UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PENATAUSAHAAN PERSEDIAAN
Advertisements

Permendiknas No. 19 Tahun 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH.
HAKIKAT MANAJEMEN KEUANGAN PENDIDIKAN
PENGEMBANGAN SILABUS.
PEDOMAN CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (GOOD MANUFACTURING PRACTICES) INDUSTRI MAKANAN, HASIL LAUT DAN PERIKANAN Direktorat Jenderal Industri Agro.
Riza Arifudin Riza Arifudin
Informasi Pelaksanaan Ujian nasional.
Rika Kharlina Ekawati, S.E., M.T.I
PERANGKAT AKREDITASI SD/MI
3D BLOCKS UU RI No. 20/2003 Ps. 29 Ayat 1, menyebutkan tugas tenaga kependidikan melaksanakan: 1. Administrasi Pengelolaan Pengembangan Pengawasan Pelayanan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19 Tahun 2007
Materi Sesi 6 Kelas PENILAIAN EMPAT KELOMPOK MATA PELAJARAN
PENILAIAN KINERJA PENGAWAS SEKOLAH
PRAKTIKUM PAU-PPAI-UT.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KONSEP PENDEKATAN.
Macam (KTI) Karya Tulis Ilmiah
STANDARD PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR (SPM)
Penampilan 3-P Pelayanan Prestasi Di SMA.
Penyusunan RPP DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KEMENTeRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Materi Sosialisasi SPM Kepada Kepala TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB
PENGENALAN SNP, SPM DAN IMPLEMENTASI SPM
BIMBINGAN TEKNIS PENINGKATAN

bagi pengelola LABORATORIUM mIPa di sekolah menengah
STANDAR PELAYANAN MINIMAL
SKEMA PENERAPAN SISTEM KEAMANAN PANGAN PADA TIAP TAHAPAN PRODUKSI
PEMINDAHAN HAK DENGAN INBRENG
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
PRAKTIKUM Tujuan Instruksional : Menjelaskan kegunaan praktikum
DOKUMENTASI PENGELOLAAN LABORATORIUM
Konsep Pendekatan Sistem dalam Desain Instruksional
PENILAIAN KETERAMPILAN
KEBIJAKAN SPMI, MANUAL SPMI DAN STANDAR AKADEMIK DI BIDANG PEMBELAJARAN (Standar Perencanaan Proses Pembelajaran/PP, Standar Penilaian Hasil PP, Standar.
Pertemuan ke-10 SI Yankes Pada Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)
PENGEMBANGAN KURIKULUM PAUD
Penerimaan &Penyimpanan
STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
PERTEMUAN 2 Manajemen, Manajer, dan Kegiatannya
PENGEMBANGAN SILABUS.
Pengembangan Portofolio
PENDAFTARAN TANAH Pendaftaran Tanah (Pasal 1 angka 1 PP No.24 Th 1997)
PENILAIAN.
Pencatatan Barang Milik Sekolah/Madrasah
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
MANAJEMEN OPERASI KELOMPOK IV Ferdian Ardianto ( )
STANDARISASI DAN PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA
Wawan Laksito YS, S.Si, M. Kom
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA
PRAKTIKUM PAU-PPAI-UT.
Permendiknas No. 19 Tahun 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH.
PENGELOLAAN LABORATORIUM
TEKNIS ADMINISTRASI LABORATORIUM
ADMINISTRSI LABORATORIUM
Wawan Laksito YS, S.Si, M. Kom
Wawan Laksito YS, S.Si, M. Kom
Inventarisasi BRILLIAN ROSY S.PD., M.PD.
MANAJEMEN LABORATORIUM
ADMINISTRASI LABORATORIUM
Standar Kompetensi Mampu memahami peran dan fungsi Lab IPA
TEKNIS ADMINISTRASI LABORATORIUM
Manajemen Laboratorium
Kelompok 7 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 1991 Tentang Latihan Kerja.
Penerimaan &Penyimpanan
Materi PEKERTI PRAKTIKUM Buku 1.13 disampaikan : Machmud SYAM
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN Oleh, RENI MARLIANI KELAS IPA 1 SEMESTER VII.
PERMENKES RI NO. 37 TAHUN 2012 dr. Melinda Wilma Dinas Kesehatan Kota Padang 17 Oktober 2019 KEBIJAKAN PELAYANAN KESEHATAN DI LABORATORIUM PUSKESMAS.
Transcript presentasi:

UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA DASAR-DASAR PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA DI SEKOLAH dipersiapkan Oleh Sudrajat FMIPA UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA

KEGIATAN PRAKTIKUM IPA Kegunaan ?. Klasifikasi ?. Sistem Manajemennya ?.

