan 4-6
Matakuliah : Desain Komunikasi Visual II (New Media)
Pertemuan 13 Desain Aplikasi pada POS
Teori Empat P yang Melandasi Pengembangan Kreativitas Pertemuan 5
PROSES PERANCANGAN DARI TAHAP AWAL HINGGA SKEMATIK DESAIN
Floor Plan Pertemuan Matakuliah : W Desain Interior 1
KONSEP DESAIN Pertemuan 2
PROGRAM RUANG Pertemuan 4
Matakuliah : Desain Komunikasi Visual II (New Media)
Survey Data dan Lokasi Mata Kuliah : W Desain Interior 1
KRITERIA DESAIN, STANDAR DESAIN, DAN METODE ANALISIS PERTEMUAN 6
DESAIN STRUKTUR BALOK BETON PERSEGI BERTULANGAN RANGKAP PERTEMUAN 14
Matakuliah : K0054 / Geometri Terapan I
PERSEPSI RUANG Pertemuan 3
Studi Kasus Desain Bangunan Pertemuan 6
REVIEW METODOLOGI PERANCANGAN ARSITEKTUR Pertemuan 1
Pengenalan Definisi, Manfaat, dan Format Desain Kemasan Pertemuan 1/13
Pertemuan 4 Kemampuan penuangan ide dalam gambar/grafis
ANATOMI LAYOUT EDITORIAL Pertemuan 8
PRESENTASI DAN EVALUASI Pertemuan 39
PROSES DESAIN Pertemuan 9
PERTEMUAN KE-04 ANALISA TAPAK
DESAIN PONDASI DANGKAL GABUNGAN PERTEMUAN 22
Learning Outcomes Mahasiswa dapat menjelaskan definisi aljabar boole dan hukum-hukum aljabar boole,duality dan contoh pemakaian aljabar boole. Bina Nusantara.
KONSEP PERANCANGAN Memilih salah satu dari alternatif-alternatif yang sudah dibuat dalam tahap analisa, untuk dijadikan dasar pemikiran dan acuan dalam.
Soal Desain Interior 3 W 0186 Matakuliah : Desain Interior 3
PUTRI ANGGRAENI WIDYASTUTI
Pendahuluan Pertemuan 1-2
Perencanaan Tapak Pertemuan 21
KAPASITAS PENAMPANG MENAHAN GAYA LINTANG Pertemuan 13
Matakuliah : Desain Komunikasi Visual II (New Media)
Prategang Pada Struktur Statis Tak Tentu Pertemuan 13
STRUKTUR BANGUNAN SIPIL I
Pendalaman Proyek dan Faktor-Faktor dalam Perancangan Pertemuan 4 - 5
Faktor Pembentuk Brand Pertemuan 4
AZAS PERANCANGAN ARSITEKTUR I FUNGSI DAN TUGAS RUANG DALAM ARSITEKTUR SERTA PERHITUNGAN LUASAN RUANG DAN PROSES TERBENTUKNYA RUANG.
Transcript presentasi:

TOPIK DESAIN FISIK BANGUNAN Pertemuan 9 Matakuliah : Studio Perancangan Arsitektur 6 Tahun : 2010 TOPIK DESAIN FISIK BANGUNAN Pertemuan 9

LEARNING OUTCOMES Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan dapat menghasilkan suatu konsep desain fisik bangunan berdasarkan topik tertentu dari proyek Bina Nusantara University 3

DESAIN ADALAH PROSES KREATIF DALAM PROSES KREATIF MENDESAIN TERDAPAT HUBUNGAN ANTARA NYATA DAN TIDAK NYATA, IMAJINASI DAN FANTASI IMAJINASI DAN FANTASI SEBAGAI SALAH SATU SYARAT AWAL KREATIFITAS ARSITEKTURAL LEBIH DAPAT DIHASILKAN DAN DITINGKATKAN OLEH KEMAUAN BAIK, APLIKASI, LATIHAN DAN DISIPLIN DARI SANG ARSITEK ITU SENDIRI DIBANDING OLEH BAKAT YANG DIPUNYANYA OLEH KARENA ITU MUNCULLAH GAYA-GAYA DALAM ARSITEKTUR KARENA SEMANGAT-SEMANGAT TERSEBUT Bina Nusantara University

GAYA/LANGGAM DALAM ARSITEKTUR GAYA/LANGGAM DALAM ARSITEKTUR ADALAH PRODUK BUDAYA YANG DIHASILKAN SUATU PEMIKIRAN AKIBAT DARI GAYA HIDUP, TEKNOLOGI, PAHAM-PAHAM BARU, SOSIAL POLITIK, LINGKUNGAN DSB GAYA/LANGGAM DAPAT DIAPLIKASIKAN APABILA SESUAI DENGAN KONTEKS DAN KONSEP SUATU BANGUNAN, KHUSUSNYA SESUAI DENGAN KONTEKSTUAL BANGUNAN TERSEBUT GAYA/LANGGAM ADALAH PRODUK BUDAYA DENGAN DEMIKIAN MERUPAKAN HASIL PROSES KREATIF Bina Nusantara University 5

KONTEMPORER DALAM ARSITEKTUR ARSITEKTUR KONTEMPORER MEMANG BERMAIN DALAM DUA KUTUB UTAMA DUNIA ARSITEKTUR : FUNGSI DAN BENTUK FUNGSI ; FUNGSIONAL ; BERARTI DESAIN YANG BAIK DAPAT MEWADAHI FUNGSI DENGAN BAIK BENTUK ; TERKAIT DENGAN ESTETIKA. DALAM KONTEMPORER, MAKA TERKAIT DENGAN ERA KEKINIAN. ESTETIKA KONTEMPORER MERUPAKAN EKSPRESI DARI KEKAYAAN MATERIAL DAN TEKNOLOGI STRUKTUR Bina Nusantara University 6

