Nama : Erla Aminawati NIM : A Kelas : D

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PENGEMBANGAN SILABUS.
Advertisements

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KONSEP PENDEKATAN.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS PEMBELAJARAN.
PENGEMBANGAN SILABUS.
PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KONSEP PENDEKATAN.
PANDUAN PENGEMBANGAN SILABUS MATA PELAJARAN
(Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses)
PERANGKAT PEMBELAJARAN
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
1.3a Pendekatan saintifik. 1.3a Pendekatan saintifik.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
RAMBU - RAMBU PENYUSUNAN RPP
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
PENGEMBANGAN SILABUS.
RAMBU - RAMBU PENYUSUNAN RPP
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
MANAJEMEN PEMBELAJARAN ( RPP)
PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012
PANDUAN PENYUSUNAN RPP
PANDUAN PENYUSUNAN RPP
RATNI PURWASIH PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS PEMBELAJARAN.
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
Sesuai dengan Permendikbud No. 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses
PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
PENGEMBANGAN SILABUS.
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
RAMBU - RAMBU PENYUSUNAN RPP
PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
Departemen Pendidikan Nasional Materi 6 - Silabus Cipete
KONSEP PENDEKATAN SAINTIFIK
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS PROGRAM AKSELERASI.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN ( MP – 1 )
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
Departemen Pendidikan Nasional Materi 6 - Silabus Cipete
PENYUSUNAN RPP.
PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
Rahmat S present PENGEMBANGAN SILABUS.
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
Sosialisasi KTSP tahun 2008 Pengembangan RPP PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
RAMBU - RAMBU PENYUSUNAN RPP
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
This presentation uses a free template provided by FPPT.com Penyusunan silabus dan RPP Kelompok : 11 1.Sofiati ( )
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN RAMBU-RAMBU PENYUSUNAN.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
Direktorat Pembinaan SMA PENGEMBANGAN SILABUS KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DINAS PENDIDIKAN PROPINSI JAWA TIMUR.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KONSEP PENDEKATAN.
PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RAMBU - RAMBU PENYUSUNAN RPP
PENGEMBANGANSILABUS. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup Standar Kompetensi, Kompetensi.
Transcript presentasi:

Nama : Erla Aminawati NIM : A210120153 Kelas : D

Perencanan Pembelajaran Akuntansi

PENGERTIAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN oleh Nana dan Sukirman (2008) PENGERTIAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN oleh Nana dan Sukirman (2008). Perencanaan pembelajaran merupakan penjabaran, pengayaan dan pengembangan dari kurikulum. Dalam membuat perencanaan pembelajaran, tentu saja guru selain mengacu pada tuntutan kurikulum, juga harus mempertimbangkan situasi dan kondisi serta potensi yang ada di sekolah masing-masing. Hal ini tentu saja akan berimplikasi pada model atau isi perencanaan pembelajaran yang dikembangkan oleh setiap guru, disesuaikan dengan kondisi nyata yang dihadapi setiap sekolah.

Perencanaan pembelajaran merupakan proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pembelajaran, penggunaan pendekatan atau metode pembelajaran, dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa satu semester yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

PERANAN PEMBELAJARAN AKUNTANSI Adapun peranan perencanaan pembelajaran, yaitu: Pelaksanaan pengajaran menjadi baik dan efektif Yang dimaksud adalah maka seorang guru bisa memberikan materi pelajaran dengan baik karena ia harus dapat menghadapi situasi di dalam kelas secara mantap, tegas dan fleksibel. Seseorang akan tumbuh menjadi seorang guru yang baik. Yang di maksud adalah guru membuat persiapan yang baik dan adanya pertumbuhan berkat pengalaman dan akibat dari hasil belajar yang terus menerus.

Pentingnya Perencanaan Pembelajaran Pertimbangan Praktis Perencanaan sebagai pedoman atau panduan Perencanaan menggambarkan hasil Perencanaan sebagai alat kontrol Perencanaan sebagai alat evaluasi Hubungan Kurikulum, Perencanaan dan pembelajaran.  Dengan hubungan antar kurikulum, perencanaan pembelajaran serta hasil yang dicapai dapat digambarkan dalam bagan berikut ini: KURIKULUM PERENCANAAN PEMBELAJARAN HASIL

Dalam sistem pembelajaran, keempat aspek di atas yakni : kurikulum, perencanaan pembelajaran, pembelajaran dan hasil pembelajaran merupakan suatu kesatuan yang utuh dan saling mempengaruhi. Dalam bagan di atas tanda panah lurus dari kurikulum sampai ke hasil menandakan bahwa kurikulum sebagai pedoman atau program umum pendidikan sekolah, kemudian dijabarkan kedalam perencanaan pembelajaran, kemudian diimplementasikan kedalam bentuk pembelajaran sehingga akan keluarlah hasil yang dicapai. Adapun tanda garis terputus-putus dari hasil yang terhubung dengan aspek-aspek yang lain menggambarkan hubungan timbal balik, yaitu kualitas atau kuantitas hasil pembelajaran yang telah dicapai sangat ditentukan oleh kualitas pembelajaran, kualitas perencanaan pembelajaran dan bahkan tergantung pada kurikulum yang diberlakukan.

