Pertemuan 16 Tekanan Tanah Lateral

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PONDASI 1.
Advertisements

RUMUS UMUM DAYA DUKUNG PONDASI MEYERHOF (1963)
Pengertian Kuat Geser Tanah
Pertemuan 2 Matakuliah : R0186 – Teknologi Bangunan IV Tahun : 2006
Gaya Geser Pada Penampang Beton Prategang Pertemuan 12
PANJANG PENYALURAN TULANGAN PERTEMUAN 16
Pertemuan 13 Turap (cont’d)
Pertemuan 3 Mencari Titik Berat Penampang Majemuk
Pertemuan 15 Tekanan tanah Lateral
Pertemuan 23 Pondasi Dalam
REKAYASA PONDASI I PERTEMUAN 2 KONSEP TEGANGAN TANAH LATERAL Oleh :
Pertemuan ke 3 Learning out come
Pertemuan 9 GARIS BEBAN TRANSISTOR
STRUKTUR BETON DI DALAM TEKAN PERTEMUAN 09
Pertemuan 18 Dinding Penahan Tanah
TEGANGAN PADA PENAMPANG BETON Pertemuan 03 Matakuliah: S0084 / Teori dan Perancangan Struktur Beton Tahun : 2007.
Matakuliah : S0084 / Teori dan Perancangan Struktur Beton
Pertemuan 5 Balok Keran dan Balok Konsol
Pertemuan 10 Gaya – gaya dalam
Pertemuan Hidrolika Saluran Terbuka
1 Pertemuan 9 Gaya Horisontal Matakuliah: S0512 / Perancangan Struktur Baja Lanjut Tahun: 2006 Versi: 1.
Matakuliah : R0022/Pengantar Arsitektur Tahun : Sept 2005 Versi : 1/1
1 Pertemuan 9 Integral Matakuliah: R0262/Matematika Tahun: September 2005 Versi: 1/1.
1 Pertemuan 7 Diferensial Matakuliah: R0262/Matematika Tahun: September 2005 Versi: 1/1.
Pertemuan 7 Tegangan Normal
1 Pertemuan 19 Rendering perspektif mata burung Matakuliah: R0124 / Teknik Komunikasi Arsitektur Tahun: 2005 Versi: >/ >
Pondasi Pertemuan – 12,13,14 Mata Kuliah : Perancangan Struktur Beton
Matakuliah : S2094 / Rekayasa Pondasi Tahun : 2005 Versi : 1.1
RENCANA PONDASI msantosa©2008.
Pertemuan 10 Drainase Jalan Raya
Perhitungan Daya Dukung
Matakuliah : K0074/Kalkulus III Tahun : 2005 Versi : 1/0
Pertemuan 1 Matakuliah : S0462/IRIGASI DAN BANGUNAN AIR Tahun : 2005
Pertemuan 3 MEKANIKA GAYA
TEKANAN TANAH LATERAL SAAT DIAM (REST) Kuat geser, s, tanah adalah : s = c + ’ tan Pada setiap kedalaman z, dari muka tanah terjadi tekanan.
Pertemuan 24 Metode Unit Load
Teori Ilmu Konstruksi Bangunan Pertemuan 1
Pertemuan 01 Dasar-Dasar Mekanika Teknik
Matakuliah : S0442 / Metode Pelaksanaan Konstruksi
Pertemuan 17 Dinding Penahan Tanah
PENYALURAN TULANGAN Pertemuan 23
Pertemuan 6 Saluran dan Bangunan Drainase
Matakuliah : R0262/Matematika Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Pertemuan 17 Tegangan Lentur dengan Gaya Normal yang bekerja Sentris
Matakuliah : R0124 / Teknik Komunikasi Arsitektur
KRITERIA DESAIN, STANDAR DESAIN, DAN METODE ANALISIS PERTEMUAN 6
Matakuliah : K0074/Kalkulus III Tahun : 2005 Versi : 1/0
PERENCANAAN KEKUATAN BATAS Pertemuan 04
REKAYASA PONDASI I PERTEMUAN 2 KONSEP TEGANGAN TANAH LATERAL Oleh :
Pertemuan 3 Dinding penahan tanah
Pertemuan 3 Dinding penahan tanah
Matakuliah : S0024/Mekanika Bahan Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Matakuliah : S0084 / Teori dan Perancangan Struktur Beton
REKAYASA PONDASI I PERTEMUAN 5 CONTOH SOAL OVERALL STABILITY Oleh :
Pertemuan 18 Besaran dan Sifat Batang (secara analitis)
Pertemuan 20 Tegangan Geser
Teknologi Dan Rekayasa
Pertemuan 13 Turap (cont’d)
PERENCANAAN PENULANGAN BALOK TPertemuan 10
DESAIN PONDASI DANGKAL GABUNGAN PERTEMUAN 22
Pertemuan 19 Tegangan Lentur dengan Gaya Normal yang bekerja Eksentris
KEBUTUHAN PENULANGAN PADA PONDASI DANGKAL DAN DALAM Pertemuan 24
Pertemuan 3 Pembebanan Rangka Atap
Pertemuan 20 Sambungan Batang Kuda-Kuda
Matakuliah : S0084 / Teori dan Perancangan Struktur Beton
KAPASITAS PENAMPANG MENAHAN GAYA LINTANG Pertemuan 13
TURAP KANTILEVER KELOMPOK 5. Anggota Kelompok  Ahmad Ghulam Ibadullah( )  Muhammad Fachry Ramadhan( )  Muhammad Shofaruddin( )
Pertemuan 22 Pondasi Dalam
 Daya dukung tanah adalah kemampuan tanah memikul tekanan atau melawan penurunan akibat pembebanan,yaitu tahanan geser yang disebarkan oleh tanah disepanjang.
Kementerian ESDM Republik Indonesia 1 Bandung, November 2018 Oleh : Giva H. Zahara ( ) Kurnia Dewi Mulyani ( ) TUGAS GEOTEK TANAH.
Transcript presentasi:

Pertemuan 16 Tekanan Tanah Lateral Matakuliah : S2094 / Rekayasa Pondasi Tahun : 2005 Versi : 1.1 Pertemuan 16 Tekanan Tanah Lateral

Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Mahasiswa dapat mengitung dan mengaplikasikan penambahan beban & pengaruh muka air tanah

Outline Materi Pemilihan Kondisi Coulomb & Rankine Tekanan tanah aktif Pengaruh muka air tanah

Teori Tekanan Tanah Lateral Teori Rankine Ka = 3 / 1 = h / v Tekanan tanah lateral pada Dinding dengan Permukaan Rata Pa = (1/2) H2  Ka (tekanan tanah aktif) Pp = (1/2) H2  Kp (tekanan tanah pasif) Teori Rankine Untuk Kondisi Permukaan Tanah Miring Ditinjau suatu DPT dengan perkiraan bidang longsor. Tanah urugan kembali dianggap tak berkohesi dan tidak ada gesekan antara tanah dengan permukaan dinding penahannya. Berat tanah bekerja secara vertikal dan tekanan tanah lateral (Pa) bekerja sejajar permukaan tanah yang miring

Tekanan Tanah Lateral untuk tanah Kohesif Untuk tanah urugan (backfill) yang berupa tanah kohesif seperti tanah lempung besarnya tekanan tanah aktif menjadi berkurang Bell (1915) mengerjaka suatu penyelesaian hitungan tekanan tanah lateral Hitungan didasarkan pada persamaan Rankine dan Coulomb dengan mempertimbangkan kondisi-kondisi tegangan pada lingkaran Mohr Persamaan yang digunakan pa = ztg2(45 - /2) – 2c tg(45 - /2)

Tekanan Tanah Lateral untuk tanah Kohesif Dipermukaan tanah dimana z = 0, maka pa = - 2c tg(45 - /2) = - 2cKa Kedalaman retakan tanah urugan : hc = 2c / Ka

Pengaruh beban di Atas Tanah Urugan Kadang-kadang tanah urugan di belakang dinding penahan dipengaruhi oleh beban luar Beban terbagi rata Akibat penambahan dapat dinyatakan : pa = hs  Ka = q Ka Tambahan tekanan tanah aktif : Pa’ = qKaH

Pengaruh beban di Atas Tanah Urugan Beban Titik Dihitung dengan persamaan Boussinesq (Spangler, 1938) Substitusi x = mH, z = nH dan x = h

Pengaruh beban di Atas Tanah Urugan Beban Garis Didalam praktek, beban garis dapat berupa dinding beton pagar, saluran yang terletak di dlam tanah dan lain-lain. Untuk beban garis sebesar q persatuan lebar, Boussinesq memberi persamaan : Nilai-nilai yang diperoleh dari penyelidikan (Terzaghi, 1954) dimodifikasi menjadi: Untuk m > 0.4 Untuk m < 0.4

Pengaruh beban di Atas Tanah Urugan Beban terbagi rata memanjang Suatu beban terbagi merata memanjang 9q) dapat berupa jalan raya, jalan kereta api atau timbunan tanah yang sejajar dengan dinding penahan tanahnya, Terzaghi (1943) memeberi persamaan :

Pengaruh muka air tanah Adanya air di dalam suatu tanah urugan adalah suatu yang tak diinginkan karena berat tanah dan tekanan tanah lateral