Kemampuan yang ingin dicapai siswa ? Guru Materi Pelajaran

Kemampuan apa yg harus disiapkan untuk KBM di Laboratorium ??

MENGAJAR MIPA APAKAH HARUS BEGINI ????? = BIMBINGAN TEST ??

TIPE MENGAJAR MASA KINI ? IPA ? MENGHAPAL FAKTA,KONSEP, TEORI, PROSES ??????????? ANAK-ANAK MENJADI PINTAR, TAPI TIDAK MENGUASAI KONSEP SECARA UTUH

Apakah IPA ? IPA dapat dipandang sebagai suatu ilmu pengetahuan yang kebenarannya dibenarkan menurut tolok ukur kebenaran ilmu, yaitu rasional dan objektif. Rasional artinya masuk akal atau logis,diterima oleh akal sehat; Objektif artinya sesuai dengan objeknya, sesuai dengan kenyataannya atau sesuai dengan pengalaman pengamatan melalui inderanya.

FAKTA ------------------------- Proses Konstruksi dipersepsi Ilmu Pengetahuan GEJALA ALAM dalam Otak Anak -------------------------------- diuji kembali Konsep Prinsip Hukum Teori Kenyataan Empiris diolah dalam sistem Konstruk dan dapat menghasilkan Kebenaran ( Konsep, Prinsip, Hukum, Teori ) dan Selanjutnya Kebenaran tersebut akan diuji dengan Kenyataan Alami berikutnya.

Proses Belajar IPA Prinsip HK Teori Hipotesis deduksi Induksi Konsep Lapangan ( Pengamatan) Penting ! Dari gambar di atas, tampak jelas bahwa pada setiap tingkat dapat dipandang sebagai permulaan ,akhir dan kelanjutan untuk Belajar IPA . Namun demikian, belajar secara kongkrit dipandang sebagai tk belajar yg lebih sederhana dibandingkan belajar secara abstrak. Sehingga tingkat permulaan, akhir dan kelanjutan proses belajar IPA dapat ditempatkan pada daerah Pengamatan .

Tujuan pembelajaran adalah sejumlah hasil belajar yang dinyatakan dalam arti hasil siswa belajar. Tujuan ini bisa dalam bentuk pengetahuan baru, ketrampilan, kecakapan atau perubahan sikap . Tujuan belajar ini dapat dikatakan sebagai hasil perubahan tingkah laku anak didik setelah melakukan belajar ( behavioral objectives). Dalam bidang pendidikan, berdasarkan kriteria dari Bloom’s tujuan belajar ini dibedakan atas 3 aspek ( matra) belajar yakni : * matra kognitif, * matra afektif dan * matra psikomotorik.

PRAKTIKUM DEFINISI : STRATEGI PEMBELAJARAN YANG MEMUNGKINKAN SISWA DAPAT MEMPRAKTEKKAN SECARA EMPIRIS DALAM BELAJAR IPA , MENGINTE-GRASIKAN KEMAMPUAN KOGNITIF, PSIKOMOTORIK DAN AFEKTIF MENGGUNAKAN SARANA LABORATORIUM LABORATORIUM : TEMPAT KERJA (BENGKEL, R.S, STUDIO, LAUT, PASAR, HOTEL, PERKANTORAN, PABRIK,DLL)

Dalam Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007 disebutkan bahwa komponen fasilitas laboratorium IPA di SMA meliputi (1) bangunan/ruang laboratorium, (2) perabot, (3) peralatan pendidikan, (4) alat dan bahan percobaan, (5) media pendidikan, (6) bahan habis pakai, (7) perlengkapan lainnya.

