GAYA Harlinda Syofyan,S.Si., M.Pd. Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DINAMIKA Staf Pengajar Fisika TPB Departemen Fisika FMIPA IPB.
Advertisements

Gaya.
BAB 4 Dinamika dan Hukum Newton Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Hukum Newton Hukum Newton.
USAHA / DAYA DAN ENERGI Mulai.
“GAYA”.
Aplikasi Hukum Newton.
Dinamika Partikel Diah Prameswari Fairuz Hilwa Nabilla Kharisma
KELAS VIII SEMESTER GENAP
MATERI GAYA DAN PENERAPANNYA
DINAMIKA GERAK LURUS BINTI ROMANTI, SPD SMA NEGERI-3 PALANGKARAYA OLEH
KLIK , KOMPETENSI BELAJAR, UNTUK KE SLIDE SEBELUMNYA
Tahukah kalian orang yang sedang tarik tambang
DINAMIKA PARTIKEL.
Gaya.
DINAMIKA PARTIKEL S A F I T R I
HUKUM NEWTON BAB Pendahuluan 5.2 Hukum Newton 5.1
Usaha dan energi.
GERAK LURUS Hukum-hukum Newton tentang gerak menjelaskan mekanisme yang menyebabkan benda bergerak. Di sini diuraikan perubahan gerak benda dengan konsep.
PARA MITTA PURBOSARI, M.Pd
4. DINAMIKA.
4. DINAMIKA.
DINAMIKA PARTIKEL.
Hukum Newton.
MENERAPKAN KONSEP USAHA / DAYA DAN ENERGI
GAYA adalah suatu tarikan atau dorongan yang dilakukan suatu benda terhadap benda lain.
Momentum dan impuls Oleh : Kelompok iv NUR INEZA SHAFIRA N (L )
DINAMIKA ROTASI DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
HUKUM NEWTON BAB Pendahuluan 5.2 Hukum Newton 5.1
Hukum Newton tentang Gerak
DINAMIKA BENDA (translasi)
ENERGI PERTEMUAN 4 HARLINDA SYOFYAN, S.Si., M.Pd
ENERGI DAN USAHa Harlinda Syofyan,S.Si., M.Pd.
DINAMIKA FISIKA I 11/5/2017 4:25 AM.
Berkelas.
Mekanika Pembukaan PokokBahasan SK dan KD Materi Ajar Soal-Soal
Pujianti B. Donuata, S.Pd M.Si
Statika dan Dinamika Senin, 19 Februari 2007.
HUKUM NEWTON BAB Pendahuluan 5.2 Hukum Newton 5.1
Dinamika Partikel Penerapan Hukum-Hukum Newton
MOCH AHMAD M UPRI DIANA RIAN HIDAYAT RAVI RIVALDO WIKI HERMAWAN
Soal dan Pembahasan EBAS Gasal Tahun Pelajaran 2010/2011
Materi 5.
Macam-macam Gaya Dewi Karlina MM
22/16/2010
Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil
Hukum Newton Tentang Gerak
HUKUM NEWTON BAB Pendahuluan 5.2 Hukum Newton 5.1
HUKUM NEWTON BAB Pendahuluan 5.2 Hukum Newton 5.1
DINAMIKA BENDA (translasi)
Media Presentasi Pembelajaran
Statika Statika adalah ilmu yang mempelajari tentang kesetimbangan benda,termasuk gaya-gaya yang bekerja pada sebuah benda agar benda tersebut dalam keadaan.
Hukum-Hukum Newton MASSA benda adalah ukuran kelembamannya, sedangkan kelembamannya (inertia) adalah kecenderungan benda yang mula-mula diam untuk tetap.
HUKUM NEWTON Pendahuluan Hukum Newton
BIOMEKANIKA.
HUKUM KEKEKALAN ENERGI
“GAYA” Nama: Januar Fajarningrum Prodi : Pendidikan IPA
GAYA USAHA dan ENERGI.
Apakah Dinamika Patikel itu?
Dinamika HUKUM NEWTON.
GAYA PERTEMUAN 3 HARLINDA SYOFYAN, S.Si., M.Pd
Hukum Newton I, II, III dan Aplikasinya Tim Fisika TPB 2016
GAYA PERTEMUAN 3 HARLINDA SYOFYAN, S.Si., M.Pd
Gaya, Usaha, Energi dan Daya. Gaya adalah suatu tarikan atau dorongan yang dikerahkan sebuah benda terhadap benda lain. Satuan gaya dalam MKS adalah Newton.
DYNAMIC PARTICLE Hukum-hukum Newton tentang gerak menjelaskan mekanisme yang menyebabkan benda bergerak. Di sini diuraikan perubahan gerak benda dengan.
“GAYA” Nama: Januar Fajarningrum Prodi : Pendidikan IPA NIM : Dosen pembimbing: Sabar Nurrahman, M.Pd.
Materi Kelas X smt 1 Hukum Newton Tentang Gerak Hukum Newton 1 Hukum Newton 2 Hukum Newton 3 Standar Kompetensi : 2. Menerapkan konsep dan prinsip dasar.
BAB I “GAYA”. Pendahuluan Pengertian Gaya Resultan Gaya Hukum Newton Gaya Gesekan Gaya Berat Pendahuluan Standar kompetensi: Memahami peranan gaya dalam.
GERAK BENDA DAN MAKHLUK HIDUP
BAB 7 HUKUM NEWTON KOMPETENSI DASAR 3.7Menganalisis interaksi pada gaya serta hubungan antara gaya, massa dan gerak lurus benda serta penerapannya dalam.
Transcript presentasi:

GAYA Harlinda Syofyan,S.Si., M.Pd. Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Esa Unggul Gerak-FD/PGSD-UEU/HarlindaSyofyan/P-4 2/5/2018

Tujuan Pembelajaran Mengetahui apa itu gaya. Mengetahui sifat-sifat gaya. Mampu mengetahui jenis-jenis gaya. Mengetahui Hukum Newton Memahami dan menerapkan kegunaan gaya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan Pembelajaran

PETA KONSEP

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang terjadi terhadap suatu benda (Dorongan, kayuhan, tendangan, tarikan). Gaya dapat menimbulkan perubahan posisi, gerak atau perubahan bentuk pada benda. Gaya termasuk ke dalam besaran Vektor, karena memiliki nilai dan arah. Sebuah Gaya disimbolkan dengan huruf F (Force). Satuan Gaya dalam SI (Satuan Internasional) adalah Newton, disingkat dengan N. Pengukuran gaya dapat dilakukan dengan alat yang disebut dinamometer atau neraca pegas. Untuk melakukan sebuah gaya diperlukan usaha (Tenaga), semakin besar gaya yang hendak dilakukan, maka semakin besar pula Usaha (tenaga) yang harus dikeluarkan. Gaya

Sifat-Sifat Gaya Gaya dapat menyebabkan : a) Benda diam jadi bergerak. b) Benda bergerak menjadi diam. c) Bentuk dan ukuran benda berubah. d) Arah gerak benda berubah. Sifat-Sifat Gaya

Gaya merupakan besaran vektor karena memiliki besar dan arah. Gaya dapat digambarkan dengan diagram vektor berupa anak panah. p q titik p disebut sebagai titik tangkap gaya, dan arah anak panah dari p ke q menyatakan arah gaya, sedangkan besarnya gaya dinyatakan dengan panjang anak panah pq. Menggambar Gaya

Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk melukis selisih gaya, pada dasarnya sama dengan melukis penjumlahan gaya. Hanya saja, gaya kedua harus digambarkan dengan arah yang berlawanan dari gaya asalnya. Melukis Selisih Gaya

Resultan Gaya Resultan gaya merupakan besaran vektor. Arahnya adalah arah dari sebuah gaya yang nilainya lebih besar dari gaya yang lainnya. Secara matematis, resultan gaya ditulis: R = F1 + F2 + F3 + ... + Fn dengan: R = resultan gaya F = gaya yang dijumlahkan n = banyaknya gaya Resultan Gaya

Untuk mempermudah perhitungan, berikan tanda positif untuk gaya yang mengarah ke kanan dan ke atas, serta tanda negatif untuk gaya yang mengarah ke kiri dan ke bawah. Misalkan, pada saat mendorong lemari dengan arah berlawanan, gaya yang kamu berikan adalah F1 = 22 N mengarah ke kiri. Sementara, gaya yang temanmu berikan adalah F2 = 20 N mengarah ke kanan. Sehingga, resultan gaya itu adalah R = F1 + F2 = (-22 N) + 20 N = (-2 N) Diperoleh resultan gaya (-2 N). Artinya, besar resultan gaya adalah 2 N dan arahnya sama dengan arah F1, yaitu ke kiri. Jika resultan gaya (R) yang bekerja pada suatu benda sama dengan nol, maka benda tidak akan bergerak (diam). Dengan kata lain, benda berada pada keadaan seimbang

Melukis Penjumlahan Gaya Untuk melukis jumlah dua gaya dengan metode poligon, cara yang harus ditempuh adalah sebagai berikut: Lukis salah satu gaya. Lukis gaya kedua yang titik tangkapnya berimpit dengan ujung vektor pertama. Jumlah kedua gaya adalah anak panah yang menghubungkan titik tangkap gaya pertama ke ujung gaya kedua. Melukis Penjumlahan Gaya

Diketahui sebuah gaya F1 = 2 N ke kiri dilukiskan oleh diagram vektor sepanjang 1 cm ke arah kanan. Lukislah diagram vektor untuk gaya F2 = 5 N ke kanan dan F3 = 9 N ke kanan serta tentukanlah: a. F1 + F2 c. F2 + F3 b. F1 + F3 d. F1 + F2 + F3 Latihan

Berat benda adalah gaya tarik bumi yang bekerja pada benda tersebut. Jadi arah gaya berat selalu menuju pusat bumi. Berbeda dengan berat benda, massa benda adalah ukuran banyaknya zat yang terkandung dalam suatu benda. Berat dan Massa

Hukum Newton 1 Hukum Newton 1: Jika Resultan (Penjumlahan atau pengurangan gaya) yang bekerja pada benda sama dengan nol, maka benda yang semula diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan. ∑F = 0 Keterangan : ∑F = resultan gaya (Kg m/s2) Hukum Newton 1

Hukum Newton 2 Hukum Newton 2: Percepatan (Perubahan dari kecepatan) gerak benda selalu berbanding lurus dengan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda dan selalu berbanding terbalik dengan massa benda. ∑F = m.a Keterangan : ∑F = resultan gaya (Kg m/s2) m = Massa Benda (Kg) a = percepatan (m/s2) Hukum Newton 2

Contoh: Adi menarik mobil-mobilannya yang memiliki massa 0,5 kg dengan gaya sebesar 0,1 N di lantai rumahnya. Berapakah percepatan yang dialami oleh mobil-mobilan itu? Penyelesaian: Diketahui : m = 0,5 kg ; F = 0,1 N Ditanya : a Jawab: a = 0,1 N/ 0,5 kg = 0,2 m/s2 Jadi, percepatannya adalah 0,2 m/s2

Sebuah lemari memiliki massa 20 kg Sebuah lemari memiliki massa 20 kg. Ketika didorong, lemari tersebut bergerak dengan percepatan 2 m/s2. Berapa Newton gaya yang bekerja pada lemari tersebut? Latihan

Hukum Newton 3 Hukum Newton 3: Setiap Aksi akan menimbulkan reaksi, artinya Jika Suatu benda mengerjakan gaya terhadap benda kedua makan, benda kedua akan membalas gaya dari benda pertama dengan arah yang berlawanan. ∑F AKSI = -∑F REAKSI Sifat-sifat gaya aksi-reaksi adalah: a) Gaya yang bekerja besarnya sama. b) Arahnya berlawanan. c) Terletak pada satu garis lurus. d) Bekerja pada dua benda yang berbeda. Hukum Newton 3

Gaya Sentuh Gaya Sentuh adalah gaya yang bekerja dengan sentuhan. Suatu gaya akan menghasilkan efek apabila terjadi sentuhan dengan benda yang akan diberikan gaya tersebut, apabila tidak terjadi sentuhan, maka gaya tidak akan bekerja pada benda. Gaya ini akan muncul ketika benda bersentuhan dengan benda lain yang menjadi sumber gaya. Contohnya, ketika seseorang hendak memindahkan meja, (gaya otot, gaya pegas, gaya gesek). Gaya Sentuh

Gaya Tak Sentuh adalah gaya yang akan bekerja tanpa terjadinya sentuhan. Efek dari gaya yang dikeluarkan oleh sumber gaya tetap dapat dirasakan oleh benda walaupun mereka tidak bersentuhan. Contohnya adalah Gaya Magnet dan Gaya Gravitasi. Gaya Tak Sentuh

Gaya otot merupakan gaya yang dilakukan oleh makhluk hidup yang memiliki otot. Gaya timbul dari koordinasi dari struktur otot dengan rangka tubuh. Contohnya adalah seseorang yang mengangkat batu, dll Gaya Otot

Gaya Pegas Gaya Pegas adalah gaya dihasilkan oleh sebuah pegas. Gaya pegas disebut juga gaya lenting pulih yang terjadi karena adanya sifat keelastisan suatu benda. Contohnya : ketika seseorang pemanah menarik anak panah kebelakang, maka busur pada panah tersebut akan mengikuti arah busur yang ditarik, kemudian setelah anak panah dilepaskan, maka pegas pada busur panah akan kembali ke bentuk semulanya. Contoh lainnya adalah ketapel, sistem kerjanya sejenis dengan busur panah. Gaya Pegas

Gaya Gesek adalah gaya yang timbul karena terjadinya persentuhan langsung antara dua permukaan benda. Gaya Gesek merupakan gaya yang arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda atau arah gaya luar. Besar kecilnya gaya gesekan ditentukan oleh halus atau kasarnya permukaan benda. Semakin halus permukaan, maka semakin kecil gaya gesekan yang timbul sehingga gaya yang dibutuhkan untuk membuat benda tersebut bergerak semakin kecil juga. Gaya Gesek

Gaya Gesek Gaya Gesek terbagi menjadi 2, yaitu : Gaya Gesek Statis, yaitu gaya gesek yang terjadi ketika benda diam. Gaya gesek statis terjadi apabila gaya luar yang diberikan kepada benda nilainya sama dengan gaya gesekan yang terjadi sehingga benda tersebut akan diam tidak bergerak karena resultan (penjumlahan) gaya yang terjadi padanya sama dengan nol. Contoh: benda ditaruh bidang miring yang ditahan sehingga resultan gaya gesek sama dengan gaya penahannya. Gaya Gesek

Gaya Gesek Gaya Gesek terbagi menjadi 2, yaitu : Gaya Gesek Kinetik, yaitu gaya gesek yang terjadi ketika benda dalam keadaan bergerak. Gaya Gesek Kinetik terjadi ketika nilai gaya gesek selalu lebih kecil dibandingkan gaya luar yang bekerja padanya, sehingga gaya luar menang dan membuat benda tersebut bergerak. Contoh : gaya gesek antara permukaan mobil dengan aspal ketika mobil bergerak, gaya gesek yang terjadi lebih kecil, dari gaya mesin sehingga mobil mampu bergerak. Gaya Gesek

Gaya Mesin adalah gaya yang dihasilkan oleh kerja mesin, seiring berkembangnya teknologi, mesin yang dibuatpun semakin canggih. Gaya Mesin sangat membantu dalam meringankan aktivitas manusia. Contohnya adalah Kerja Mobil dan Motor. Gaya Mesin

Gaya Gravitasi Bumi (Gaya Berat) Gaya Gravitasi Bumi adalah Gaya tarik bumi terhadap seluruh benda bermassa yang terdapat pada permukaannya. Gaya gravitasi adalah gaya tarik menarik antar dua benda yang memiliki massa. Gaya Gravitasi Bumi (Gaya Berat)

Gaya Magnet adalah gaya pada magnet yang mampu menarik benda – benda tertentu. Benda yang mampu ditarik oleh magnet disebut benda magnetis, umumnya terbuat dari besi atau baja, ataupun logam lainnya. Semakin dekat magnet dengan benda magnetis, maka gaya tarik magnet tersebut semakin besar. Gaya Magnet

Gaya Listrik adalah gaya yang dihasilkan oleh benda – benda bermuatan listrik dalam medan listrik. Contohnya adalah kipas angin bekerja dengan mengubah energi listrik menjadi energi gerak.  Gaya Listrik

perbandingan gaya berat dan massa di suatu tempat selalu tetap perbandingan gaya berat dan massa di suatu tempat selalu tetap. Nilai — ternyata sama dengan nilai percepatan gravitasi bumi (g), yaitu 9,8 m/s2. Jadi, perbandingan itu nilainya sama dengan percepatan benda yang jatuh bebas ke bumi atau gravitasi bumi. W = m g dengan: g = gaya gravitasi bumi (m/s2) m = massa benda (kg) W = berat benda (kg m/s2 atau N) Berat Benda

Berat benda di bumi adalah gaya tarik bumi terhadap suatu benda. Sedangkan, massa adalah ukuran banyaknya satuan yang terkandung dalam suatu benda. Massa suatu benda tidak berubah di manapun benda itu berada. Berbeda dengan berat benda yang berubah-ubah bergantung di mana benda tersebut berada. Hal ini disebabkan adanya perbedaan besar gaya gravitasi bumi yang tergantung pada jarak pusat massa terhadap bumi. Makin jauh kedudukan benda terhadap bumi, makin kecil gaya gravitasi yang dialaminya sehingga gaya beratnya pun akan makin kecil

Mengapa setiap benda yang jatuh selalu jatuh ke bawah Mengapa setiap benda yang jatuh selalu jatuh ke bawah? Jelaskan faktor yang mempengaruhinya! Seorang anak memindahkan dua buah kotak dengan berat yang berbeda dari halaman depan rumahnya ke dapur. Kotak pertama massanya 30 kg, sedangkan kotak kedua 50 kg. Ketika memindahkan kotak pertama, ia membutuhkan waktu 15 detik. Dengan tenaga yang sama, ia memindahkan kotak kedua dalam waktu yang lebih lama. Mengapa demikian? Jelaskan kaitannya dengan Hukum II Newton! Sebutkan contoh peristiwa dalam kehidupan sehari-hari di sekitarmu yang merupakan penerapan Hukum I Newton, Hukum II Newton, dan Hukum III Newton! Diskusikanlah bersama teman sekelompokmu! Latihan

http://www. softilmu. com/2015/11/pengertian-rumus-dan-aplikasi- hukum http://www.softilmu.com/2015/11/pengertian-rumus-dan-aplikasi- hukum.html Referensi