PROFESIONALISME SMNO, FPUB MEI. 2013.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BUDAYA PERUSAHAAN DAN ETIKA
Advertisements

STMIK - AMIK RAHARJA INFORMATIKA ends ® PETEMUAN 4.
K O N F L I K.
1 ETIKA PROFESI AKUNTANSI ETIKA PROFESI AKUNTANSI DIHADAPKAN
Kiat sukses menjadi wirausaha
PUSDIKLATNAS, 2012 WIRAUSAHA, WIRAUSAHAWAN KEWIRAUSAHAAN.
Hubungan antara Moral dan Etika:
BAKAT.
MENGIDENTIFIKASI SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAAN
PROFESIONALISME.
Pengantar Kewirausahaan
Peran Guru dalam Mengembangkan Potensi Peserta Didik
PEKERJAAN, PROFESI, DAN PROFESIONAL
GANGGUAN KONSEP DIRI Pengertian Konsep diri adalah semua pikiran, kepercayaan dan keyakinan yang diketahui tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam.
ETOS KERJA DALAM ISLAM keutamaan kerja karakter Rasul dalam bekerja
Ciri-ciri Wirausahawan
Bakat, Kecerdasan dan kreativitas Peserta Didik
MENGELOLA PERBEDAAN “MENUMBUHKAN POTENSI SETIAP KARYAWAN”
PENGERTIAN WIRAUSAHA DAN KEWIRAUSAHAAN
Dosen: Unang Wahidin, M.Pd.I
PROFESI & PROFESIONAL.
KEWIRAUSAHAAN (ENTREPREUNERSHIP)
SEMUA BISA MENJADI WIRAUSAHA SUKSES
KEPEMIMPINAN NURIKA ALAWYAH RIZTAWATI NENY ARISQYA
Komitmen Organisasi.
ETIKA BISNIS purwati.
Ada tiga jenis Wirausaha (Ir.Ciputra)
BAKAT Oleh: Abdul khalid, S.Pd.
BAB IV PROFESI DAN FROFESIONAL SERTA KODE ETIK
KEPEMIMPINAN 1. M. Ghantar
PROFESI.
Manajemen Konflik.
ARIF ABDUL AZIZ EA09 UNIVERSITAS GUNADARMA
BABIV ETIKA PROFESI.
ETOS KERJA, KOMITMEN KERJA DAN KEPUASAN KERJA
MENJUAL SEBAGAI SALAH SATU KEGIATAN DASAR KEWIRAUSAHAAN
Kepemimpinan dan Budaya Pelayanan
ETIKA PROFESI OLEH: WARIDI
KETRAMPILAN INTERPERSONAL
NILAI DAN NORMA.
Pada setiap group diskusikan : Pengertian profesi
KETRAMPILAN INTERPERSONAL
PENILAIAN POTENSI DIRI WIRAUSAHA
MOTIVASI DIRI.
PERTEMUAN KE-4 PROFESI ETIS
BIMBINGAN KONSELING.
Human Resource Management for English Institution Provider
KONSEP DASAR PROFESI KEGURUAN ATAU KEPENDIDIKAN
Etika dan Profesionalisme TSI
SELAMAT DATANG DI PERKULIAHAN KEWIRAUSAHAAN
KONSEP DASAR PROFESI KEGURUAN ATAU KEPENDIDIKAN
Mendiskripsikan peran dan jiwa kewirausahaan
WIRAUSAHA, WIRAUSAHAWAN KEWIRAUSAHAAN
SEMUA BISA MENJADI WIRAUSAHA SUKSES
PEMBERDAYAAN.
KESEKRETARIATAN MANAJEMEN WAKTU EFISIEN DAN EFEKTIF.
SELAMAT DATANG DI PERKULIAHAN KEWIRAUSAHAAN
PENGENALAN DAN PENGEMBANGAN PRIBADI
Suatu Tinjauan Pemasaran
Karakteristik & Tantangan WIRAUSAHA
Karakteristik & Tantangan WIRAUSAHA
Karakteristik & Tantangan WIRAUSAHA
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA
KEPRIBADIAN, KONSEP & CITRA DIRI
ETIKA BISNIS & TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CSR)
BAB III PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS DAN ETIKA PROFESI
Profesi di Bidang Teknologi Informasi Pertemuan 3
PROFESIONALISME KERJA
Modul ke: Fakultas Program Studi Pendidikan Agama Islam Etos Kerja Islam Dian Febrianingsih, M.S.I 08 PSIKOLOGI Psikologi.
ETOS KERJA DALAM ISLAM 1. keutamaan kerja 2. karakter Rasul dalam bekerja 3.syarat-syarat mendapatkan syurga dalam bekerja 4.norma-norma etika dalam bekerja.
Transcript presentasi:

PROFESIONALISME SMNO, FPUB MEI. 2013

PROFESIONALISME   Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional.

CIRI-CIRI PROFESIONALISME Seseorang yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan kerja-kerja yang profesional. Kualiti profesionalisme didokong oleh ciri-ciri sebagai berikut:   Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal. Seseorang yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan piawai yang telah ditetapkan. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada sesorang yang dipandang memiliki piawaian tersebut. Yang dimaksud dengan “piawai ideal” ialah suatu perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan.

CIRI-CIRI PROFESIONALISME 2. Meningkatkan dan memelihara image profesion Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara image profesion melalui perwujudan perilaku profesional. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai cara misalnya penampilan, cara percakapan, penggunaan bahasa, sikap tubuh badan, sikap hidup harian, hubungan dengan individu lainnya.

CIRI-CIRI PROFESIONALISME 3. Keinginan untuk sentiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualiti pengetahuan dan keterampiannya.   4. Mengejar kualiti dan cita-cita dalam profesion Profesionalisme ditandai dengan kualiti darjat rasa bangga akan profesion yang dipegangnya. Dalam hal ini diharapkan agar seseorang itu memiliki rasa bangga dan percaya diri akan profesionnya.

Dunia menuntut profesionalisme Nilai-nilai yang perlu ditingkatkan adalah profesionalisme dalam bermasyarakat, berorganisasi. Dunia kerja mencari orang-orang yang profesional bahkan mereka berani bayar mahal untuk itu. Kalau dari sekarang kita mulai mengembangkan profesionalisme maka beberapa waktu dari saat ini kita akan memiliki kehidupan yang berkualitas tinggi.

PROFESIONAL: Seseorang yang melakukan suatu (kegiatan, aktivitas, usaha, pekerjaan) yang dilakukan untuk mendapatkan (nafkah, kesenangan) atau memberi (konstribusi) dengan mengandalkan (keahlian, keterampilan, kemahiran) yang tinggi dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam.

PROFESIONALISME: Lebih mengarah pada (spirit, jiwa, sikap, karakter, semangat, nilai) yang dimiliki dari seorang yang profesional. Tanpa profesionalisme sebuah institusi, sebuah organisasi, sebuah perusahaan tidak akan bertahan lama dan langgeng, karena jiwa profesionalisme inilah yang menghidupkan setiap aktivitas-aktivitas yang ada didalamnya. Julukan profesional sebenarnya bukan label yang kita berikan untuk diri sendiri melainkan penilaian orang lain atas kinerja dan peforma yang kita tampilkan.

Strategi menjadi seorang yang profesional:   Kembangkan keahlian (Expert) Untuk menjadi seorang yang profesional tidak cukup hanya lewat pendidikan formal, diperlukan lebih dari sekedar gelar akademis. Kita perlu melalui proses pembelajaran dan pengembangan diri yang terus menerus. Kita harus menggali potensi dan kemampuan kita dan terus dikembangkan sampai kita menjadi ahli. Fokus pada kekuatan kita dan bukan pada kelemahan kita, lakukan eksplorasi (organisasi sebagai sarana), sadari setiap kita punya keunikan dan kekhususan jadi kita perlu inves waktu untuk mengembangkannya. Hal ini butuh ketekunan, usaha, kerja keras, kemauan yang kuat dan inisiatif. Terus tingkatkan pemahaman kita lewat seminar, buku, audio, latihan.

STRATEGI MENJADI SEORANG YANG PROFESIONAL: Mahir membangun hubungan (Relationship) Kemampuan kita membangun hubungan (bersosialisasi) dengan orang lain sangat menentukan keberhasilan kita dalam kehidupan. Ini berlaku dalam setiap aspek kehidupan seperti: pergaulan, organisasi, dunia usaha, pekerjaan, keluarga. Beberaqpa kajian ilmiah menyimpulkan 85% kunci sukses ditentukan bukan dari keahlian/ keterampilan teknis melainkan kemahiran dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain. Apabila ingin menjadi seorang yang profesional dalam hidup ini, apapun tujuan dan bidang yang dipilih, harus belajar membina hubungan yang baik dengan orang banyak dari berbagai kalangan. Masyarakat mungkin masih bisa menerima orang yang tidak punya keahlian khusus, tetapi masyarakat sulit menerima orang yang tidak bisa berhubungan baik dengan orang lain.

Tingkatkan kemampuan berkomunikasi (Communicator) STRATEGI MENJADI SEORANG YANG PROFESIONAL: Tingkatkan kemampuan berkomunikasi (Communicator) Seberapa jauh dan dalamnya suatu hubungan dapat terjalin ditentukan oleh komunikasi. 90% penyebab hancurnya suatu hubungan pernikahan, pertemanan, organisasi, bisnis, diakibatkan komunikasi yang salah. Komunikasi yang baik harus bersifat dua arah. Seorang komunikator yang handal adalah seorang pendengar yang baik. Seorang yang profesional harus mampu mengkomunikasikan suatu hal dengan jelas dan tepat pada sasaran.

