Tugas Bimbingan Konseling Informasi Tentang Perguruan Tinggi

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Excellence with morality…
Advertisements

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DIRI
KETENTUAN UMUM (1) Pengelolaan pendidikan adalah pengaturan kewenangan dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional oleh Pemerintah, pemerintah provinsi,
Pendidikan Tinggi di Indonesia
NAMA JABATAN FUNGSIONAL UMUM DAN TERTENTU
Pendahuluan  PKM merupakan salah satu program Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas), Ditjen Dikti untuk meningkatkan kualitas.
TABEL 1. Kriteria Program Kreatvts Mahasswa (PKM)
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2014 Tentang PERAN GURU TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DAN GURU KETERAMPILAN.
SARANA PRASANA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Peranan pendidikan Fungsi Pendidikan Tujuan Pendidikan
DIPONEGORO UNIVERSITY
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
Universitas Udayana.
Universitas Muhammadiyah Malang
PTN DALAM NEGERI.
Sosialisasi Kampus Unesa
Fakultas Fakultas Pertanian a.Manajemen SumberDaya Lahan
BERDASAR TINGKAT KEKETATAN SNMPTN 2011
Nilai Keketatan Program Studi UB
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
U N I B B A.
PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DIRI
Didirikan : 20 November 1957 Lokasi : Jalan dr. T. Mansur No. 9 Kampus USU Medan Sumatera Utara Jenis : PTN-BH AUTHOR BY : CGTS 2015.
Kampus Grendeng : 1. Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2. Fakultas Hukum 3. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Kampus Karawangkal : 1. Fakultas Biologi 2.
SISTEM PENDIDIKIAN NASIONAL
PENATAAN KELEMBAGAAN BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN
Daftar Isi Ringkasan Ekeskutif
UNIVERSITAS WIDYA DHARMA
SEJARAH KEPERAWATAN GIGI DI INDONESIA
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru
Rancangan Undang-Undang Tentang Perguruan Tinggi
STATUTA PERGURUAN TINGGI
PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DIRI
Program Sinergi S1-S2 (Fast Track Program)
BIMBINGAN KARIER.
Jalan Ir. Sutami 36 A, Surakarta, 57126
Un usbn Un usbn DEPOK, 26 JANUARI 2017.
PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS INDONESIA
RUU KEINSINYURAN Rabu, 12 September 2012.
Pengelompokan Bidang Ilmu PKM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Peminatan, Lintas Minat, dan Pendalaman Minat di SMA
Materi dan Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar
Perkembangan Ilmu Pengetahuan di UMM
Peta 2015.
PERAN ILMU PENDIDIKAN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
AGENDA PERTEMUAN A. Informasi sekilas tentang undip
UNIVERSITAS DIPONEGORO
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG.
PENDIDIKAN PROFESI GURU
Sejarah Unsrat Nama tokoh pahlawan nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi dipilih sebagai nama lembaga perguruan tinggi negeri di Provinsi Sulawesi Utara.  Dr.
Universitas Negeri Surabaya
Terakreditasi A UNIVERSITAS MULAWARMAN Berdasarkan Keputusan BAN-PT
Oleh : Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS
RAPAT KOORDINASI EVALUASI TAHUNAN TPMF DAN GPM 2017
Kebijakan Pendidikan Tinggi
KEGIATAN PENDIDIKAN di PERGURUAN TINGGI
SISTEM PENDIDIKIAN NASIONAL
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
SISTEM PENDIDIKIAN NASIONAL
Universitas Indonesia
SOSIALISASI INSTRUMEN AKREDITASI 3.0 Oleh: BPM UMG 13 Okt 2018
Mangesthi Luhur Ambangun Nagara
Sinergitas Pengelolaan Program Pascasarjana di Universitas Andalas
SISTEM PENDIDIKIAN NASIONAL Oleh : KUNTJOJO UNP Kediri 2008.
Pengembangan Perguruan Tinggi Menuju Mutu Yang Berkelanjutan
Transcript presentasi:

Tugas Bimbingan Konseling Informasi Tentang Perguruan Tinggi Nama Anggota Kelompok 4: Darma Fitri Destu Budiarsih Muszaqro Boesty Rully Pratama Yolla Putri Gefrida

Informasi Tentang Perguruan Tinggi 1.Pengertian Perguruan Tinggi dan Pendidikan Tinggi Menurut UU No. 20 tahun 2003 pasal 19 ayat 1 : “Yang dimaksud perguruan tinggi adalah merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi ”. Menurut UU 2 tahun 1989, pasal 16, ayat (1): Perguruan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk mempersiapkan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. Menurut PP No.30 Tahun 1990, pasal 1 Ayat 1: Pendidikan tinggi adalah pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dari pada pendidikan menegah di jalur pendidikan sekolah.