Prinsip Penyusunan Perencanaan Pembelajaran (intructional design)  Sesuai dengan kurikulum yang berlaku Sesuai dengan kondisi  yang ada Sesuai dengan model pembelajaran yang akan dilaksanakan  Memperhitungkan waktu yang tersedia Sistematis dan sistemik Fleksibel

PENGERTIAN KTSP : KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP )

LANDASAN KTSP : Adapun landasan empirik dari pengembangan KTSP diantaranya: adanya kenyataan rendahnya kualitas pendidikan kita baik dilihat dari sudut proses maupun hasil belajar Indonesia adalah negara yang sangat luas yang memiliki keragaman sosial budaya dengan potensi dan kebutuhan yang berbeda Selama ini peran sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum bersifat pasif

PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KTSP : Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, serta kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Beragam dan terpadu.  Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Belajar sepanjang hayat.  Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Acuan operasional penyusunan ktsp KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan  Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja

PENGERTIAN SILABUS : Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar.

PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan : LANDASAN SILABUS : PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan :   Pasal 17 (2) : Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, dibawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab dibidang pendidikan untuk SD,SMP,SMA dan SMK, dan departemen yang menangani, urusan pemerintahan dibidang agama untuk MI,MTs, MA dan Mak. Pasal 20 : Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar dan penilaian hasil belajar

PRINSIP PENGEMBANGAN Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh

Komponen Silabus Standar Kompetensi Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Hasil Belajar Indikator Hasil Belajar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu Adanya Penilaian Sarana dan Sumber Belajar

PENGERTIAN RPP: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  [RPP] adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan  pengorganisasian  pembelajaran  untuk  mencapai  satu  kompetensi  dasar  yang  ditetapkan  dalam  Standar  Isi  dan  dijabarkan  dalam  silabus.  Maka  ringkasnya  RPP  adalah  rencana operasional kegiatan pembelajaran setiap atau beberapa KD dalam setiap tatap muka di kelas. Lingkup RPP paling  luas mencakup 1 (satu) Kompetensi Dasar  yang  terdiri  atas  1  (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

LANDASAN RPP: Landasan RPP adalah PP no 19 tahun 2005 pasal 20. Di dalam PP no 19 tahun 2005 pasal 20 dikatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

ALUR RPP:

KOMPONEN RPP: Mencantumkan Identitas Merumuskan Tujuan Pembelajaran Menentukan Materi Pembelajaran Menentukan Metode Pembelajaran Menetapkan Kegiatan Pembelajaran

PRINSIP PENYUSUNAN RPP: Perbedaan individual peserta didik Partisipasi aktif peserta didik Berpusat pada peserta didik Pengembangan budaya membaca dan menulis Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP Penekanan pada keterikatan dan keterpaduan antara KD Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP: Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan.  

Pengertian Pendekatan Saintifik Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN METODE SAINTIFIC : Berpusat pada siswa. Melibatkan keterampilan proses sains dalam mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip. Melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelek, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Dapat mengembangkan karakter siswa.

Beberapa tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah sebagai berikut. Untuk meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik. Terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan. Diperolehnya hasil belajar yang tinggi. Untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis artikel ilmiah. Untuk mengembangkan karakter siswa

Beberapa prinsip pendekatan saintifik dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. Pembelajaran berpusat pada siswa Pembelajaran membentuk student self concept. Pembelajaran terhindar dari verbalisme. Pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa. Pembelajaran meningkatkan motivaasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam komunikasi. Adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikonstruksi siswa dalam struktur kognitifnya.

Langkah-langkah pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (saintifik). Meliputi : menggali informasi melalui observimg/pengamatan, questioning/bertanya, experimenting/percobaan, kemudian mengolah data atau informasi, dilanjutkan dengan menganalisis, associating/menalar, kemudian menyimpulkan, dan menciptakan serta membentuk jaringan/networking. Untuk mata pelajaran, materi, atau situasi tertentu, sangat mungkin pendekatan ilmiah ini tidak selalu tepat diaplikasikan secara prosedural

Pendekatan ilmiah/scientific approach mempunyai kriteria proses pembelajaran sebagai berikut : Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas hanya kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata. Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta-mert, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespons materi pembelajaran. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggung jawabkan.

SEKIAN DAN TERIMAKSIH Wassalammu’alaikum wr.wb