PENDEKATAN DESAIN DALAM ARSITEKTUR METAFORA DALAM DESAIN : DIRASAKAN ADA AKTIFITAS METAFORA APABILA : MENCOBA MENTRANSFER REFERENSI DARI SATU SUBJEK (KONSEP/OBJEK) KE SUBJEK YANG LAIN MENCOBA UNTUK “MELIHAT” SATU SUBJEK (KONSEP/OBJEK) SEAKAN-AKAN SUBJEK TERSEBUT ADALAH SESUATU HAL YANG LAIN MEMINDAHKAN FOKUS PEMERIKSAAN DARI SATU AREA KONSENTRASI KE AREA YANG LAIN. SEHINGGA TERJADI SUATU KOMPARASI Bina Nusantara University 7

METAFORA ADALAH PROSES KREATIF PALING POPULER DI ARSITEKTUR. KATEGORI METAFORA : METAFORA TAK BERWUJUD ; BERANGKAT DARI PEMBUATAN KONSEP, IDE, KONDISI MANUSIA ATAU KUALITAS KHUSUS (TRADISI, BUDAYA, DSB) METAFORA BERWUJUD ; BERANGKAT DARI SUATU YANG DAPAT DILIHAT VISUAL/KARAKTER SUATU MATERIAL METAFORA KOMBINASI ; MERUPAKAN GABUNGAN DAN KERJASAMA KEDUANYA Bina Nusantara University 8

METAFORA TAK BERWUJUD CENDERUNG DIHINDARI OLEH BANYAK ARSITEK KARENA MELIBATKAN PROSES YANG PANJANG DAN KOMPREHENSIF SEDANGKAN METAFORA BERWUJUD SERING DIGUNAKAN SEBAGAI SUMBER INSPIRASI KARENA LEBIH MUDAH DAN LEBIH CEPAT DALAM MEMBERIKAN SUATU BENTUK TERTENTU Bina Nusantara University 9

Bina Nusantara University 10

Bina Nusantara University 11

PROSES KREATIF BERIKUT ADALAH MIMESIS ATAU IMITASI DIKATEGORIKAN SUATU PROSES YANG SEBENARNYA TIDAK MENGHASILKAN SUATU KREATIVITAS DALAM MEMBENTUK SUATU MASSA BANGUNAN, DAPAT SAJA DITERAPKAN KARENA DENGAN MUDAH MEMBENTUK SUATU BENTUKAN MASSA Bina Nusantara University 12

PROSES KREATIF GEOMETRI GEOMETRI SEBAGAI PROSES DESAIN FISIK DAPAT DILAKUKAN UNTUK MENDAPATKAN SUATU DESAIN YANG TERUKUR DAN BERTANGGUNG JAWAB BANYAK CONTOH PROSES GEOMETRI ANTARA LAIN : GOLDEN SECTION Bina Nusantara University 13

MATERIAL SEBAGAI EKSPRESI DESAIN SESUAI STYLE MATERIAL TERKAIT DENGAN TEKNOLOGI, DAN TERKAIT DENGAN ERA SERTA TERKAIT DENGAN GAYA SAAT INI EKSPLORASI MATERIAL DALAM GAYA DAPAT MUNCUL DI LANGGAM KONTEMPORER Bina Nusantara University 14

GUBAHAN BENTUK BENTUK TERPUSAT ; TERDIRI DARI SEJUMLAH BENTUK SKUNDER YANG MENGITARI BENTUK DOMINAN YANG BERADA DI TENGAH-TENGAH BENTUK LINIER ; TERDIRI ATAS BENTUK-BENTUK YANG DIATUR DALAM SUATU DERET DAN BERULANG Bina Nusantara University 15

GUBAHAN BENTUK BENTUK RADIAL ; KOMPOSISI BENTUK-BENTUK LINIER YANG BERPUSAT PADA SUATU TITIK DAN BERGERAK SEARAH JARI-JARINYA BENTUK CLUSTER ; BENTUK-BENTUK YANG SALING BERDEKATAN ATAU BERSAMA-SAMA MENERIMA KESAMAAN VISUAL Bina Nusantara University 16

GUBAHAN BENTUK BENTUK GRID ; BENTUK MODULAR DIMANA HUBUNGANNYA SATU SAMA LAIN DIATUR OLEH GRID-GRID TIGA DIMENSI Bina Nusantara University 17

PERENCANAAN TAPAK DASAR : SUMBU/AKSIS ; GARIS YANG MEMBAGI TAPAK MENJADI DUA DAN MENJADIKANNYA POROS PELETAKKAN MASSA BANGUNAN PENCAPAIAN ; SEBAGAI AWAL DARI SIRKULASI PEMAKAI. DAPAT MENENTUKAN HIRARKI FUNGSI BANGUNAN ALUR GERAK ; PENGEMBANGAN DARI PENCAPAIAN. SEBAGAI DASAR PELETAKKAN MASSA BANGUNAN SESUAI FUNGSI SIMETRIS ; SALAH SATU PERENCANAAN TAPAK DASAR YANG DAPAT DIGUNAKAN DENGAN EFEK TERTENTU YANG DIHASILKAN DATUM ; SUATU GARIS, BIDANG ATAU RUANG, YANG KARENA KEKUATAN POSISINYA DAN KETERATURANNYA BERGUNA SEBAGAI PANDUAN PELETAKKAN MASSA DAN RUANG SELANJUTNYA Bina Nusantara University 18