PENGERTIAN, SEJARAH & PERKEMBANGAN BIMBINGAN KARIR

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
ASESMEN TEKNIK NON TES DAN TES
Advertisements

PEMAHAMAN INDIVIDU DAN TEKNIK TES
Psikologi sebagai Ilmu
Oleh Dra. Salmah Lilik, M.Psi
BIMBINGAN KONSELING KARIR
TEORI PERKEMBANGAN KARIR
Kuliah II Macam – Macam Model Konsep Kurikulum
Ruang Lingkup dan Sejarah PIO
Highlight dalam Sejarah Konseling
Materi Pertemuan 12 Psikologi Anak Berbakat Olivia Tjandra W., M. Si., Psi.
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
PERENCANAAN PROGRAM EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA
Keprofesian Bidang Bimbingan dan Konseling serta Ketatalaksanaan Pendidikan Adriy.weebly.com.
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
TEORI PENDIDIKAN Adriy.weebly.com.
BIMBINGAN KEJURUAN Oleh: Tim FT
Manajemen Umum PERTEMUAN 3 Perkembangan Konsep Manajemen
MANFAAT HASIL TES PSIKOLOGI
TEORI PERKEMBANGAN KARIR
PERTEMUAN 2 PENGANTAR PSIKOLOGI DUNIA KERJA
PENDEKATAN PERSON CENTER
BIMBINGAN KARIR.
SEJARAH TES PSIKOLOGI Netty D. Prastika KONSENTRASI PSIKOLOGI
Asesmen dalam BK BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN.
Fakultas Psikologi UMBY
Bimbingan dan Konseling Komprehensif
Studi Kasus.
TEORI PERKEMBANGAN KARIR
PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DIRI
Psikologi Anak Berbakat Olivia Tjandra W., M. Si., Psi
PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI
PSIKOLOGI INDUSTRI.
Nur Fachmi Budi Setyawan, M.Psi
Bimbingan Karir Fitria Nurmastuti –
pengertian PIO, wawasan PIO dan kaitan PIO dengan ilmu-ilmu lain
Aplikasi, Perspektif & Metode Penelitian Dalam Psikologi
Aplikasi Pemeriksaan Psikologis
BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR TEORI TRAIT-FACTOR
Pada abad ke-19 Farnk Parsons mulai mencari suatu cara untuk membantu orang muda dalam memilih suatu bidang pekerjaan yang sesuai engan potensi mereka.
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
BIMBINGAN KONSELING.
KONSEPTUALISASI KONSELING DI INDONESIA
PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI
Media Elektronik Bidang Karier
Psikodiagnostika 1: Pengantar Tes Psikologi
Tes Psikologi Annisa Julianti
A. PENGERTIAN BIMBINGAN
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
Anak Bakat ANGGOTA : GUNAWAN SEMBADA AJENG LAILA SAFITRI
Perkembangan Konseling
“UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI MENGAJAR MENUJU GURU PROFESIONAL”
JENIS LAYANAN DAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Metode Penelitian, Aplikasi & Perspektif dalam Psikologi PERTEMUAN 2
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
Teori Belajar Behavioristik & Penerapannya dalam Pembelajaran
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
Teori Belajar Behavioristik & Penerapannya dalam Pembelajaran Teori belajar behavioristik.ppkm1.
Psikodiagnostika 1: Pengantar Tes Psikologi
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN MODEL PEMBELAJARAN.
MINAT DAN BAKAT.
Transcript presentasi:

PENGERTIAN, SEJARAH & PERKEMBANGAN BIMBINGAN KARIR Dra. Salmah Lilik, M.Psi

PENGERTIAN Bimbingan Karier terjemahan dari Career Guidance: disebut Vocational Guidance atau Bimbingan Jabatan Career dapat diartikan riwayat kerja ; “the totality of work aone experiences in a lifetime, atau the sum total of one’s work experiences in a general accuptional category” (Gibson and Mitchell, 1981). Karir keseluruhan pengalaman kerja seseorang dalam kehidupannya (dalam memangku jabatan/pekerjaan).

Jadi…. Career guidance adalah aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh pembimbing dalam berbagai tindakan dengan tujuan untuk merangsang dan memudahkan perkembangan karier individu selama waktu kerjanya.

