SEJARAH GERAKAN PRAMUKA PASCA PROKLAMASI

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
SISTEM PEMERTINTAHAN INDONESIA PADA MASA ORDE LAMA
Advertisements

SEJARAH GERAKAN PRAMUKA PASCA PROKLAMASI
PADA MASA ORDE LAMA DAN ORDE BARU
T E N T A N G ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA.
T E N T A N G ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA By GS.
Usaha-usaha Bangsa Indonesia untuk Mempersiapkan Kemerdekaan
MEDIA PEMBELAJARAN BERKOMITMEN TERHADAP PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
BAB I PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
BAB II Proses Pembentukan Undang-Undang
MATERI 8 HUKUM PERUSAHAAN
DAN DEWAN PENASEHAT FKUB DALAM PEMELIHARAAN KERUKUNAN DI DAERAH
SEJARAH GERAKAN PRAMUKA PASCA PROKLAMASI
MENDISKRIPSIKAN MAKNA PROKLAMASI
BAB III – SUSUNAN PEMERINTAHAN.
17 Agustus R. ARYO IMAN B X – B 28.
SOSIALISASI TAHAPAN KONFERENSI WILAYAH
Bab III: SISTEM KETATANEGARAAN RI
Penjelasan Undang Undang GERAKAN PRAMUKA Nomor: 12 tahun 2010
LEMBAGA NEGARA MENURUT UUD NRI TAHUN 1945 UUD 1945 KY DPR DPD MPR BPK
Jl. HR. Rasuna Said Kav. 6-7 Kuningan Jakarta Selatan
UPAYA MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN
BAB IV ASAL MULA PANCASILA.
Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia
Materi Ke-1: Sejarah Bentuk dan Proses Legislasi di Indonesia
Perumusan pancasila Nilai Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Abad 16
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
BAB I IDEOLOGI PANCASILA.
BAB V. PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA
Wewenang, Kewajiban, dan Hak
SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA DI ERA PENJAJAHAN JEPANG
Anang Zubaidy Yogyakarta, 2013
ULANGAN HARIAN BIDANG STUDY : PKn – Perumusan Pancasila KELAS : VI
MEMBUAT MEDIA PENGAJARAN
KOPERASI.
SEJARAH KEPANDUAN.
Sejarah Pramuka Oleh: Mirwan
BAB 7 USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA
MAJELIS KONSTITUANTE 20 September 1955 diselenggarakan Pemilihan Umum untuk anggota DPR. 15 Desember 1955 untuk pemilihan anggota-anggota Konstituante.
PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH
BAB 2 Menumbuhkan Kesadaran Berkonstitusi
PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA
SEJARAH GERAKAN PRAMUKA
SEJARAH SINGKAT GERAKAN PRAMUKA
Materi Ke-10: SEJARAH DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) / II
SEJARAH GERAKAN PRAMUKA PASCA PROKLAMASI
Materi Ke-10: SEJARAH DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) / II
Perjuangan Mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan
Pancasila secara Historis
Peristiwa-peristiwa Menjelang Proklamasi Kemerdekaan
BAHAN DISKUSI.
MASA DEMOKRASI TERPIMPIN 5 Juli
BAHAN KULIAH PANCASILA PERTEMUAN KE-2
Didesain: Joko Mursitho – Joni Widodo
MARS JAYALAH PRAMUKA Allegro 4/4 DO = C
KELOMPOK 4 Anggi fitriyani annisa syahnun maria serevina nidia christine stelia mardiana simanjuntak XII MIPA 6.
Dinamika aktualisasi Pancasila sebagai dasar Negara dan pelaksanaan UUD 1945 Dinamika pelaksanaan UUD 1945.
Lord Baden Powell, Bapak Pramuka se-dunia
MASA DEMOKRASI TERPIMPIN 5 Juli
KABINET NATSIR.
BAB III SEJARAH PEMBENTUKAN UUPA
Proklamasi Kemerdekaan
TERBENTUKNYA NEGARA INDONESIA
ASAL MULA PEMBENTUKAN NKRI.
SEJARAH PERJUANGAN BANGSA
PANCASILA DALAM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
UPAYA MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN
UNDANG-UNDANG DASAR REPUBLIK INDONESIA 1945 Pembukaan
Pancasila dalam Kajian Sejarah Bangsa
SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA DI ERA PENJAJAHAN JEPANG OLEH : BUDIARTO,M.Si Asisten Dosen sospol UNDIP.
1 Daftar Riwayat Hidup Pertemuan 1. 2 DINAMIKA UUD 1945 Pertemuan 1.
Transcript presentasi:

SEJARAH GERAKAN PRAMUKA PASCA PROKLAMASI Pusdiklatnas, 2010

AKHIR SEPT. 1945 Akhir September 1945 di Gd. Balai Mataram Yogya, berkumpul beberapa Pemimpin Pandu: KBI, HW, SIAP, NATPIJ, TRI DARMA KAKI (Kepanduan Asas Katholik Indonesia) dan PK (Pandu Kesultanan). Memutuskan: Membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indo. Anjurkan bentuk satu org. pandu sel. Indo Bentuk Panja Percepat konggres Kesatuan Pepanduan Indo Joko Mursitho, 2005

Pan. Kes. Kepanduan Indo. Diperkuat 3 tokoh KBI: Dr. Soetarman Soebagio Koernia (dari Jakarta) Mereka membawa amanat KH Dewantara (Menteri PPK), menganjurkan agar bekas pemimpin kepanduan Indonesia Menghidupkan Gerakan kepanduan kembali Joko Mursitho, 2005

27 – 29 Des. 1945 Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia Yang hadir mantan-mantan Pemimpin Kepanduan: KBI, SIAP, HW, NATIPIJ, JPO, KAKI, Taruna Kembang, Tri Darma, Al Wathoni, Hizbul Islam, Sinar Pandu Kita, Kepanduan Rakyat Indonesia, Pandu Kesultanan, Pandu Indonesia, Pandu Pasundan yang semuanya berjumlah 300 orang Joko Mursitho, 2005

28 Desember 1945 SUARA BULAT “PANDU RAKYAT INDONESIA” MEMBENTUK ORGANISASI KESATUAN KEPANDUAN DENGAN NAMA: “PANDU RAKYAT INDONESIA” Didasarkan atas: PANCASILA MENURUT RUMUSAN Ketuhanan Yang Maha Esa Perkemanusiaan Kebangsaan Demokrasi/Kedaulatan Rakyat Indonesia Keadilan Sosial Joko Mursitho, 2005

AKHIR DESEMBER 1945 KONGGRES PANDU RAKYAT KE- 1 DI SURAKARTA SETUJU MENJADI ANGGOTA BIRO KEPANDUAN INTERNASIONAL DI LONDON Joko Mursitho, 2005

NEGARA RIS MUNCUL KEBIASAAN LAMA ORMAS DAN PARPOL MEMBENTUK KADER-KADERNYA LEWAT ORMAS DAN ORPOLNYA MUHAMMADIYAH – HW; NU – PANDU ANSOR; PARINDRA – PANDU SURYAWIRAWAN; KATHOLIK – PANDU KATHOLIK; KRISTEN – PANDU KRISTEN; PNI – KBI PANDU RAKYAT BUKAN LAGI SATU-SATUNYA ORG. KEPANDUAN DI INDONESIA MAKA KEPMEN PP dan K No: 93 Tgl: 1 Feb. 1947 dicabut diganti Nomor: 1344 6 September 1951 Joko Mursitho, 2005

16 September 1951 SEPULUH HARI KEMUDIAN: WAKIL-WAKIL PANDU RAKYAT INDONESIA, HW, AL-IRSYAD, PANDU ISLAM INDONESIA, KEPANDUAN ANGKATAN MUSLIM INDONESIA, PANDU KAHOLIK, PEKERTI (PERSERIKATAN KEPANDUAN TIONGHOA) DAN PERSERIKATAN PANDU-PANDU INDONESIA KONFERENSI MEMBENTUK IPINDO (DIAKUI SBG ANGGOTA WOSM) Joko Mursitho, 2005

12 Maret 1952 Kepmen PP & K No: 8977/Kab. Ipindo sah sebagai: BADAN FEDERASI KEPANDUAN 1954 PANDU PUTERI Joko Mursitho, 2005

Sept. 1954 berdiri 2 Federasi Kepanduan Puteri Indonesia: PERSATUAN KEPANDUAN PUTERI INDONESIA Anggotanya dari: - Pandu Rakyat Indonesia – Ibu Clementine Arifin Tenyang - Pandu Islam Indonesia – Ibu Hanoum Mohammad. - Pandu Kristen Indonesia – Ibu Siti Rachmah PERSAUDARAAN ORGANISASI PANDU PUTERI INDONESIA - Pandu Katholik – Ibu Kwari Pandu KBI – Ibu HS Sutarman (Ket. Poppindo) Perserikatan Pandu Pandu Puteri (P4) -- Padvinders Gilde – Ibu Van Pamelen Persatuan Kepanduan Tionghoa Puteri – Ibu Kwee Joko Mursitho, 2005

Disambut: POPPINDO & PKPI LADY B.P KE INDONESIA FEB. 1958 Disambut: POPPINDO & PKPI Catatan: Ada 3 Pandu Pi yg blm masuk Fed Kepanduan Rakyat Indonesia Kepanduan Anak Marhaen Pandu Surya Wirawan Joko Mursitho, 2005

PANDU AGUNG SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO IX SEMINAR DI TUGU BOGOR 21 – 24 Jan. 1957 ANGGOTA IPINDO P Rakyat Indo; P Islam Indo; P Al Washiah; P Anshor, SIAP, HW, P Kristen Indo; P Katholik; Kep. Surya Wirawan; KAMI, KBI, Pekerti; PPP DI LUAR IPINDO Kep. Bhayangkara; Kep. Putra Indonesia; Pandu Indonesia; Kep. Mojopahit Pandu Puteri Indonesia Dari: PKPI --- P Islam In; P Kristen In; Pandu Rakyat In. Dari POPPINDO --- KBL; PPPP (Perserikatan Pandu2 Puteri; Pekertip (Persatuan Pandu Tionghoa Puteri); P Katholik Joko Mursitho, 2005

PERTEMUAN IPINDO KE 1 (6 – 8 MEI 1960) Dihadiri Pejabat Pres. Ir. H. Djuanda & Menteri PP & K Suasana Dekrit masih menyelimuti Sebutan Pandu Agung ditiadakan Memberi kesempatan kpd semua pandu masuk IPINDO Mengesahkan AD & ART baru 19 MEI 1960, IPINDO, POPPINDO, PKPI DI BAWAH SATU PIMPINAN Joko Mursitho, 2005

PERTEMUAN KE 3: 26 – 28 MEI 1960 IPINDO DINYATAKAN DEMISIONER, PARA PETUGASNYA MENYERAHKAN KPD PANDU2 IPINDO, POPPINDO, PKPI lebur menjadi federasi baru – PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia). Pimp. Harian PERKINDO dipegang Bapak Pandu (Sri Sultan HB IX) Bapak Pandu melantik anggota2 Dewan Kepanduan Nasional yg tdr dr wakil2 org. yg tergabung dlm PERKINDO Menerima KPI menjadi anggota PERKINDO Joko Mursitho, 2005

Bapak Pandu melantik DKN (Dewan Kepanduan Nasional) PERTEMUAN KE 4: 5 JULI 1960 Bapak Pandu melantik DKN (Dewan Kepanduan Nasional) Kepanduan Bhayangkara diterima sbg anggota PERKINDO IPINDO, POPPINDO, PKPI ATAS KEPERCAYAAN PRESIDEN BERUSAHA MEMPERSATUAKAN SELURUH POTENSI KEPANDUAN YG ADA, WALAUPUN BELUM BERHASIL. Joko Mursitho, 2005

SIDANG MPRS: 19 NOV - 3 Des 1960 Dasar pend. Kepanduan Pancasila Perlu diadakan penertiban dalam sistem kepanduan Pend kepanduan dintensifkan Menyetujui rancana pemerintah mendirikan PRAMUKA Kepanduan dibebaskan dari sisa-sisa Baden Powellisme Joko Mursitho, 2005

GAGASAN BUNG KARNO DI DESA SEMANGGI 1959 MENDIRIKAN GERAKAN PRAMUKA Kesetiaanku terhadap organisasi akan kuhentikan, apabila kesetiaanku terhadap negara memanggil Joko Mursitho, 2005

Menjelang 9 Maret 1961 Sri Sultan HB ke IX dan Brigjen TNI Azis Saleh, melaporkan bahwa 60 organisasi kepanduan dan tokoh-tokoh pandu Indonesia setuju untuk dipersatukan Joko Mursitho, 2005

9 MARET 1961 (HARI TUNAS) PUKUL 22.00 Tokoh pandu dikumpulkan di Istana Negara Bung Karno pidato tentang pentingnya persatuan dan kesatuan dalam pendidikan. Membubarkan organisasi kepanduan untuk lebur menjadi Gerakan Pramuka Dibentuk 4 org panitia: SHB IX, Menteri PP&K Dr. PrIyono; Menteri Azis Saleh, Menteri Ahmadi. 9 Maret dijadikan sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA Joko Mursitho, 2005

KEPRES NO: 109 TAHUN 1961 30 Maret 1961 Mencabut ketentuan & perijinan mengenai organisasi kepanduan di Indonesia. Melebur semua organisasi kepanduan menjadi Gerakan Pramuka Melarang semua gerakan yang bersifat kepanduan dan segala kegiatannya. - GP dibentuk dari tk Nas s.d cabang-cabang Joko Mursitho, 2005

Pokok-pokok Pidato Presiden 9 Maret 1961 Pengalaman yang kurang berkenan di hati ttg kehidupan org. kepanduan selama 15 tahun Jumlah Pramuka hanya 0,5 juta, padahal idealnya bisa 20 juta. Kepanduan harus diperbaharui disesuaikan dengan pertumbuhan dan harapan bangsa serta Ampera Konsepsi persatuan sebagai dasar peleburan organisasi kepanduan Membentuk 4 orang panitia Joko Mursitho, 2005

Tanggal 30 Juli 1961 hari ikrar GP Semua organisasi kepanduan berkumpul di Istora Senayan, dengan membawa bendera organisasinya masing-masing, mereka dengan ikhlas meleburkan diri di dalam Gerakan Pramuka. Seluruh bendera disimpan di museum. Tanggal 30 Juli kemudian disebut: “HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA” Joko Mursitho, 2005

REALISASI – KEPPRES No 447 1961, jumlah Mapinas = 70 orang Majelis Pimpinan Nasional = 45 orang Kwarnas = 17 orang Kwarnari = 8 orang Mapinas Dr. Ir. Soekarno --- Ketua Sri Sultan HB IX --- Waka I Brigjen TNI dr. Azis Saleh, Menteri Pertanian – Waka II 67 Orang sebagai anggota Kwarnas Sri Sultan HB IX --- Ketua Brigjen TNI dr. Azis Saleh, Menteri Pertanian – Waka 15 Orang Andalan Nasional Joko Mursitho, 2005

KEPPRES 448 TH. 1961 Penganugerahan Panji kepada GP: Menentukan sebuah panji GP dan Menganugerah-kan kpd GP. Joko Mursitho, 2005

PESAN PRESIDEN SOEKARNO SEWAKTU MENYERAHKAN PANJI Dengan disertai kesadaran dan kesungguhan kita semua, ita yakin dapat menunaikan pesan Bung Karno tanggal 14 Agustus 1961, ketika menyerahkan panji-panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan HB IX, Joko Mursitho, 2005

“Berusahalah sehebat-hebatnya untuk mengembangkan, dan meluaskan Gerakan kita. Sampai pada suatu ketika SETIAP ANAK DAN PEMUDA SERTA PEMUDI KITA, BAIK MAHASISWA YANG DI KOTA MAUPUN YANG MENGGEMBALA KERBAU DI DESA, dengan rasa bangga dan terhormat dapat menyatakan “AKU PRAMUKA INDONESIA”. Joko Mursitho, 2005

Majelis Pimpinan Nasional = 45 orang Kwarnas = 17 orang Kwarnari = 8 orang REALISASI – KEPPRES No 447 1961, jumlah Mapinas = 70 orang Mapinas Dr. Ir. Soekarno --- Ketua Sri Sultan HB IX --- Waka I Brigjen TNI dr. Azis Saleh, Menteri Pertanian – Waka II 67 Orang sebagai anggota Kwarnas Sri Sultan HB IX --- Ketua Brigjen TNI dr. Azis Saleh, Menteri Pertanian – Waka 15 Orang Andalan Nasional Joko Mursitho, 2005

14 AGUSTUS 1961 Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada Rakyat Indonesia, apel besar diikuti 10.000 anak dan pemuda di Jakarta, dan di tempat-tempat lain juga diselenggarakan. Presiden melantik MAPINAS, KWARNAS DAN KWARNARI Penganugerahan tanda penghargaan dan kehormatan berupa PANJI GERAKAN KEPANDUAN NASIONAL INDONESIA, kepada Gerakan Pramuka untuk dijunjung tinggi dan dipertahankan kemuliaannya. 14 AGUSTUS disebut HARI PRAMUKA Joko Mursitho, 2005

Terima kasih Sampai Jumpa lagi Joko Mursitho, 2005