DINAMIKA TEKNIK Kode : MES 4312 Semester : IV Waktu : 2 x 2x 50 Menit

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERSAMAAN GERAK LURUS smanda giri.
Advertisements

Gerak Satu Dimensi.
DINAMIKA TEKNIK Kode : MES 4312 Semester : IV Waktu : 2 x 2x 50 Menit
Prinsip Newton Partikel
DINAMIKA TEKNIK Kode : MES 4312 Semester : IV Waktu : 2x 50 Menit
MATA KULIAH HI DI TIMUR TENGAH
BAB VI Gerak Lurus.
FLUIDA BERGERAK ALIRAN FLUIDA.
Diferensial Vektor TKS 4007 Matematika III (Pertemuan III) Dr. AZ
Mekanisme Engkol Peluncur
DINAMIKA TEKNIK Kode : MES 4312 Semester : IV Waktu : 2 x 2x 50 Menit
DINAMIKA TEKNIK Kode : MES 4312 Semester : IV Waktu : 1 x 2x 50 Menit
ITK-121 KALKULUS I 3 SKS Dicky Dermawan
DINAMIKA TEKNIK Kode : MES 4312 Semester : IV Waktu : 2 x 2x 50 Menit
DINAMIKA TEKNIK Kode : MES 4312 Semester : IV Waktu : 2 x 2x 50 Menit
Membaca Bilangan Romawi
Bab 2: Kinematika 1 Dimensi
GERAK LURUS.
KERJA DAN ENERGI.
RENCANA MUTU PERKULIAHAN
KODE : UM100 MATA KULIAH : Pendidikan Pancasila BEBAN KREDIT : 2 SKS
I. PENDAHULUAN Prosedur Analisa Tujuan Analisa Contoh Atau Sampel
Analisa gaya statis 2 dan gesekan
Definisi: Kimia Dasar (General Chemistry) adalah bagian dari Ilmu Kimia yang mempelajari Hukum-hukum dasar yang berlaku pada materi, dasar-dasar sifat.
3. KINEMATIKA Kinematika adalah ilmu yang membahas
3. KINEMATIKA Kinematika adalah ilmu yang membahas
Kinematika.
4. DINAMIKA.
3. KINEMATIKA Kinematika adalah ilmu yang membahas
4. DINAMIKA.
BAB X Indeks Musiman & Gerakan Siklis.
PERTEMUAN 1.
Kode MK : PEM 4002 SKS: 3 (2-1) Waktu: 100 menit / tatap muka Dosen pengasuh: Dr.Ir.Ifar Subagiyo,M Agr St Ir. Siti Nurul Kamaliyah,MP. Semester: 2.
Curriculum Vitae Nama : John Adler, S.Si, M.Si
Racangan/program PEMBELAJARAN
Racangan/program PEMBELAJARAN
5 Penyesuaian Beban 1.
Berkelas.
KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERIKANAN 2 SKS
MATA KULIAH S T A T I S T I K.
Gaya inersia Gaya inersia adalah gaya yang disebabkan oleh percepatan.
Assalamualaikum Wr.Wb.
Fisika Dasar Session 2: Kinematika (untuk Fakultas Pertanian)
Kinematika.
KINEMATIKA DAN DINAMIKA TEKNIK (3 SKS)
DISTRIBUSI PENGAMBILAN MATAKULIAH POLA PAKET PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
Program Studi Statistika Semester Ganjil 2012
Program Studi Statistika Semester Ganjil 2012
BAB X Indeks Musiman & Gerakan Siklis.
Prosedur Penyusunan laporan Tugas Akhir
Curriculum Vitae Nama : John Adler, S.Si, M.Si
Pengantar Ilmu Ekonomi
Aljabar Linear Elementer
Ekonometrika Lanjutan
Dinamika Atmosfer-1 Sistem Gaya Atmosfer
KINEMATIKA DAN DINAMIKA TEKNIK (3 SKS)
KONTRAK PERKULIAHAN
KONTRAK KULIAH Akuntansi biaya
BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL
Kinematika.
SIFAT GERAK, GERAK RELATIF, DAN METODE TRANSMISI GERAK
MENAMPILKAN KARYA SENI ARI
Linear Programming (Pemrograman Linier)
ILMU TANAMAN PAKAN TERNAK Matakuliah
Pertemuan ke 7 Tes Kecil.
Kontrak Pembelajaran BIOFARMASETIKA STIKES HARAPAN BANGSA PURWOKERTO 2018.
Prodi: Akutansi/Manajemen
MEKANIKA Oleh WORO SRI HASTUTI
Soal : Jika anda mengambil kuliah sebanyak 12 SKS yang terdiri dari Seismologi 4 SKS, Analisis sinyal 3 SKS, Tomografi 2 SKS dan Gravitasi 3 SKS. Lalu.
Transcript presentasi:

DINAMIKA TEKNIK Kode : MES 4312 Semester : IV Waktu : 2 x 2x 50 Menit Sks : 2 Pengasuh MK : Rozi Saferi

Percepatan Relatif Mekanisme Khusus Topik Pembahasan Komponen percepatan Coriolis Percepatan mekanisme penyerut Pengertian mekanisme ekuivalen Kasus-kasus mekanisme ekuivalen

Komponen percepatan Coriolis

Mekanisme Penyerut

Analisa Kecepatan

Mekanisme-Mekanisme Ekuivalen Untuk menentukan percepatan relatif, perlu mengetahui lintasan yang ditempuh suatu titik. Mekanisme-mekanisme yang mempunyai permukaan rol atau cam luncur, penyelesaiannya bisa agak rumit karena adanya kesulitan dalam penentuan persamaan analitis dalam lintasan gerakan relatif. Dalam kasus semacam ini, pemakaian sebuah mekanisme ekuivalen dapat menghilangkan kesulitan dan memberikan jawaban yang diinginkan. Mekanisme ekuivalen semacam ini didefinisikan sebagai mekanisme yang memberikan gerak identik dengan bagian yang dianalisa, seperti yang ditemukan dalam mekanisme aslinya

Kasus I Percepatan penghubung 4 diperoleh dari

Kasus II

Kasus III

Kasus IV

Kasus V

Kasus VI

Kasus VII

Kasus VIII

Kasus IX

Kasus X