AKTUATOR.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR DC DENGAN PID CONTROLLER
Advertisements

SISTEM KERJA HIDROLIK Eko Syaputra JURUSAN TEKNIK MESIN.
Kontroler PID Pengendalian Sistem. Pendahuluan Urutan cerita : 1. Pemodelan sistem 2. Analisa sistem 3. Pengendalian sistem Contoh : motor DC 1. Pemodelan.
SISTEM STARTER DAIHATSU TRAINING CENTER.
FLUIDA Fluida adalah zat yang dapat mengalir atau sering
MODEL MATEMATIK SISTEM FISIK
SISTEM PERPIPAAN Definisi fluida Mekanika Fluida Transportasi fluida
Motivasi: Overview Sistem Kontrol
Menjelaskan Proses-proses Mesin Konversi Energi
FLUIDA DINAMIS j.
Modul-Modul Rangkaian Sistem Kendali
A. Agung Putu Susastriawan
Controller PID.
MEKATRONIKA Oleh : Budi Setiyono.
SISTEM KONTROL STMIK "MDP" Palembang.
Mobile Robot Pengikut Gerak Objek
SISTEM KONTROL ROBOTIK (SKR)
UAP Daya dalam bidang Pertanian
8.2 Kompensasi umpanbalik kecepatan
Jurusan Teknik Gas dan Petrokimia FTUI
FINAL CONTROL OPERATION
Teori kontrol Industri proses dan manufaktur
Pengenalan Motor Bensin.
BY ENDRA TJAHJONO, S.Pd (
3. Analisa Respon Transien dan Error Steady State
7. Sistem pneumatik Pneumatik adalah studi tentang sifat2 mekanis dari gas. Dalam aplikasinya di industri, gas yang terlibat pada umumnya adalah udara.
SENSOR, AKTUATOR, DAN KOMPONEN SISTEM KENDALI LAINNYA
KAPASITOR Dwi Sudarno Putra.
Circuit Analysis Time Domain #8.
A. Agung Putu Susastriawan
Aktuator & Sensor HO-272.
8. katup (valve), fungsi dan simbolnya dalam sistem pneumatik
Sistem Governor Control Valve Hena Imawati D/SKL.
KOMPRESOR TORAK.
SENSOR, AKTUATOR, DAN KOMPONEN SISTEM KENDALI LAINNYA
JURUSAN TEKNIK MESIN PENGUKURAN TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN PENGUKURAN TEKNIK
Alat Pengendali Industri
PRAKTIKUM DAYA DALAM BIDANG PERTANIAN
Simbol Dasar Hidrolik Garis Kerja (Working Line)
Dasar Sistem Kontrol, Kuliah 1
Komponen Sistem Hidrolik (lanj)
Siapkah anda untuk belajar Pneumatik Sekarang…. Jika Siap…
Ir.Bambang Risdianto MM Teknik Industri - Trisakti 2007
KOMPRESOR UDARA Oleh : Zifa Murath.
Oleh : Fatchur Rijal Alatas
KONSEP UMUM SISTEM KONTROL / PENGATURAN
Silinder dan cara aktuasinya pada sistem pneumatik
Komponen sistem Pneumatik
NUGROHO CATUR PRASETYO
MOTOR OTTO 2 LANGKAH Carburator Crank case MOTOR BAKAR
MEKATRONIKA Oleh : Ade Kurnia AZ.
08 Pneumatik Hidrolik Elektropneumatika. R. Ariosuko Dh., MT. TEKNIK
SISTEM PENGGERAK KOPLING, KOPLING SENTRIFUGAL DAN kopling MAGNET
Motor Penggerak.
SISTEM KENDALI INDUSTRI
TEKNIK MOTOR BAKAR INTERNAL
- Dasar – dasar kelistrikan Komposisi benda
Siapkah anda untuk belajar Pneumatik Sekarang…. Jika Siap…
Motor diesel 2 Langkah Keterangan: Injektor / nozel Katup buang
Aktuator dan Asesoris sistem hidrolik
Motivasi: Overview Sistem Kontrol. Konsep dan Terminologi Dasar pada Sistem Kontrol Apa itu Sistem? Gabungan atau kombinasi berbagai komponen yang bekerja.
Oleh Gustrino Purba, S.Pd Memamahi karakteristik aktuator pada engine diesel.
Katup Sistem Pneumatik
SISTEM HIDROLIK DAN PNEUMATIK
Sintesis Sistem Pneumatik
Sintesa Sistem Hidrolik
Aplikasi Kontrol PI (Proportional Integral) pada Katup Ekspansi Mesin Pendingin UMMUL KHAIR A-PLN.
PNEUMATIC DAN HYDROULIC oleh: sarjiyana
Komponen Sistem Hidrolik (lanj). 5. Pompa Pompa merupakan komponen utama pada sistem hidrolik yang berperan sebagai pembangkit tekanan. Pompa menerima.
Transcript presentasi:

