FUNGSI MATEMATIKA DISKRIT K- 6 Universitas Indonesia

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Solusi Persamaan Diferensial Biasa (Bag. 1)
Advertisements

Pemrograman Terstruktur
START.
Menunjukkan berbagai peralatan TIK melalui gambar
Translasi Rotasi Refleksi Dilatasi
1 ANALISA VARIABEL KOMPLEKS Oleh: Drs. Toto’ Bara Setiawan, M.Si. (
Tugas Praktikum 1 Dani Firdaus  1,12,23,34 Amanda  2,13,24,35 Dede  3,14,25,36 Gregorius  4,15,26,37 Mirza  5,16,27,38 M. Ari  6,17,28,39 Mughni.
4/5/2017 PL/SQL SITI MUKAROMAH,S.Kom.
3. MATRIKS, RELASI, DAN FUNGSI
Matematika Diskrit Dr.-Ing. Erwin Sitompul
Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi
Matematika Diskrit Dr.-Ing. Erwin Sitompul
Matematika Diskrit Dr.-Ing. Erwin Sitompul
3. MATRIKS, RELASI, DAN FUNGSI
Rekursi dan Relasi Rekurens
Definisi Fungsi adalah : jenis khusus dari relasi
MATRIKS Trihastuti Agustinah.
WEEK 6 Teknik Elektro – UIN SGD Bandung PERULANGAN - LOOPING.
WORKSHOP INTERNAL SIM BOK
ASIKNYA BELAJAR MATEMATIKA
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Rabu 23 Maret 2011Matematika Teknik 2 Pu Barisan Barisan Tak Hingga Kekonvergenan barisan tak hingga Sifat – sifat barisan Barisan Monoton.
Algoritma Runut-balik (Backtracking)
Luas Daerah ( Integral ).
Pengantar IF2091 Struktur Diskrit
PEMINDAHAN HAK DENGAN INBRENG
Fungsi Invers, Eksponensial, Logaritma, dan Trigonometri
Pertemuan-4 : Recurrences
Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.
Pemrograman Terstruktur
EKUIVALENSI LOGIKA PERTEMUAN KE-7 OLEH: SUHARMAWAN, S.Pd., S.Kom.
Turunan Numerik Bahan Kuliah IF4058 Topik Khusus Informatika I
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Graf.
Pengantar Matematika Diskrit
Waniwatining II. HIMPUNAN 1. Definisi
Himpunan Pertemuan Minggu 1.
FUNGSI.
Pertemuan ke 8 FUNGSI…..
FUNGSI STRUKTUR DISKRIT K-8 Program Studi Teknik Komputer
G RAF 1. P ENDAHULUAN 2 3 D EFINISI G RAF 4 5.
Bahan Kuliah IF2091 Struktur Diskrit
Algoritma Branch and Bound
Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit Oleh: Rinaldi Munir
Logika (logic).
PENDAHULUAN STRUKTUR DISKRIT K-1 Program Studi Teknik Komputer
KOMBINATORIAL STRUKTUR DISKRIT K-1 Program Studi Teknik Komputer
Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit
Pertemuan ke 6.
Pohon (bagian ke 6) Matematika Diskrit.
PENDAFTARAN TANAH Pendaftaran Tanah (Pasal 1 angka 1 PP No.24 Th 1997)
HIMPUNAN Oleh Erviningsih s MTsN Plandi Jombang.
Fungsi Definisi : Misalkan A dan B himpunan. Relasi biner f dari A ke B merupakan suatu fungsi jika setiap elemen di dalam A dihubungkan dengan tepat satu.
5. FUNGSI.
Misalkan A dan B himpunan. Relasi biner f dari A ke B merupakan suatu fungsi jika setiap elemen di dalam A dihubungkan dengan tepat satu elemen di dalam.
BAB 3 MATRIKS, RELASI, DAN FUNGSI
BAB III MATRIKS, RELASI DAN FUNGSI
MATRIKS, RELASI DAN FUNGSI.
Pengantar Matematika Komputer
Relasi dan Fungsi.
Fungsi, induksi matematika dan teori bilangan bulat
Fungsi Oleh: Sri Supatmi,S.Kom Rinaldi Munir, Matematika Diskrit
Relasi dan Fungsi.
Pengantar A Matematika Diskrit
Matematika Diskrit Fungsi Dani Suandi, S.Si.,M.Si.
FUNGSI Matematika Diskrit Sebuah Masalah yang telah jelas digambarkan
Logika Matematika Fungsi Heru Nugroho, S.Si., M.T.
BAB III MATRIKS, RELASI DAN FUNGSI
Matematika Diskrit Fungsi Heru Nugroho, S.Si., M.T.
Matematika Diskrit Semester Genap TA Fungsi.
Transcript presentasi:

FUNGSI MATEMATIKA DISKRIT K- 6 Universitas Indonesia Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia Matematika Diskrit

DEFINISI FUNGSI Relasi biner f dari himp A ke himp B merupakan suatu fungsi jika setiap elemen di dalam A dihubungkan dengan tepat satu elemen di dalam B. Notasi : Jika f adalah fungsi dari A ke B kita menuliskan f : A  B yang artinya f memetakan A ke B. Matematika Diskrit

DEFINISI FUNGSI A disebut daerah asal (domain) dari f dan B disebut daerah hasil (codomain) dari f. Nama lain untuk fungsi adalah pemetaan atau transformasi.   Kita menuliskan f(a) = b jika elemen a di dalam A dihubungkan dengan elemen b di dalam B. Matematika Diskrit

Penyajian Fungsi Himpunan pasangan terurut. Seperti pada relasi. Formula pengisian nilai (assignment). Contoh: f(x) = 2x + 10, f(x) = x2, dan f(x) = 1/x. Kata-kata, Contoh: “f adalah fungsi yang memetakan jumlah bit 1 di dalam suatu string biner”. Matematika Diskrit

Penyajian Fungsi Kode program (source code) Contoh: Fungsi menghitung |x| function abs(x:integer):integer; begin if x < 0 then abs:=-x else abs:=x; end; Matematika Diskrit

Contoh 1: Relasi f = {(1, u), (2, v), (3, w)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w} adalah fungsi dari A ke B. Di sini f(1) = u, f(2) = v, dan f(3) = w. Daerah asal dari f adalah A dan daerah hasil adalah B. Jelajah dari f adalah {u, v, w}, yang dalam hal ini sama dengan himpunan B. Matematika Diskrit

Contoh 2: Relasi f = {(1, u), (2, u), (3, v)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w} adalah fungsi dari A ke B, meskipun u merupakan bayangan dari dua elemen A. Daerah asal fungsi adalah A, daerah hasilnya adalah B, dan jelajah fungsi adalah {u, v}. Matematika Diskrit

Contoh 3: Relasi f = {(1, u), (2, v), (3, w)} dari A = {1, 2, 3, 4} ke B = {u, v, w} adalah bukan fungsi, karena tidak semua elemen A dipetakan ke B. Matematika Diskrit

Contoh 4: Relasi f = {(1, u), (1, v), (2, v), (3, w)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w} adalah bukan fungsi, karena 1 dipetakan ke dua buah elemen B, yaitu u dan v. Matematika Diskrit

Contoh 5: Misalkan f : Z  Z didefinisikan oleh f(x) = x2. Daerah asal dan daerah hasil dari f adalah himpunan bilangan bulat, dan jelajah dari f adalah himpunan bilangan bulat tidak-negatif. Apakah f merupakan fungsi ? Matematika Diskrit

Contoh 6: Relasi f = {(1, w), (2, u), (3, v)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w, x} adalah fungsi satu-ke-satu, Tetapi relasi f = {(1, u), (2, u), (3, v)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w} adalah bukan fungsi satu-ke-satu, karena f(1) = f(2) = u. Matematika Diskrit

Contoh 7: Misalkan f : Z  Z. Tentukan apakah a. f(x) = x2 + 1 dan b. f(x) = x – 1 merupakan fungsi satu-ke-satu ? Matematika Diskrit

Jawab Contoh 7: a. f(x) = x2 + 1 adalah bukan fungsi satu-ke-satu, karena untuk dua x yang bernilai mutlak sama tetapi tandanya berbeda nilai fungsinya sama, misalnya f(2) = f(-2) = 5 padahal –2  2. b. f(x) = x – 1 adalah fungsi satu-ke-satu karena untuk a  b, maka a – 1  b – 1. Misal untuk x = 2, f(2) = 1 dan untuk x = -2, f(-2) = -3. Matematika Diskrit

Contoh 8: Relasi f = {(1, u), (2, u), (3, v)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w} adalah bukan fungsi pada karena w tidak termasuk jelajah dari f. Relasi f = {(1, w), (2, u), (3, v)} fungsi pada karena semua anggota B merupakan jelajah dari f. Matematika Diskrit

Contoh 9: Misalkan f : Z  Z. Tentukan apakah a. f(x) = x2 + 1 dan b. f(x) = x – 1 merupakan fungsi pada ? Matematika Diskrit

Jawab Contoh 9: a. f(x) = x2 + 1 adalah bukan fungsi pada, karena tidak semua nilai bilangan bulat merupakan jelajah dari f. b. f(x) = x – 1 adalah fungsi pada karena untuk setiap bilangan bulat y, selalu ada nilai x yang memenuhi, yaitu y = x – 1 akan dipenuhi untuk x = y + 1. Matematika Diskrit

FUNGSI BIJEKTIF Fungsi f dikatakan berkoresponden satu-ke-satu atau bijektif (bijection) jika ia : fungsi satu-ke-satu dan juga fungsi pada. Matematika Diskrit

Contoh 10: Relasi f = {(1, u), (2, w), (3, v)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w} adalah fungsi yang berkoresponden satu-ke-satu, karena f adalah fungsi satu-ke-satu maupun fungsi pada. Matematika Diskrit

Contoh 11: f : Z  Z. Fungsi didefinisikan f(x) = x – 1 apakah f merupakan fungsi bijektif ? Jawab : f merupakan fungsi bijektif karena f adalah fungsi satu-ke-satu maupun fungsi pada. Matematika Diskrit

FUNGSI INVERS Jika f adalah fungsi berkoresponden satu-ke-satu dari A ke B, maka kita dapat menemukan balikan (invers) dari f. Balikan fungsi dilambangkan dengan f –1. Misalkan a adalah anggota himpunan A dan b adalah anggota himpunan B, maka f -1(b) = a jika f(a) = b. Matematika Diskrit

FUNGSI INVERS Fungsi yang berkoresponden satu-ke-satu sering dinamakan juga fungsi yang invertible (dapat dibalikkan), karena kita dapat mendefinisikan fungsi balikannya. Sebuah fungsi dikatakan not invertible (tidak dapat dibalikkan) jika ia bukan fungsi yang berkoresponden satu-ke-satu, karena fungsi balikannya tidak ada. Matematika Diskrit

Contoh 12: Relasi f = {(1, u), (2, w), (3, v)} dari A = {1, 2, 3} ke B = {u, v, w} adalah fungsi yang berkoresponden satu-ke-satu. Balikan fungsi f adalah f -1 = {(u, 1), (w, 2), (v, 3)}   Jadi, f adalah fungsi invertible. Matematika Diskrit

Contoh 13: Tentukan balikan fungsi f(x) = x + 1. Jawab : Fungsi f(x) = x +1 adalah fungsi yang berkoresponden satu-ke-satu, jadi balikan fungsi tersebut ada. Misalkan f(x) = y, sehingga y = x + 1, maka x = y – 1. Jadi, balikan fungsi balikannya adalah f-1(y) = y – 1. Matematika Diskrit

Beberapa Fungsi Khusus 1. Fungsi Floor dan Ceiling Misalkan x adalah bilangan riil, berarti x berada di antara dua bilangan bulat. Fungsi floor dari x: x menyatakan nilai bilangan bulat terbesar yang lebih kecil atau sama dengan x. Matematika Diskrit

Beberapa Fungsi Khusus Fungsi ceiling dari x: x menyatakan nilai bilangan bulat terkecil yang lebih besar atau sama dengan x. Dpl, fungsi floor membulatkan x ke bawah, sedangkan fungsi ceiling membulatkan x ke atas. Matematika Diskrit

Contoh 16 : Beberapa contoh nilai fungsi floor dan ceiling:   3.5 = 3 3.5 = 4 0.5 = 0 0.5 = 1 4.8 = …. 4.8 = …. – 0.5 = …. – 0.5 = …. –3.5 = …. –3.5 = …. Matematika Diskrit

Contoh 17 : Pada komputer, data dikodekan dalam untaian byte, satu byte terdiri atas 8 bit. Jika panjang data 132 bit, maka jumlah byte yang diperlukan untuk merepresentasikan data adalah : Bahwa 17  8 = 136 bit, sehingga untuk byte yang terakhir perlu ditambahkan 4 bit ekstra agar satu byte tetap 8 bit (bit ekstra yang ditambahkan untuk menggenapi 8 bit disebut padding bits). 132/8 = 17 byte. Matematika Diskrit

Beberapa Fungsi Khusus 2. Fungsi modulo Misalkan a adalah sembarang bilangan bulat dan m adalah bilangan bulat positif.   a mod m memberikan sisa pembagian bilangan bulat bila a dibagi dengan m a mod m = r sedemikian sehingga a = mq + r, dengan 0  r < m. Matematika Diskrit

Contoh 18 : Beberapa contoh fungsi modulo 25 mod 7 = 4 15 mod 4 = 0 (sebab –25 = 7  (–4) + 3 ) Matematika Diskrit

Beberapa Fungsi Khusus 3. Fungsi Faktorial  Matematika Diskrit

Beberapa Fungsi Khusus 4. Fungsi Eksponensial   Untuk kasus perpangkatan negatif,  Matematika Diskrit

Beberapa Fungsi Khusus 5. Fungsi Logaritmik berbentuk Matematika Diskrit

Fungsi Rekursif Fungsi f dikatakan fungsi rekursif jika definisi fungsinya mengacu pada dirinya sendiri. Contoh: n! = 1  2  …  (n – 1)  n = (n – 1)!  n.    Matematika Diskrit

Fungsi Rekursif Fungsi rekursif disusun oleh dua bagian: (a) Basis Bagian yang berisi nilai awal yang tidak mengacu pada dirinya sendiri. Bagian ini juga sekaligus menghentikan definisi rekursif. (b) Rekurens Bagian ini mendefinisikan argumen fungsi dalam terminologi dirinya sendiri. Setiap kali fungsi mengacu pada dirinya sendiri, argumen dari fungsi harus menuju ke nilai awal (basis). Matematika Diskrit

Contoh 19 Basis : n! = 1 Jika n = 0 Rekurens : n! = n x (n-1)! Jika n > 0 Matematika Diskrit

Algoritma Faktorial dari n Fakt (n) IF n < 1 THEN Fakt  1 ELSE Fakt  n * Fakt (n -1) END IF; Struktur Data & Algoritma - Rekursif

Struktur Data & Algoritma - Rekursif Simulasi Kasus 1 : 4!....? 4 24 * 4 3 6 * 3 2 2 * 2 1 1 Struktur Data & Algoritma - Rekursif

Algoritma Iteratifnya Faktorial dari n INPUT n fak  1 FOR j = 1 TO n fak  fak + j NEXT J OUTPUT fak Struktur Data & Algoritma - Rekursif

Struktur Data & Algoritma - Rekursif Contoh 20 : Jumlah n suku pertama bilangan Asli sum (n) IF n < 2 THEN sum  1 ELSE sum  n + sum (n -1) END IF; Struktur Data & Algoritma - Rekursif

Algoritma Iteratifnya INPUT n s  0 FOR i = 1 TO n s  s + i NEXT i OUTPUT s Struktur Data & Algoritma - Rekursif

Algoritma Iteratifnya Dengan pwngulangan WHILE-DO INPUT n s  0 i  1 WHILE i ≤ n DO s  s + i i  i + 1 END WHILE OUTPUT s Struktur Data & Algoritma - Rekursif

Contoh 21 : Contoh lain fungsi rekursif Matematika Diskrit

Contoh 22 : Fungsi Fibonacci : f(6) = ? f(40) = ? Berapa kali pemanggilan fungsi rekursifnya ? Matematika Diskrit

Referensi : Kenneth H. Rosen, Discrete Mathematics and Application to Computer Science 5th Edition, Mc Graw-Hill, 2003. Richard Johsonbaugh, Discrete Mathematics, Prentice-Hall, 2009. Rinaldi Munir, Matematika Diskrit Penerbit Informatika, Bandung. Matematika Diskrit