Istilah dalam Bimbingan Karier Vocational Guidance suatu proses memberi bantuan kepada individu untuk memilih suatu jabatan (pekerjaan), mempersiapkan, memangku, dan mengembangkan diri dalam pekerjaan tersebut (Blum and Balinsky, 1973). 2. Vocational Counseling, suatu proses memberi bantuan kepada individu untuk mendapatkan, menerima mengerti dan menggunakan fakta-fakta yang relevan tentang dirinya terhadap fakta-fakta yang bersangkutan dengan dunia kerja.

3. Vocational psychology menggunakan fakta-fakta, generalisasi dan prinsip-prinsip psikologi dakam dunia jabatan. Jadi vocational psychology merupana penggunaan dan perluasan fakta psikologis atau prinsip psikologis terhadap masalah yang berkenaan dengan pencocokan manusia dengan jabatan. 4. Vocational selection pemilihan (seleksi) terhadap orang-orang yang akan memasuki pekerjaan.

5. Career development salah satu aspek dari pada keseluruhan perkembangan seseorang yang menekankan pada mempelajari, mempersiapkan, memasuki, dan mengembangkan diri dalam kerja yang ditekuninya. 6. Career education pengalaman-pengalaman pendidikan yang direncanakan perkembangan karier individu dan persiapan untuk dunia kerja.

7. Occupational information data yang berkenaan dengan latihan dan program pendidikan yang berhubungan, pola-pola karier, arah dan kesempatan kerja Vocational education adalah pendidikan yang mempersiapkan suatu karier dalam suatu lapangan pekerjaan atau bidang tehnis.

SEJARAH PERKEMBANGAN CAREER GUIDANCE Tahun 1898 : Jessie B. Davis dengan mendirikan Educational Career Conna Control dikota Detroit. Tahun 1907 : Eli Weaver, menerbitkan buku yang berjudul : Choosing a Career pada tahun 1908. Tahun 1908 : Frank Parsons, mendirikan the Boston Vocational Bereau, untuk membantu para pemuda memilih pekerjaan dan melatih guru-guru sebagai konseler pekerjaan.

Tahun 1909 : Parsons menerbitkan buku Choosing a Vocational pada Parsons menjelaskan bahwa dalam memilih pekerjaan itu harus diperhatikan 3 faktor terpenting, yaitu : Pengertian yang jelas tentang dirinya sendiri seperti bakat kemampuan, minat, ambisi, keuntungan, hambatan yang dimiliki. Pengetahuan tentang persyaratan jabatan dan kondisi untuk keberhasilan, keuntungan dan kerugian kompensasi, kesempatan dan prospek dan suatu jabatan. Penalaran yang benar terhadap hubungan dari kedua kelompok fakta tersebut diatas.

Tahun 1920-1930, bimbingan diterima disekolah-sekolah, tidak hanya masalah jabatan saja tetapi juga masalah pendidikan dari sosial. Pada akhir 1930 masalah bimbingan jabatan menjadi sangat penting lantaran timbulnya masalah pengangguran, penempatan, perubahan teknologi, mobilitas dan perkembangan jabatan. Tahun 1910 – 1940, gerakan pengukuran inteligensi dan bakat khusus

PERKEMBANGAN KONSELING KARIER Konseling karir diarahkan untuk menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki individu, atau menemukan individu yang sesuai dengan pekerjaan tertentu. Konseling karir bukanlah sekedar menilai kemampuan individu, lalu menempatkannya dalam lapangan kerja tertentu, namun mencakup wawasan yang erat kaitannya dengan berbagai disiplin ilmu

Tahun 1910 – 1940, berkembang pengukuran inteligensi dan bakat khusus Tahun 1950 – 1960, persyaratan untuk memperoleh lapangan kerja meningkat, keampuhan cara-cara mengukur inteligensi dan bakat khusus diragukan dan dibutuhkan konseling karir untuk pengarahan dalam memilih lapangan kerja atau pun memilih tenaga kerja yang sesuai dengan persyaratan kerja. Tahun 1850 – 1890 upaya konseling karir belum ditata sesuai dengan kondisi nyata, sekalipun ilmu sosial, ekonomi, ideologi atau pun ilmu pengetahuan lainnya telah merintis perlunya konseling karir.