AKTUATOR

Aktuator Merupakan alat daya yang menghasilkan masukan ke plant sesuai dengan sinyal kontrol sedemikian sehingga sinyal umpan balik akan berkaitan denga sinyal masukan acuan. Keluaraan dari kontroller otomatis dimasukkan ke aktuator misalnya motor, katup pneumatik, motor hidrolik, atau motor listrik

Aksi Kontrol Untuk kontroller otomatis klasik ada 6 aksi kontrol yang sering digunakan : On-off Proporsional Integral Proporsional+integral Proporsional+differensial PID

On-off Pada aksi kontrol aktuator yang digunakan misalnya Relay, solenoid, dll

Proporsional U(t) = Kp e(t) Pada dasarnya setiap penguat dapat diatur penguatannya

Integral Aksi kontrolnya dapat diubah pada laju proporsional dari sinyal pembangkit kesalahan e(t)

Proporsional + Integral

Proporsional + Differensial

PID

Pengaruh Sensor Pada Unjuk Kerja Sistem Karena karakteristik dinamik dan statis dari sensor yang memberikan nilai yang sebenarnya dari variabel keluaran maka sensor mempunyai peranan penting dalam menentukan unjuk kerja sistem secara keseluruhan

Sensor orde satu

Sensor tak teredam orde dua

Sensor Teredam Orde dua

BEBERAPA JENIS AKTUATOR

Current to pressure Dengan prinsip kerja mengubah arus menjadi tekanan.

Aktuator elektrik Solenoid Merupakan alat yang digunakan untuk merubah sinyal listrk menjadi gerakan mekanik

Solenoid yang digunakan untuk merubah gear

PIZOELECTRIC ACTUATOR Perubahan muatan listrik menyebabkan deformasi mekanik.

Motor Listrik Merupakan aktuator yang masukannya sinyal listrik dan keluarannya adalah putaran motor. Macamnya antara lain : - motor DC - motor AC - motor stepper

Aktuator Pneumatik Prinsip kerjanya menggunakan perbedaan tekanan

Tahanan dan Kapasistansi sistem tekanan

Dengan: C = Kapasistansi m = Berat gas P = tekanan gas V = Volume bejana  = berat jenis

Cara Kerja aktuator Pneumatik

Gaya yang dihasilkan adalah: F = (P1-P2) A =P. A P = Perbedaan tekanan A = luas diafragma F = gaya

Diperoleh pula: X = A/k . P Dengan: X = pergerakan (m) P = tekanan yang digunakan A = luas diafragma k = Konstanta pegas

Reverse Pneumatik Aktuator Jenis ini akan menggerakkan shaft berlawanan dengan tekanan yang diberikan

Relay Pneumatik Jika tekanan balik nozel bertambah maka katup akan menutup Ps=Pc Jika tekanan balik nozel berkurang maka katup membuka dan katup udara menutup Pc kecil

Aktuator Hidrolik Bila dibandingkan dengan aktuator pneumatik ada beberapa kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan Fluida hidrolik bisa sebagai pelumas dan pendingin. Dengan ukuran kecil dapat menghasilkan gaya/torsi besar Mempunyai kecepatan tanggapan yang tinggi Dapat dioperasikan pada keadaan yang terputus-putus Kebocoran rendah Fleksibel dalam desain

Kekurangan Daya hidrolika tidak siap tersedia dibanding dengan daya listrik Biaya sistem lebih mahal Bahaya api dan ledakan ada Sistem cenderung kotor Mempunyai karakteristik redaman yang rendah

Prinsip Kerja Aktuator Hidrolik Tekanan hidrolik diberikan : Ph= F1/A1 Ph= tekanan hidrolik (Pa) F1= gaya piston (N) A1= Luas penampang piston (m2)

Gaya yang dihasilkan pada piston dua adalah: Fw = Ph . A2 Fw = gaya kerja piston (N) A2 = luasan piston2 (m2) Sehingga gaya yang diberikan adalah: