I N C I N E R A S I OLEH : Eko Hendi Saputra 1007135943.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERBAIKAN DAPUR UNTUK APA????. DEMI …. KESEHATAN PEREMPUAN DAN ANAK-ANAK 1. POLUSI UDARA DALAM DAPUR 2. KECELAKAAN DALAM DAPUR 3. ASPEK ERGONOMIK 4. MASALAH-MASALAH.
Advertisements

POLUSI POLUSI UDARA POLUSI AIR POLUSI TANAH.
Perancangan Alat Proses “ Boiler “
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
EFISIENSI PLTU BATUBARA
KOMPONEN KEBENDAAN Kebendaan Kebendaan pada lingkungan mikro
Perancangan Alat Proses “ Boiler “
PLTG Komponen utama: Kompresor Ruang Bakar Turbin
Sanitasi dan Keamanan.
TEKNIK PLUMBING DAN SANITASI
REAKTOR UNTUK POLIMERISASI.
BAB 8 ALIRAN KALOR DI DALAM TANAH
PENCEMARAN LIMBAH PADAT DAN SAMPAH
KESETIMBANGAN REAKSI Kimia SMK
PENGELOLAAN LIMBAH GAS DEPT. KESEHATAN LINGKUNGAN
13 Manajemen dalam Produksi. Sumberdaya Sebenarnya, semua ilmu Teknik Industri mencakup manajemen Sumber Daya Sumberdaya sering menjadi masalah yang kritis,
Modul 7 pengeringan.
By : Asriadi Pertemuan 4. Casing Power Suplay Casing merupakan bagian komputer yang berfungsi sebagai pakaian atau pelindung dari CPU. Bentuk yang umum.
INCENERATOR Pengelolaan Limbah Program Studi Kesehatan Masyarakat
KULIAH 11 R-0222 ARSITEKTUR LINGKUNGAN PRINSIP2 KEBERLANJUTAN ARS BANGUNAN Tri Harso Karyono.
PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
KELEMBABAN UDARA INDIKATOR KOMPETENSI
Pendahuluan Pendahuluan Umum Tentang Pembakaran
Widelia Ika Putri, S.T.P., M.Sc
PENGELOLAAN AIR LIMBAH INDUSTRI
PENINGKATAN TITIK DIDIH
Sistem Tenaga Uap Ahmad Adib R., S.T., M.T..
Sampah dan pengelolaannya
Sampah (Limbah Padat) Sampah adalah semua limbah padat yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dan binatang yang biasanya padat dan dibuang karena tidak.
Disusun oleh : HARIS RUSANDI NIM
Komunikasi Dan Penyuluhan Pertanian Putri Lestari C
Teknologi Insinerator : Solusi dalam Penanganan Sampah Kota Bandung
Teknologi Biogas.
Sanitasi dan Keamanan Industri Pangan
Ventilasi di Tempat Kerja
Prinsip kerja aliran udara dan sistem ventilasi pengenceran udara
Penanganan sampah B3 Aris Munandar.
KESETIMBANGAN REAKSI Kimia SMK
Klasifikasi Sampah (Sumber dan komposisi)
Asep Andi Suryandi ( ), Eko Aptono Tri Yuwono ( )
TERMODINAMIKA Bagian dari ilmu fisika yang mempelajari energi panas, temperatur, dan hukum-hukum tentang perubahan energi panas menjadi energi mekanik,
Defnisi Limbah DAN RUANG LINGKUP
UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR
Latihan Soal.
Azas – Azas Teknik Kimia “Pertemuan ke 3” Prodi D3 Teknik Kimia fakultas teknik industri upn veteran yogyakarta Retno Ringgani, S.T., M.Eng.
KELOMPOK 1 Anggota: Toha Budi Putra Subakti Mahriana Julia Andita
DAMPAK YANG MENGUNTUNGKAN
PENCEMARAN LINGKUNGAN
PIROLISIS/KARBONISASI
PENGERINGAN DRYING aM SATUAN OPERASI Q.
PENGELOLAAN LIMBAH PADA INDUSTRI PERTAMBANGAN
(Matakuliah: Teknologi Hasil Perikanan 1)
Standarisasi Kesehatan Lingkungan Di Perusahaan oleh : nor wijayanti
Loading…. Loading… Kelompok : 8 Goly haryanto Heriani Ahmad mawardi.
PLTU PLTG PLTGU.
Manajemen Energi dalam PMB
METODA PENGOMPOSAN SAMPAH
Pengolahan Limbah Fisik-Kimia PERTEMUAN 6 Nayla Kamilia Fithri
TEKNIK PENANGANAN LIMBAH GAS
Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat
Pengolahan Limbah Padat
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA
PENGELOLAAN LIMBAH PETERNAKAN 2018
Oleh : 1. Amik Gendro S.(04) 2. Gita Tamara(10) 3. Hani Safitri(11) 4. Heni Aulia L.(12) 5. Kiki dyah Ayu(15) 6. Megalina(18) 7. Nurul Ulfinana(22) JENIS-JENIS.
Ruang Pembakaran Untuk “melindungi” api.
Kimia Industri 1 DIMENSI, SATUAN & PEUBAH PROSES.
Setiap manusia, dimana saja berada, membutuhkan tempat untuk tinggal yang layak : disebut rumah; Rumah yang layak untuk tempat tinggal harus memenuhi syarat.
Optimasi Energi Terbarukan (Energi Biomassa dan Energi Biogas)
Febrianti Komalasari ( ) Anita Gustira ( ) Ramadhiah Febriani ( ) Rendi Kurniawan ( ) Karisa Ameliani.
8/6/2019 KELOMPOK MATERI PRESENTASI 4. BIDANG INDUSTRI BIDANG KESEHATAN BIDANG KEBUTUHAN RUMAH TANGGA PENERAPAN SIFAT KOLOID.
Transcript presentasi:

I N C I N E R A S I OLEH : Eko Hendi Saputra 1007135943

Incinerasi : Proses pengurangan/perubahan bentuk sampah yang sudah terbakar, menjadi abu pada suhu tinggi (100° F – 1800°F)

Incinerator : alat atau sarana yang dapat digunakan untuk membakar refuse dengan bahan bakar yang minim atau dengan bahan pembakar adalah refuse itu sendiri

Fungsi utama ; mengurangi volume sampah dan membunuh bakteri sampah (suci hama) Sasaran utama (bagi B3) : mengurangi sifat-sifat yang berbahaya (racun, radiasi) Faktor-faktor penting didalamnya : temperatur, Waktu tinggal (td)

Keuntungan : Minim lahan Efisien, tidak terpengaruh iklim Menghilangkan bahan-bahan organik dan bebas dari gangguan kesehatan lingkungan Panas (kalor) dapat dijadikan sumber arus listrik uap  dapat mengeringkan lumpur pada penggolongan limbah (sludge)

Kerugian / kekurangan Modal awal sangat besar Biaya operasional tinggi Masih memerlukan langkah-langkah lanjutan pada akhir proses (abu dan sisa pembakaran) di buang ke lahan lain Belum dapat membakar bahan material

Jenis-jenis Incinerator A. Secara umum : Open Incinerator Bangunan terbuka Dapur pembakar merangkap cerobong Digunakan secara temporer

Semi Closed Incinerator Bangunan semi terbuka Tungku dan cerobong rendah, semi permanen Tahan suhu tinggi

Closed Incinerator Dilengkapi ruang-ruang pengeringan, ruang pembakaran, cerobong asap yang cukup tinggi Dilengkapi peralatan untuk mengurangi pencemaran Type-type nya : Suhu 1400° F dan Suhu 1800° F

B. Dari segi tungku, tempat berlangsungnya proses : Incinerator lantai bertingkat Berlubang di tengah & pinggir Lumpur dan udara pembakar dialirkan berlawanan

Incenerator Fluidik Berisi pasir yang difluidisasi oleh aliran udara dari sebelah bawah. Suhu relatif seragam (700° - 800° C) Penggunaan energi lebih efisien

Komponen-komponen yang terdapat pada Incenerator Burner Drying pan Rotary kiln Stack (cerobong) Fuel tank Dll

Komponen pengendali polusi Cyclone Electrostatic presipitator Baghose Spry tower Dry sorbent injector

Yang terjadi dalam Incinerasi -r A = -d M A/dt - r A = k . M Ax X = M A0 - M A M A0 M A = M A0 ( 1 – X ) dimana : - r A = kec. Reaksi incinerasi (Kg/ jam) X = sampah tereduksi M A0 = massa awal yang diumpan (Kg) M A = massa akhir (Kg) t = waktu reaksi K = konstanta kec. reaksi

K = - ln M A0 (1-t ) = k. t - ln ( 1-X ) = k . t K = - ln (1-X ) t

S u h u - apabila semakin tinggi, nilai konstanta reduksi semakin besar, akibatnya kecepatan reduksi bertambah, dan konversi menjadi naik.

K = K0 x e E/RT Persamaan Arheinus e E/RT = K/ K0 E = ln e RT ln K/K0 T = E x ln e R ln K/K0 dimana : K = Konstanta kec. reduksi K0 = faktor tumbukan (faktor frekuensi) E = energi aktivasi (kal/gr. mol) T = suhu absolut (oK) R = tetapan gas (1.987 kal/gr mol oK)

Berat Sampah % reduksi = M0 – Mi x 100 % M0 M0 = massa mula-mula (kg) Mi = massa setelah incenerasi (kg)

SKEMA KERJA