PUSAT PENDIDIKAN INFANTERI

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
4.1. Hukum-hukum Dasar untuk Sistem
Advertisements

TURUNAN/ DIFERENSIAL.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
ENTREPRENEURSHIP KEWIRAUSAHAAN BAB 14 Oleh : Zaenal Abidin MK SE 1.
TAHAP ANALISIS SISTEM ALASAN MELAKUKAN ANALISIS SISTEM
Handout Analisis & Pengukuran Kerja
Menunjukkan berbagai peralatan TIK melalui gambar
TATA CARA PEMERIKSAAN.
Mata Kuliah Teknik Digital TKE 113
Translasi Rotasi Refleksi Dilatasi
TEKNIK PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
ELEKTRONIKA Bab 7. Pembiasan Transistor
Menempatkan Pointer Q 6.3 & 7.3 NESTED LOOP.
SOAL ESSAY KELAS XI IPS.
Matematika Diskrit Dr.-Ing. Erwin Sitompul
1suhardjono waktu 1Keterkatian PKB dengan Karya Inovatif, Macam dan Angka Kredit Karya Inovatif (buku 4 halaman ) 3 Jp 3Menilai Karya Inovatif.
Teknik Pembukuan Dasar
Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi
2011 KOPERTIS WILAYAH VI 2011 SIMULASI CARA PENGISIAN PERSEPSIONAL BAGUS PRIYATNO.
1. = 5 – 12 – 6 = – (1 - - ) X 300 = = = 130.
KETENTUAN SOAL - Untuk soal no. 1 s/d 15, pilihlah salah satu
SOSIALISASI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL.
THE RATIO ESTIMATOR VARIANCE DAN BIAS RATIO PENDUGA SAMPEL VARIANCE
Laporan Hasil Kegiatan Audit
Laporan Keuangan dan Siklus Akuntansi
Sudaryatno Sudirham Bilangan Kompleks Klik untuk melanjutkan.
Materi Kuliah Kalkulus II
SMA Pahoa, April 2011 KD 6.3. Garis singgung, Fungsi naik-turun, Nilai maks-min, dan Titik stasioner Menggunakan turunan untuk menentukan karakteristik.
Fisika Dasar Oleh : Dody
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
STANDAR SISTEM MANAJEMEN KEADAAN DARURAT MODUL 3 1.
Fisika Dasar Oleh : Dody
Jumlah Peserta Amplop Besar (isi 20 eksemplar) Amplop Kecil A (Isi 10 eksemplar) Amplop Kecil B (isi = n eksemplar) 20 1 eksp amplop.
Dasar-dasar Ilmu Ekonomi
Copyright © 2007 Prentice-Hall. All rights reserved 1 Bab 2 Mencatat Transaksi Bisnis.
ENTREPRENEURSHIP KEWIRAUSAHAAN BAB 10 Oleh : Zaenal Abidin MK SE 1.
DESAIN INSTRUKSIONAL PAU-PPAI-UT.
Luas Daerah ( Integral ).
PEMINDAHAN HAK DENGAN INBRENG
MEDAN LISTRIK.
MEDAN LISTRIK.
Fungsi Invers, Eksponensial, Logaritma, dan Trigonometri
SUNSET POLICY.
Pertemuan 5 P.D. Tak Eksak Dieksakkan
SR.DEVY MODIFIED BY RIRIS DIANA
PERNYATAAN IMPLIKASI DAN BIIMPLIKASI
DISIPLIN PEGAWAI BIDANG II.
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
PERTEMUAN 9 Otoritas, Pendelegasian Wewenang dan Sentralisasi
MACAM –MACAM ORGANISASI
ITK-121 KALKULUS I 3 SKS Dicky Dermawan
PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN Jl. Letjen. Sutoyo Pontianak, Telp. (0561) , Website:
Algoritma Branch and Bound
6. INTEGRAL.
KEGIATAN EKONOMI KESEHATAN Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH.
BAB XII PROBABILITAS (Aturan Dasar Probabilitas) (Pertemuan ke-27)
HIPOTESIS & UJI VARIANS
ULANGAN HARIAN BIDANG STUDY : PKn – Perumusan Pancasila KELAS : VI
6. INTEGRAL.
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Kompleksitas Waktu Asimptotik
Permasalahan Pembentukan Produk Hukum di Lingkungan Universitas Airlangga Radian Salman, S.H., LL.M.
PENDEKATAN KETRAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA
Persamaan Garis Lurus Latihan Soal-soal.
PERJANJIAN KERJA BERSAMA DAN PERATURAN PERUSAHAAN
TATA SURAT MENYURAT OLEH: SRI SULASTRI, M.Pd.
WISNU HENDRO MARTONO,M.Sc
PERTEMUAN 9 Otoritas, Pendelegasian Wewenang dan Sentralisasi
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Transcript presentasi:

