FWA (Front Wheel Alignment)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
MELUKIS SEGITIGA.
Advertisements

Balok Kayu Berpenampang Empat Persegi Panjang
Bangun datar By:RAY C.Z. & AUVA T.I.R..
Cara-cara Penggambaran Khusus
SUSPENSI (suspension)
Teknik Kendaraan Ringan
Teknik Kendaraan Ringan
Menggambar perspektif
FUNCTION ; MAINTENANCE AND REPAIR AT THE OPERATIONAL LEVEL
GARIS SINGGUNG LINGKARAN GARIS SINGGUNG LINGKARAN
KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
PESAWAT SEDERHANA.
Pertemuan 11 RODA GIGI (GEARS)
MEMPERBAIKI RODA DAN BAN
10. TORSI.
SISTIM KEMUDI Fungsi : Mengarahkan jalannya kendaraan. Ada dua tipe :
Mata Pelajaran : CHASIS SEPEDA MOTOR SUSPENSI / PEREDAM KEJUT
DIFFERENTIAL URAIAN Differential terdiri dari 2 bagian utama :
PROYEKSI SIKU-SIKU gambar proyeksi siku-siku dilihat dari enam arah pandang yaitu Pandangan Atas (PA) adalah tampak benda bila dilihat dari atas Pandangan.
PENENTUAN POSISI SUATU TITIK
SELAMAT JUMPA DI PEMBELAJARAN SISTEM KEMUDI
Irma Damayantie, S.Ds., M.Ds Prodi Desain Interior - FDIK
Teknologi Dan Rekayasa TECHNOLOGY AND ENGINERRING
Teknologi Dan Rekayasa TECHNOLOGY AND ENGINERRING
MODUL KE TIGA BELAS MENGGAMBAR TEKNIK PENSKETSAAN LUKISAN
GAMBAR STANDARD PERTEMUAN KETIGA 21 SEPT 2007.
Aturan Dasar Untuk Memberi Ukuran
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK MESIN
Beban Puntiran.
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN
Memotong,Membelah Kayu dg Gergaji Tangan
DIFFERENTIAL URAIAN Differential terdiri dari 2 bagian utama :
MENERAPKAN DASAR-DASAR GAMBAR TEKNIK
1.4 SISTEM KOORDINAT EMPAT BIDANG
GETARAN DAN KWALITAS MENGENDARAI
Teknologi Dan Rekayasa TECHNOLOGY AND ENGINERRING
FUNGSI FRONT WHEEL ALIGNMENT :
TROUBLE SHOOTING SUSPENSI DAN ALIGMENT FISHBONE.
MELUKIS GARIS TEGAK LURUS
MELUKIS GARIS TEGAK LURUS
GARIS DAN SUDUT Sudut dapat dipandang sebagai suatu bangun yang terjadi dari dua buah sinar atau ruas garis yang bertemu di suatu titik. Jumlah dua sudut.
Wheel Alignment (Keselarasan Roda)
2. Bidang Miring Bidang miring adalah permukaan rata yang menghubungkan dua tempat yang berbeda ketinggiannya. Bidang miring memiliki keuntungan, yaitu.
TUJUAN Merumuskan indikator dari SK-KD yang sesuai.
Gerak benda pada miring
Teknik Kendaraan Ringan
Irma Damayantie, S.Ds., M.Ds. Prodi Desain Interior - FDIK
Lingkaran dalam Segitiga
MELUKIS GARIS TEGAK LURUS
GETARAN DAN KWALITAS MENGENDARAI
Teknologi Dan Rekayasa TECHNOLOGY AND ENGINERRING
BANGUN DATAR LINGKARAN
Menggambar perspektif
PESAWAT SEDERHANA Made Nuryadi.
Teknologi Dan Rekayasa TECHNOLOGY AND ENGINERRING Mapping And Surveing Department MACAM-MACAM GARIS.
Peta Konsep. Peta Konsep B. Kedudukan Dua Garis.
DIFFERENTIAL URAIAN Differential terdiri dari 2 bagian utama :
Sifat & Unsur Bangun Datar
MELUKIS GARIS TEGAK LURUS
DASAR – DASAR PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN
Konsep Dasar dan Parameter Geometrik Jalan Raya Perencanaan geometrik merupakan bagian dari suatu perencanaan konstruksi jalan, yang meliputi rancangan.
MELUKIS GARIS TEGAK LURUS
MELUKIS GARIS TEGAK LURUS
 Memahami macam-macam sudut Menerapkan Prosedur Gambar Bentuk – Bentuk Bidang A. Menggambar Sudut 1. Buat garis lurus AB sembarang AB.
DIFFERENTIAL URAIAN Differential terdiri dari 2 bagian utama :
Bajak Singkal (Moldboard Plow)  Paling umum digunakan di Indonesia  pembalikan tanah paling sempurna  Kurang cocok digunakan pada tanah yang lengket.
Bajak Piringan (Disk Plow)  usaha untuk mengurangi gesekan dengan menciptakan telapak bajak menggelinding, menggantikan bajak singkal yang meluncur di.
Nama: Ahmad Rifai Nim : Jurusan: Teknik Mesin.
SUDUT CAMBER Definisi : Kemiringan roda terhadap garis vertikal ( tegak lurus ) jika di lihat dari depan kendaraan.
Transcript presentasi:

FWA (Front Wheel Alignment) Unsur-unsur FWA : Camber Caster Toe in/out KPI (King Pin Inclination) Turning Radius

Setelah belok roda segera kembali lurus TUJUAN FWA Steer ringan Tidak terjadi shimmy Setelah belok roda segera kembali lurus Keausan ban merata Ban lebih awet

CAMBER (1-3)º Adalah sudut kemiringan roda pada bagian atasnya bila dilihat dari depan (+) bila bagian atas roda miring keluar (-) bila bagian atas roda miring ke dalam Tujuannya mencegah roda depan bagian bawah tertarik keluar dan berat kendaraan tertumpu pada bagian dasar poros depan

CASTER (1-3)º adalah sudut antara kingpin dengan garis vertikal yang dilihat dari samping kendaraan. (+) bila kemiringan pada bagian atasnya mengarah ke belakang kendaraan (-) bila kemiringan pada bagian atasnya mengarah ke depan kendaraan Tujuan: supaya steer dapat kembali lurus setelah kendaraan belok

KPI (King Pin Inclination) Adalah sudut kemiringan king pin terhadap garis vertikal bila dilihat dari depan kendaraan. Tujuan : 1.membantu kestabilan steer 2.ketika steer diputar roda akan mengangkat poros roda, shg. roda akan kembali lurus. Sdt king pin : + 7º

TOE IN/OUT Adalah selisih antara proyeksi pertengahan lebar ban antara bagian depan dengan bagian belakang Toe-in : (B>A) Toe-out: (A>B) Tujuan: meniadakan kecenderungan roda mengarah keluar Toe-in : (2-5) mm

TURNING RADIUS Adalah sudut masing-masing roda depan bila kendaraan dibelokkan Sudut roda bag.dalam lebih besar d.p. sudut roda bag. luar saat kendaraan belok Semua jari-jari putar roda depan berpotongan pada satu titik perpanjangan grs.sumbu poros blk.

CAMBER TIDAK TEPAT 1.TERLALU BESAR a. permukaan ban sebelah luar aus tidak normal b. perlu tenaga besar waktu belok c. menimbulkan shimmy 2.TERLALU KECIL a. permukaan ban sebelah dalam aus tidak normal 3.TIDAK SAMA BESAR a. kendaraan tidak dapat berjalan lurus (ke arah camber yang >)

CASTER TIDAK TEPAT 1.TERLALU BESAR 2.TERLALU KECIL 3.TIDAK SAMA BESAR a. waktu belok roda depan sukar digerakkan b. menimbulkan shimmy waktu belok tajam 2.TERLALU KECIL a. sesudah belok roda depan roda depan sulit kembali lurus b. kendaraan berjalan seolah-olah melayang (weaving) 3.TIDAK SAMA BESAR a. kendaraan berjalan ke arah satu sisi (ke arah caster yang <) saat mobil direm.

KPI TIDAK TEPAT 1.TERLALU BESAR a. keausan ban pada permukaan sebelah luar tidak rata b. menimbulkan shimmy 2.TERLALU KECIL a. permukaan ban sebelah dalam terdapat keausan yang tajam

TURNING RADIUS TIDAK TEPAT Akibatnya jari-jari putar kendaraan cenderung menjadi lebih besar

SPOORING (WHEEL ALIGNMENT) Adalah teknik penyetelan posisi roda di antaranya menyetel : camber, caster, toe-in, atau turning radius GEJALA: 1. Steer terasa berat saat mobil dibelokkan 2. Roda tidak dapat lurus kembali setelah mobil belok 3. Mobil cenderung berbelok kesatu sisi saat berjalan 4. Terjadi shimmy 5. Keausan ban tidak rata (sebelah dalam atau sebelah luar 6. Ada perubahan sudut putar mobil saat belok

SYARAT MELAKUKAN SPOORING 1. Mobil tanpa beban 2. Ban tidak gembos 3. Bantalan (bearing) roda depan tidak aus/kocak 4. Suspensi tidak lemah pada salah satu sisi 5. Frame kendaraan tidak bengkok 6. Permukaan lantai bengkel harus level

MACAM-MACAM ALAT SPOORING 1. CCKG 2. OPTIC 3. KOMPUTERIZED

CCKG (Camber Caster King pin inclination Gauge) Kelengkapannya: 1.CCKG- 1 bh 2.Turn table – 2 bh 3.Toe-in gauge- 1bh

TIPE OPTIK Kelengkapannya: 1. Optical sensor – 2 bh 2. Clamp- 2 bh 3. Turn table – 2 bh 4. Rear alignment scale – 2 bh 5. Brake pedal depressor – 1 bh 6. Steering lock – 1bh

OPTICAL SENSOR

CLAMP

REAR ALIGNMENT SCALE

PEMASANGAN REAR ALIGNMENT SCALE

BRAKE PEDAL DEPRESSOR

PEMERIKSAAN POSISI RODA SIMETRIS

LANGKAH SPOORING A. PERSIAPAN: 1. Tempatkan roda depan di atas turn table atau (2). Dongkrak roda depan dan letakkan turn table di bawahnya (3). Dongkrak roda belakang dan pasang ganjal (setebal turn table) dibawahnya 4. Pasang clamp pada roda depan 5. Pasang optical sensor pada clamp dan dilakukan pe-levelan 6. Pasang rear alignment scale pada roda belakang 7. Lakukan kegiatan tersebut juga pada roda depan pada sisi yang lain 8. Hubungkan optical sensor ke power (PLN) dan arahkan sinar ke rear alignment scale serta fokuskan bayangannya dengan cara men zoom optiknya 9. Ukur jarak skala kiri dan kanan, bila belum simetris maka putar steer menurut kebutuhan 10.Pasang brake pedal depressor 11.Pasang steering lock

lanjutan B1.Pengukuran Camber 1. Putar Camber drum/gauge sehingga posisinya level 2. Baca besar sudut camber pada skala camber 3. Lakukan seperti di atas untuk roda lainnya 4. Bila ukuran tidak tepat maka lakukan penyetelan camber B2.Pengukuran Toe-in 1. Arahkan sinar lampu vertikal optical sensor pada pada skala toe-in (sesuai ring pelek) roda yang berseberangan 2. Baca ukuran toe-in roda yang bersangkutan pd.skala toe-in optical sensor yang dipasang pada roda lainnya 3. Lakukan kegiatan seperti di atas untuk roda yang satunya. 4. Bila ukuran tidak tepat lakukan penyetelan toe-in

lanjutan B3. Pengukuran Caster 1. Putar caster drum/gauge sehingga skala posisi nol 2. Lepas steering lock dan putar steer sehingga roda belok ke arah luar/dalam sebesar 20º 3. Putar caster drum/gauge shg kembali posisi level 4. Putar steer pada arah berlawanan sebesar 40º 5. Kendorkan baut pengikat caster drum dan putar caster drum (Camber drum diusahakan tetap pada posisinya) sehingga kembali posisi level 6. Kencangkan baut pengikat caster drum kemudian baca sudut caster pada skalanya. 7. Lakukan kegiatan seperti di atas untuk pengukuran caster untuk roda lainnya. 8. Bila ukuran tidak tepat lakukan penyetelan caster

POSISI OPTICAL SENSOR UNTUK CAMBER,CASTER TOE-IN,

lanjutan B4. Pengukuran KPI 1. Putar posisi camber/caster drum sebesar 90º (arah sejajar) 2. Lakukan kegiatan seperti urutan langkah pengukuran caster dan pembacaan skala KPI sama dg skala caster 3. Bila ukuran tidak tepat lakukan perbaikan posisi KPI B4. Pengukuran Turning Radius 1. Posisikan optical sensor seperti pada saat langkah persiapan 2. Putar steer ke arah kanan/kiri sampai maksimum 3. Baca skala turn table untuk roda kanan dan kiri 4. Lakukan kegiatan seperti di atas untuk arah putaran steer yang berlawanan 5. Bila ukuran tidak tepat lakukan perbaikan (posisi steering arm)

POSISI OPTICAL SENSOR UNTUK KPI

RWA (Rear Wheel Aligment)

PENYETELAN CAMBER/CASTER DENGAN SHIM

PENYETELAN CAMBER/CASTER DENGAN SHIM

PENYETELAN CAMBER DENGAN BAUT EKSENTRIK

PENYETELAN CASTER DENGAN CASTER STRUT

BALANCING Adalah teknik untuk melakukan penyeimbangan roda sehingga didapatkan/dihasilkan roda yang balance Unbalance terdiri : 1. static unbalance (bergerak naik turun) 2. dynamic unbalance (bergerak samping kr-kn)