OTOMATA DAN TEORI BAHASA 8.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Teori Bahasa dan Automata
Advertisements

Review Materi Widodo.com
Pertemuan 7 FINITE AUTOMATA DENGAN OUTPUT
Teori Bahasa dan Automata
Teori Bahasa dan Automata
Teori Bahasa dan Automata
SUATU FINITE STATE AUTOMATA
Oleh: BAGUS ADHI KUSUMA, ST
Pertemuan 4 Non Deterministic Finite Automaton (NFA)
Bab VII FINITE STATE AUTOMATA DENGAN OUTPUT.
BAB II FINITE STATE AUTOMATA.
OTOMATA HINGGA.
BAB II FINITE STATE AUTOMATA.
BAB II FINITE STATE AUTOMATA.
BAB V EKSPRESI REGULER 1. Penerapan Ekspresi Reguler
Mahasiswa mampu menerapkan konsep Ekspresi Reguler
PUSH DOWN AUTOMATA & MESIN TURING
8. Otomata hingga dengan output
BAB V EKSPRESI REGULER 1. Penerapan Ekspresi Reguler
TEORI BAHASA DAN AUTOMATA
Teori Bahasa dan Otomata 2 sks
Ekspresi Reguler.
NON DETERMINISTIC FINITE AUTOMATA DENGAN ε - MOVE
BAB II FINITE STATE AUTOMATA.
BAB II FINITE STATE AUTOMATA.
Pertemuan 3 FINITE AUTOMATA
BAB 13 PUSH DOWN AUTOMATA.
PUSH DOWN AUTOMATA ( PDA )
Teori Bahasa dan Automata
1 Pertemuan 7 FINITE AUTOMATA DENGAN OUTPUT Matakuliah: T0162/Teori Bahasa dan Automata Tahun: 2005 Versi: 1/0.
FINITE STATE AUTOMATA (FSA)
PUSH DOWN AUTOMATA (PDA)
FINITE STATE AUTOMATA (FSA)
Teori-Bahasa-dan-Otomata
BAB II FINITE STATE AUTOMATA.
OTOMATA DAN TEORI BAHASA FORMAL
Finite State Automata: Reduksi Jumlah State
OTOMATA DAN TEORI BAHASA 8
Penggabungan dan Konkatenasi Finite State Automata
FINITE STATE AUTOMATA (FSA)
Teori Bahasa dan Automata
Teori Bahasa dan Automata
By : Lisda Juliana Pangaribuan
Teori-Bahasa-dan-Otomata
TEORI BAHASA DAN AUTOMATA TATA BAHASA LEVEL BAHASA
OTOMATA DAN TEORI BAHASA 1
ATURAN PRODUKSI TATA BAHASA REGULER
Teori-Bahasa-dan-Otomata
Reduksi Jumlah State pada Finite State Automata
OTOMATA DAN TEORI BAHASA FORMAL
BAB II FINITE STATE AUTOMATA.
OTOMATA DAN TEORI BAHASA 2
Bab VII FINITE STATE AUTOMATA DENGAN OUTPUT.
GABUNGAN & KONKATENASI
TEORI BAHASA DAN AUTOMATA
Finite State Automata ♦ model matematika yang dapat menerima input dan mengeluarkan output ♦ Memiliki state yang berhingga banyaknya dan dapat berpindah.
MESIN MOORE *YANI*.
Aturan Produksi Untuk Suatu Finite State Automata
ATURAN PRODUKSI UNTUK SUATU FSA PERTEMUAN KE-10 & 11.
Otomata & Teori Bahasa ( Week 4 )
Ekuivalensi NFA KE DFA *YANI*.
Teori Bahasa dan Automata
Pertemuan4.
Pushdown Automata (PDA)
Otomata & Teori Bahasa Finite State Automata: - Non Deterministic Finite Automata dengan -move - Penggabungan dan Konkatenasi FSA.
Otomata & Teori Bahasa ( Week 4 )
Reduksi Jumlah State pada Finite State Automata
Otomata & Teori Bahasa ( Week 4 )
ATURAN PRODUKSI UNTUK SUATU FSA.
OTOMATA DAN TEORI BAHASA 8.
Transcript presentasi:

OTOMATA DAN TEORI BAHASA 8

Materi : Mesin Moore Mesin Mealy Perubahan

Mesin moore FSA (Finite State Automata) yang telah dipelajari adalah FSA yang hanya dapat menerima atau menolak string yang di inputkan String “aaabb” diterima atau tidak FSA seperti itu disebut ACCEPTER

Mesin moore A B C D b a String aa dan ba diterima oleh FSA tersebut, sedangkan string yang lain ditolak

Mesin moore FSA (Finite State Automata) yang mempunyai keputusan sebagai output, Automata ini disebut TRANSDUCER Salah satu contoh FSA yang termasuk Transducer atau FSA yang mempunyai output adalah Mesin MOORE

Sehingga Jumlah State sama dengan jumlah Output Mesin moore Pada Mesin Moore outputnya berasosiasi dengan state, atau tertulis pada setiap state Sehingga Jumlah State sama dengan jumlah Output

Mesin moore M={Q,, , S, , } Q : Himpunan State  : Himpunan Input  : Fungsi Transisi S : Simbol State Awal : Himpunan Output  : Fungsi Output untuk setiap state Komponen final state dari DFA dihilangkan, karena disini keputusan dimunculkan sebagai output

Mesin moore Salah satu contoh penerapan mesin Moore adalah mesin untuk memperoleh sisa pembagian atau n MOD m Contoh : Mesin Moore untuk menentukan n mod 2 dengan inputan berupa biner

Mesin moore n mod 2 hasilnya hanya dua yaitu 0 dan 1 sehingga : M={Q,, , S, , } Q = {A, B} karena jumlah output 2 = {0,1},  akan didapat S = A, = {0,1}, (A) = 0, (B) = 1

Mesin moore Input State Output Fungsi T 0 0 (A,0)=A A 1 1 (A,1)=B 0 0 (B,0)=A B 1 1 (B,1)=B

Mesin moore Sehingga didapat : Q = {A, B}, = {0,1}, (A,0)=A, (A,1)=B, (B,0)=A, (B,1)=B, S = A, = {0,1}, (A) = 0, (B) = 1 1 1 A/0 B/1

Mesin moore Test : 7 Mod 2 = 1 7 binernya 0111 10 Mod 2 = 0 10 binernya 1010 A/0 B/1 1

Mesin moore Contoh 2 : Buatlah mesin Moore untuk menentukan n mod 3

Mesin moore Contoh 3 : Buatlah mesin Moore untuk menentukan n mod 4

Mesin moore Contoh 4 : Buatlah mesin Moore untuk menentukan n mod 5

Mesin mealy Mesin Mealy 6 tupel, yaitu : M={Q,, , S, , } Q : Himpunan State  : Himpunan Simbol Input  : Fungsi Transisi S : Simbol State Awal  : Himpunan Output  : Fungsi Output untuk setiap transisi

Mesin mealy Pada Mesin Moore Output berasosiasi dengan State, tetapi pada Mesin Mealy output berasosiasi dengan transisi, sehingga dalam fungsi output : (State,Input)=Output Tidak ada aturan yang jelas dalam membentuk graph transisinya

Eqi Mesin moore ke mealy Eqivalensi mesin Moore ke mesin Mealy adalah merubah mesin Moore menjadi mesin Mealy dengan kemampuan yang sama Caranya : 1. menghapus label Output pada setiap state 2. menambahkan label Output pada setiap Input Tidak semua mesin mealy dapat dikonversi menjadi mesin moore yang setara. Tidak semua lintasan sekuensial dapat diimplementasikan menggunakan mesin mealy, beberapa hanya bias diimplementasikan menjadi mesin moore

Eqi Mesin moore ke mealy Moore Mealy (B)=1 FO (B,1)=1 (B,1)=B FT (B,1)=B 1 1/1 B/1 B

Eqi Mesin moore ke mealy Moore Mealy (A)=0, (B)=1 (A,1)=1 (A,1)=B (A,1)=B A A/0 1/1 1 B B/1

Eqi Mesin moore ke mealy Contoh : Diketahui Mesin Moore n Mod 2, Buat mesin Mealy yang eqivalen A/0 B/1 1

Eqi Mesin moore ke mealy Dari graph transisi ini Diketahui : (A,0)=0, (A,1)=1, (B,0)=0, (B,1)=1 A/0 B/1 1

Eqi Mesin moore ke mealy Mesin Mealy yang Eqivalen A B 1/1 0/0

Eqi Mesin mealy ke moore Eqivalensi mesin Mealy ke Moore adalah merubah mesin Mealy menjadi mesin Moore dengan kemampuan yang sama Caranya : 1. state pada mesin moore yang terbentuk diperoleh dari kombinasi antara state mesin mealy dengan output mesin mealy 2. selanjutnya ditelusuri

Eqi Mesin mealy ke moore Misalkan ada mesin Mealy Q={A, B, C} dan ={0,1} jadi jumlah state pada mesin moore yang akan terbentuk ada 3 x 2 = 6 buah state, yaitu : Q={A0, A1, B0, B1, C0, C1} sehingga : (A0)=0, (A1)=1, (B0)=0, (B1)=1, (C0)=0, (C1)=1,

Eqi Mesin mealy ke moore Contoh : Misalkan ada mesin Mealy Ubah ke dalam mesin Moore A B 1/1 0/0

Eqi Mesin mealy ke moore Diketahui Q={A, B} dan ={0,1} maka state pada mesin moore : Q={A0, A1, B0, B1} catatan : A0 dan A1 berasal dari state A sehingga : (A0)=0, (A1)=1, (B0)=0, (B1)=1,

Eqi Mesin mealy ke moore Didapat (A0,0)=(A1,0)=A0, (A0,1)=(A1,1)=B1 (B0,0)=(B1,0)=A0, (B0,1)=(B1,1)=B1 A0/0 B0/0 1 1 1 1 A1/1 B1/1

Eqi Mesin mealy ke moore Karena state A1 dan B0 tidak punya jalur masuk, maka state ini dapat dihapus A0/0 1 1 B1/1

Perbandingan Mesin Moore Mesin Mealy Setiap dinyatakan sebagai nilai output Setiap transisi dinyatakan sebagai nilai output Output berubah pada suatu siklus Perubahan input dapat langsung merubah output(mesin menjadi tidak sinkron) Memerlukan beberapa logika pada state untuk menjadi output Bereaksi lebih cepat pada input

TERIMAKASIH