Menciptakan Siswa Berprestasi Melalui Olimpiade Internasional

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PRESTASI DIRI SESUAI KEMAMPUAN
Advertisements

Assalamu'alaikum....
Workshop Wakasek Kurikulum
CIRI CIRI SEKOLAH MELAKSANAKAN MBS
OLIMPIADE SAINS NASIONAL MATEMATIKA SD/MI, SMP/MTs & SMA/MA
Masalah-masalah BELAJAR
Peraturan Mendiknas Nomor: 20 Tahun 2007 tentang
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang.
KONTRAK PERKULIAHAN (BUKU 2.05)
Penyusunan RPP DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KEMENTeRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SECARA TERPADU
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR.
STANDAR PENYELENGGARAAN PELATIHAN
PENYELENGGARAAN SISTEM KREDIT SEMESTER
PERENCANAAN PENGAJARAN SEJARAH
Diagnosis Kesulitan Belajar
PETUNJUK TEKNIS PENYUSUNAN PERANGKAT PENILAIAN PSIKOMOTOR
Kedisiplinan Siswa 60 menit (14.45 – 16.00).
P e n g e m b a n g a n Pembelajaran Tatap Muka, Tugas Terstruktur, dan Tugas Mandiri Tidak Terstruktur.
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Paket 4 Pengembangan Materi Pembelajaran PKn MI
KONSEP DASAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN
ATURAN PENYELENGGARAAN OSTN SMK TINGKAT PROVINSI JATENG
CAREER DEVELOPMENT CENTER UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013
SOSIALISASI DAN PROGRAM SUKSES UJIAN NASIONAL SMP N 2 WONOSEGORO TAHUN 2015 OLEH : SISWANTO, M.PD. Sabtu, 21 Pebruari 2015.
BERBASIS LABORATORIUM
Metoda Pemberian Tugas (Resitasi)
SELAMAT DATANG DI SMAN 42 JAKARTA
Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013
Workshop Wakasek Kurikulum
MERANCANG PEMBELAJARAN IPA DI SD PERTEMUAN 13
PRESTASI DIRI SESUAI KEMAMPUAN
PEDOMAN PELAKSANAAN OSNG TINGKAT KAB. BOGOR
PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPA
Pembelajaran Tatap Muka,
PROPOSAL OLEH NANI ARIFIN Npm : O32
SILABUS MATA KULIAH BIOLOGI DASAR
PEMBINAAN GURU MODEL BERMUTU
PERMASALAHAN YANG DIHADAPI OLEH GURU
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan;
VERVAL DOKUMEN 1 KURIKULUM 2013
Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013
Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013
MAGANG 1 Dr.R.Ika Mustika, M.Pd Latifah,M.Pd
P e n g e m b a n g a n Pembelajaran Tatap Muka, Tugas Terstruktur, dan Tugas Mandiri Tidak Terstruktur.
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan;
TUNTUTAN PROFESIONALISME
MK-08 Dit. PSMP Ditjen Mandikdasmen
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan;
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan;
PROSES PEMBELAJARAN Implementasi Kurikulum
Pengembangan RPP.
Workshop Wakasek Kurikulum
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
PETUNJUK TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Lubuk Pakam OLEH : JIHAN HIDAYAH.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN
Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang
Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013
MK-08 Dit. PSMP Ditjen Mandikdasmen
SOSIALISASI PROGRAM KURIKULUM
PRESTASI DIRI SESUAI KEMAMPUAN
UPAYA MENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL COURSE REVIEW HORAY (CRH) DI KELAS VII.3 SMPN 30 PADANG.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SECARA TERPADU
Transcript presentasi:

Menciptakan Siswa Berprestasi Melalui Olimpiade Internasional Yunita, Dosen Kimia Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Abuja, Nigeria 1-12 Desember, 2010 Peserta: 52 negara SAINS WITH SMILE

Pendahuluan Internasiona Yunior Science Olimpiad (IJSO) digagas oleh Indonesia pada tahun 2004 bertempat di Jakarta. Bidang IPA: fisika, kimia, dan biologi dan matematik. 3. Tingkat SMP usia 15 tahun

Tujuan Mendorong siswa-siswi muda dalam meraih prestasi bakat dan mencintai ilmu pengetahuan alam yang dapat mengembangkan komunikasi. 2. Menciptakan hubungan persahabatan secara Internasional dalam bidang sains.

Mekanisme seleksi Tahap seleksi: 1. Sekolah, ketingkat kabupaten/kota, propinsi, nasional, dan internasional. 2. Di tingkat nasional siswa diseleksi yang terbaik 3. Pembinaan siswa dikarantina selama beberapa bulan.

Tahap Pembinaan Ada 3 Tahap Tahap Persiapan Pembinaan (input). Tahap Pelaksanaan Pembinaan (Proses). Tahap Hasil Pembinaan (output)

Tahap Persiapan Pembinaan (input): Identifikasi karakteristik masing-masing siswa melalui psikotes. Pembekalan motivasi visi misi IJSO, bagaimana mencintai sains, dan membangun mental juara,

3. Sharing pengalaman pembinaan sekaligus pembinaan motivasi untuk berprestasi oleh presiden IJSO, 4. Membangun kepercayaan siswa pada pembina. 5. Pendekatan psikologis pada siswa, 6. Menciptakan suasana agar siswa menyenangi pembina

Moto: Three G: GO - GET - GOLD

Tahap Pelaksanaan Pembinaan (Proses): 1). Melatih keberanian siswa dimulai dari berani berdiskusi dengan dosen pembina, penguatan mental tanding, dan melatih berkomunikasi bahasa asing agar mudah bergaul.