STRATEGI MENJADI SEORANG YANG PROFESIONAL: Hasilkan yang terbaik (Excellent) Seorang profesional sejati akan selalu berusaha menghasilkan karya yang berkualitas tinggi dan kinerja yang maksimal. "Profesional don't do different thing, they do thing differently". Untuk menjadi profesional kita harus terus mencoba memberikan dan mengerjakan lebih dari apa yang diharapkan. Waktu kita lakukan suatu kegiatan, project, kerjaan, tugas hasilkan yang terbaik. Jangan puas dengan rata-rata kejar hasil yang excellent. Lakukan hal yang terbaik hari ini untuk “pahala” hari esok. Pikirkan selalu “apa yang dapat saya lakukan untuk added-value” bukan “apa yang dapat saya peroleh”.

STRATEGI MENJADI SEORANG YANG PROFESIONAL: Berpenampilan menarik (Good Looking) First impression is very important! Orang lain akan menilai kita 10 detik pertama, apakah mereka dapat menerima kita atau tidak. Sama halnya kalau kita mau beli barang lihat packaging dulu, mau nonton film lihat preview dulu, mau masuk toko lihat dekor yang paling menarik.

Kehidupan yang seimbang (Balance of life) STRATEGI MENJADI SEORANG YANG PROFESIONAL: Kehidupan yang seimbang (Balance of life) Seorang profesional harus mampu atur prioritas dan menjalankan berbagai peran. Setiap orang dimungkinkan memiliki banyak peran dalam hidup ini, misalnya: sebagai anak, ayah, anggota organisasi, ketua, sales, karyawan. Kita harus dapat berfungsi dengan benar sesuai dengan peran yang kita jalankan jangan sampai tercampur aduk. Hidup ini harus dijaga agar seimbang dalam berbagai aspek.

STRATEGI MENJADI SEORANG YANG PROFESIONAL: Memiliki nilai moral yang tinggi (Strong Value) Untuk menjadi seorang yang profesional sejati kita harus memiliki nilai moral yang tinggi. Hal ini yang akan membedakan setiap kinerja, usaha, karya dan kegiatan yang kita lakukan dengan orang lain. Sementara orang lain kompromi, menggunakan cara-cara yang tidak etis untuk mencapai tujuannya kita tetap berpegang pada prinsip yang benar. Di dunia kerja ada banyak cara-cara dan penyimpangan yang terjadi, oleh karena itu professional harus mampu mempertahankan sikap profesionalismenya.

Profesionalisme Dalam Usaha   Di samping kewajiban berusaha dalam segala aspek kehidupan, juga diajarkan perlunya upaya selalu mengedepankan profesionalisme. Setiap kebijakan dan tindakan yang dilakukan, harus dapat dipertanggung jawabkan di dunia, dan di akhirat kelak.

Profesionalisme usaha dicirikan oleh tiga hal : Ahli dalam bidang pekerjaan yang dilakukan. Setiap pekerjaan jika dilakukan oleh pihak yang berkompeten pasti akan memberikan hasil yang jauh lebih baik. Hal ini karena pengetahuan dan keterampilan yang sesuai. Di samping dapat memberikan semangat yang lebih dalam bekerja, pada sisi lain setiap tindakan yang dilakukan akan selalu didasarkan pada perhitungan yang matang antara tingkat manfaat yang akan diperoleh dengan risiko yang mungkin diambil. Perhitungan yang baik, operasionalisasi usaha yang terukur dan keputusan yang tepat adalah bagian dari profesionalisme usaha yang harus dijalankan setiap muslim. Dengan profesionalisme, pengusaha bisa menempatkan orang benar-benar sesuai dengan keahliannya.

2. Memiliki semangat dan etos kerja yang tinggi. Profesionalisme usaha dicirikan oleh tiga hal : 2. Memiliki semangat dan etos kerja yang tinggi. Bekerja adalah sebuah keniscayaan, sehingga harus dilakukan secara sungguh-sungguh dengan mengerahkan segala kemampuan aset, pikiran dengan selalu meyakini akan menuai keberhasilan dikemudian hari.

Profesionalisme usaha dicirikan oleh tiga hal : Bertanggung jawab dan tepercaya dalam menjalankan tugas dan kewajibannya (amanah). Sifat amanah saat ini seakan menjadi barang yang langka, barang yang aneh sehingga sering ditinggalkan bahkan dengan sengaja disia-siakan. Keahlian, ketrampilan, etos kerja yang tinggi tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan sifat amanah.

Kepercayaan merupakan salah satu kunci utama dalam berusaha agar dapat memperoleh keberhasilan. Ketika kepercayaan sudah dapat dimunculkan, maka semua akan dapat terikat dalam hubungan kerja yang berdimensi jangka panjang dengan pendekatan yang saling menguntungkan.

Ahli dalam pekerjaan, memiliki semangat untuk bekerja keras dan sikap amanah mutlak harus dimiliki setiap pribadi, dengan selalu menyadari bahwa segala aktivitas yang dilakukan selalu diketahui oleh Tuhan YME dan harus dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun kelak di akhirat.