SPESIFIKASI MODEL. Subyek dari bab berikut ini adalah : Bagaimana kita memilih nilai yang sesuai untuk p, d dan q untuk deret runtun waktu yang diberikan?

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Pelatihan Software EViews 6
Advertisements

Analisis Outlier.
(STUDI KASUS PADA PT. TERA DATA INDONUSA)
(Guru Besar pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen
ANALISIS DERET WAKTU Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD.
Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD. Selasa, – di R313
MODEL UNTUK RUNTUN WAKTU NON STASIONER
Selamat Datang Dalam Tutorial Ini
PENULISAN LAPORAN PENELITIAN Oleh MUH. YUNANTO, SE., MM.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
UJI HIPOTESIS.
PENDUGAAN PARAMETER STATISTIK
Bab 10 Penetapan Harga Produk Memahami dan Menangkap Nilai Pelanggan
4. PROSES POISSON Prostok-4-firda.
PENGERTIAN DAN PROSEDUR PENDUGA BEDA DAN PENDUGA REGRESI
Bab 9 Pengembangan Produk Baru dan Strategi Siklus Hidup Produk
DESKRIPSI DATA Pertemuan 9 1. Pendahuluan : Sering digunakan peneliti, khususnya dalam memperhatikan perilaku data dan penentuan dugaan-dugaan yang selanjutnya.
SPESIFIKASI MODEL.
Perhatikan aturan Kartu Positif (+) Kartu Negatif (-) Jika kartu (+) bertemu kartu (-) hasilnya NOL (0) + = NOL (0)
MODEL REGRESI LINIER GANDA
TIME SERIES DAN STASIONERITAS
BAB VII ANALISIS KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA
Model ARIMA Box-Jenkins
PERAMALAN.
Control Charts with Increasing Failure Rate and Early Replacement”
Ekonometrika Metode-metode statistik yang telah disesuaikan untuk masalah-maslah ekonomi. Kombinasi antara teori ekonomi dan statistik ekonomi.
ITK-121 KALKULUS I 3 SKS Dicky Dermawan
TRANSFORMASI LAPLACE Yulvi Zaika.
AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA)
Program Studi Statistika Semester Ganjil 2011
Akhmad Rafsanjani Teknik Industri. Kebutuhan untuk kesempurnaan dan penghapusan produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi merupakan alasan utama.
Resume Pengendalian dan Penjaminan Mutu
TRENDS.
Uji Asumsi Klasik Pada Regresi Dengan Metode Kuadrat Terkecil (OLS)
Tugas Pengendalian Mutu
METODE PERAMALAN KUANTITATIF
KONSEP DAN PEMODELAN ARIMA (AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE)
REGRESI LINEAR BERGANDA DAN REGRESI (TREND) NONLINEAR
BAB XIII REGRESI BERGANDA.
1 Pertemuan Penaksiran parameter model Matakuliah: I0224/Analisis Deret Waktu Tahun: 2007 Versi: revisi.
Distribusi Variable Acak Kontinu
Karakteristik Butir Model Ojaif Normal
Threshold Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (TGARCH) Eni Sumarminingsih, SSi, MM.
1 Pertemuan Identifikasi model Matakuliah: I0224/Analisis Deret Waktu Tahun: 2007 Versi: revisi.
KONSEP DAN PENGUJIAN UNIT ROOT
Desy Putma H.(M ) Gunawan Prabowo(M ) Luk Luk Alfiana(M ) Nur Indah(M ) Tatik Dwi Lestari(M ) Anggota kelompok 5 :
Pemodelan Volatilitas
Regresi Linear Dua Variabel
(Guru Besar pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Presented by Kelompok 7 Mirah Midadan Richard Pasolang Reski Tasik
Ekonometrika Lanjutan
PERAMALAN.
Prof. Dr. Ir. Loekito Adi Soehono, M.Agr
Program Studi Statistika, semester Ganjil 2015/2016
Pemodelan Ekonometrika
Analisis Regresi Berganda
Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD. Selasa, – di R313
Pertemuan Metodologi analisis
ANALISIS DERET WAKTU Abdul Kudus, SSi., MSi., PhD.
PENDAHULUAN.
Asumsi Non Autokorelasi galat
Generalized Linear Model pada Data Berdistribusi Poisson (Studi kasus : Banyaknya Jumlah kecelakaan lalu lintas berdasarkan faktor jumlah pelanggaran.
Analisis Deret Waktu Wahyu Dwi Lesmono Mungkin Terakhir.
Analisis Deret Waktu* Wahyu Dwi Lesmono, S.Si Mungkin Terakhir.
Agribusiness Study of Programme Wiraraja University
Analisis Regresi Berganda & Pengujian Asumsi OLS
KOMPRESI DATA.
ARIMA ( A UTOREGRESSSIVE I NTEGRATED M OVING A VERAGE ) By : Nurhayati Sitorus
Metode Box Jenkins.
INFERENSI STATISTIK.
Transcript presentasi:

SPESIFIKASI MODEL

Subyek dari bab berikut ini adalah : Bagaimana kita memilih nilai yang sesuai untuk p, d dan q untuk deret runtun waktu yang diberikan? Bagaimana kita mengestimasi parameter dari model ARIMA( p, d, q ) ? Bagaimana kita mengecek kesesuaian model yang terpilih?

Pertama-tama strategi kita adalah memutuskan nilai yang beralasan tetapi dapat berubah untuk nilai p, d dan q. Dengan melakukan hal tersebut kita akan mengestimasi parameter-parameter ,  dan  2 dalam model dengan cara yang paling efisien. Akhirnya kita akan melihat secara kritik pada model untuk mengecek kesesuaiannya. Jika model tidak sesuai maka kita menganggap alamiah untuk membantu kita memilih model yang lain. Kita melanjutkan untuk mengestimasi model yang baru dan mengeceknya untuk kesesuaiannya.

SIFAT-SIFAT DARI FUNGSI AUTOKORELASI SAMPEL

FUNGSI AUTOKORELASI PARSIAL

NON STASIONERITAS Sebagaimana ditunjukkan pada bab 5, banyak deret menunjukkan nonstasioneritas dapat dijelaskan dengan model ARMA terintegrasi. Non stasioneritas akan sering nampak dalam plot waktu dari deret. Kita akan mereview Exhibit 5.1, 5.2 dan 5.5.

ACF sampel yang dihitung deret non stasioner juga akan menunjukkan nonstasioneritas. Definisi dari ACF sampel mengasumsikan deret stasioner, sebagai contoh, kita menggunakan lag hasil kali dari deviasi dari mean utama dalam pembilang dan penyebut mengasumsikan variansi konstan. Jadi tidak jelas sama sekali apakah ACF sampel mengestimasi untuk deret non stasioner. Namun demikian, ACF sampel gagal untuk hilang secara cepat untuk deret non stasioner. Nilai-nilai dari r k tidak perlu tinggi bahkan untuk lag rendah tetapi sering demikian.

Exhibit 6.15 memberikan ACF sampel untuk IMA(1,1) dengan pertama-tama menunjukkan dalam Exhibit 5.1. Setelah mengambil differens pertama dari deret, ACF dihitung lagi dan ditampilkan dalam Exhibit Tambahan lagi kita mengeplot  Z t melawan waktu untuk mempunyai cek visual dari stasioneritas. Pada titik ini, kita akan menspesifikasi model IMA(1,1) untuk deret ini.

Jika diferensi dari deret dan ACF sampel tidak muncul untuk mendukung model ARMA stasioner maka kita akan mengambil diferensi yang lain dan lagi menghitung ACF untuk mencari karakteristik dari proses ARMA stasioner. Biasanya satu atau dua differensi mungkin dikombinasikan dengan transformasi logaritma akan menuju pada pereduksian ke stasioneritas. Sifat-sifat tambahan dari ACF sampel pada data stasioner diberikan dalam.

OVERDIFFERENCING

SPESIFIKASI DARI BEBERAPA RUNTUN WAKTU AKTUAL Misalkan sekarang spesifikasi model untuk beberapa runtun waktu aktual. Kembali pada tingkat pengangguran kuartalan pada bab 1. Runtun waktu diplot dalam Exhibit 1.1. Plot menunjukkan perubahan atas waktu dan kita mengharapkan korelasi positif pada lag rendah. Hal ini dalam ACF sampel yang diberikan dalam Exhibit 6.17 yang menyarankan pendekatan model AR(2). Dalam hal ini n =121 dan  2/  n =  0,18 sehingga tidak ada nilai PACF yang berbeda secara signifikan dengan nol untuk lag melampaui 2. Dengan korelasi kuat pada lag 1, kita akan memutuskan juga untuk menganggap model non stasioner dengan d =1 tetapi AR(2) nampak menjadi pilihan pertama kita.

Plot waktu dari dalam Exhibit 5.2 secara kuat menunjukkan model non stasioner. ACF sampel untuk deret ini diberikan dalam Exhibit 6.19 dan nampak sangat kuat menyarankan non stasioneritas. ACF menghilang secara lambat dan lebih linear dari pada eksponensial. Plot waktu dari differensi pertama dari diberikan dalam Exhibit 5.4 adalah jauh lebih dekat dengan stasioner. Exhibit 6.20 dan Exhibit 6.21 menunjukkan ACF dan PACF dari diferensi pertama dari menyarankan model AR(1). Ukuran sampel adalah n =102 dan  2/  n =  0,20 dan berarti tidak ada korelasi parsial yang signifikan. Hal itu berarti model yang dispesifikasi untuk deret asalnya adalah ARI(1,1).

METODE SPESIFIKASI YANG LAIN Sejumlah pendekatan yang lain untuk spesifikasi model telah diinvestigasi sejak Box dan Jenkins. Salah satunya yang diteliti oleh Akaike dengan mengusulkan AIC (Akaike Information Criteria). Di sini kita menyeleksi model yang meminimalkan AIC = - 2 log(maximum likelihood) + 2 k dengan k adalah total banyak parameter AR dan MA dalam model. MLE yang didiskusikan dalam pasal 7.3. Penambahan dari term 2 k melayani fungsi penalti untuk menghilangkan anggapan dari model dengan terlalu banyak parameter dan untuk membantu menjamin seleksi model parsimoni. Hannan dan Rissanen (1982) meneliti ide yang terkait.