Tahun 1890, James McKeen Cattell menulis artikel berkenaan dengan “tes mental” untuk mengungkapkan adanya perbedaan individu. Tahun 1896, Lightner Witner mendirikan klinik psikologis yang digunakan untuk mengadakan penelaahan dan pemeliharaan anak-anak yang mengalami kesulitan belajar. Tahun 1909, terbit buku Choosing a Vocation yang ditulis oleh Frank Parsons. Ada tiga variabel yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan berkenaan dengan konseling karir, yaitu (1) variabel individu, (2) pekerjaan, dan (3) hubungan diantara keduanya.

Tahun 1911, terbit The Vocational Guidance News Letter dibawah asuhan Frederick J. Allen. Jurnal inilah yang kemudian merangsang terbitlah berbagai jurnal : Vocational Guidance Magazine, Occupations dan Personnel and Guidance Journal pada tahun 1951. Pada tahun 1912, Hugo Munsterg menerbitkan Psychology and Indutrial Efficiency di Jerman. Buku inilah yang menyajikan berbagai penerapan psikologi eksperimental dalam penelaahan pemilihan karir dan tingkah laku karyawan.

Pada tahun 1915 didirikan departemen psikologi terapan di Cernegie Institute of Technology yang dipimpin oleh Walter V. Bingham. Akademi inilah yang pertama kali menyelenggarakan latihan dan penelitian mengenai dan pengelolaan personil, tingkah laku okupasional (mempekerjakan), masalah-masalah perdagangan dan konseling karir. Pada tahun 1917, beberapa ahli psikologi seperti Walter V. Bingham, Walter D. Scott, E.L. Thorndike dan Robert W. Yerkes pertama kali menyelenggarakan tes dalam prosedur memilih calon tentara yang memiliki kemampuan tinggi bagi calon perwira dan menyisihkan mereka yang menderita kelemahan mental (termasuk Army Alpha (tes verbal) dan Army Beta (tes non-verbal) bagi calon yang tidak dapat baca tulis)

Tahun 1927, Bruce V.Moore dan Karl Cowdery mengembangkan teknik pengukuran minat dengan menghasilkan Strong Vocational Interest Blank. Tahun 1927, Clark L.Hull menulis buku Aptitude Testing. Tahun 1939, terbit Dictionary of Occupational Titles yang digunakan oleh konselor dalam memberikan pelayanan vokasional, pendidikan, industri, ketentaraan atau pun kesehatan Tahun 1941, berkembang Army General Classification Test dalam perang dunia II untuk pemilihan calon tentara

Tahun 1942, terbit buku Counseling and Psychotherapy karya Carl R Tahun 1942, terbit buku Counseling and Psychotherapy karya Carl R. Rogers yang berpandangan bahwa wawancara merupakan layanan utama dalam pelaksanaan konseling untuk mengungkapkan perasaan dan motivasi diri klien. Tahun 1957, terbit buku The Psychology of Careers yang mengungkap strategi konseling karir berubah menjadi upaya dinamik yang memusatkan perhatian pada kaitan perilaku karir dengan perkembangan manusia yang kompleks Tahun 1966, telah dilakukan berbagai studi oleh Krumboltz yang berorientasi kepada pandangan behavioral dalam konseling karir

Tahun 1973, Crites mengembangkan alat ukur sikap dan kompetensi pilihan karir dengan nama Career Maturity Inventory (CMI).

Kecenderungan berkenaan dengan penyuluhan karir : Pendekatan Parsons yang mewarnai teori dan pelaksanaan penyuluhan karir yang disebut model Trait and Factor. 2. Kecenderungan lain dipelopori oleh pandangan Client Centered dan Psychodynamic yang menekankan pandangan bahwa masalah pilihan dan penyesuaian karir merupakan masalah kepribadian. Pemilihan karir sangat erat kaitannya dengan konsep diri dan kebutuhan. 3. Kecenderungan lain memandang bahwa pilihan karir merupaka proses perkembangan yang tak pernah berakhir.

Kecenderungan ini dikembangkan oleh aliran Developmental yang juga tampak pada aliran Psychodynamic dan Trait dan Factor yang baru.Sebagai lawan dari pendekatan ini adalah model behavioral yang dikembangkan oleh Krumboltz dan kawan-kawannya. 5. Sebagai penengah diantara kedua pandangan itu, muncullah pendekatan yang menggabungkan kedua cara, yang disebut pendekatan komprehensif. Aliran ini dipelopori oleh Crites yang mementingkan proses ataupun isi pilihan.