2. Tujuan pendidikan tinggi Mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. Mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta mengoptimalkan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional (UU 2 tahun 1989, Pasal 16, Ayat (1) ; PP 30 Tahun 1990, Pasal 2, Ayat (1)).

3. Status Perguruan Tinggi Pengelolaan dan regulasi perguruan tinggi di Indonesia dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Rektor Perguruan Tinggi Negeri merupakan pejabat eselon di bawah Menteri Pendidikan Nasional. Selain itu juga terdapat perguruan tinggi yang dikelola oleh kementerian atau lembaga pemerintah nonkementerian yang umumnya merupakan perguruan tinggi kedinasan, misalnya Sekolah Tinggi Akuntansi Negara yang dikelola oleh Kementerian Keuangan.

 4. Penyelenggara Perguruan Tinggi di Indonesia Berdasarkan Pengelolanya Perguruan Tinggi dibedakan menjadi : Negeri : Milik sekolah di mana sekolah berada diselenggarakan oleh pemerintah. Swasta: Milik satu yayasan pendidikan tertentu diselenggarakan oleh swasta. Kedinasan : Dikelola dan dibiayai oleh Lembaga Pemerintah / Swasta dan setelah selesai harus bekerja pada lembaga yang membiayai.

5. Bentuk-Bentuk Perguruan Tinggi UNIVERSITAS Adalah perguruan Tinggi sebagai lembaga ilmiah yang menyelenggarakan program pendidikan akademik atau profesional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan. Universitas merupakan perguruan tinggi yang memiliki program studi yang paling beragam dan perguruan tinggi untuk mendapatkan berbagai macam keahlian. Contoh : Universitas Indonesia, UNAND, dimana terdapat berbagai fakultas dan jurusan.

Program studi di UI dikelola oleh 13 fakultas dan 2 program Program studi di UI dikelola oleh 13 fakultas dan 2 program. Fakultas dan program tersebut adalah: Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran Gigi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Teknik Fakultas Hukum Fakultas Ekonomi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Fakultas Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Keperawatan Fakultas Farmasi Program Pascarjana Program Vokasi

UNAND Universitas Andalas total telah memiliki lima belas (15) fakultas, dan satu program pascasarjana, dengan rincian 44 program studi sarjana, 38 program studi magister (S2), 8 program studi doktor (S3), 12 program pendidikan dokter spesialis, 5 Profesi dan 4 program studi D3.

Fakultas Dies Natalis Warna panji Program studi Fakultas Hukum 17 Agustus 1951 Merah tua Ilmu Hukum, Pendidikan Profesi Kenotariatan Fakultas Pertanian 30 November 1954 Hijau muda Agribisnis, Agroekoteknologi Fakultas Kedokteran 7 September 1955 Hijau tua Pendidikan Dokter Umum, Psikologi, Kebidanan Fakultas MIPA Kuning muda Kimia, Matematika, Fisika, Biologi Fakultas Ekonomi 7 September 1957 Abu-abu Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi, program DIII (Pemasaran, Akuntansi, Kesekretariatan & Manajemen Perkantoran, Keuangan Perbankan, Keuangan Negara & Daerah), Kampus II Payakumbuh (Manajemen, Ekonomi Pembangunan)

Ilmu Peternakan, Ilmu Peternakan (Kampus III Dharmasraya) Fakultas Peternakan 9 Oktober 1963 Ungu Ilmu Peternakan, Ilmu Peternakan (Kampus III Dharmasraya) Fakultas Ilmu Budaya 7 Maret 1982 Putih Ilmu Sejarah, Sastra Inggris, Sastra Indonesia, Sastra Jepang, Sastra Minangkabau Fakultas Teknik 13 Mei 1993 Biru tua Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Lingkungan, Teknik Sipil Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Oranye Ilmu Politik, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi Fakultas Farmasi 15 Mei 2008 Emas Farmasi, Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Teknologi Pertanian Biru laut Teknologi Hasil Pertanian, Teknik Pertanian

Fakultas Kesehatan Masyarakat 13 Juli 2012 Indigo Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Teknologi Informasi Perak Sistem Komputer, Sistem Informasi Fakultas Keperawatan Kombinasi warna air laut (Aqua Marine) Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Gigi Ungu Pendidikan Dokter Gigi Program Pascasarjana 17 September 1984 Biru langit

INSTITUT Adalah Perguruan Tinggi sebagai lembaga ilmiah yang menyelenggarakan program pendidikan akademik dan profesional dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian yang sejenis. Di Institut, fakultas yang satu dengan fakultas yang lainnya berlandaskan ilmu sejenis. Contoh : Institut Teknologi Bandung, dimana seluruh fakultas dan jurusannya merupakan disiplin ilmu teknologi. 

