PENILAIAN KINERJA K3.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
INDIKATOR KESEHATAN PRODUKSI
Advertisements

Pengukuran Sudut Sudut adalah bangun yang dibentuk oleh 2 sinar garis yang bersekutu pada pangkalnya. 2 sinar garis itu disebut kaki sudut. Pangkal kedua.
Pertemuan 8 Kualitas dan Efisiensi Produksi
Manajemen Piutang Manajemen Keuangan.
MACAM-MACAM BIAYA. DARI SISI PEMANFAATANNYA BIAYA DIGOLONGKAN MENJADI 2 MACAM YAITU : BIAYA EXPLISIT : BIAYA UNTUK FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI. BIAYA.
KANTOR PEKANBARU Jl. T. Tambusai – Komp Taman Mella A-6, Pekanbaru
Laporan Laba/Rugi Komprehensif
METODA KERJA DAN PRODUKTIVITAS
Aset Tetap dan aset Tak Berwujud
K3 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Pengertian
Presented by: Nur Hasanah, SE, MSc
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KOS POKOK PRODUKSI STANDART
Kelompok 2: Minianingsih Nurfajri
& Payback Period Benefit Cost Ratio Ismu Kusumanto.
KAIDAH PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA.
TINJAUAN UMUM DATA DAN STATISTIKA
Drs. Haris Sadiminanto, MMSi, MBA
SISTEM MANAJEMEN K3 LANJUTAN P.P. NO.50 TH.2012 ( PASAL.9 ) MATERI 3
Latihan Soal Persamaan Linier Dua Variabel.
Pengujian Hipotesis.
METODE HASIL PRODUKSI Dasar teori yg digunakan adalah bahwa aktiva digunakan untuk berproduksi, shg beban depresiasi didasarkan pd hasil produksi Umur.
1 DAMPAK PNPM, PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PADA PELUANG KERJA DAN PEMBERANTASAN KEMISKINAN Jakarta – April 12, 2007 Gustav F. Papanek Boston Institute.
BIAYA MUTU ( THE C0ST OF QUALITY) DAN AKUNTANSI UNTUK KEHILANGAN DALAM PROSES PRODUKSI ( ACCOUNTING FOR PRODUCTION LOSSES)    JENIS – JENIS BIAYA MUTU.
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN I
BAB 12 PERDAGANGAN MARGIN.
ANGGARAN BEP.
AKTIVA TETAP BERUJUD Pengertian Prinsip Penilaian AT Berujud
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Elastisitas.
REGRESI DAN KORELASI SEDERHANA
Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja
Cost Effectiveness Analysis (CEA)
RASIO KEUANGAN.
TINJAUAN UMUM DATA DAN STATISTIKA
BIAYA KUALITAS 1. WHAT IS QUALITY ?
BULETIN TEKNIS NO. 05 AKUNTANSI PENYUSUTAN
Kuliah ke 12 DISTRIBUSI SAMPLING
TINJAUAN UMUM DATA DAN STATISTIKA
Presentation Jurnal IMPLEMENTATION OF STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) FOR MANUFACTURING PERFORMANCE IMPROVEMENT Mochamad saefullah
DISTRIBUSI NORMAL.
ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA (COST-VOLUME-PROFIT ANALYSIS)
PENGUJIAN HIPOTESA Probo Hardini stapro.
Akuntansi manajemen Analisis Titik Impas Ajang Mulyadi.
Andrian Noviardy,SE.,M.Si.
HIPOTESIS & UJI PROPORSI
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS
HUKUM PERBURUHAN (PERTEMUAN X) JAMSOSTEK Jaminan Sosial Tenaga Kerja (UU No.3 Th.1992) copyright by Elok Hikmawati.
INSPEKSI K3.
HIPOTESIS DAN UJI RATA-RATA
ANALISA LAPORAN KEUANGAN
BIAYA PRODUKSI JANGKA PANJANG
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Manajemen Persediaan Pertemuan ke-10.
KONSEP KESELAMATAN KERJA TEORI DAN STATISTIK KECELAKAAN
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN INSIDEN SERTA PENYEBAB-PENYEBABNYA
PRODUKSI DAN BIAYA JANGKA PENDEK
PENERAPAN EKONOMI Fungsi linear sangat lazim diterapkan dalam ilmu ekonomi, baik dalam pembahasan ekonomi mikro maupun makro. Dua variabel ekonomi maupun.
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
MODEL APC (AMERICAN PRODUCTIVITY CENTER) MODEL
Diagnosis dan Penilaian Kecacatan utk PAK
KECELAKAAN KERJA.
SOSIALISASI JAMINAN KECELAKAAN KERJA (JKK) & JAMINAN KEMATIAN (JKM) BAGI APARATUR SIPIL NEGARA PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI Yogyakarta, 14 – 16 April.
Asuransi Kecelakaan Diri Alumni SMAN 28 - VOBE
Sistem rangka pada tubuh manusia
PENILAIAN KINERJA K3.
Diagnosis dan Penilaian Kecacatan utk PAK
AFR ( Accident Frequency Rate ) ( Angka Kekerapan Kecelakaan Kerja )
MANAJEMEN RESIKO.
Kecelakaan kerja.
Transcript presentasi:

PENILAIAN KINERJA K3

PENILAIAN KINERJA K3 KINERJA PERUSAHAAN DI BIDANG K3 SIFATNYA RELATIF, TIDAK ADA K3 YANG MENCAPAI SEMPURNA, DENGAN DEMIKIAN SELALU DAPAT DIUPAYAKAN PERBAIKAN TERUS MENERUS (CONTINUOUS IMPROVEMENT) KINERJA K3 PERUSAHAAN BANDINGKAN DENGAN KINERJA PERUSAHAAN SEJENIS, ATAU RATA-RATA PERUSAHAAN SEJENIS ATAU KINERJA PERUSAHAAN SENDIRI PADA BEBERAPA TAHUN YANG BERBEDA.

PENGUKURAN KINERJA INDIKATOR REAKTIF SIFAT: REAKSI TERHADAP KEJADIAN SUDAH TIMBUL KERUGIAN (CEDERA, WAKTU HILANG, KERUGIAN MATERIAL, KELUHAN TAMU) INDIKATOR PROAKTIF (LEAD INDICATOR) SIFAT PREVENTIF, PROMOSIONAL SEBELUM ADA KERUGIAN TERKAIT DENGAN SISTEM (INPUT, PROSES, OUTPUT, UMPAN BALIK, DAMPAK)

PERLU METODE PENGUKURAN KINERJA K3 KINERJA PERUSAHAAN DIPENGARUHI BERBAGAI VARIABEL JUMLAH PEKERJA, PERALATAN DAN TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN, SKALA OPERASI DSB. KELUARAN YANG BISA DIUKUR ADALAH DATA KECELAKAAN. AGAR DAPAT DIBANDINGKAN SATU SAMA LAIN, MAKA DIPERLUKAN ADANYA STANDARISASI DATA.

American National Standard Institute (ANSI) Standar untuk mengukur kinerja dengan menggunakan rasio kekerapan cidera (injury frequency rate) dan rasio keparahan cidera (injury severity rate).

STANDAR ANSI MEMBANDINGKAN KEJADIAN KECELAKAAN DAN HARI YANG HILANG KARENA KECELAKAAN DENGAN JUMLAH JAM ORANG BEKERJA. RATIO INI DISTANDARISASI SEHINGGA TIDAK DIPENGARUHI JUMLAH TENAGA KERJA KINERJA YANG DIUKUR DAPAT DIPERBANDINGKAN: KINERJA PERUSAHAAN UNTUK KURUN WAKTU YANG BERBEDA KINERJA ANTAR UNIT KERJA, SEHINGGA BISA DIIDENTIFIKASI UNIT KERJA YANG BANYAK MASALAH K3 MEMBANDINGKAN RATIO PERUSAHAAN DENGAN RATA-RATA PERUSAHAAN SEJENIS ATAU RATA-RATA INDUSTRI AKAN MEMBERIKAN GAMBARAN YANG LEBIH OBJEKTIF EFEKTIFITAS PROGRAM K3