PRAKTIKUM Tujuan yg dapat dicapai melalui praktikum A. Problema - Mengenal - Analisa - Formulasi - Kriteria B. Informasi - Mengumpulkan - Menganalisa - Mengarahkan

PRAKTIKUM Tujuan yg dapat dicapai melalui praktikum C. Hipotesa - Menyusun - Menyeleksi - Kriteria D. Percobaan - Rencana - Mengerjakan - Statistik - Optimalisasi

PRAKTIKUM Tujuan yg dapat dicapai melalui praktikum E. Kesimpulan - Hipotesa - Problema F. Laporan - Catatan - Laporan

PERLU PENGELOLA LABORATORIUM MENCAPAI TUJUAN, HARUS : JELAS, TERUKUR DAN RELEVAN DG TUNTUTAN PROFESIONAL LULUSAN MENDESAIN PRAKTIKUM, AGAR DAPAT MENCAPAI TUJUAN INSTRUKSIONAL YG DIHARAPKAN MENERAPKAN PENGALAMAN BELAJAR YANG MENARIK DAN MENYENANGKAN EVALUASI HASIL DAN PROSES PRAKTIKUM YANG VALID DAN RELIABLE

KOMPETENSI PENGELOLA LABORATORIUM Hoffman (Hill & Houghton, 2001) menggunakan tiga dasar teori dalam mendefinisikan kompetensi, yaitu: Pertama, Competency is defined as observable performance”. Kedua, kompetensi adalah ”Refers to the standard or quality of the outcome of the person's performance”. Ketiga, ”Competence as an expression of the underlying attributes of a person”.

- aspek kemampuan, - aspek sikap, dan - aspek keterampilan Pengelola laboratorium IPA (kepala, teknisi, dan laboran) sebagai tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas pengelolaan laboratorium ) harus memiliki kompetensi yang baik yaitu : - aspek kemampuan, - aspek sikap, dan - aspek keterampilan

Katz (Robbins, 2001) membagi tiga keterampilan manajemen yang mutlak diperlukan, yaitu: keterampilan teknik, keterampilan personal, keterampilan konseptual. Keterampilan teknis berkaitan dengan kemampuan menerapkan pengetahuan atau keahlian khusus. Keterampilan personal berkaitan dengan kemampuan bekerjasama, memahami, dan memotivasi orang lain. Keterampilan konseptual berkaitan dengan kemampuan mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang rumit.

KOMPETENSI BIDANG PENGELOLAAN LABORATORIUM 1.Melaksanakan Komunikasi Interpersonal Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk menerima dan melanjutkan informasi, menyediakan informasi untuk orang lain, dan membuat laporan hasil kerja 2. Melaksanakan kegiatan di laboratorium dengan benar Unit kompetensi ini menjelaskan tentang kemampuan untuk bekerja di laboratorium dengan benar, yang mencakup antara lain melaksanakan pemantauan kondisi lingkungan laboratorium, melaksanakan pengecekan bahan uji dan bahan pendukung, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan kegiatan kontrol layanan laboratorium

KOMPETENSI BIDANG PENGELOLAAN LABORATORIUM 3.Mengatur kebersihan dan menyiapkan laboratorium untuk kegiatan praktikum rutin Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk membersihkan wilayah kerja dan mengkondisikan lingkungan laboratorium untuk praktikum rutin 4. Menyimpan pereaksi yang masih bisa digunakan dan membuang pereaksi yang kedaluarsa Unit kompetensi ini digunakan oleh laboran (analis pelaksana muda) untuk menyimpan pereaksi yang masih bisa digunakan dan membuang pereaksi (termasuk sisa pereaksi) yang kadaluarsa

KOMPETENSI BIDANG PENGELOLAAN LABORATORIUM 5.Mengatur dan merawat kebersihan peralatan gelas, keramik dan alat penunjang praktikum lainnya Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan menyiapkan peralatan dan bahan pembersih serta membersihkan dan merawat peralatan gelas, keramik dan alat penunjang lainnya 6. Mampu menangani sampel/bahan praktikum Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk mendapatkan sampel /bahan yang representative sebagai bagian dari aktivitas kontrol mutu kegiatan praktikum

KOMPETENSI BIDANG PENGELOLAAN LABORATORIUM 7.Membuat dan menstandardisasi larutan/ pereaksi Uraian Unit: Unit kompetensi ini digunakan untuk menyiapkan larutan pereaksi yang akan digunakan pada proses praktikum Kimia pada tingkat ketelitian rendah, sedang, dan tinggi 8. Bekerja berdasarkan K-3 Uraian Unit: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja termasuk meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja. 9.Mampu mengelola dan melaksanakan semua acara praktikum yang telah ditetapkan dalam satuan kurikulum dengan bekerja dengan para guru yang ada

Manajemen Laboratorium : Fungsi-fungsi manajemen yang penting adalah : perencanaan, pengorganisasian (penataan dan pengadministrasian), pengadaan tenaga kerja (termasuk pengamanan dan perawatan) pemberian bimbingan, pengkoordinasian, pelaporan, Penganggaran dan pengawasan

ASPEK MANAJEMEN PERENCANAAN PENATAAN PENGADMINISTRASIAN/INVENTARISASI PENGAMANAN,PERAWATAN DAN PENGAWASAN

Tatakerja pengelolaan laboratorium adalah langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pengelola laboratorium agar laboratorium yang dikelolanya bermutu. Langkah-langkah tersebut meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan penyempurnaan .

Manajemen laboratorium IPA yang efektif adalah manajemen laboratorium yang mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dalam pengelolaan laboratorium secara konsisten dan berkesinambungan serta mengelola sumberdaya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Manajemen laboratorium IPA berkaitan dengan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap kegiatan laboratorium IPA.

PERENCANAAN Yaitu Sebuah proses pemikiran yang sistematis, analitis, logis tentang kegiatan yang harus dilakukan, langkah-langkah, metode, SDM, tenaga dan dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan secara efektif dan efisien.

Penataan Pada dasarnya semua peralatan di sekolah adalah milik negara/milik yayasan - Sekolah mengelola peralatan itu harus dipertanggung-jawabkan harus dilengkapi dengan dokumen pendukungnya (ada berita acara serah terima alat, hari/tanggal, spesifikasi alat/bahan, jumlah).

Agar semua alat dan bahan mudah dideteksi dengan prinsip. 1 Agar semua alat dan bahan mudah dideteksi dengan prinsip. 1. mudah dilihat 2. mudah dijangkau 3. aman untuk alat 4. aman untuk pemakai Penataan dan inventarisasi alat didasarkan pada: Keadaan laboratorium, yang ditentukan oleh: - Fasilitas seperti : ada tidaknya ruang persiapan, ruang penyimpanan - Keadaan alat seperti : jenis alat, jenis bahan pembuat alat, seberapa sering alat tersebut digunakan, termasuk alat mahal atau tidak, - Keadaan bahan seperti: wujud (padat, cair, gas), sifat bahan (asam/basa) seberapa bahaya bahan tersebut dan seberapa sering digunakan.

Untuk mengetahui tentang keadaan dan keberadaan alat/bahan maka diperlukan perangkat seperti: a) Buku inventaris. b) Buku/kartu stock alat/bahan. c) Buku/kartu daftar alat rusak/bahan habis. d) Buku daftar usulan penggadaan alat/bahan (apakah dengan cara dibeli sendiri atau dropping dari pemerintah). e) Buku daftar peminjam alat.

PEMBERIAN KLASIFIKASI DAN KODE BARANG INVENTARIS Tujuan dan pemberian klasifikasi dan kode barang inventaris adalah untuk memudahkan mengontrol keadaan barang. untuk barang pada umumnya diberi kode dalam bentuk angka numerik yang tersusun menurut pola tertentu.

Pengelolaan Lab Yang Optimal Yang dimaksud dengan optimasi ruangan adalah suatu usaha untuk niengoptimasikan pemakaian ruangan sehingga bengkel tersebut secara optimal memberikan faedah dan penunjang pencapaian tujuan ruangan Berbagai ruangan / laboratorium pendidikan yang befungsi sebagai tempat pelatihan siswa dan bertujuan untuk memberikan keterampilan kejuruan pada siswa, tentu saja laboratorium yang optimum penggunaannya akan memberikan faedah yang sebesar-besarnya kepada siswa yaitu memberikan ketrampilan kejuruan yang handal.

Karakteristik ruangan yang dikelola dengan baik : Efektif yaitu peralatan mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran Efisien yaitu setting peralatan tidak menyia-nyiakan energi, biaya. Sehat dan aman yaitu penerangan, ventilasi, sanitasi, air bersih, keselamatan kerja dan lingkungan semua memenuhi persyaratan.

Tata Letak Pengelolaan Laboratorium yang dimaksud Tata letak pengelolaan adalah suatu bentuk usaha pengaturan penempatan peralatan laboratorium, sehingga laboratorium tersebut berwujud dan memenuhi persyaratan untuk beroperasi. Kata pengaturan di atas mengandung makna yang sangat luas, yaitu bahwa dalam mewujudkan suatu laboratorium yang layak operasi diperlukan penempatan peralatan yang tersusun yang rapi berdasar kepada proses dan langkah-langkah penggunaan/aktivitas dalam laboratorium yang diharapkan.

Contoh Penataan Laboratorium

Contoh Penataan Lab.

Peralatan / fasilitas selalu siap pakai dan aman yaitu semua peralatan/fasiltias terhindar dari kerusakan, kemacetan dan terlindung dari kehilangan. Seluruh aktivitas laboratorium mudah dikontrol yaitu dengan adanya administrasi yang baik, visualisasi informasi yang jelas dan program yang jelas. Memenuhi kebutuhan psikologis yaitu secara visual menarik dan menyenangkan, iklim kerja yang baik dan kesejahteraan lahir batin yang memadai.

Penataan Alat Laboratorium Penataan (ordering) alat dimaksudkan adalah proses pengaturan alat di laboratorium agar tertata dengan baik. Dalam menata alat tersebut berkaitan erat dengan keteraturan dalam penyimpanan (storing) maupun kemudahan dalam pemeliharaan (maintenance). Keteraturan penyimpanan dan pemeliharaan alat itu, tentu memerlukan cara tertentu agar petugas lab (teknisi dan juru lab) dengan mudah dan cepat dalam pengambilan alat untuk keperluan kerja lab, juga ada kemudahan dalam memelihara kualitas dan kuantitasnya. Dengan demikian penataan alat laboratorium bertujuan agar alat-alat tersebut tersusun secara teratur, indah dipandang (estetis), mudah dan aman dalam pengambilan dalam arti tidak terhalangi atau mengganggu peralatan lain, terpelihara identitas dan presisi alat, serta terkontrol jumlahnya dari kehilangan.

Penataan Alat Laboratorium Untuk memahami tentang penataan peralatan laboratorium dengan baik diharapkan anda terlebih dahulu mempelajari bagian Pengenalan dan Penggunaan Alat laboratorium. Di laboratorium terdapat berbagai macam fasilitas umum lab maupun peralatan. Beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan di dalam penataan alat terutama cara penyimpanannya, diantaranya adalah : Fungsi alat, apakah sebagai alat ukur ataukah hanya sebagai penyimpan bahan kimia saja Kualitas alat termasuk kecanggihan dan ketelitian Keperangkatan Nilai/ harga alat Kuantitas alat termasuk kelangkaannya Sifat alat termasuk kepekaan terhadap lingkungan Bahan dasar penyusun alat, dan Bentuk dan ukuran alat Bobot / berat alat

Tujuan Tata Letak laboratorium Mengurangi hambatan dalam upaya melaksanakan suatu pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna/pekerja/operator. Memaksimalkan penggunaan peralatan. Memberikan hasil yang maksimal dengan pendanaan yang minimal. Mempermudah pengawasan.

Penataan Bahan Kimia Penyimpanan dan penataan bahan kimia berdasarkan urutan alfabetis tidaklah tepat, kebutuhan itu hanya diperlukan untuk melakukan proses pengadministrasian. Pengurutan secara alfabetis akan lebih tepat apabila bahan kimia sudah dikelompokkan menurut sifat fisis, dan sifat kimianya terutama tingkat kebahayaannya. Bahan kimia yang tidak boleh disimpan dengan bahan kimia lain, harus disimpan secara khusus dalam wadah sekunder yang terisolasi. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah pencampuran dengan sumber bahaya lain seperti api, gas beracun, ledakan, atau degradasi kimia.

ADMINISTRASI INVENTARIS DI LABORATORIUM Inventaris adalah suatu kegiatan dan usaha untuk menyediakan rekaman tentang keadaan semua fasilitas, barang-barang yang dimiliki sekolah. Dengan kegiatan invetarisasi yang memadai akan dapat diperoleh pedoman untuk mempersiapkan anggaran atau mempersiapkan kegiatan pada tahun yang akan datang.

Catatan inventaris yang baik akan mempermudah pergantian tanggung jawab dari pengelola yang satu ke yang lainnya dan mempermudah untuk mengetahui dimana suatu peralatan akan ditempatkan. Dengan demikian akan mempermudahkan pengontrolan, seperti terhadap kehilangan yang disebabkan oleh kecerobohan atau kecurian. Menyelenggarakan inventarisasi terhadap fasilitas dan peralatan yang dimiliki adalah kewajiban bagi pihak yang bersangkutan. Sistem dan pelaksanaan inventarisasi harus mengikuti peraturan atau petunjuk yang berlaku.

DATA FASILITAS/INVENTARIS Inventaris adalah sutu kegiatan dan usaha untuk mnyediakan rekaman tentang keadaan semua fasilitas, barang-barang yang dimiliki sekolah. Bagi SMA yang mempunyai beberapa lab sangat penting untuk mendata fasilitas/menginventaris alat dan bahan lab untuk kegiatan pembelajaran siswa. Dengan kegiatan invetarisasi yang memadai akan dapat diperoleh pedoman untuki mempersiapan anggaran atau memperisapkan kegiatan pada tahun yang akan datang. Misalnya sebagai pedoman untuk dapat mengganti peraltan yang telah rusak, menambah peralatan baru dan sebagainya. Catatan inventaris yang baik akan mempermudah pergantian tanggung jawab dari pengelola yang satu ke yang lainnya. Inventaris juga akan mempermudah untuk mengetahui dimana suatu peraltan akan ditempatkan. Dengan demikian akan mempermudahkan pengontrolan, seperti terhadap kehilangan yang disebabkan oleh kecerobohan atau kecurian. Menyelenggarakan inventarisasi terhdap fasilitas dan perlatan yang dimiliki sekolah adalh kewajiban bagi sekolah yang bersangkutan. Sistem dan pelaksanaan inventarisasi harus mengikuti peraturan atau petunjuk yang berlaku

MACAM DOKUMEN/ALAT INVENTARIS Daftar alat inventarisasi yang harus digunakan atau diisi : Buku Induk Barang Inventaris Buku Catatan Barang Inventaris Buku Golongan Barang Inventaris Laporan Triwulan Mutasi barang Daftar Isian Barang Daftar Rekapitulasi barang Inventaris

Daftar laporan inventaris Daftar rekapitulasi Kepaka Dinas Pendidikan TATA PELAKSANAAN DAN PELAPORAN INVENTARIS Instruksi Mendikbud No. 4/M/1980 adalah tentang tata pelaksanaan dan pelaporan hasil inventarisasi barang milik/kekayaan negara di lingkungan Depdikbud PEMBUATAN LAPORAN JENIS LAPORAN DISAMPAIAKAN KE WAKTU PENYAMPAIAN  Kepala Sekolah Daftar laporan inventaris Daftar rekapitulasi Kepaka Dinas Pendidikan  Triwulan/Semester PEMBERIAN KLASIFIKASI DAN KODE BARANG INVENTARIS Tujuan dan perberian klasifikasi dan kode barang inventaris adalah untuk memudahkan mengontrol keadaan barang. untuk barang pada umumnya diberi kode dalam bentuk angka numerik yang tersusun menurut pola tertentu.

PENGISIAN DOKUMENT/ALAT INVENTARIS untuk memberikan informasi tentang barang inventaris yang dicatat selengkap mungkin, berbagai format dokumen/alat inventaris telah dikembangkan dan dibakukan untuk digunakan. No  Nama Barang Inventaris   Daftar Isian barang Inventaris YangDipakai   Nama Kelompok Barang Kode Barang  Jumlah  

Pengamanan dan pengawasan Dalam pembelajaran, untuk memonitor aktifitas siswa kita harus berkeliling melihat monitor mereka, apa saja yang sedang mereka lakukan. Untuk mempermudah kegiatan pengamanan di laboratorium sekolah, bisa digunakan beberapa software.

SEKIAN TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA