PENGUATAN DAYA SAING DENGAN KLASTER INDUSTRI UNTUK MEMASUKI EKONOMI MODERN Kristiana (05630093)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
ENTREPRENEURSHIP KEWIRAUSAHAAN BAB 15 Oleh : Zaenal Abidin MK SE 1.
Advertisements

PROSPEK PENGEMBANGAN INDUSTRI TELEMATIKA DI KALIMANTAN BARAT
CHAPTER 6 ANALYZING RELATIONSHIPS IN THE VALUE CHAIN (Page ) Dosen : Prof. Drs. Achmad Fauzi Dh., MA Oleh : Rusdi Hidayat N. NIM :
Kasubdit Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam
PUBLIC RELATIONS PERTEMUAN KE-8 Ami Purnamawati.
IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT UNTUK MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE Studi Kasus Pengembangan E-Government di Provinsi Bali Disusun Oleh: Agus Indra Irawan
Satryo Soemantri Brodjonegoro Direktur Jendral Pendidikan Tinggi
BAB 4 PENILAIAN INTERNAL.
Oleh: Prof. Ir. Urip Santoso, S.IKom., M.Sc., Ph.D
Oleh: Jonathan Parapak
BEST PRACTISE FOR IT GOVERNANCE Pertemuan-8
KEWIRAUSAHAAN DAN PERSPEKTIF PENGUSAHA USAHA KECIL
Keragaman dan Karakteristik Negara Berkembang
GLOBALISASI Pengertian Dampak positif Dampak negatif.
KOPERASI DI ERA GLOBAL.
PENGEMBANGAN KLASTER USAHA DI JAWA TENGAH
Matakuliah : J0072 – Ekonomi Koperasi Tahun : 2006 Versi : R1
Pengaruh Lingkungan luar terhadap Perubahan (2)
VISI DAN MISI PENDIDIKAN KEJURUAN DI INDONESIA
ARAH PEMBANGUNAN EKONOMI SEKTOR PERTANIAN
INOVASI PELAYANAN Ayu Dwi Wahyu
EKONOMI KREATIF DI BIDANG PARIWISATA TERHADAP MEA
Bab 7 Manajemen dan Strategi Pemasaran
WACANA SINGKAT ADMINISTRASI PEMBANGUNAN
Peranan Usaha Mikro, Usaha Kecil Dan Menengah (UMKM)
Peran Dewan Komisaris Menyongsong Era Masyarakat Ekonomi Asean 2015
Good Governance Etika Bisnis.
PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS UNGGAS
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN KOPERASI DAN UMKM
Apakah Struktur Organisasi itu?
PERUSAHAAN MULTINASIONAL (MNC)
PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS UNGGAS
PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN DIY
Rantai Nilai dan Pertumbuhan yang Pro pada Kemiskinan
AGRIBISNIS BERBASIS PETERNAKAN AYAM RAS DI INDONESIA
SISTEM INFORMASI DALAM ORGANISASI
MENGELOLAH PERUSAHAAN DIGITAL
PEMERINTAHAN ELEKTRONIK
MANAJEMEN SISTEM INFORMASI PUBLIK
GLOBALISASI DAN LINGKUNGAN TEKNOLOGI
PROSPEK DAN POTENSI UKM.
BERBISNIS DALAM EKONOMI GLOBAL
Prinsip-prinsip Pemasaran
PERAN PERTANIAN TERPADU DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN INDONESIA
Bagian 1 Definisi Pemasaran dan Proses Pemasaran
Komputer dalam Pemerintahan
BAB III SISTEM INFORMASI, ORGANISASI DAN STRATEGI
Manajemen Pemasaran Global
A. PENGERTIAN MANAJEMEN OPERASI
Peningkatan dan Inovasi Proses
PRINSIP PEMASARAN GLOBAL
BAB III SISTEM INFORMASI, ORGANISASI DAN STRATEGI
PENGEMBANGAN INDUSTRI & STRATEGI INDUSTRIALISASI
Oleh : ZULFAHRIZAL STP, M.Si 24 Desember 2009
Pertemuan 13 Manajemen Teknologi Informasi Global
BAB III SISTEM INFORMASI, ORGANISASI DAN STRATEGI
Bab 5 LINGKUNGAN GLOBAL Pancareta Qadarsih C1C013036
KONSEPSI & MANFAAT KEMITRAAN
ORGANISASI AGRIBISNIS
Kekuatan bersaing Bagian penting dalam audit eksternal adalah mengidentifikasi perusahaan pesaing dan menentukan kekuatan, kelemahan, kapabilitas,
PELUANG PROFESI AHLI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
KEWIRAUSAHAAN DAN PERSPEKTIF PENGUSAHA USAHA KECIL
DINAMIKA SISTEM KETATALAKSANAAN PEMERINTAHAN
DINAMIKA SISTEM KETATALAKSANAAN PEMERINTAHAN
DINAMIKA SISTEM KETATALAKSANAAN PEMERINTAHAN
PEMBANGUNAN SENTRA IKM DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN INDUSTRI.
Judul : Perkembangan industri di Era globalisasi Terhadap pendapatan nasional indonesia Nama : Agustinus Jono Npm :
RESUME KEUNTUNGAN PERDAGANGAN WINDA RUSTIANAH ADMINISTRASI BISNIS MANAJEMEN STRATEGI GLOBAL.
Bagian 1 Definisi Pemasaran dan Proses Pemasaran
GLOBALISASI. Pengertian Globalisasi berasal dari kata globe/global, yaitu dunia atau bola dunia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses masuk.
Transcript presentasi:

PENGUATAN DAYA SAING DENGAN KLASTER INDUSTRI UNTUK MEMASUKI EKONOMI MODERN Kristiana (05630093)

Klaster Industri pengertian Klaster Industri adalah kelompok industri spesifik yang dihubungkan oleh jaringan mata rantai proses penciptaan/peningkatan nilai tambah atau jaringan dari sehimpunan industri yang saling terkait (industri inri/core industries yang menjadi ‘ fokus perhatian,”. Industri pendukungnya/supporting industries,dan industri terkait/related industries).misalnya broker dan kolsultan,serta pembeli,yang dihubungkan satu dengan lainnya dalam rantai proses peningkataan nilai.

Daya Saing Klaster Industri Daya saing merupakan salah satu kata kunci yang lekat dengan pembangunan ekonomi lokal daerah.sebagaimana diungkapkan oleh bank dunia bahwa pembangunan ekonomi lokal kini mengacu kepada “daya saing baru(new competitiveness)”atau keyakinan bahwa kota-kota perlu mengembangkan strategi pembangunan ekonomi lokal masing-masing untuk mempersiapkan diri bagi manfaat dan potensi dampak ekonomi yang negatif dari keterburukan/akses pasar mereka terhadap pasar-pasar dunia.

Manfaat “Khusus” bagi Pembangunan Daerah Manfaat utama adalah memungkinkan baik pelaku bisnis, pemerintah dan stakeholder kunci lainnya untuk bekerjasama dalam memperkuat ekonomi daerah. Pendekatan klaster industri dapat menjadi “platform bersama” peningkatan daya saing ekonomi daerah dan pembangunan ekonomi daerah secara umum. Hal ini dapat membawa kepada pemanfaatan sumber daya publik maupun swasta secara lebih efektif dan efisien dan membantu daerah mengembangkan klaster-klaster industri yang dinamis dan kuat. Klaster industri demikian akan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Manfaat “Khusus” bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Pendekatan klaster industri juga dinilai sangat berguna bagi pelaku ekonomi mayoritas dibanyak negara, yaitu usaha kecil dan menengah (UKM). Hal ini terutama karena pendekatan klaster industri dianggap sangat membantu upaya yang lebih fokus bagi terjalinnya kemitraan yang saling menguntungkan dan pengembangan jaringan bisnis yang luas Selain itu, beberapa manfaat berikut sering dinilai sangat penting bagi perkembangan/perkuatan daya saing UKM, antara lain: A. Membuka peluang dan secara empiris sudah terbukti sebagai suatu alat (means)yang baik untuk mengatasi hambatan akibat ukuran (skala bisnis) UKM dan berhasil mengatasi persaingan dalam suatu lingkungan pasar yang semakin kompetitif.

B. Melalui kerjasama horizontal (misalnya bersama UKM lainnya yang menempati posisi yang sama dalam mata-rantai nilai/value chain) secara kolektif perusahaan-perusahaan dapat mencapai skala ekonomis melampaui jangkauan perusahaan kecil individual dan dapat memperoleh pembelian input dalam skala yang ekonomis, mencapai skala optimal dalam penggunaan peralatan, dan menggabungkan kapasitas produksi untuk memenuhi order skala besar. C. Melalui kemitraan horizontal ataupun integrasi vertikal (dengan UKM lainnya maupun dengan perusahaan besar dalam mata-rantai nilai), perusahaan-perusahaan dapat memfokuskan ke bisnis intinya dan memberi peluang ekonomi eksternal atas ketersediaan tenaga kerja yang lebih terspesialisasi.

Ekonomi Modern dalam kontes Ekonomi Daerah Terdapat lima kecenderungan perubahan yang penting, yaitu: 1. Pertama, perkembangan pesat dalam bidang-bidang iptek tertentu, seperti misalnya telematika, bioteknologi, dan bahan baru, yang diperkirakan akan, dan telah mulai merubah beragam aspek kehidupan, khususnya perekonomian dunia. 2. Kedua, kecenderungan globalisasi yang mengubah atau menuntut perubahan pada tata pergaulan internasional. 3. Fenomena ketiga adalah kecenderungan arah perubahan ekonomi internasional menuju era “ekonomi berbasis pengetahuan” (knowledge-based economy) yang makin menuntut penguatan pengetahuan dan kemampuan inovasi sebagai elemen kunci keberhasilan bagi pembangunan dalam arena persaingan dan kemitraan global.

4. Fenomena keempat berkaitan dengan perubahan pola pembangunan ekonomi, yaitu pola kerja berjaringan (networking) dalam beragam aktivitas produktif, baik di sektor publik dan bisnis, maupun dalam masyarakat secara umum. 5. Kelima, Perubahan pola pengelolaan pembangunan, yaitu sistem pengelolaan pembangunan yang lebih terdesentralisasi. Ini misalnya menyangkut keseimbangan dalam sistem pemerintahan antara “Pusat” dan “Daerah,” pemenuhan tuntutan atas good governance baik di lingkungan eksekutif, legislatif, dan yudikatif maupun dunia bisnis.

Penutup Peningkatan kesejahteraan masyarakat yang semakin tinggi dan semakin adil akan ditentukan oleh keberhasilan upaya/proses pembangunan ekonomi lokal/daerah dalam menyikapi kecenderungan global, perkembangan kemajuan iptek, pola aktivitas ekonomi yang semakin sarat dengan pengetahuan/inovasi, pola berjaringan, dan bertumpu pada potensi terbaik setempat, dan mereformasinya menuju ekonomi modern yang semakin kompetitif.