2).Mampu bergaul dengan melalui pembina harus menjadi teman (bukan hanya berfungsi sebagai guru) dan membangun jaringan pertemanan internasioanal dengan peserta IJSO untuk masa depan prestasi siswa. 3). Jangan merasa terpaksa, dan harus maksimal dalam berprestasi

4). Kritis tidak hanya menerima informasi dari satu sumber saja dan harus proaktif untuk mencari tahu apabila ada materi yang belum paham betul, 5).Memahami konsep dengan baik terlebih dalam menganalisa permasalahan dengan logika/nalar, dan harus mencapai materi SMA,

6). Penugasan kelompok/belajar mandiri secara bersama-sama, diberikan metode pembelajaran yang fleksibel dan problem based. 7). Pengembangan pola pelayanan dan pola asuh, agar siswa bisa nyaman dan betah menikmati pembelajaran. 10). Melatih soal-soal IJSO tahun sebelumnya.

8) Olah raga secara teratur baik sesama tim siswa maupun dengan pembina, agar terbangun kebersamaan dan menghilangkan rasa sungkan terhadap pembina. 9) Berbagi dan bekerja sama dalam tim dalam proses problem solving.

Proses Pembelajaran terdiri dari: Tatap muka di kelas diberikan secara klasikal, pelayanan kelompok, penjelasan konsep, dan diskusi. Praktik diberikan praktikum di laboratorium, lapangan, penyusunan laporan, dan simulasi tes praktik,

3). Latihan soal berupa pemahaman konsep, problem solving, dan simulasi, 4). Pendampingan diberikan malam hari untuk memberikan kesempatan bagi siswa bertanya materi yang belum dimengerti.

5). Pelayanan individual bagi siswa yang mempunyai masalah. 6). Tugas Mandiri berupa latihan dan evaluasi hasil pembelajaran

Proses Evaluasi berupa : Tes diagnostik untuk mengetahui pemahaman sementara 2) Tes Harian berupa pengukuran pemahanan untuk satu topik.

3). Tes Praktik untuk mengetahui pemahaman kegiatan praktik, 4). Simulasi berupa uji coba soal setarap IJSO. 5). Try out diberikan uji coba mengikuti event nasional atau khusus. 6). Tugas mandiri berupa evaluasi setelah pembelajaran dan pendampingan

Lingkup Materi Merujuk pada Sylabus IJSO disampaikan secara bertahap dari konsep sederhana sampai ke tingkat yang sulit (setingkat KTSP di Indonesia). 2. Pola pembinaan: sistem siklus untuk biologi dan untuk fisika dan kimia sistem belajar tuntas.

3. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan setiap tatap muka dan mingguan. (soal-soal A level dan KimDas PT semester 4. Evaluasi kesiapan simulasi, diberikan secara internal oleh tim pembina dan independen tim yang kompeten dan berpengalaman sebagai pembina IJSO diakhir pembinaan.

TUJUAN SIMULASI 1). Pemahaman materi yang telah dikuasai siswa. 2). Kualitas pemahaman materi yang telah dikuasai 3). Ketelitian siswa dalam mengerjakan soal IJSO

4. Pengalaman dalam menyelesaikan soal-soal komprehensip (gabungan fisika, kimia, dan biologi) 5) menguji kesiapan mental dalam menghadapi semua tahapan pengujian tes.

Bentuk Simulasi Independen merupakan tahap evaluasi kesiapan siswa sesuai dengan ruang lingkup materi silabus Bentuk: a) tes kompetisi, b) tes teoritikal, dan c) tes eksperimen.

Ada tiga katagori I. Tes kompetisi bentuk: PG (konsep dengan dilengkapi stimulus berupa gambar, data eksperimen, tabel, pernyataan, diagram dan pernyataan). Nilai maksimum 30. Aturan jawaban: Benar: 1,0. Salah: - 0,25. Tidak menjawab: 0,0

2. Tes teoritikal: Nilai maksimum 30. Aturan: Bentuk tes jawaban singkat dari bacaan dengan ketentuan setiap soal mempunyai nilai tersendiri tergantung dari tingkat kesulitannya.

3. Tes eksperimen: (tes psikomotor), ke terampilan dalam menggunakan alat dan bahan. Nilai maksimum 40. Aturan: kelompok dengan berdasarkan hasil dan analisa data.

Tahap Hasil Pembinaan (output) a. Siswa dan pembina harus proaktif mencari informasi soal/prediksi soal IJSO dengan cara: 1) memahami dengan baik kondisi dan potensi sumberdaya negara penyelenggara,

Memahami prosedur dan strategi antara lain: 1. tes individu, 2. tes simulasi dan kesiapan oleh tim internal maupun tim independen yang sudah berpengalaman. 2. Review akhir dan pembekalan strategi kompetisi olimpiade,

d. Berkoordinasi dan berkomunikasi secara proaktif kepanitia penyelenggara IJSO guna mengumpulkan informasi perkembangan persiapan. e. Briefing strategi pendampingan dan moderasi siswa di ajang IJSO.

Hasil Akhir: 15 medaLi 3 Emas 5 Perak 4 Perunggu Examination Tes (Kelompok): 3 Perunggu (JUARA 3)