Estetika 2 2 Mei 2008. Estetika Inggris Abad 18 Latar Belakang Hutchenson Burke.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
ESTETIKA Yunani Kuno Wisnu Adisukma, M.Sn.
Advertisements

Nama : novya tiara s. Nim : Fakultas : ekonomi Jurusan : manajemen.
Ilmu Budaya Dasar Tim Pengajar IBD FH – UI.
ESTETIKA 2 23 MEI IMMANUEL KANT ( ) EPISTEMOLOGI ESTETIKA.
Persepsi Pertemuan ke-3.
INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER
KONSEP DIRI.
Keindahan identik dengan kebenaran
Estetika 2 Second Week.
Teori estetika (Konsep Dasar Estetika)
Beauty is unity of formal realitions of our sense perception
ESTETIKA Pengertian Estetika Wisnu Adisukma, M.Sn.
Home Home Kelompok 3 Fitri Suci Maharsih Nurkhasanah Yoana Natalia E
YENI WIDYASTUTI, S.Sos., M.Si
PERSEPSI.
SELF & IDENTITAS SOSIAL
Teori Motivasi : Process theories Aplikasi Motivasi
FILSAFAT MANUSIA TUBUH DAN JIWA.
Estetika Bangunan Pertemuan 33
Teori Motivasi : Process theories Aplikasi Motivasi
KONSEP-KONSEP PERILAKU
Pengantar Ilmu Sosial Budaya Dasar
ALIRAN-ALIRAN & TOKOH-TOKOH FILSAFAT ILMU
APRESIASI SENI Seni & Keindahan.
Posisi Semiotika dan Tradisi-tradisi Besar Filsafat Pemikiran
Pengertian dan Teknik Kreatif dan Inovatif
Minggu ke 1 ESTETIKA Mukhsin Patriansyah. S.Sn., M.Sn.
SOSIOLOGI DESAIN TIU: Setelah mengikuti Mata Kuliah Sosiologi Desain, mahasiswa mengerti tentang proses pemikiran dan perwujudan hasil karya yang terkait.
Teori Pemprosesan Informasi
Interaksi Manusia dan Komputer
Manusia, Sains, Teknologi, dan Seni
PERSEPSI KONSUMEN 2/11/2018.
Filsafat Sosiologi Komunikasi
PERSEPSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
ALAM PIKIRAN MANUSIA DAN PERKEMBANGAANYA
BAB PERSEPSI DAN ATRIBUSI
Pert. 8. Estetika Rasionalisme Descartes ( ) (1)
Bahasan dan Pengertian Estetika
Estetika klasik GRAECO-ROMAN
TRIKONOMI ESTETIKA 1: DESAINER
WINNY PUSPASARI THAMRIN
PERSEPSI INTERPERSONAL
FILSAFAT MANUSIA THOMAS HOBBES.
ESTETIKA KLASIK BARAT (1)
PERSEPSI PERTEMUAN 9.
PERSEPSI PERTEMUAN 9.
FALSAFAH KEINDAHAN MASA PERTENGAHAN Pertemuan 03
PERSEPSI “Persepsi adalah proses internal yang memungkinkan kita memilih, mengorganisasikan, dan menafsirkan rangsangan dari lingkungan kita, dan proses.
Pokok Bahasan 6 Perhatian
PERBEDAAN INDIVIDU Nataya Charoonsri R.
Oleh: Antarin Prasanthi Modified by heru susetyo
SEKILAS PSIKOANALISIS FREUD
PERSEPSI.
KEINDAHAN DAN KEBURUKAN KEBUDAYAAN
FILSAFAT MANUSIA TUBUH DAN JIWA.
PENGANTAR DASAR-DASAR ESTETIKA (Pert. 1), (1)
SENSASI DAN PERSEPSI.
Oleh: Apriani Safitri, S.Pd., M.Pd
Ilmu Budaya Dasar Karina Jayanti, S.I.Kom.
Nur Fachmi Budi Setyawan, M.Psi
Motivasi dan Emosi.
 Komunikasi dan Persepsi
BAB PERSEPSI DAN ATRIBUSI
PERSEPSI KONSUMEN 11/10/2018.
Sejarah & Aliran Psikologi
Komunikasi Intrapersonal 1
The meaning of art and beauty
Kelompok 9 Siti Nur Halimah Wilda Liani Zakiyah Umamah
KEPRIBADIAN, KONSEP & CITRA DIRI
Teori Persepsi dalam Komunikasi Antar Pribadi
Transcript presentasi:

Estetika 2 2 Mei 2008

Estetika Inggris Abad 18 Latar Belakang Hutchenson Burke

Latar Belakang Pengaruh Baumgarten sebagai titik tolak. Pengaruh subyektivitas dari era Modern. Empirisme

Baumgarten sebagai titik tolak Estetika sebagai sains tentang pengamatan inderawi / sensoris. Posisi seni ke dalam 2 wilayah: wilayah kemampuan sensoris dan kemampuan intelektual sebagai mode pengamatan.

Kecenderungan Inggris Pengalaman keindahan masuk ke dalam kategori kemampuan sensoris saja dan melihatnya sebagai fenomena cita rasa. Ada teori-teori tentang indera-indera internal (memori, imajinasi) yang dapat menghasilkan rasa akan keindahan.

Pengaruh Subyektivitas Estetika disubyektifikasikan: pusat perhatiannya pada subyek (manusia) dan menganalisa kondisi-kondisi pikiran subyek serta kemampuan-kemampuan mentalnya. Munculnya pengertian lain selain keindahan: sublimitas dan grafis (picturesque).

Sublime of such excellence, or beauty as to inspire great admiration or awe.

Graphic (Picturesque) Both adjectives are used to describe things that have visual impact or that produce a strong, clear impression, but graphic means having the power to evoke a strikingly lifelike representation, whether it is in pictures or in words.

Empirisme Selama ini (sebelum Modern) teori keindahan tetap tidak dapat dirumuskan secara memuaskan. Keindahan tetap dapat didefinisikan tapi tidak melulu sebagai sesuatu yang transendental.

Transendental relating to a spiritual or nonphysical realm.

Hutchenson ( ) Tokoh yang paling mewakili estetika Inggris abad ke-18. Fokus pada fenomena indrawi dan ketanpapamrihan.

“Keindahan” Bukan nama sebuah obyek transendental TAPI bukan juga suatu obyek yang dapat kita sentuh. Keindahan: Ide yang muncul dalam diri kita.

Masih dapat disebut Empiris? Hutchenson fokus pada fenomena inderawi, tapi mengapa keindahan ditempatkan sebagai ide (tak dapat dipersepsi secara inderawi) yang ada di dalam diri kita? Bagaimana menjelaskan hal ini?

Merujuk pada (tetap) obyek dalam kesadaran kita yang dibangun oleh persepsi atas obyek-obyek eksternal tertentu.

Uniformitas Varietas Kesatuan dalam keanekaragaman sebagai penyebab keindahan.

Rasa Keindahan Kemampuan untuk membangunkan ide atau rasa keindahan dalam pikiran.

Indera Internal dan Eksternal Eksternal, obyeknya eksternal. Internal, obyeknya internal Eksternal, melalui persepsi, hasilnya: obyek-obyek di sekitar kita. Internal, reaktif dan simultan, hasilnya: rasa keindahan, moral, dsb.

Ketanpapamrihan Apresiasi estetis tanpa pamrih, bukan melalui kalkulasi (hitung-hitungan) di dalam otak. Rasa Keindahan (bukan Keindahan itu sendiri) bereaksi secara otomatis, tidak berasal dari “pengetahuan akan azas, proporsi, sebab, atau manfaat dari sebuah obyek”.

Burke ( ) Tentang yang Sublim dan yang Indah. Tidak memakai indera-indera internal yang menhasilkan rasa-rasa tertentu sebagai dasar keindahan yang sublim. Mengemukakan ras senang positif dan relatif (delight).

Rasa Senang Positif Positif: Ada karena rasa sakit telah hilang / tidak adanya rasa sakit. Kesenangan yang didapat dari keindahan: cinta. Berkaitan dengan sesuatu yang universal: umat manusia.

Rasa Senang Relatif Kesenangan yang didapat dari yang sublim: delight (great pleasure). Terkait dengan sesuatu yang bersifat specific / partikulir: pelestarian individu. Bila seorang individu dapat merenungkan sesuatu (obyek yang abstrak, massive / sangat besar) tanpa rasa takut (atau campur tangan rasa-rasa tertentu), maka sesuatu tersebut akan dialami sebagai sesuatu yang sublim.

Keindahan menurut Burke Kualitas-kualitas dalam tubuh (tetap empiris) yang dapat menimbulkan rasa cinta.

Cinta menurut Burke Kepuasan yang muncul pada pikiran setelah merenungkan hal-hal yang indah. Membedakan antara Cinta dan Keinginan Untuk Memiliki, jadi menurutnya, ada ketanpapamrihan di dalam Cinta. Namun keduanya dapat berjalan secara simultan (bersamaan).