STANDAR ANSI RATIO KEKERAPAN CIDERA IALAH JUMLAH CIDERA YANG MENYEBABKAN TIDAK BISA BEKERJA PER SEJUTA JAM ORANG PEKERJA, DENGAN RUMUS BERIKUT :   cidera dengan hilang hari kerja x sejuta Ratio Kekerapan Cidera = jam orang pekerja terpapar (injury frequency rate) Cidera yang diperhitungkan adalah yang meninggal, cacat tetap dan pekerja yang tidak dapat bekerja sampai shift berikutnya; Misalnya pekerja shift jam 08.00 sampai jam 16.00. Hari ini mengalami kecelakaan jam 13.15. Ia berobat ke klinik perusahaan. Apabila karena kecelakaan tersebut ia tidak dapat masuk bekerja pada hari berikutnya, kecelakaan tersebut diperhitungkan.

Ratio keparahan cidera: ialah jumlah hari kerja yang hilang persejuta jam orang pekerja dengan rumus sebagai berikut: Hari kerja yang hilang X sejuta Jam orang pekerja terpapar

Hari kerja yang hilang: hari kerja hilang yang aktual yaitu jumlah hari kerja pekerja tidak dapat masuk bekerja karena cidera dan hari kerja sebagai nilai dari beratnya cacat tetap yang dibebankan sebagai hari kerja yang hilang. Standar ANSI Z16.1 mati dan cacat tetap total dinilai dan dibebankan 6000 hari kerja Cacat tetap sebagian dinilai sesuai dengan berat cacatnya

MEMPERHITUNGKAN HARI YANG HILANG SEBAGAI PENGGANTI HILANGNYA BAGIAN DARI TANGAN AKIBAT KECELAKAAN

MEMPERHITUNGKAN HARI YANG HILANG SEBAGAI PENGGANTI HILANGNYA BAGIAN DARI KAKI AKIBAT KECELAKAAN

pergelangan sampai siku : 3600 siku sampai sendi bahu : 4500 Lengan pergelangan sampai siku : 3600 siku sampai sendi bahu : 4500   Tungkai atas mata kaki sampai lutut : 3000 atas lutut sampai pangkal paha: 4500

Kehilangan fungsi Satu mata 1800 Dua mata 6000 Satu telinga tidak berfungsi 600 Dua telinga tidak bergungsi 3000 Lumpuh total 6000 Meninggal dunia 6000

Contoh: Suatu perusahaan mempekerjakan 150 orang pekerja yang dibagi menjadi 2 shift, yaitu jam 07.00 sampai jam 16.00 jam dan dari jam 16 sampai 01.00. istirahat 1 jam sesudah 4 jam bekerja. Tahun 2001 terjadi kasus kecelakaan sebagai berikut berikutnya. 1 orang meninggal 1 orang cacat tetap, kehilangan 2 ruas ibu jari tangan kanan. 5 orang tidak dapat bekerja pada shift berikut, baru masuk hari kedua setelah kecelakaan; 4 orang istirahat selama 3 hari kerja. 5 orang istirahat selama 2 hari 3 orang kembali bekerja pada hari yang sama 3 orang masuk bekerja pada shift berikut. Hitung angka kekerapan kecelakaan ( accident frequency rate) dan accident severity rate.

Rasio Kekerapan Cidera adalah: 16 x 1.000.000 300.000 Jawab: Jumlah jam orang kerja pada perusahaan tersebut adalah 150 x 50 (minggu) x 40 (jam) = 300.000 jam-orang. jumlah kecelakaan yang menyebabkan tidak dapat bekerja sampai shift berikutnya : 16 kasus. Rasio Kekerapan Cidera adalah: 16 x 1.000.000 300.000 = 53,3 Rasio keparahan cidera adalah jumlah hari yang hilang sebenarnya, dan hari yang hilang yang dibebankan dari cacat/ kematian di kalikan 1.000.000 dan dibagi dengan jumlah jam orang pekerja.

Akibat kecelakaan tahun 2001 adalah sebagai berikut: 1 orang meninggal : dihitung 6000 hari 1 orang cacat tetap, kehilangan 2 ruas ibu jari tangan kanan, diperhitungkan 600 hari; 5 orang tidak dapat bekerja pada shift berikut, baru masuk pada hari kedua setelah kecelakaan, dihitung masing-masing 1 hari hilang. 4 orang istirahat selama 3 hari kerja. 5 orang istirahat selama 2 hari 3 orang kembali bekerja pada hari yang sama  tidak ada hari kerja yang hilang 3 orang masuk bekerja pada shift berikut  tidak ada hari kerja yang hilang; Rasio Keparahan Cidera menjadi: (6000 + 600 + 5 + 12 + 10) x 1.000.000 300.000 6627 x 1.000.000 = 300.000 = 22.090

Rasio keparahan cidera Hari kerja hilang rata-rata per cidera: ialah total hari kerja yang hilang dibagi jumlah cidera yang menghilangkan hari kerja atau ratio keparahan dibagi ratio kekerapan kecelakaan. Rasio keparahan cidera Rasio kekerapan kecelakaan 22090 : 16 = 1380,6 DIBULATKAN 1381

STANDAR ANSI DIDASARKAN ATAS 1 JUTA JAM ORANG PEKERJA, YAITU SESUAI DENGAN PERUSAHAAN YANG MEMPEKERJAKAN 500 ORANG PEKERJA YANG BEKERJA 50 MINGGU DALAM SATU TAHUN DAN 40 JAM SATU MINGGU. KENYATAANNYA BANYAK PERUSAHAAN YANG JUMLAH PEKERJANYA JAUH LEBIH KECIL. KARENA ITU OSHA MENGGUNAKAN STANDAR UNTUK 200.000 JAM ORANG PEKERJA, SESUAI DENGAN PERUSAHAAN YANG MEMPEKERJAKAN 100 ORANG PEKERJA YANG BEKERJA 50 MINGGU DALAM 1 TAHUN DAN 40 JAM DALAM SATU MINGGU. PERUSAHAAN HARUS MENJELASKAN MENGGUNAKAN STANDAR YANG MANA, SEHINGGA TIDAK TERJADI BIAS DALAM MEMPERBANDINGKAN KINERJANYA.

MENGGUNAKAN METODA STATISTIK IALAH STUDENT T TEST. SAFE T SCORE : MEMBANDINGKAN KINERJA K3 ANTARA DUA UNIT DALAM SUATU PERUSAHAAN, ATAU SATU PERUSAHAAN DALAM WAKTU YANG BERBEDA. MENGGUNAKAN METODA STATISTIK IALAH STUDENT T TEST. MENENTUKAN APAKAH SUATU PERBEDAAN KINERJA BERMAKNA ATAU TIDAK BERMAKNA. RUMUS: RKC (Sekarang) – RKC (Tahun lalu) SAFE T SCORE = RKC (Tahun lalu) Jam pekerja sekarang / 200.000 ANTARA - 3 DAN + 3 PERUBAHAN TIDAK BERMAKNA LEBIH DARI + 3 KEADAAN LEBIH BURUK SECARA BERMAKNA KECIL DARI – 3 KEADAAN LEBIH BAIK SECARA BERMAKNA

CONTOH : 2000 Divisi I Divisi II Kecelakaan: 4 49 Jam pekerja: 47.000 750.000 RKC; 17,02 13,07 2001 Kecelakaan 5 60 Jam pekerja 60.000 1.000.000 RKC: 16,67 12,00 SAFE T Score: DIV. I = 16,67 – 17,02 = - 0,046 17,02 60.000/200.000 DIV II = - 0,66

INDIKATOR PROAKTIF  TUJUKAN PADA SYSTEM: SDM: KOMPETENSI, PERAN SERTA, PELATIHAN, KESEHATAN, PEMOTIVASIAN, PENILAIAN KINERJA, DLL. BANGUNAN DAN PERALATAN : DAN INSTALASI; INSPEKSI, PENGUJIAN, PERAWATAN PREVENTIF, PERBAIKAN KERUSAKAN, DLL. PROSEDUR: PENDOKUMENTASIAN, PENINJAUAN, PEMBAHARUAN, DLL. APAKAH ADA UMPAN BALIK ? DAMPAK TERHADAP PELAYANAN JUGA PERLU DIUKUR.

SMK3-PRAKTEK K3 TERBAIK A C Indikator kinerja Analisis data Rencana Identifikasi proses Indikator kinerja Analisis data Rencana kegiatan pelaksanaan P D A C Pengumpulan data Pelaksanaan efektif review tidak Analisis data standardisasi ya

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA