Spektroskopi Inframerah Dekat Pada Urin Untuk Memperkirakan Ovulasi Pada Panda Raksasa (Ailuropoda melanoleuca) Oleh: Putri Nuristi 0700096.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
pyrometer Pyrometer optik
Advertisements

SPEKTROFOTOMETRI 1. Ultra Violet (λ nm) 2
ANALISIS INSTRUMEN I SPEKTROSKOPI UV-VIS.
SPEKTROFOTOMETRI KIMIA ANALISA.
INFRARED.
Statistik LOGO.
Analisis Data BETRI SIRAJUDDIN.
SPEKTROSKOPI MOLEKULAR
Nama Kelompok: Wenang Aseanto ( ) Romlah Atun ( ) Tania Hardyaningtias ( ) Junita ( ) Maryam Afra Jamilah ( )
Karakteristik Umum Matahari
Pemisahan Pati dan Maltosa menggunakan membran poli(metilmetakrilat) – Silica Fume Irma Jelita ( ) Dosen Pembimbing : Dr. Suryo Gandasasmita.
Atomic Absorpsion Spectrophotometer (AAS) atau
Heteroskedastisitas Penyimpangan asumsi ketika ragam galat tidak konstan Ragam galat populasi di setiap Xi tidak sama Terkadang naik seiring dengan nilai.
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
FOTOMETRI OBJEK LANGIT
HASIL PENELITIAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Dasar Spektroskopi Dedi Fardiaz GDLN, 2007.
Spektrometer Infra merah
GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK Pertemuan 21-22
PENGENALAN SPEKTROFOTOMETER
Dedi FardiazGDLN, Spektrofotometer. Dedi FardiazGDLN, Komponen Spektrofotometer 1.Sumber Sinar 2.Monokromator 3.Sel Sampel 4.Detektor, Penguat.
PENGENALAN SPEKTROFOTOMETER
OLEH: Roy Sari Milda, ST. KEUNTUNGAN KERUGIAN  Bisa menjangkau daerah yang cukup luas  Tidak diperlukan pemasangan kabel yang rumit  Rentan terhadap.
PERAMALAN (FORECASTING)
Transformasi Wavelet Diskret dan Partial Least Squares dalam Pemodelan Kalibrasi serta Implementasinya pada OSS-R oleh: Aniq Atiqi Rohmawati Departemen.
Putri Mandasari Pasaribu
Tahapan spektrofotometri
Atom Pada tahun 1912, melalui karya J. J. Thompson, E. Rutherford, dan kolega, sejumlah fakta penting telah ditemukan tentang atom yang membentuk materi.
Colorimeter dan Spektrometer filter serta Aplikasinya Bahriah P PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS.
Spektroskopi DMJS 2014.
Spektroskopi.
Tim Dosen MKDU Kimia Dasar II
ANALISIS INSTRUMEN I PENDAHULUAN Arie BS.
PENGOLAHAN & ANALISIS DATA
S P E K T R O S K O P I.
SPEKTROSKOPI.
S P E K T R O S K O P I.
Sensor infrared Oleh: Sri Supatmi.
Spektrofotometer.
--- anna’s file PENGINDERAAN JAUH --- anna’s file.
PERAMALAN “Proyeksi Tren”
Estimasi Pengaruh Ketidakseimbangan Energi Terhadap Perubahan Berat Badan Pada Anak-Anak Ahmad Abdullah
13. ANALISIS DATA PERSIAPAN LANGKAH – LANGKAH ANALISIS DATA
Seminar Hasil Penelitian
Ragam Penelitian dan Prosedur Penelitian
Program Studi Statistika, semester Ganjil 2015/2016
FOTOMETRI Nina Salamah, MSc., Apt.
OLEH: REZQI HANDAYANI, M.P.H., Apt
PRINSIP DASAR SPEKTROFOTOMETRI INFRA MERAH
Peramalan .Manajemen Produksi #3
The cutest animals Ailuropoda melanoleuca
ANALISIS INSTRUMEN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS,IR
INSTRUMEN KIMIA FARMASI
Spektroskopi Nama Kelompok : Nanda Rizky .F
KORELASI DAN REGRESI SEDERHANA
SPEKTROSKOPI.
UV-Vis Spectroscopy Anggi febrianti
Analisis Data Penelitian
ISOLASI/EKSTRAKSI DNA(1x)
Spektrofotometer UV-VIS
SPEKTROFOTOMETER UV-Visible
Spektrofotometri UV – Visibel (Bagian I)
KONFIGURASI, INSTRUMENTASI DAN PENERAPAN SPEKTROFOTOMETER INFRA MERAH
Teori Kuantum dan Struktur Atom
13. ANALISIS DATA PERSIAPAN LANGKAH – LANGKAH ANALISIS DATA
Principal Components Analysis (Pendekatan Sampel)
Multivariate Analysis
Ni Ketut Sari1 Atomic Absorpsion Spectrophotometer (AAS) atau Spectrofotometer Serapan Atom (SSA) A. PENDAHULUAN Salah satu metode analisis kimia, baik.
ANALISIS INSTRUMEN I PENDAHULUAN.
Fisikokimia 1. Dosen Dr. rer, nat Sophi Damayanti Fauzan Zein S.Si, M.Si.
Transcript presentasi:

Spektroskopi Inframerah Dekat Pada Urin Untuk Memperkirakan Ovulasi Pada Panda Raksasa (Ailuropoda melanoleuca) Oleh: Putri Nuristi 0700096

PANDA RAKSASA

Panda raksasa (Ailuropoda melanoleuca) merupakan hewan yang terancam punah karena memiliki tingkat kelahiran yang sangat rendah dilihat dari efisiensi reproduksi yang tidak baik karena panda raksasa betina yang mengalami monoestrus dengan ovulasi spontan selama musim kawin

untuk mempertahankan populasi panda tersebut harus dilakukan penangkaran Agar dapat dimonitor kondisi estrusnya untuk menentukan waktu ovulasi Kondisi estrus dari panda raksasa berasal dari Konsentrasi estrone-3-glucuronide (E1G)

Konsentrasi estrone-3-glucuronide (E1G) biasanya dimonitor dengan : Enzim Immunoassay (EIA) namun analisis ini membutuhkan proses yang panjang dengan reagen yang mahal

Spektroskopi Infra Merah Dekat diperlukan metode analisis yang dapat menemukan waktu optimal untuk panda raksasa berkembang biak lebih cepat dan lebih mudah dari pada EIA Spektroskopi Infra Merah Dekat

Mengapa Spektroskopi Infra Merah Dekat? berguna dalam berbagai bidang untuk analisis komposisi secara cepat, tidak merusak dan akurat.

Radiasi IMD dapat jauh menembus sampel terutama dalam pengujian material “mentah” (belum diolah), tanpa atau hanya sedikit persiapan sebelumnya Mengapa tidak dengan Spektroskopi Infra Merah Tengah?

Struktur estrone-3-glucuronide (E1G)

penelitian ini dilakukan untuk menilai apakah spektroskopi IMD dapat memantau estrogen kemih pada panda raksasa betina

spektroskopi inframerah dekat Secara teori spektroskopi inframerah dekat spektroskopi inframerah dekat merupakan satu teknik spektroskopi yang menggunakan wilayah panjang gelombang inframerah pada spektrum elektromagnetik (sekitar 800 sampai 2500 nm), disana terdapat gugus OH, CH, NH dan C=O. Dikatakan “inframerah dekat” (IMD) karena wilayah ini berada di dekat wilayah gelombang merah yang tampak.

Enzim immunoassay (EIA) Enzim immunoassay (EIA) merupakan metode yang digunakan untuk memperkirakan waktu ovulasi yang optimal dengan memonitor estrogen dalam darah, urin dari betina. EIA biasanya digunakan untuk memonitor estrogen pada panda betina raksasa yaitu dengan metode antibodi ganda.

Pada analisis urin panda raksasa betina, konsentrasi E1G yang dianalisis dengan EIA, berkisar antara 0,22 sampai 127,88 ng mL-1. Nilai menunjukkan peningkatan secara bertahap dari tingkat 0,80 ng mL-1 hingga ke puncak 127,88 ng mL-1 setelah terjadi penurunan tajam.

Instrumentasi

Fourier Transform Near Infrared spectrometer (FT-NIR)

Gambar: (A) Fourier Transform Near Infrared Spectrometer (MPA, Bruker) Gambar: (A) Fourier Transform Near Infrared Spectrometer (MPA, Bruker). (B) skema Scheme or the development of multivariate chemometric models based on FT-NIR spectral data.

FTIR (Fourier Transform Infrared) FTIR (Fourier Transform Infrared). Pada spektroskopi inframerah, radiasi IR dilewatkan pada sampel. Beberapa radiasi inframerah diabsorpsi (diserap) sampel dan sisanya diteruskan (ditransmisikan), spektrum yang dihasilkan mewakili absopsi dan transmisi molekul, membentuk fingerprint dari molekul sampel. Seperti sidik jari (fingerprint), tidak ada dua struktur molekul yang khas yang menghasilkan spectrum inframerah yang sama Gambar 2. Skema perjalanan sinar inframerah dalam komponen FTIR

eksperimen Alat dan Bahan : Alat-alat : Alat sentrifugasi Spektrofotometer MPA (Brucker Inc Billerica, MA) Kuvet Kuarsa Water bath Bahan – bahan : Sampel urin

Pengumpulan sampel urin Urin panda raksasa betina dikumpulkan setiap harinya (selama 25 hari) segera disentrifugasi selama 4 menit disimpan pada suhu -40°C Supernatan

Analisis spektra IMD Supernatan Hasil Spektra dihangatkan sampai 37°C pada water bath dimasukkan kedalam kuvet kuarsa dianalisis dengan menggunakan Spektrofotometer MPA. (Transmitasi spectrum IMD pada sampel urin dari 1100-2432 nm) Hasil Spektra

HASIL DAN DISKUSI

Dalam analisis spektroskopi IMD, penelitian ini dilakukan dalam rentang 1100-1884 nm dan 2012-2432 nm yang diterapkan pada analisis kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui perubahan spektral yang disebabkan oleh berbagai konsentrasi hormon dalam sampel urin. 

model kalibrasi dikembangkan dengan menggunakan Partial Least Square Regression (PLSR) PLSR digunakan untuk mengembangkan model untuk E1G berdasarkan spektra urin IMD. PLSR dalam menentukan variabel laten (faktor PLS). Jumlah optimum faktor PLS ditetapkan menjadi salah satu yang berhubungan dengan Standard Error of Cross Validation (SECV).

Dalam validasi silang, diambil salah satu sampel dari set kalibrasi dan kemudian digunakan untuk validasi. Dengan sisa sampel, model PLS dikembangkan dan diterapkan untuk memprediksi isi masing-masing komponen pada urin.  Hasilnya dibandingkan dengan nilai referensi masing-masing. Prosedur ini diulang beberapa kali sampai prediksi untuk semua sampel diperoleh. Sehingga semua diperoleh nilai rata-rata yang didapat dari SECV sebagai penentuan keakuratan.

Koefisien korelasi, R2, berdasarkan validasi internal adalah 0,94, dan kesalahan Standar validasi silang (SECV) adalah 10,04 ng mL-1 menggunakan 7 faktor optimal PLS (persen kumulatif adalah 99,995%). Tinggi koefisien dalam plot vektor regresi untuk model penentuan total urin E1G ditemukan di 1427, 1500, 1695, 1728, 2200 dan 2295 nm. 

Hasil ini menunjukkan korespondensi baik nilai diperkirakan konsentrasi E1G aktual dengan EIA. Hubungan antara konsentrasi E1G dan nilai prediksi IMD diilustrasikan pada Gambar. 5. Tingginya angka koefisien korelasi spektrum IMD berarti bisa mendeteksi perubahan konsentrasi E1G.

Gambar 5. Hubungan antara prediksi nilai IMD dengan EIA untuk konsentrasi E1G pada panda raksasa betina

Moving Principal component anaysis (MPCA) MPCA menerapkan gagasan bahwa perubahan komponen urin dapat dideteksi dengan pemantauan proses komponen utama (PC). PC dihitung dengan menggunakan spektrum yang dikumpulkan pada hari pertama, kedua dan ketiga pengumpulan sampel urin ketika betina telah dalam keadaan estrus. Sehingga perbedaan antara referensi PC dan moving PC diurutkan untuk setiap kondisi pengukuran yang digunakan sebagai indeks untuk monitoring. Indeks Ai berhubungan dengan E1G sehingga digunakan untuk mendeteksi fluks hormon dalam sampel urin.

Ai = 1 - | wiTw0 | Persamaan indeks MPCA: dimana Ai = indeks MPCA wi = penghitungan proses pertama PC dengan langkah dari 9 spektrum yang diukur berturut-turut dari 3 sampel urutan waktu, dan w0 = referensi pemuatan proses pertama PC dihitung dengan 9 spektrum diukur dari 3 sampel urutan waktu yang pertama.   Untuk mengevaluasi hubungan antara konsentrasi E1G dan indeks MPCA, dihitung koefisien korelasi Pearson (r) dan Probabilitas (P) nilai <0,01 ditetapkan sebagai nilai yang sangat signifikan. 

Gambar 6. Data spectra urin pada PCA yang menunjukkan panjang gelombang dari 1100-2432 nm (kecuali dari jarak 1884-2012) adalah plot tingginya konsentrasi E1G dari 21-23 Maret, adalah yang lainnya.

 MPCA melihat bahwa perubahan komponen urin dapat dideteksi dengan pemantauan proses komponen utama (PC).  Tinggi koefisien pada proses PC1 ditemukan di 1427, 1500, 1695, 1728, 2200 dan 2295 nm. Panjang gelombang ini berhubungan dengan tinggi koefisien di vektor regresi. 

Gambar 7. Hasil pemantauan pada index MPCA dan konsentrasi E1G

Perubahan indeks MPCA diilustrasikan pada Gambar. 7. Hasil: Koefisien korelasi Pearson (r) antara konsentrasi E1G dan indeks MPCA adalah r = 0,81 (P <0,01) (n = 50). Indeks MPCA menunjukkan peningkatan yang tepat sebelum konsentrasi E1G mulai meningkat. Indeks juga turun tajam sesuai dengan menurunnya konsentrasi E1G yang menunjukkan ovulasi.

Hasil menunjukkan bahwa MPCA memberikan hubungan yang baik dengan konsentrasi E1G, yaitu, koefisien korelasi tinggi yang diperoleh antara data spektral dan referensi. Penelitian lebih lanjut memiliki kemungkinan untuk meningkatkan metode MPCA untuk menentukan waktu yang tepat dalam ovulasi.

KESIMPULAN Hasil menunjukkan bahwa data spektral mampu memberikan informasi tentang E1G dalam sampel urin sehingga spektrum IMD memiliki potensi untuk memperkirakan tempat estrus di panda raksasa betina. Hal ini dikarenakan, IMD dapat menemukan waktu yang optimal untuk berkembangbiak lebih cepat dan lebih mudah daripada EIA. Sehingga teknik ini dapat berguna untuk spesies yang terancam punah.

SEKIAN TERIMA KASIH