PUSAT PENDIDIKAN INFANTERI

DEPARTEMEN STAF-PUSDIKIF R e n I k Diklapa - Ii 2

AGAR PERWIRA SISWA MEMAHAMI tentang staf renik TUJUAN 3 3

RUANG LINGKUP PENDAHULUAN BENTUK KIR TANDA TAKTIS MILITER BENTUK OLEAT BENTUK PERINTAH EVALUASI PENUTUP 4 4

REFERENSI 1.TANDA TIS ABRI NO SKEP/52/I/1986 2.BUJUK MIN TTG KODAL OPS NO SKEP/ / /1986 3.BUJUKLAP DINAS STAF UMUM SKEP/314/V/1987 4.NASKAH SEKOLAH SEMENTARA DIKLAPA II TTG STAF RENIK KEP DANKODIKLAT TNI AD NO. KEP / 106 / III / 2010 TGL 10 MARET 2010 5

APA ITU STAF RENIK ? STAF RENIK ADALAH SUATU BENTUK PENULISAN MILITER YG MENGATUR KESERAGAMAN UTK MEMUDAHKAN DLM MEMBUAT & MEMPELAJARI ISTILAH MIL 6 6

II. BENTUK PERKIRAAN 7

BENTUK PERKIRAAN PERKIRAAN PERKIRAAN KEADAAN 1. PENGERTIAN. ADALAH SUATU METODE YG LAZIMNYA DIGUNAKAN OLEH SEORANG K’DAN & PA STAF UTK MEMECAHKAN PERSOALAN TAKTIS DI LAP. PERKIRAAN KEADAAN ADALAH SUATU PENELITIAN YG LOGIS & TERATUR TTG SEMUA FAKTOR YG MEMPENGARUHI PELAKS TUPOK DLM MENGAMBIL SUATU KEP YG SEHAT UTK KEPENTINGAN TAKTIS DI LAP YG DITENTUKAN DLM SUATU BENTUK TERTENTU DGN PEMBAHASAN YG TERATUR. 8

3. PENGGUNAAN ( DISESUAIKAN DGN SIT & JENIS KO ) 2. SIFAT JML & SIFAT KET YG HRS DIPERTIMBANGKAN DLM KIRKA BERBEDA - BEDA SESUAI JENIS KOMANDO. SETIAP PERUBAHAN KEADAAN AKAN MEMBAWA AKIBAT, MAKA KIRKA YG DIBUAT HRS DITINJAU KEMBALI & CB YG DIPILIH HRS DISESUAIKAN DGN SIKON YG TIMBUL. KETELITIAN TERGANTUNG : WKT YG TERSEDIA DAN SIT SERTA KONDISI YG DIHADAPI UTK MENENTUKAN KEPTSN YG DIPERLUKAN UTK MENEMUKAN CB YG TEPAT PA STAF MENGGUNAKAN UTK MENENTUKAN FAKTOR YG BERPENGARUH DGN BID KEGIATANNYA. 3. PENGGUNAAN ( DISESUAIKAN DGN SIT & JENIS KO ) 9

KEADAAN DAERAH OPERASI KEADAAN MUSUH KEKUATAN MUSUH KESIMPULAN 4. BENTUK & URUTAN ( BERISI URURUTAN TIND YG LOGIS DLM SEMUA FAKTR YG TERDPT DLM SUATU SIT ) CONTOH FORMAT ( “ KIR INTEL “ ) TUPOK KEADAAN DAERAH OPERASI KEADAAN MUSUH KEKUATAN MUSUH KESIMPULAN

PENJELASAN KIRKA A. KLASIFIKASI B. SUSUNAN DERAJAT KLASIFIKASI DITENT OLEH S-2 DITULIS DGN HURUF BESAR BERGARIS BAWAH UTK LAT/DIK DITAMBAH LAT DIBAWAHNYA CONTOH : RAHASIA ( LAT ) B. SUSUNAN KEPALA INTI PENUTUP 11

