BY : FITRIA OKTARINA.  suatu kondisi dimana tubuh dapat melakukan kegiatan dengan bebas (kosier,1989).  kemampuan seseorang untuk berjalan bangkit berdiri.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Praktek Profesi Keperawatan KMB 1
Advertisements

SMK MARSUDI LUHUR 1 YOGYAKARTA
By: Lisna Annisa Fitriana, S.Kep., Ners, M.Kes
Mekanik Tubuh & Ambulasi
POST TEST KELAS D.
Oleh : Nina Erliana, AMd.Keb.SPd. Pertemuan -5
LATIHAN FLEKIBILITAS.
KEBUTUHAN MOBILITAS FISIK
Senam Hamil; Langkah bijak mempersiapkan persalinan
Ayo Bersepeda! Bumi semakin tua, manusia pun cepat meninggal. Mengapa? Salah satunya mungkin karena gaya hidup mereka yang serba instan. Ada makanan cepat.
STRETCHING LENNY.
1. PENGUATAN ABDOMINAL DASAR
OLEH Ns. I GEDE SATRIA ASTAWA, S.Kep
William Fleksion Exercise
Askep Lansia dengan Gangguan sistem pencernaan
PENATALAKSANAAN PASIEN DENGAN GIPS
Program Tindak Lanjut Asuhan Nifas Dirumah
KEBUTUHAN PERSONAL HIGIENE by: Richa Noprianty
LATIHAN FISIK PADA LANSIA
SENAM NIFAS Dwi Astuti,M.Kes.
Latihan Nafas Dalam dan Batuk Efektif
PENCEGAHAN DAN PENGELOLAAN DEKUBITUS PADA PASIEN PALLIATIF
MACAM-MACAM POSISI BERBARING
Asuhan Keperawatan CONGENITAL HIPJOINT DISLOCATION
Dekubitus.
ANEMIA Oleh : puspitasari.
PERUBAHAN FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS PADA IBU BERSALIN
1. PENGUATAN ABDOMINAL DASAR
SENAM HAMIL MATERI PERKULIAHAN MAHASISWA FISIOTERAPI
10 Alasan Penting Lakukan Peregangan
William Fleksion Exercise
BIOMEKANIKA.
Prinsip perawatan pasien medik
FISIOTERAPI DADA.
Kemampuan Gerak Dasar.
PEMANASAN DAN PENDINGINAN dalam olahraga
Praktek profesi GERONTIK FAKULTAS KEPERAWATAN UNAND
William Fleksion Exercise
RAHASIA SEHAT DIBALIK GERAKAN SHOLAT
Oleh: IRMAYANTI SIRMAN
PENATALAKSANAAN PASIEN DENGAN GIPS
5.
Posisi Fowler dan Semi Fowler By : Kelompok 2 / 2A.
PENGKAJIAN PADA BAYI BARU LAHIR, BAYI, BALITA DAN ANAK PRASEKOLAH
PENANGANAN FISIOTERAPI PADA PENDERITA GANGGUAN HERNIA DISKUS
By: Lisna Annisa Fitriana, S.Kep., Ners, M.Kes
PENERAPAN PROSES PERAWATAN USILA
Kelompok 13 Skenario Jatuh.
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN TUBERCULOSIS MILLER
SIKAP TUBUH YANG ERGONOMI DALAM BEKERJA DAN DAMPAKNYA
TRAUMA 2.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN SKOLIOSIS
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN FRAKTUR
ASUHAN PERSALINAN KALA II
1. Terminologi PRICE -> pertolongan pertama pada cedera olahraga akut dengan kondisi tertutup (tidak ada robekan kulit atau perdarahan), singkatan dari.
OLEH : WITRI HASTUTI, S.Kep, Ns STIKES KARYA HUSADA SEMARANG 2008
TEKNIK POSISI DODIK Limansyah.
TEHNIK MENGATUR DAN MEMINDAHKAN PASIEN
ASKEP COLITIS ULSERATIF
LANSIA DENGAN GANGGUAN BIOLOGIS
PENGKAJIAN SISTEM PERKEMIHAN
PENYAKIT AKIBAT GETARAN
Terapi Modalitas Sistem Pernafasan
FT CARDIPULMONAR JENNIFER DHEA FISIOTERAPI 2014.
ROM.
CEDERA SISTEM OTOT RANGKA
TINJAUAN MEDIS PUASA TERHADAP BEBERAPA PENYAKIT
PENYAKIT DEGENERATIF. Apa itu PENYAKIT DEGENERATIF?  Merupakan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan.
Asuhan keperawatan pada klien dengan masalah nyeri Ahmad Zaini Arif. S.Kep., Ns.
CHAIRANISA ANWAR, SST., MKM
Transcript presentasi:

BY : FITRIA OKTARINA

 suatu kondisi dimana tubuh dapat melakukan kegiatan dengan bebas (kosier,1989).  kemampuan seseorang untuk berjalan bangkit berdiri dan kembali ke tempat tidur, kursi, kloset duduk, dan sebagianya disamping kemampuan mengerakkan ekstermitas atas. (Hincliff, 1999). Sistem Tubuh yang Berperan dalam Kebutuhan Aktivitas Tulang Otot dan Tendon Ligamen Sistem Saraf Sendi

Sistem Tubuh yang Berperan dalam Kebutuhan Aktivitas,,, Tulang Otot dan Tendon Ligamen Sistem Saraf Sendi

1. Memenuhi kebutuhan dasar manusia 2. Mencegah terjadinya trauma 3. Mempertahankan tingkat kesehatan 4. Mempertahankan interaksi sosial dan peran sehari 5. Mencegah hilangnya kemampuan fungsi tubuh ketahanan otot dan kekuatan otot.

 Mobilisasi penuh Mobilisasi penuh : merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak secara penuh dan bebas.  Mobilisasi sebagian : merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan yang jelas sehingga tidak mampu bergerak secara bebas karena dipengaruhi oleh gangguan saraf motoris dan sensoris pada area tubuhnya.

1. Gaya hidup 2. Proses penyakit dan injuriy 3. Kebudayaan 4. Tingkat energy 5. Usia dan status perkembangan

 Muskuloskeletal : Menurunnya kekuatan dan kemampuan otot, atropi, kontraktur, penurunan mineral, tulang dan kerusakan kulit.  Urinari : Terjadi statis urine pada pelvis ginjal, pengapuran infeksi saluran kemih dan inkontinentia urine.  Gastrointestinal :Terjadinya anoreksia / penurunan nafsu makan diarrhoe dan konstipasi.  Respirasi : Penurunan ekspansi paru, tertumpuknya sekret dalam saluran nafas, ketidak seimbangan asam basa (CO2 O2).  Kardiofaskuler :Terjadinya hipotensi orthostatic, pembentukan trombus.

 Perbaikan status gisi  Memperbaiki kemampuan mobilisasi  Melaksanakan latihan pasif dan aktif  Mempertahankan posisi tubuh dengan benar sesuai dengan bady aligmen (Struktur tubuh).  Melakukan perubahan posisi tubuh secara periodik (mobilisasi untuk menghindari terjadinya dekubitus / pressure area akibat tekanan yang menetap pada bagian tubuh.

 Kaji riwayat kesehatan terkait sistem muskuloskeletal (pola aktivitas/ olah raga, ADL)  Pemeriksaan fisik: postur, mekanika tubuh, palpasi nyeri tekan, tonus otot, kontur otot, inspeksi kulit, kekuatan otot, kemampuan melakukan ROM)  Kaji gangguan pada otot  Kaji adanya kontraktur  Kaji postur tubuh abnormal  Kaji adanya trauma  Kaji adanya fraktur  Kaji adanya amputasi  Kaji fungsi anggota gerak

 Intoleransi aktivitas  Gangguan mobilitas fisik  Defisit perawatan diri  Resiko jatuh

 Bedrest 1. Terapi bagi pasien yang kelelahan 2. Menghemat konsumsi oksigen tubuh 3. Mengurangi nyeri dan ketidaknyamanan 4. Lakukan ROM saat pasien berada diatas tempat tidur untuk mencegah efek samping bed rest yang lama 5. Untuk mencegah dekubitus ubah posisi pasien tiap 2 jam

 Applying Principles of Body Mechanic Penggunaan body mechanic yang tepat dapat mencegah terjadinya: cedera, kelelahan.

 Pengaturan posisi 1. Fowler : Posisi setengah duduk atau duduk, bagian kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan. 2. Sim : Posisi miring ke kanan atau ke kiri. 3. Trendelenburg : Posisi pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki. 4. Dorsal Recumbent : Posisi berbaring terlentang dengan kedua lutut fleksi (ditarik atau direnggangkan) diatas tempat tidur. 5. Litotomi : Posisi berbaring terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut. 6. Genu Pektoral : Posisi menungging dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian atas tempat tidur.

 ROM Exercice 1.ROM dilakukan untuk mencegah terjdinya kontraktur, meningkatkan fleksibilitas, kekuatan dan tonus otot, serta meningkatkan sirkulasi. 2.Kaji kekuatan otot pasien sebelum melakukan ROM 3.Tingkatkan kemandirian pasien selama ROM 4.Ajari keluarga pasien agar dapat membantu ROM pasien dirumah

 ROM Technique 1. Jelaskan tujuan ROM 2. Tinggikan tempat tidur 3. Posisikan pasien supine dengan nyaman 4. Mulai ROM dari bagian kepala, ulangi 5x untuk tiap bagian