Fakultas dan Program Studi ITB Fakultas/sekolah dan program studi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Matematika (MA) - S1, S2, S2 Pengajaran, dan S3 Fisika (FI) - S1, S2, S2 Pengajaran, dan S3 Kimia (KI) - S1, S2, S2 Pengajaran, dan S3 Astronomi (AS) - S1, S2, S2 Pengajaran, dan S3 Aktuaria - S2 Sains Komputasi - S2 Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Biologi (BI) - S1, S2, dan S3 Mikrobiologi (BM) - S1 Rekayasa Hayati (BE) - S1 Rekayasa Pertanian - S1 Rekayasa Kehutanan - S1 Biomanajemen - S2 Bioteknologi - S2 Sekolah Farmasi (SF) Sains dan Teknologi Farmasi (FA) - S1 Farmasi Klinis dan Komunitas (FK) - S1 Program Studi Profesi Apoteker Program Pasca Sarjana Farmasi - S2, dan S3

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Teknik Geologi (GL) - S1, S2, dan S3 Teknik Geodesi dan Geomatika (GD) - S1, S2, dan S3 Meteorologi (ME) - S1 Oseanografi (OS) - S1 Teknik Air Tanah - S2 Sains Kebumian - S2, dan S3 Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Teknik Pertambangan (TA) - S1, S2, dan S3 Teknik Perminyakan (TM) - S1, S2, dan S3 Teknik Geofisika (TG) - S1, S2, dan S3 Teknik Metalurgi (MG) - S1, S2, dan S3 Teknik Geothermal - S2 Fakultas Teknologi Industri (FTI) Teknik Kimia (TK) - S1, S2, dan S3 Teknik Fisika (TF) - S1, S2, S2 Instrumentasi dan Kontrol, dan S3 Teknik Industri (TI) - S1, S2, dan S3 Manajemen Rekayasa Industri (MRI) - S1

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Arsitektur (AR) - S1, S2, dan S3 Perencanaan Wilayah dan Kota (PL) - S1, S2, dan S3 Program Magister Studi Pembangunan - S2 Program Magister & Doktor Transportasi - S2, S3 Program Magister Studi Pertahanan - S2 Program Magister Rancang Kota - S2 Program Magister Perencanaan Kepariwisataan - S2 Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Seni Rupa (SR) - S1 Kriya (KR) - S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) - S1 Desain Interior (DI) - S1 Desain Produk (DP) - S1 Program Magister Seni Rupa - S2 Program Magister Desain - S2 Program Doktor Ilmu Seni Rupa dan Desain - S3 Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Manajemen (MB) - S1 Program Magister Sains Manajemen - S2 Program Magister Administrasi Bisnis - S2 Program Doktor Sains Manajemen - S3 Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Teknik Mesin (MS) - S1, S2, dan S3 Aeronotika dan Astronotika (AE) - S1, S2, dan S3 Teknik Material (MT) - S1, S2, dan S3 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Teknik Elektro (EL) - S1, S2, dan S3 Informatika (IF) - S1, S2, dan S3 Teknik Tenaga Listrik (EP) - S1, S2, dan S3 Teknik Telekomunikasi (ET) - S1, S2, dan S3 Sistem dan Teknologi Informasi (II) - S1, S2, dan S3 Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Teknik Sipil (SI) - S1, S2, dan S3 Teknik Lingkungan (TL) - S1, S2, dan S3 Teknik Kelautan (KL) - S1, S2, dan S3

SEKOLAH TINGGI Adalah Perguruan Tinggi sebagai lembaga ilmiah yang menyelenggarakan pendidikan akademik atau profesional dalam lingkup satu disilpin ilmu. Contoh : Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) atau Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Perbedaan antara Institut dengan Sekolah Tinggi adalah : Ø Institut membuka sekelompok program studi sejenis Ø Sekolah Tinggi satu program Studi saja  

Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung Jurusan akademis Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung melalui SK Presiden RI No. 59 Tahun 1995. STSI Bandung terdiri dari beberapa jurusan, antara lain: Jurusan Tari (S-1) Karawitan (S-1) Teater (S-1) Seni Rupa (S-1) TV & Film (D-4)  