BAGIAN KEPALA SEKSI & MA YG MENGELUARKAN DITULIS STAF YG MEMBUAT DISERTAI SATNYA, DPT JUGA DGN NAMA SAMARAN. CONTOH : SEKSI - 1 / INTEL BRIGIF 17 TEMPAT. NAMA TEMPAT DARI POSKO DGN KDDK ATAU KOORDINAT SAJA BILA TEMPAT TDK JELAS / NAMA SAMARAN. CONTOH : WARUNG DOMBA ( 7456 ) 12

3.. TANGGAL DAN WAKTU, SAAT KIRKA DITANDA TANGANI, PENULISAN NAMA BULAN HANYA 3 HURUF PERTAMANYA DGN HURUF BESAR CONTOH : 200700 AGU 20 … 4. NOMOR KIRKA  DASAR NO URUT PENGELUARAN KIRKA SELAMA 1 TAHUN KALENDER CONTOH : PERKIRAAN INTELIJEN NO. 01 5. PENUNJUKKAN  BERDASARKAN PETA Penunjukan : Peta : JAWA BARAT Kedar : 1 : 50.000 Tahun : 1995 Lembar : NO. 31/XXI-A (SUBANG) 13

BAGIAN INTI CONTOH HURUF PERTAMA DR TIAP KATA GUN HURUF BESAR DIAKHIRI PENULISAN PASAL DARI KIRKA, HURUF BESAR & GARIS BAWAH TANPA TITIK. 2. PENULISAN SUB PASAL, SUB-SUB PASAL : HURUF PERTAMA DR TIAP KATA GUN HURUF BESAR DIAKHIRI DGN TITIK KECUALI KATA PENYAMBUNG. UTK SUB PASAL GUN GRS BAWAH, SUB-SUB PASAL TDK GUN GRS BAWAH. UTK PENULISAN KATA MENGGUNAKAN PLUS 3 X ATAU +++ UTK PENULISAN KALIMAT M’GUNAKAN PLUS 7 X ATAU +++++++ TUGAS POKOK KEADAAN DAN CARA BERTINDAK a. Pertimbangan yang Berpengaruh terhadap Cara Bertindak. 1) +++++++ a) +++++++ (1) +++++++ CONTOH 14

BAGIAN PENUTUP MACAM-MACAM KIRKA TANDA TANGAN PA STAF YBS LAMPIRAN DISESUAIKAN KEBUTUHAN MACAM-MACAM KIRKA KIRKA SAT TAKTIS : UTK MEMILIH CB TERBAIK YG DPT DIGUN UTK MELAKS TUPOK TAKTIS. KIRKA SAT BAMIN : UTK MENENTUKAN CB YG TERBAIK DLM MELAKS TUPOK ADM. KIRKA PA STAF BERTUJUAN UTK : BERIKAN SUATU ASPEK YG PENTING DR KEADAAN MENILAI & MENENTUKAN CB TERBAIK UTK DPT GUN SARANA/ALAT YG TERSEDIA GUNA DUK CB YG DIKEMBANGKAN 15

CONTOH KIR INTEL RAHASIA SEKSI – 1 / INTEL BRIGIF 13 GARUT ( 2356 ) 200600 AGU 201A 20A PERKIRAAN INTELIJEN NO. 03 Penunjukan : Peta : +++ Kedar : +++ Tahun : +++ Lembar : +++ TUGAS POKOK +++++++ KEADAAN DAERAH OPERASI a. Cuaca. 1) +++++++ b. Medan. 1) +++++++ c. Karakteristik Lainnya. 16 RAHASIA

1) Pasukan yang Terlibat. 2) Pasukan yang Memperkuat. 3) Udara. RAHASIA 3. KEADAAN MUSUH a. Disposisi. b. Komposisi. c. Kekuatan. 1) Pasukan yang Terlibat. 2) Pasukan yang Memperkuat. 3) Udara. 4) Nubika. 5) geilya. d. Kegiatan Penting yang Baru Lalu dan sedang Berlangsung. e. Keganjilan dan Kelemahan. 1) Personil. 2) Intelijen. 3) Operasi. 4) Logistik. 5) Teritorial. 6) Tokoh Perorangan. 17 RAHASIA

KASI – 1 / INTEL NAMA PANGKAT/KORPS/NR RAHASIA 4. KEMAMPUAN MUSUH a. Pertelaan. 1) Menyerang. 2) Bertahan. 3) memperkuat. 4) Menghaambat. 5) Mundur. 6) Udara. 7) Nubika. 8) gerilya. b. Analisa dan Diskusi. 1) Analisa. 2) Diskusi. KESIMPULAN. a. Pengaruh Daerah Operasi terhadap CB Sendiri. b. Kemungkinan CB Musuh. c. Kerawanan Musuh. KASI – 1 / INTEL NAMA PANGKAT/KORPS/NR Lampiran : +++ Distribusi : +++ 18 RAHASIA

a. Pertimbangan yang Berpengaruh terhadap Kemungkinan Cara Bertindak. RAHASIA SEKSI –2/OPS YONIF 300/R CIANJUR (2859) 020800 MEI 20A PERKIRAAN OPERASI NO . 02 Penunjukan : Peta : + + + Kedar : + + + Tahun : + + + Lembar : + + + TUGAS POKOK + + + + + + + a. Pertimbangan yang Berpengaruh terhadap Kemungkinan Cara Bertindak. 1) Ciri Daerah Operasi. 2) Keadaan Musuh. 3) Keadaan Sendiri. 4) Perbandingan Daya Tempur Relatif. KEADAAN DAN CARA BERTINDAK 19 RAHASIA

Cara Bertindak Sendiri 1) Cara Bertindak I +++++++ RAHASIA 2 c. Kemampuan Musuh. 1) Menyerang + + + + + + + Bertahan 3) Menghambat 4) Memperkuat 5) Mundur 6) Udara 7) Nubika 8) Gerilya Cara Bertindak Sendiri 1) Cara Bertindak I +++++++ 2) Cara Bertindak II 20 RAHASIA

ANALISA CB YG BERLAWANAN a. Kemampuan Musuh. + + + + + + + RAHASIA 3 ANALISA CB YG BERLAWANAN a. Kemampuan Musuh. + + + + + + + b. Analisa CB yg Berlawanan. 4. PERBANDINGAN CB a. Keuntungan dan Kerugian. 1) CB 1. a) Keuntungan. b) Kerugian. 2) CB 2. b. Diskusi . c. Kesimpulan. 21 RAHASIA

5. SARAN + + + + + + + PASI 2/OPS +++ + + + + + + + Lampiran : RAHASIA 4 5. SARAN + + + + + + + PASI 2/OPS +++ + + + + + + + Lampiran : Distribusi : RAHASIA 22

PERKIRAAN PERSONIL NO : 02 Penunjukan : Peta : + + + Kedar : + + + RAHASIA SEKSI – 3/PERS YONIF 300/R CIANJUR (2859) 020800 MEI 20A PERKIRAAN PERSONIL NO : 02 Penunjukan : Peta : + + + Kedar : + + + Tahun : + + + Lembar : + + + TUGAS POKOK + + + + + + + a. Keadaan Intelijen. b. Keadaan Taktis. c. Keadaan Logistik. KEADAAN DAN PERTIMBANGAN 23 RAHASIA

1) Pemeliharaan Kekuatan Satuan. a) Kekuatan. b) Tenaga Pengganti. RAHASIA 2 d. Keadaan Teritorial. + + + + + + + 1) Pemeliharaan Kekuatan Satuan. a) Kekuatan. b) Tenaga Pengganti. 2) Tawanan Perang dan Tahanan Sipil. 3) Pengembangan dan Pemeliharaan Moril. a) Moril dan Pelayanan Personel. b) Pencatatan Makam. 4) Pemeliharaan Disiplin Hukum dan Tata Tertib. 5) Pembinaan Markas. e. Keadaan Personel. 24 RAHASIA

a. Pemeliharaan Kekuatan Satuan. 1) Kekuatan. + + + + + + + RAHASIA 3 f. Faktor Khusus. + + + + + + + Praanggapan. ANALISA a. Pemeliharaan Kekuatan Satuan. 1) Kekuatan. + + + + + + + 2) Tenaga Pengganti. b. Tawanan Perang dan Tenaga Pengganti. c. Pengembangan dan Pemeliharaan Moril. 1) Moril dan Pelayan Personil. 2) Pencatatan Makam. RAHASIA 25

d. Pemeliharaan Disiplin Hukum dan Tatib. + + + + + + + RAHASIA 4 d. Pemeliharaan Disiplin Hukum dan Tatib. + + + + + + + e. Pembinaan Markas. PERBANDINGAN a. Persoalan Personel. b. Perbandingan Cara Bertindak. KESIMPULAN a. Tupok Dapat Didukung / Tidak dari Segi Pers. + + + + + + + b. Cara Bertindak Terbaik yang Dapat dibantu dari Segi Personil. c. Pembatasan dan Saran. PASI 3/PERS +++ + + + + + + + Lampiran : Distribisi : 26 RAHASIA

I. TANDA TAKTIS MILITER 27 27

TANDA-TANDA MILITER A. TANDA DASAR. 1 2 4 3 5 UTK GAMBARKAN SECARA GRAFIS SUATU SAT INSTANSI & KEGIATAN TANDA TAKTIS DASAR UTK SATUAN TANDA TAKTIS DASAR UTK POSKO TANDA PANGAKAL BAGI HAN 1 2 4 3 5 TINGKAT SAT TANDA SATUAN NOMOR SAT ATASAN KECABANGAN KET TAMBAHAN YG DIPEERLUKAN 28

1. BIRU /HITAM : PSK KAWAN, INST, RINT & GIAT BAK. B. PENGGUNAAN WARNA 1. BIRU /HITAM : PSK KAWAN, INST, RINT & GIAT BAK. 2. MERAH : PSK MUSUH, INST, RINTN & GIAT BAK MSH. HIJAU : RINTANGAN & ARSIR RAH PUR DI LAUT. KUNING : RAH YG TERKONTAMINASI. COKLAT : SAT/KESATUAN, INST, GIAT NETRAL TERMASUK PENULISAN TANDA WAKTU & PENOMORAN SATNYA.

GARIS PENUH GARIS TERPUTUS-PUTUS SAS 515 SAS 1 SAS A C. KEDUDUKAN SEKARANG & YG AKAN DIRENC X GARIS PENUH GARIS TERPUTUS-PUTUS 17 KEDUDUKAN POSKO BRIGIF 17 YG DIRENC D. TANGGAL & WAKTU X 17 (081400 APR 20 . . . ) 081400 APR 20 . . .) KEBRIGIF 17 YG AKAN DIBUKAPADA 081400 APR 20 . . . E. TANDA KEDDKAN SEBENARNYA X 17 MENUNJUKAN KEDDKAN POSKO BRIGIF 17 YG SEBENARNYA DI TITIK B B II I F. MUSUH G. GARIS KONTAK H. SASARAN SAS 515 SAS 1 SAS A 30

I. TEMPAT KDDK SAT CAD J. GARIS BATAS II II 305 305 LETAK POSKO YONIF 305 DIKETAHUI LETAK POSKO YONIF 305 TIDAK DIKETAHUI J. GARIS BATAS GRS BTS DPT DINYATAKAN DGN GRS PENUH/TERPUTUS-PUTUS. GRS PENUH MENYATAKAN SEGERA BERLAKU STLH PERINT DIKELUARKAN, SEDANGKAN GRS TERPUTUS-PUTUS MENJELASKAN RENC BATAS YG AKAN DATANG. CONTOH GRS BTS SEGERA BERLAKU STLH PERINTAH DIKELUARKAN 17 X 18 GRS YG DIRENCANAKAN 17 X 18 PD GRS BATAS DIBERIKAN TANDA UTK MENUNJUKAN TKT & NOMOR DR SAT YG BERDASARKAN GRS TERSEBUT 31

K. GARIS AWAL 1. GARIS AWAL / GA GA = GK (GRS KONTAK ) ADALAH SUATU GARIS YG AKAN DILALUI OLEH PSK TERDEPAN PD JAM “ J “. GA BERFUNGSI SBG ALAT KENDALI DLM SERANGAN. 1. GARIS AWAL / GA GA Pada … 17 X 18 18 X GA Pada ... DIM 0413 GA = GK (GRS KONTAK ) ARTINYA APABILA KITA AKAN MELALUI PSK KAWAN YG SDG KONTAK DGN MUSUH & PSK KAWAN TSB ORGANIK ATAU BP PADA KITA. GA = GK ... 18 X 17 305 330 17 X SATGAS 082 GA = GK ... 32

3. GA = PDK ( POSISI DEPAN KAWAN ) ARTINYA APABILA KITA AKAN MELALUI PSK KAWAN YG SEDANG KONTAK DGN MSH & PSK KAWAN TSB TDK ORGANIK ATAU BP PD KITA. GA=PDK Pd ... 18 X 17 328 305 17 X SATGAS 082 GA=PDK Pd ... 33

PERTEMUAN I SELESAI ADA PERTANYAAN ??