Contoh: Pada tanggal 1 Januari 2011 Pak Bagus menyerahkan uang tunai sebesar Rp 25.000.000 sebagai setoran modal untuk usahanya. Tanggal Keterangan.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
AKUNTANSI HUBUNGAN KANTOR PUSAT DAN CABANG
Advertisements

Akuisisi dan Disposisi Aktiva Tetap
NERACA SALDO DAN JURNAL PENYESUAIAN
DASAR-DASAR AKUNTANSI AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG
HARGA POKOK PENJUALAN NUR WACHID, S.Pd. SMA NEGERI 1 MATARAM
AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG: PEMBUATAN LAPORAN LABA/RUGI
AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
Akuntansi keuangan lanjutan 1
BAB 02 PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI & PENCATATAN BERPASANGAN
LAPORAN KEUANGAN DALAM PERSAMAAN AKUNTANSI
“PembeLajaran akuNtansi kiLat”
PELATIHAN USAHA KECIL DAN MENENGAH
SIKLUS AKUNTANSI.
AKUNTANSI DAN LINGKUNGANNYA
TRANSAKSI BISNIS PERUSAHAAN dan PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
DASAR-DASAR PROSEDUR PEMBUKUAN
AKTIVA TETAP ( FIXED ASSET)
PERSAMAAN AKUNTANSI.
Penghitungan Selisih Dana Kas
JURNAL PENYESUAIAN Jurnal Penyesuaian (adjusting journal entries) adalah jurnal yang dibuat untuk mengoreksi akun-akun tertentu sehingga mencerminkan keadaan.
Siklus Akuntansi.
PERTEMUAN KE-9 AYAT JURNAL PENYESUAIAN & NERACA LAJUR
PERUSAHAAN AFILIASI LAPORAN KONSOLIDASIAN
PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
SINGLE ENTRY BOOKKEEPING
= Harta utang modal Kas Peralatan
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
Pertemuan 4 AKUNTANSI ASET TETAP
Penilaian Persediaan: Pendekatan Berbasis Kos
HUtang dan Kewajiban Lain
LAPORAN KEUANGAN Catur Iswahyudi Manajemen Informatika (D3)
Akuntansi untuk Perusahaan Dagang
Selayang Pandang Akuntansi Keuangan
Mencatat Transaksi atau Dokumen Kedalam Jurnal Khusus
Pada Perusahaan Dagang
BAB 20 AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG: PENCATATAN JURNAL PENYESUAIAN &
Akuntansi keuangan lanjutan 1
BAB 8 KOPERASI SERBA USAHA
Materi 6 IKHTISAR SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG.
AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG: AKUNTANSI TRANSAKSI BD
Siklus Akuntansi Tahap Penyusunan Laporan Keuangan pada Perusahaan Dagang Lilik Sri Hariani
AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG
Gambaran Umum Perusahaan Dagang
Akuntansi Perusahaan Dagang
SOAL-SOAL JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAAN DAGANG
BAB 16 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAGANG
BAB I PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG DAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Akuntansi Perusahaan Dagang
UNIV MUHAMMADIYAH SURAKARTA
AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG
RANGKUMAN DAN UJIAN AKHIR.
BAB 17 PERUSAHAAN DAGANG: PENGAKUNAN
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
PENGANTAR AKUNTANSI.
Akuntansi untuk Perusahaan Pemanufakturan
BAB 19 AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG:
Jurnal Penutup dan Neraca Saldo Setelah Penutupan
PERUSAHAAN DAGANG PENJUALAN PEMBELIAN BARANG BARANG DAGANGAN DAGANGAN
AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang
BAB 8 KOPERASI SERBA USAHA
BAB II MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
Analisis Transaksi.
Bab 6 Akuntansi untuk Perusahaan Dagang
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
ACCOUNTING PRINCIPLES.
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
Transcript presentasi:

Contoh: Pada tanggal 1 Januari 2011 Pak Bagus menyerahkan uang tunai sebesar Rp 25.000.000 sebagai setoran modal untuk usahanya. Tanggal Keterangan Debet Kredit 1 Januari 2011 Kas Modal Rp 25.000.000,00

Metoda pencatatan akuntansi untuk penyediaan informasi keuangan tentang barang dagangan:

Metoda periodik (disebut juga metoda fisik); pencatatan informasi Barang Dagangan dilakukan secara periodik, lazimnya pada akhir perioda. Oleh karena itu, transaksi pembelian dan penjualan BD selama perioda berjalan ditampung di akun pembelian (untuk transaksi pembelian) dan di akun Penjualan (untuk transaksi penjualan). Pencatatan perubahan sediaan BD dilakukan ketika perusahaan melakukan penghitungan fisik terhadap sediaan BD pada akhir perioda.

Metoda perpetual (disebut juga metoda kontinyu); pencatatan informasi sediaan BD dilakukan setiap terjadi transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan; saat terjadi pembelian BD maka akun Persediaan barang dagangan (PBD) bertambah, sedangkan saat terjadi penjualan maka akun PBD berkurang.

Persediaan awal perioda BD (+) Pembelian selama 1 perioda (+) Potongan pembelian selama 1 perioda (-) Retur dan keringanan pembelian (-) Biaya angkut pembelian semala 1 perioda (+) Persediaan akhir perioda BD (-)

Idealnya perusahaan dapat mengetahui secara tepat harga perolehan BD yang terjual. Jika hal ini dilakukan maka perusahaan menggunakan metoda identifikasi khusus dalam penentuan HPP. Namun demikian, perusahaan yang memperjual-belikan BD dalam kuantitas dan jenis yang banyak akan menjadi dianggap kurang cost-effective jika harus mengidentifikasi harga perolehan dari masing-masing BD yang dijual. Oleh karena itu, perusahaan dapat menggunakan asumsi tentang aliran keluar BD yang terjual.

Perusahaan Dagang Pada tanggal 1 Januari 2011 tuan Bagus menyetorkan uang sebesar Rp 22 juta ke perusahaannya. Uang tersebut digunakan untuk: membeli berbagai peralatan untuk berdagang seharga Rp 6 juta dan akan digunakan selama 2 tahun. membeli barang dagangan seharga Rp 15.000.000,00.

Neraca per 1 Januari 2011 Aktiva Pasiva Kas Rp 1 juta Barang dagangan 15 juta Peralatan 6 juta Modal Rp 22 juta

Selama bulan Januari 2011 memperoleh pendapatan dari hasil penjualan barang dagangan secara tunai sebesar Rp 18.000.000,00. Selama bulan tersebut perusahaan membayar: Listrik Rp 100.000,00 Gaji pegawai Rp 500.000,00 Beban-beban lain Rp 200.000,00

Beban produk yang terjual 15,00 Laba Kotor 3,00 Beban-beban operasi: Laporan Rugi Laba untuk satu bulan yang berakhir 31 Januari 2011 (dalam jutaan Rp) Hasil penjualan 18,00 Beban produk yang terjual 15,00 Laba Kotor 3,00 Beban-beban operasi: Listrik 0,1 Gaji pegawai 0,5 Beban lainnya 0,2 Depresiasi peralatan 0,25 1,05 Laba Operasi 1,95

Neraca per 31 Januari 2011 Aktiva Pasiva Kas Rp 18,20 juta Barang dagangan 0 Inventaris kantor 5,75 Modal Rp 23,95 juta

Selama Pebruari 2011 perusahaan membeli barang dagangan secara tunai seharga Rp 17.500.000,00. Selama bulan tersebut memperoleh pendapatan dari hasil penjualan barang dagangan secara tunai sebesar Rp 15.000.000,00 dan secara kredit sebesar Rp 6.000.000,00 (akan dibayar bulan Maret). Perusahaan juga membayar: Listrik Rp 100.000,00 Gaji pegawai Rp 500.000,00 Beban-beban lain Rp 200.000,00

Beban produk yang terjual 17,50 Laba Kotor 3,50 Beban-beban operasi: Laporan Rugi Laba untuk satu bulan yang berakhir 28 Pebruari 2011 (dalam jutaan Rp) Hasil penjualan 21,00 Beban produk yang terjual 17,50 Laba Kotor 3,50 Beban-beban operasi: Listrik 0,1 Gaji pegawai 0,5 Beban lainnya 0,2 Depresiasi inventaris kantor 0,25 + 1,05 Laba Operasi 2,45

Perhitungan kas per 28 Pebruari: Uraian (Rp) Kas per 1 Pebruari 18.200.000 Pembelian tunai 17.500.000 Sisa 700.000 Penjualan tunai 15.000.000 15.700.000 Pembayaran beban-beban operasi 800.000

Neraca per 28 Pebruari 2011 Aktiva Pasiva Kas Rp 14,90 juta Piutang dagang 6,00 Barang dagangan 0 Inventaris kantor 5,5 Modal Rp 26,40 juta

Apa yang diperhatikan oleh pengguna laporan keuangan? Apakah kinerja perusahaan baik? Apakah pemberi pinjaman bersedia memberikan pinjaman? Berapa pajak yang harus dibayar?

Apa yang diperhatikan oleh pengguna laporan keuangan? Apakah kinerja perusahaan baik? Apakah pemberi pinjaman bersedia memberikan pinjaman? Berapa pajak yang harus dibayar?

Sumber Pustaka: Sony Warsono bin Hardono dkk; Akuntansi UMKM, Penerbit Buku Akuntansi, 2010