KUG1E3/ Pemrograman Terstruktur 1

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DASAR-DASAR ALGORITMA
Advertisements

Gerlan A. Manu, ST.,MKom - Algoritma Pemrograman I
STRUKTUR DASAR ALGORITMA
Pengenalan Bahasa Pemrograman Pascal
Tipe data dan algoritma dasar
PERTEMUAN 6 Algoritma Presented by : Sity Aisyah, M.Kom
STRUKTUR DATA.
ALGORITMA Lecture Pengulangan.
PENCARIAN (SEARCHING)
12-CRS-0106 REVISED 8 FEB 2013 KUG1E3/ Pemrograman Terstruktur 1 Abdurahman Baizal M.Kom, Yuliant Sibaroni M.T KK Algoritma dan Komputasi 1.
Dasar Pemrograman ARRAY/LARIK.
Algoritma dan Pemrograman
Pemprograman Terstruktur 1
- PERTEMUAN 9 - LARIK/ARRAY SATU DIMENSI (1D)
CS1023 Pemrograman Komputer Lecture 20 Array / Tabel [2]
12-CRS-0106 REVISED 8 FEB 2013 KUG1E3/ Pemrograman Terstruktur 1 Abdurahman Baizal M.Kom,Yuliant Sibaroni M.T KK Algoritma dan Komputasi.
TEL 2112 Dasar Komputer & Pemograman Contoh Pemecahan Masalah
Prodi S1-Sistem Komputer, F Teknik Elektro
TEL 2112 Dasar Komputer & Pemograman Contoh Pemecahan Masalah
Array (bagian 2).
KUG1A3 Algoritma& Pemrograman
Dasar Algoritma & Pemrogramn KUG1C3
KUG1E3/ Pemrograman Terstruktur 1
4. Linked List (List Linier)
KUG1A3 Algoritma& Pemrograman
MATERI PERKULIAHAN ALGORITMA & PEMROGRAMAN
Implementasi Algortima
KUG1C3 Dasar Pemrograman
Algoritma Pemrograman I
KUG1A3 Algoritma& Pemrograman
KUG1C3 Dasar algoritma & pemrograman
Oleh : Agus Priyanto, M.Kom Norma Amalia, M.Eng
Dasar Algoritma dan Pemrograman
CS1023 Pemrograman Komputer
CS1023 Pemrograman Komputer
Kuliah Ke - 2 Array dan Matriks (Bab 2)
KUG1E3/ Pemrograman Terstruktur 1
Notasi Algoritmik.
Algoritma.
Pencarian pada Array Tim PHKI Modul Dasar Pemrograman
Dasar algoritma dan pemrograman
Prodi S1-Sistem Komputer, F Teknik Elektro
STRUKTUR DASAR ALGORITMA
STRUKTUR DASAR ALGORITMA
KUG1E3/ Pemrograman Terstruktur 1
Studi Kasus Siti Mukaromah.
Array Tim PHKI Modul Dasar Pemrograman Fakultas Ilmu Komputer
Array 1.
Array/Larik.
TEL 2112 Dasar Komputer & Pemograman Larik (Array)
TEL 2112 Dasar Komputer & Pemograman Contoh Pemecahan Masalah
Pengendalian Proses : Perulangan /Looping
KUG1E3/ Pemrograman Terstruktur 1
Array dan Matriks.
KUG1E3/ Pemrograman Terstruktur 1
Algoritma & Pemrograman 1
Algoritma dan Pemrograman (Pertemuan 04)
ARRAY (LARIK) MINGGU VI.
Dasar Algoritma dan Pemrograman
Algoritma dan Pemrograman STRUKTUR PEMILIHAN (SELECTION) lanjutan
PERTEMUAN 4 DAN 5 DASAR-DASAR ALGORITMA
Algoritma dan Pemrograman STRUKTUR ALGORITMA (3)
Dasar-Dasar Pemrograman
KUG1E3/ Pemrograman Terstruktur 1
Kode MK/ Pemrograman Terstruktur 2
Kode MK/ Pemrograman Terstruktur 2
CS1023 Pemrograman Komputer
Notasi Algoritmik, Tipe Dasar, Nilai, Ekspresi dan Input/Output
Dasar Pemrograman Percabangan Nurul Anisa Sri Winarsih, M. CS
Larik/Array ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN [IS ] Koordinator Mata Kuliah : Fathushahib, S.Kom., M.Kom Tim Dosen: Yudha Saintika, S.T., M.T.I.
Transcript presentasi:

KUG1E3/ Pemrograman Terstruktur 1 Abdurahman Baizal M.Kom, Yuliant Sibaroni M.T KK Algoritma dan Komputasi 9/19/2018

Pemrosesan Sekuensial Pendahuluan Pemrosesan Tanpa Mark Pemrosesan dengan Mark 9/19/2018 Kode dan nama MK

Pendahuluan Latar Belakang Dalam dunia pemrograman, kita sering dihadapkan pada permasalahan untuk memproses sekumpulan elemen data Misal : Pencarian sebuah nilai (searching), pencarian nilai ekstrim (min, max), penentuan nilai rata-rata, mencetak elemen data, dan banyak persoalan yang lebih rumit lainnya Jika data disimpan dalam struktur data linier, maka diperlukan skema proses sekuensial

Pendahuluan Pengertian Pemrosesan sekuensial adalah pemrosesan secara satu-persatu, dari sekumpulan informasi sejenis yang setiap elemennya dapat diakses dengan keterurutan tertentu (ada suksesor) Elemen bisa bertipe dasar (integer, real, character, boolean), atau juga type bentukan/record (akan dibahas di bab selanjutnya), misal NilaiMK: <nim : String, nama : String, ipk : real>) Pemrosesan sekuensial dapat dilakukan dengan dua cara : Model dengan MARK. Berakhirnya pemrosesan ditandai dengan suatu elemen fiktif. Disebut fiktif karena bukan merupakan anggota dari data yang diproses. Model dengan mark lebih banyak dipakai dalam pemrograman praktis Model tanpa MARK. Berakhirnya pemrosesan ditandai dengan suatu elemen yang merupakan elemen terakhir dari data yang diproses

Pemrosesan Tanpa Mark Contoh 8.1 Buatkan algoritma yang membaca sebuah bilangan integer positif N, dan menjumlahkan 1+2+3+...+N serta menuliskan hasil penjumlahannya Ilustrasi N diisi dengan nilai 6 Hasilnya : 21 Hasil running program 6 21

Pemrosesan Tanpa Mark Contoh 8.1 Program jum1 {menjumlahkan 1+2+3+4+....+N, model tanpa MARK} Kamus i : integer N : integer >0 {banyaknya bilangan} sum : integer {hasil penjumlahan} Algoritma Input (N) {Membaca nilai N dari inputan user} Sum  0 i  1 Repeat Sum  Sum + i i  i+1 until i > N Output (Sum)

Pemrosesan Tanpa Mark Contoh 8.2 Buatkan algoritma yang membaca sebuah bilangan integer positif N, dan menjumlahkan 1+2+3+...+N serta menghitung nilai rata- ratanya Di akhir program, nilai rata-ratanya dicetak Ilustrasi N diisi dengan nilai 5 Rata-ratanya: 3 Hasil running program 5 3

Pemrosesan Tanpa Mark Contoh 8.2 Program rata1 {menjumlahkan 1+2+3+4+....+N, model tanpa MARK} Kamus : i : integer N : integer>0 {banyaknya bilangan} Sum : integer {hasil penjumlahan} rata : real Algoritma : Input (N) Sum  0 i  1 for i  1 to N do Sum  Sum + i rata  Sum/N Output (rata)

Pemrosesan Dengan Mark Contoh 8.3 Tuliskan sebuah Program yang membaca nilai-nilai integer yang dibaca dari piranti masukan, dan mencacah banyaknya nilai integer yang diketikkan (berapa kali). Pemasukan nilai integer diakhiri dengan 9999 Nilai 9999 inilah yang dipandang sebagai MARK ( Memiliki tipe yang sama : integer, dengan nilai yang dimasukkan user, tetapi tidak masus proses perhitungan)

Pemrosesan Dengan Mark Contoh 8.3 Program Cacah1 {Mencacah bilangan-bilangan x yang dibaca dari piranti masukan. Model dengan MARK. MARK = 9999 } Kamus x, i : integer Algoritma Input(x) i  0 while (x <> 9999) do input (x) i  i + 1 {i adalah banyaknya bilangan yang akan dibaca} {x = 9999} Output(i) {mencetak banyaknya bilangan yang telah dibaca

Pemrosesan Dengan Mark Contoh 8.4 Program Cacah2 {Mencacah bilangan-bilangan x yang dibaca dari piranti masukan. Model dengan MARK. MARK = 9999 } Kamus x, i : integer Algoritma Input(x) i  1 repeat input (x) i  i + 1 {i adalah banyaknya bilangan yang akan dibaca} until x = 9999 Output(i-1) {mencetak banyaknya bilangan yang telah dibaca} Di manakah letak kesalahan program ini ? Bisakah anda menyelesaikan permasalahan pencacahan bilangan ini dengan skema for to do?

Pemrosesan Dengan Mark Contoh 8.5 Tuliskan sebuah Program yang membaca nilai-nilai integer yang dibaca dari piranti masukan, dan menghitung rata-rata banyaknya nilai integer yang diketikkan. Pemasukan nilai integer diakhiri dengan 9999 Ilustrasi Dimasukkan nilai : 4,6,5,8,10,9999 Nilai rata-rata yang ditampilkan :6,6 Hasil running program: 4 6 5 8 10 9999 6.6

Pemrosesan Dengan Mark Contoh 8.6 Program Rata2 {Menghitung nilai rata-rata dari bilangan-bilangan yang dibaca dari piranti masukan. Model dengan MARK. MARK = 9999 } Kamus x, i, sum: integer rata : real Algoritma Input(x) i  0 while (x <> 9999) do input (x) sum  sum + x i  i + 1 {i adalah banyaknya bilangan yang akan dibaca} {x = 9999} Output(sum/i) {mencetak nilai rata-rata}

Pemrosesan Dengan Mark Contoh 8.7 Program Rata3 {Menghitung nilai rata-rata dari bilangan-bilangan yang dibaca dari piranti masukan. Model dengan MARK. MARK = 9999 } Kamus x, i, sum : integer rata : real Algoritma Input(x) i  1 while (x <> 9999) do input (x) sum  sum + x i  i + 1 {i adalah banyaknya bilangan yang akan dibaca} {x = 9999} Output(.....) {mencetak nilai rata-rata} Apa isi bagian yang kosong pada program di atas ?

REFERENSI Inggriani Liem, Diktat Kuliah IF223 Algoritma Dan Pemrograman, Jurusan Teknik Informatika Bandung, 1999

9/19/2018