UJI HIPOTESIS : UJI SATU SISI. UJI HIPOTESIS SAMPEL TUNGGAL : UJI SATU SISI Contoh : Sampel : 70, 75, 77, 78, 79, 80, 65 Akan diuji hipotesis H 0 : 

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Teori Graf.
Advertisements


STATISTIKA INFERENSI : UJI HIPOTESIS (SAMPEL GANDA)
OLEH : MARIANI JAYA SAPUTRA
Bulan maret 2012, nilai pewarnaan :
PENYAJIAN DATA DAFTAR TUNGGAL DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI No. Nama
Nilai p (p value) Stat Mat II 8/06/2011Rahma Fitriani, S.Si., M.Sc.
HUKUM ACARA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
Pengujian Hipotesis.
Nilai p (p value) untuk uji Dua Arah STAT MAT II 15/06/2011Rahma Fitriani, S.Si., M.Sc.
Evaluasi kualitas pembelajaran
di Matematika SMA Kelas XI Sem 1 Program IPS
PAIRED T TEST Oleh Nugroho Susanto.
Bab 7A Pengujian Hipotesis Parametrik Bab 7A.
Bab 11A Nonparametrik: Data Frekuensi Bab 11A.
STATISTIKA SMP Negeri 2 Pekalongan PEMBELAJARAN MATEMATIKA
PEMBANDINGAN BERGANDA (Prof. Dr. Kusriningrum)
Bab 11B
Statistika Parametrik
Pengujian Hipotesis.
Uji Non Parametrik Dua Sampel Independen
Statistik Non-Parametrik Satu Populasi
Modul 7 : Uji Hipotesis.
Statistika Deskriptif
Uji Hipotesis Beda Dua Rata-Rata Independen
BESAR SAMPEL DUA PROPORSI
Bab 6B Distribusi Probabilitas Pensampelan
Ali Syaifulloh, S.Kom. 1. Installasi Win Server Konfigurasi Aktif Directory 3. Konfigurasi DNS 4. Konfigurasi User & Group 5. Installasi Win XP.
STATISTIKA INFERENSI : UJI HIPOTESIS (SAMPEL GANDA)
Contoh DAFTAR Subjek Frekuensi (f) a – b 1 c – d 2 e – f 3 .. Jumlah.
STATISTIKA CHATPER 4b (Ukuran Nilai Letak)
Median Lambangnya: Mdn, Me atau Mn
Ukuran Pemusatan dan Ukuran Penyebaran
Rabu 23 Maret 2011Matematika Teknik 2 Pu Barisan Barisan Tak Hingga Kekonvergenan barisan tak hingga Sifat – sifat barisan Barisan Monoton.
UJI DUA VARIANS Varians adalah simpangan baku kuadrat (s kuadrat)
UKURAN DISPERSI (PENYEBARAN DATA)
Bab 11B
Nonparametrik: Data Peringkat 2
HIPOTESIS 1 RATA-RATA.
Pengujian Hipotesis Parametrik 2
Pengujian Hypotesis - 3 Tujuan Pembelajaran :
Sistem Penilaian Statistik
Pengantar Praktikum Dinamika Populasi
UKURAN PEMUSATAN DATA Sub Judul.
Pengolahan Data.
Bulan FEBRUARI 2012, nilai pewarnaan :
AREAL PARKIR PEMERINTAH KABUPATEN JEMBRANA
Bab 13A Nonparametrik: Data Peringkat I Bab 13A
Nonparametrik: Data Peringkat 2
UJI HIPOTESIS DUA SAMPLE INDEPENDEN (DATA KONTINYU)
BUDIYONO Program Pascasarjana UNS
Graf.
PENGUJIAN HIPOTESIS RATA-RATA (MEAN) 1 SAMPEL
PENYAJIAN DATA.
Statistika Deskriptif: Statistik Sampel
UJI HIPOTESIS DUA SAMPLE INDEPENDEN (DATA KONTINYU)
Bab 8A Estimasi 1.
DISTRIBUSI FREKUENSI.
Nilai Ujian Statistik 80 orang mahasiswa Fapet UNHAS adalah sebagai berikut:
Teknik Numeris (Numerical Technique)
BAB2 QUEUE 6.3 & 7.3 NESTED LOOP.
HUBUNGAN ANTARA KOMPENSASI DENGAN SEMANGAT KERJA PADA PERAWAT
UKURAN PEMUSATAN DAN LETAK DATA
Korelasi dan Regresi Ganda
UJI MODEL Pertemuan ke 14.
Statistika Inferensi : Estimasi Titik & Estimasi Interval
STATISTIKA INFERENSI : UJI HIPOTESIS (SAMPEL GANDA)
UJI HIPOTESIS (2).
ANALISIS REGRESI.
INFERENSI STATISTIK.
Transcript presentasi:

UJI HIPOTESIS : UJI SATU SISI

UJI HIPOTESIS SAMPEL TUNGGAL : UJI SATU SISI Contoh : Sampel : 70, 75, 77, 78, 79, 80, 65 Akan diuji hipotesis H 0 :   75 (rata-rata populasi lebih dari atau sama dengan 75) melawan H 1 :  < 75 (rata-rata populasi kurang dari 75) dengan tingkat signifikansi  = 5 % (0,05).

HASIL OUTPUT SPSS Karena rata-rata sampel adalah 74,86 dan hipotesis satu sisi maka nilai- p = 0,947/2 = 0,4785 >  = 0,05 sehingga H 0 diterima berarti rata-rata populasi lebih dari atau sama dengan 75.

UJI HIPOTESIS SAMPEL TUNGGAL : UJI SATU SISI Contoh : Sampel : 70, 75, 77, 78, 79, 80, 65 Akan diuji hipotesis H 0 :   77 (rata-rata populasi lebih dari atau sama dengan 77) melawan H 1 :  < 77 (rata-rata populasi kurang dari 77) dengan tingkat signifikansi  = 5 % (0,05).

HASIL OUTPUT SPSS Karena rata-rata sampel adalah 74,86 dan hipotesis satu sisi maka nilai- p = 0,339/2 = 0,1695 >  = 0,05 sehingga H 0 diterima berarti rata-rata populasi lebih dari atau sama dengan 77.

UJI HIPOTESIS SAMPEL TUNGGAL : UJI SATU SISI Contoh : Sampel : 70, 75, 77, 78, 79, 80, 65 Akan diuji hipotesis H 0 :   79 (rata-rata populasi lebih dari atau sama dengan 79) melawan H 1 :  < 79 (rata-rata populasi kurang dari 79) dengan tingkat signifikansi  = 5 % (0,05).

HASIL OUTPUT SPSS Karena rata-rata sampel adalah 74,86 dan hipotesis satu sisi maka nilai- p = 0,091/2 = 0,0455 <  = 0,05 sehingga H 0 ditolak berarti rata-rata populasi kurang dari 79.

UJI HIPOTESIS SAMPEL TUNGGAL : UJI SATU SISI Contoh : Sampel : 70, 75, 77, 78, 79, 80, 65 Akan diuji hipotesis H 0 :   75 (rata-rata populasi kurang dari atau sama dengan 75) melawan H 1 :  > 75 (rata-rata populasi lebih dari 75) dengan tingkat signifikansi  = 5 % (0,05).

HASIL OUTPUT SPSS Karena rata-rata sampel adalah 74,86 dan hipotesis satu sisi maka nilai- p = 0,947/2 = 0,4785 >  = 0,05 sehingga H 0 diterima berarti rata-rata populasi kurang dari atau sama dengan 75.

UJI HIPOTESIS SAMPEL TUNGGAL : UJI SATU SISI Contoh : Sampel : 70, 75, 77, 78, 79, 80, 65 Akan diuji hipotesis H 0 :   79 (rata-rata populasi kurang dari atau sama dengan 79) melawan H 1 :  > 79 (rata-rata populasi lebih dari 79) dengan tingkat signifikansi  = 5 % (0,05).

HASIL OUTPUT SPSS Karena rata-rata sampel adalah 74,86 dan hipotesis satu sisi maka nilai- p = 0,091/2 = 0,0455 <  = 0,05 tetapi jika H 1 diterima maka berarti rata-rata populasi lebih dari 79 sedangkan rata-rata sampel 74,86 sehingga tidak mungkin jika H 1 diterima. Akibatnya H 0 tetap diterima.

UJI HIPOTESIS SAMPEL GANDA ( DEPENDENT ) : UJI SATU SISI Akan diuji hipotesis H 0 :  sebelum   sesudah ( rata-rata populasi sebelum lebih dari atau sama dengan rata-rata populasi sesudah ) melawan H 1 :  sebelum <  sesudah (rata-rata populasi sebelum kurang dari rata- rata populasi sesudah ) dengan tingkat signifikansi  = 5 % (0,05).

HASIL OUTPUT SPSS Karena rata-rata sebelum adalah 72,29, rata-rata sesudah adalah 74,86 dan hipotesis satu sisi maka nilai- p = 0,222/2 = 0,111 >  = 0,05 sehingga H 0 diterima berarti rata-rata populasi sebelum lebih dari atau sama dengan rata-rata populasi sesudah.

UJI HIPOTESIS SAMPEL GANDA ( DEPENDENT ) : UJI SATU SISI Akan diuji hipotesis H 0 :  sebelum   sesudah ( rata-rata populasi sebelum lebih dari atau sama dengan rata-rata populasi sesudah ) melawan H 1 :  sebelum <  sesudah (rata-rata populasi sebelum kurang dari rata- rata populasi sesudah ) dengan tingkat signifikansi  = 5 % (0,05).

HASIL OUTPUT SPSS Karena rata-rata sebelum adalah 69,14, rata-rata sesudah adalah 74,86 dan hipotesis satu sisi maka nilai- p = 0,044/2 = 0,022 <  = 0,05 sehingga H 0 ditolak atau H 1 diterima berarti rata-rata populasi sebelum kurang dari rata-rata populasi sesudah.

UJI HIPOTESIS SAMPEL GANDA ( DEPENDENT ) : UJI SATU SISI Akan diuji hipotesis H 0 :  sebelum   sesudah ( rata-rata populasi sebelum kurang dari atau sama dengan rata-rata populasi sesudah ) melawan H 1 :  sebelum >  sesudah (rata-rata populasi sebelum lebih dari rata- rata populasi sesudah ) dengan tingkat signifikansi  = 5 % (0,05).

HASIL OUTPUT SPSS Karena rata-rata sebelum adalah 72,29, rata-rata sesudah adalah 74,86 dan hipotesis satu sisi maka nilai- p = 0,222/2 = 0,111 >  = 0,05 sehingga H 0 diterima berarti rata-rata populasi sebelum kurang dari atau sama dengan rata-rata populasi sesudah.

UJI HIPOTESIS SAMPEL GANDA ( DEPENDENT ) : UJI SATU SISI Akan diuji hipotesis H 0 :  sebelum   sesudah ( rata-rata populasi sebelum kurang dari atau sama dengan rata-rata populasi sesudah ) melawan H 1 :  sebelum >  sesudah (rata-rata populasi sebelum lebih dari rata- rata populasi sesudah ) dengan tingkat signifikansi  = 5 % (0,05).

HASIL OUTPUT SPSS Karena rata-rata sebelum adalah 69,14, rata-rata sesudah adalah 74,86 dan hipotesis satu sisi maka nilai- p = 0,044/2 = 0,022 <  = 0,05 sehingga H 0 ditolak atau H 1 diterima berarti rata-rata populasi sebelum kurang dari rata-rata populasi sesudah.

UJI HIPOTESIS SAMPEL GANDA ( INDEPENDENT ) : UJI SATU SISI Contoh : Sampel I : 70, 75, 77, 78, 79, 80, 65 Sampel II : 70, 72, 73, 74, 70, 75, 72 Akan diuji hipotesis H 0 :  1   2 ( rata-rata populasi I kurang dari atau sama dengan rata-rata populasi II ) melawan H 1 :  1 >  2 (rata-rata populasi I lebih dari rata-rata populasi II ) dengan tingkat signifikansi  = 5 % (0,05).

HASIL OUTPUT SPSS Karena rata-rata sampel I adalah 74,86, rata- rata sampel II adalah 72,29 dan hipotesis satu sisi maka nilai- p = 0,275/2 = 0,1375 >  = 0,05 sehingga H 0 diterima berarti rata-rata populasi I kurang dari atau sama dengan rata- rata populasi II.

UJI HIPOTESIS SAMPEL GANDA ( INDEPENDENT ) : UJI SATU SISI Contoh : Sampel I : 70, 75, 77, 78, 79, 80, 65 Sampel II : 70, 67, 70, 68, 70, 69, 70 Akan diuji hipotesis H 0 :  1   2 ( rata-rata populasi I kurang dari atau sama dengan rata-rata populasi II ) melawan H 1 :  1 >  2 (rata-rata populasi I lebih dari rata-rata populasi II ) dengan tingkat signifikansi  = 5 % (0,05).

HASIL OUTPUT SPSS Karena rata-rata sampel I adalah 74,86, rata-rata sampel II adalah 72,29 dan hipotesis satu sisi maka nilai- p = 0,032/2 = 0,016 <  = 0,05 sehingga H 0 ditolak atau H 1 diterima berarti rata-rata populasi I lebih dari rata-rata populasi II.

UJI HIPOTESIS SAMPEL GANDA ( INDEPENDENT ) : UJI SATU SISI Contoh : Sampel I : 70, 75, 77, 78, 79, 80, 65 Sampel II : 70, 72, 73, 74, 70, 75, 72 Akan diuji hipotesis H 0 :  1   2 ( rata-rata populasi I lebih dari atau sama dengan rata-rata populasi II ) melawan H 1 :  1 <  2 (rata-rata populasi I kurang dari rata-rata populasi II ) dengan tingkat signifikansi  = 5 % (0,05).

HASIL OUTPUT SPSS Karena rata-rata sampel I adalah 74,86, rata-rata sampel II adalah 72,29 dan hipotesis satu sisi maka nilai- p = 0,275/2 = 0,1375 >  = 0,05 sehingga H 0 diterima berarti rata-rata populasi I lebih dari atau sama dengan rata-rata populasi II.

UJI HIPOTESIS SAMPEL GANDA ( INDEPENDENT ) : UJI SATU SISI Contoh : Sampel I : 70, 75, 77, 78, 79, 80, 65 Sampel II : 70, 67, 70, 68, 70, 69, 70 Akan diuji hipotesis H 0 :  1   2 ( rata-rata populasi I lebih dari atau sama dengan rata-rata populasi II ) melawan H 1 :  1 <  2 (rata-rata populasi I kurang dari rata-rata populasi II ) dengan tingkat signifikansi  = 5 % (0,05).

HASIL OUTPUT SPSS Karena rata-rata sampel I adalah 74,86, rata-rata sampel II adalah 72,29 dan hipotesis satu sisi maka nilai- p = 0,032/2 = 0,016 <  = 0,05 sehingga H 0 ditolak. Tetapi jika H 0 ditolak berarti rata-rata populasi I kurang dari rata-rata populasi II. Hal ini bertentangan dengan rata-rata sampel I yang lebih besar dari rata-rata sampel II. Akibatnya H 0 tetap diterima yaitu rata-rata populasi I lebih dari atau sama dengan rata-rata populasi II