AKADEMI Adalah Perguruan Tinggi ilmiah yang menyelenggarakan satu jurusan atau satu program studi atau lebih menekankan pada pendidikan kejuruannya. Lembaga pendidikan ini menekankan mahasiswanya untuk mendalami ketrampilan praktek kerja dan kemampuan untuk mandiri. Program pendidikannya adalah 60% teori, 40% praktek. Contoh : Akademi Militer (AKMIL), atau AKPER (Akademi Perawat)

Program Studi Akademi Militer Bidang Studi Profesi dibagi menjadi tiga jurusan: Teknik Aeronautika; Teknik Elektronika; Teknik Manajemen Industri. Fakultas Jurusan Program Studi Jenjang Program Akreditasi Poin 1 Poin 2 Tahun Akr. Catatan Teknik Elektronika D3 reguler Teknik Manajemen Industri D3 reguler Teknik Aeronautika D3 reguler

POLITEKNIK Adalah Perguruan Tinggi ilmiah yang menyelenggarakan satu jurusan atau satu program studi dan lebih menekankan pada pendidikan kejuruannya. Sama dengan Akademi, lembaga pendidikan ini menekankan mahasiswanya untuk mendalami ketrampilan praktek kerja dan kemampuan untuk mandiri. Program pendidikannya adalah 45% teori, 55% praktek. Politeknik yang ideal adalah politeknik yang dilengkapi dengan sarana yang memadai dengan jumlah siswa yang terbatas. Contoh : Politeknik Astra, Politeknik Negeri Lampung

Program Studi Politeknik Negeri Lampung Program Diploma III, yaitu: Produksi Ternak, Budidaya Perikanan, Produksi Tanaman Perkebunan, Produksi Tanaman Pangan, Hortikultura, Mekanisasi Pertanian, Teknik Sumberdaya Lahan dan Lingkungan, Teknologi Pangan, Agribisnis, Akuntansi, dan Manajemen Informatika. Diploma IV yaitu: Teknologi Perbenihan, serta Produksi dan Manajemen Industri Perkebunan.

Program Pendidikan Perguruan Tinggi Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi, dan vokasi dengan program pendidikan diploma (D1, D2, D3, D4), sarjana (S1), magister (S2), doktor (S3), dan spesialis. Diploma : D1, lama pendidikan 1 tahun. Diploma : D2, lama pendidikan 2 tahun Diploma : D3, lama pendidikan 3 tahun Diploma : D4, lama pendidikan 4 tahun Strata 1 / Sarjana : lama pendidikan 4 tahun Strata 2 / Magister, Master, lama pendidikan 1-2 tahun Strata 3 / Doktor : lama pendidikan 1-2 tahun Untuk menempuh S3 harus studi S2, untuk menempuh S2 harus studi S1.

6. Tugas Perguruan Tinggi Secara khusus tugas perguruan tinggi dapat kita lihat dalam PP No. 30 tahun 1990 tentang Perguruan Tinggi. Dalam ketentuan umum, Pasal 1 ayat 2 : “Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi”.   Selanjutnya dalam mukadimah Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 603/O/2001 dinyatakan tugas perguruan tinggi adalah : “…… berperan aktif dalam perbaikan dan pengembangan kualitas kehidupan dan kebudayaan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pengembangan pengertian dan kerjasama internasional untuk mencapai kedamaian dunia dan kesejahteraan lahir batin umat manusia berkelanjutan…”.

7. Fungsi Perguruan Tinggi Menurut Conny R. Semiawan (1998:33) pendidikan tinggi antara lain berfungsi untuk: mempersiapkan peserta didik menjadi manusia yang memiliki perilaku, nilai dan norma sesuai sistem yang berlaku sehingga mewujudkan totalitas manusia yang utuh dan mandiri sesuai tata cara hidup bangsa

8. Hal-Hal yang Harus diperhatikan dalam Memilih Prguruan Tinggi Priosritaskan dalam memilih perguruan tinggi yang memiliki akreditasi tinggi. Pilihlah perguruan tinggi yang memiliki jurusan sesuai dengan minat dan keinginan. Utamakan memilih perguruan tinggi yang dekat lokasinya dengan tempat dimana kita tinggal. Ketika sudah mantap dengan perguruan tingginya, fokuskan tujuan pada jurusan yang akan ditekuni. Yang terakhir, persiapkan diri untuk menyambut dunia baru. Pendidikan di bangku perkuliahan sangat berbeda dengan pendidikan di bangku sekolah. Mahasiswa dituntut untuk mandiri, kreatif, dan lebih rajin.