KAFEIN - BENZOAT Dwi Larasatie Nur Fibri, STP, M.Sc

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
ANALISA VITAMIN C METODE IODIMETRI
Advertisements

PRINSIP KERJA PROSEDUR ANALISIS PROKSIMAT
METODE PEMISAHAN STANDAR
ANALISIS KADAR KALSIUM PADA DAUN
TUGAS DASAR-DASAR PEMISAHAN ANALITIK
PEMBUATAN MEDIA DAN STERILISASI
MolaRitas.
ANALISA Na BENZOAT PRINSIP: Sampel dijenuhi dgn lar NaCl, shg asam benzoat dlm sampel diubah menjadi NaBenzoat yg larut dgn Penambahan NaOH. NaBenzoat.
ANALISIS KADAR AIR.
ANALISA L I P I D A.
Test kualitatif KH.
Kadar Abu Bahan Pangan.
GRAVIMETRI Analisis gravimetri: proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu Analisis gravimetri meliputi transformasi unsur atau.
PENENTUAN REDUCING SUGAR METODE LANE EYNON
SIFAT FISIKA DAN SIFAT KIMIA ZAT
SIFAT ZAT dan PEMISAHAN CAMPURAN
SIFAT ZAT dan PEMISAHAN CAMPURAN
MINGGU KE 9 ANALISA MINERAL.
KULIAH MPP Dra Ita Ulfin,MSi
ANALISIS PROTEIN.
Oleh : Hernandi Sujono, Ssi., Msi.
Briefing Praktikum NTD dan BMT
SERAT KASAR – ‘crude fibre’
ANALISA BAHAN-BAHAN LAIN
PENGOLAHAN TAHU.
PEMISAHAN GOLONGAN III A
AFLATOKSIN dan BAHAN PENGAWET
EKSTRAKSI DAN UJI AKTIVITAS ENZIM LIPASE
Acara Perkuliahan Lipida Spektrofotometri Kromatografi Elektroforesis
Penentuan Vitamin C Cara Titrasi Dye
TEPUNG TELUR.
Pembuatan Pupuk Silika
ANALISIS PENGAWET BUATAN PADA MINUMAN
Penentuan Kadar Phospor
HCN – FITAT - FORMALIN Dwi Larasatie Nur Fibri, STP, M.Sc
TEST KUALITATIF PROTEIN
BAB LARUTAN.
Analisis ABU dan MINERAL
Penentuan Reducing Sugar Metode Luff Schoorl Dengan hidrolisa
Pemisahan Kation Golongan IV (Metode Sulfat)
Pemisahan golongan IIIB
PENGUJIAN UNTUK ION METAL (KATION) DAN ANION DALAM LARUTAN
Assalamu’alaikum.
ANALISIS SENYAWA IBUPROFEN DALAM SEDIAAN SIRUP
Argento-Gravimetri.
Oleh: Sri Hidayati Ahmad Sapta Zuidar Rachmania Widyastuti
Deskripsi Sample Bentuk: batuan Wujud : padat Warna : putih.
Praktikum mikrobiologi
PEMISAHAN KATION GOLONGAN II B
BIOLOGI UMUM (TUGAS INDIVIDU)
AFLATOKSIN dan BAHAN PENGAWET
Asisten klp : LA HAMIDU, S.Farm
Penentuan Kadar Karbohidrat Dengan Metode Anthrone
Praktikum Kimia Anorganik
TITRASI REDUKSI OKSIDASI (REDOKS). Titrasi redoks merupakan proses titrasi yang dapat mengakibatkan terjadinya perubahan valensi atau perpindahan elektron.
ZAT ORGANIK/ANGKA PERMANGANAT
LAPORAN PRAKTIKUM ADSORPSI ISOTHERMAL DARI LARUTAN
MUHAMMAD FAJRIN A. SALIM KIMIA
BILANGAN OKSIDASI NITROGEN
Oleh : Rosy Anjani Syafitri J0B Dosen Pembimbing :
SIMPLISIA HERBA PEGAGAN Centella asiatica(L.) Urban
Enzimologi Uma.
SINTESIS BIODIESEL MELALUI
This presentation uses a free template provided by FPPT.com PENGAWET SEBAGAI SALAH SATU BAHAN TAMBAHAN PANGAN OLEH KELOMPOK.
RANDI WAHYU A P. TEH Teh merupakan minuman yang di dalamnya terdapat kafein, sebuah infusi yang dihasilkan dengan cara menyeduh daun, pucuk daun,
Titrasi Asam Basa Powerpoint Templates Oleh: Deismayanti Lia Agustina
EKSTRAKSI TANAMAN OBAT
KEGIATAN BELAJAR 3 MUTU SENSORI, FISIS, MEKANIK SERTA PERALATAN DASAR LABORATORIUM MUTU HASIL PERTANIAN.
OLEH: MIFTAHUL JANNAH NURDIYATI. Pendahuluan Kristalisasi merupakan teknik pemisahan kimia antara bahan padat-cair, dimana terjadi perpindahan massa (mass.
Penegenalan Alat – Alat Laboratorium Kimia By : Wirna Eliza.
Transcript presentasi:

KAFEIN - BENZOAT Dwi Larasatie Nur Fibri, STP, M.Sc Laboratorium Ilmu Pangan dan Gizi Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada

KAFEIN Memiliki rumus C8H10N4O2 dng BM= 194.19 Tdpt dlm bahan alami daun teh, biji kakao, biji kopi, dan biji kola. Kafein menstimulir syaraf dan jantung ttp memiliki efek samping rasa gelisah (neurose), sulit tidur (insomnia), dan denyut jantung tak beraturan (berdebar). Satu gram kafein akan larut dlm : 1,5ml air 100oC; 5.5ml air 60oC; 46ml air 25oC; 5,5ml khloroform; 22ml alkohol 60oC; 66ml alkohol 25oC; 50ml aseton; 100ml benzen; 530ml eter.

ANALISIS KAFEIN - Cara Bailey-Andrew Ditimbang 5gr sampel halus (30 mesh) ke dlm erlenmeyer  + 5gr MgO + 200ml aquades Pasang pendingin balik  didihkan pelan-pelan 2 jam  dinginkan kmd encerkan shg tepat 500ml  disaring Dipindahkan filtrat 300ml ke labu godog + 10ml As.sulfat (1:9)  didihkan sampai volume tinggal 100ml Cairan dimasukkan corong pemisah  labu godog dibilas as.sulfat (1:9) dan digojog berkali-kali dng khloroform berturutan menggunakan 25, 20, 15, 10, 10, dan 10ml. Semua cairan dimasukkan ke corong pemisah, kmd ditambah 5ml KOH 1%  digojog dan dibiarkan sampai cairan terpisah jelas  cairan bag bawah dikeluarkan ke dlm erlenmeyer (=1)

Kafein dlm bahan = gr N x 3.464 x 500/300 Corong pemisah ditambah lagi 10ml khloroform  digojog  dibiarkan sampai terpisah jelas  cairan bawah dikeluarkan dicampur dng (=1). Pencucian diulang 1x lagi . Larutan dlm khloroform (=1) diuapkan solvennya pd waterbath shg tinggal residunya  dikeringkan dlm oven 100oC sampai bobot konstan (~ bobot kafein kasar) Kadar kafein murni dapat ditentukan dng analisis kadar N secara mikro Kjeldahl atau cara-cara lain Perhitungan : Kafein dlm bahan = gr N x 3.464 x 500/300

BENZOAT Asam benzoat, C7H6O2 (atau C6H5COOH) Padatan kristal berwarna putih dan merupakan asam karboksilat aromatik yang paling sederhana. Nama asam ini berasal dari gum benzoin (getah kemenyan), yang dahulu merupakan satu-satunya sumber asam benzoat. Asam lemah ini beserta garam turunannya digunakan sebagai pengawet makanan.

ANALISIS ASAM BENZOAT – Cara Kualitatif Larutkan sampel dlm 4 bag air, diaduk, disaring Pipet 50-100ml larutan  asamkan dng H2SO4 4N  digojog dua kali dng 20ml dan 10ml ether. Larutan etheris dicampur kmd diuapkan pd water-bath atau hot-plate Residu yg diperoleh ditambah 10 tetes H2SO4 pekat atau dng 1 tetes as.nitrat berasap (HNO3 65%) atau dng 50mg KNO3  dipanaskan pd 180oC selama 3 menit dinginkan Alkaliskan dng lart ammonia dan  didihkan  setelah dingin tambah (NH4)2S atau 40mg hidroxilamin-HCl Timbulnya warna coklat menunjukkan adanya asam benzoat.