AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Sesi 8 – Memanfaatkan pendekatan epidemiologi lapangan.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
dr. Sardikin Giriputro, SpP(K)
Advertisements

Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB)
PENYIDIKAN KEJADIAN LUAR BIASA
PENGENALAN iSIKHNAS KEMENTERIAN PERTANIAN
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Output iSIKHNAS Pengenalan Web : Output Sesi 14.
Pemantauan dan dukungan bagi staf
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Laporan Produksi.
Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar
Investigasi dan Respons Penyakit Penting
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES KEMENTERIAN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DIREKTORAT KESEHATAN.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Investigasi dan Respons Penyakit Penting MODULE 3 PART 2 - Respons.
Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Sesi 4 – Investigasi Penyakit File PowerPoint.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Sesi 5 – Penyebab Penyakit Rekaman File PowerPoint.
D 4 NBSS Outbreak management. Melembagakan rencana wabah Untuk mengkonfirmasi wabah, langkah segera harus diambil oleh Tim Pengendalian Infeksi di fasilitas.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES KEMENTERIAN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DIREKTORAT KESEHATAN.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES 4. Menyiapkan Keluaran/ Useful Outputs.
KESEHATAN TENTANG DIARE.
.. SUSPEK TYPOID ...
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES KEMENTERIAN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DIREKTORAT KESEHATAN.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Laporan Vaksinasi VAK.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Sesi 9 GAMBARAN UMUM MODUL PELAPORAN Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES KEMENTERIAN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DIREKTORAT KESEHATAN.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Sesi 11. Gambaran Umum Modul Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan.
Penderita Asam Urat Lebih Banyak Lelaki
Pertanyaan Sesi 4.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES KEMENTERIAN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DIREKTORAT KESEHATAN.
PENGENALAN iSIKHNAS Sesi 3 KEMENTERIAN PERTANIAN
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Manajemen pelatihan untuk Koordinator.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Sesi 5 – Penyebab Penyakit.
Sesi 10. Gambaran Umum Modul 3 Investigasi dan Respon Penyakit Penting
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Sesi 7 – Penularan dan penyebaran penyakit.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Sesi 1: Sambutan dan pengantar.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Sesi 4 – Investigasi Penyakit.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Sesi 7 – Penularan dan penyebaran penyakit Rekaman.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Basic Field Epidemiology Sessi 2 – Overview Epidemiolog.
Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Modul 10 Manajemen Produksi Ternak.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Sesi 9 – Mengumpulkan data dan menghitung kasus Rekaman.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES PENGENALAN iSIKHNAS Sesi 1 KEMENTERIAN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES SESI 4 PENUTUP KEMENTERIAN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Sesi 3 – Tanda, Sindrom, dan membuat diagnosis File.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Epidemiologi Lapangan Tingkat Lapangan Sesi 9 – Mengumpulkan data dan menghitung kasus.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES KEMENTERIAN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DIREKTORAT KESEHATAN.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES KEMENTERIAN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DIREKTORAT KESEHATAN.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Sesi 10 – Memahami makna informasi yang Anda kumpulkan.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Sesi 10 – Mamahami arti dari informasi yang Anda kumpulkan.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Sesi 1 Evaluasi Pelaksanaan Replikasi Monitoring and supporting staff.
Pemeriksaan Kesehatan Berkala
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES KEMENTERIAN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DIREKTORAT KESEHATAN.
Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Modul 4: SKKH.
TEMU 12 TUJUAN Diakhir kuliah mahasiswa memiliki pengetahuan dasar tentang investigasi wabah.
PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI KEJADIAN LUAR BIASA
Patologi Umum.
PROSEDUR TETAP PENANGGULANGAN KLB
KELOMPOK 2 : Abdul mahmud yumassik Deny saputra Eko setiawan
TEMU – 14 INVESTIGASI WABAH
PENYIDIKAN KEJADIAN LUAR BIASA
KONSEP DASAR SURVEILANS EPIDEMIOLOGI
Surveilens penyakit diare
TEMU – 14 INVESTIGASI WABAH
FLU BURUNG PADA MANUSIA
Materi Surveillans Epidemiologi Universitas Respati Yogyakarta
Meminta Pendapat Lain/ Pendapat kedua. Pendapat medis yang diberikan oleh dokter lain terhadap suatu diagnosis atau terapi maupun rekomendasi medis lain.
KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
Pelaksanaan FL topik: DBD Pretes: Rabu, 26 Feb 2014 Koordinasi dg Puskesmas: Selasa, 13 Mei 2014 Lapangan I: Selasa, 20 Mei 2014 Lapangan II: Selasa,
Perencanaan Dalam Surveilans Epidemiologi
Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB)
Transcript presentasi:

AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Sesi 8 – Memanfaatkan pendekatan epidemiologi lapangan untuk investigasi penyakit yang lebih luas Rekaman file PowerPoint

AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Pada sesi 8 kita akan membahas: Pendekatan epidemiologi untuk investigasi penyakit yang lebih luas Bagaimana menjelaskan kasus dan bukan kasus

AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Manfaat pendekatan epidemiologis Pendekatan klinis normal – Menyelidiki penyakit dan mengidentifikasi penyakit khusus – Gunakan detail pengetahuan anda untuk memilih pengobatan dan kontrol Pendekatan epidemiologis – Pengetahuan epidemiologi membantu anda dalam pendekatan klinis normal (memahami penyebab dan bagaimana mengkontrolnya) – Pendekatan epidemiologis dapat digunakan ketika anda tidak mengetahui suatu penyakit Selama anda dapat menjelaskan pola dari penyakit dan dapat membedakan antara hewan sakit (kasus) dan tidak sakit (non kasus) maka anda dapat mengidentifikasi penyebab dan membuat rekomendasi kontrol yang efektif.

AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES 1.Kasus ketika penyebab penyakit diketahui 2.Kasus ketika penyebab penyakit tidak diketahui Investigasi penyakit yang lebih luas bisa melibatkan:

AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES 2 sapi diare Pak Paimin (paravet) mengunjungi peternakan Di Tempat Pak Budi

AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES 2 sapi diare Temuan pada pemeriksaan klinis hewan – Lemah, mata sayu, tertekan – Suhu tubuh naik: 39.8, 40.1 – Diare sangat encer, bau, ada darah dan lemak usus Di tempat Pak Budi

AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES 1.Menyusun definisi kasus dan memisahkan mana hewan yang termasuk kasus dan bukan kasus 2.Kumpulkan data untuk kasus dan bukan kasus 3.Terapkan analisis sederhana pada data kasus dan bukan kasus untuk menjelaskan penyakit dan mengidentifikasi kemungkinan penyebab 4.Jelaskan temuan awal dan buat rekomendasi Investigasi penyakit yang lebih luas

AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Definisi kasus – Kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan apakah hewan sakit menderita penyakit yang sedang ditelaah atau tidak. Hal ini sering melibatkan 3 tingkat: Kasus terkonfirmasi – semua kriteria kasus terpenuhi Kasus suspek – beberapa kriteria terpenuhi Bukan kasus – kriteria tidak terpenuhi Investigasi penyakit yang lebih luas

AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Definisi kasus Seekor sapi yang menghasilkan susu dengan gumpalan-gumpalan atau Sapi dengan jumlah sel somatis lebih besar daripada sel/ml

AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Definisi kasus – Pada awalnya definisi kasus sering merupakan definisi yang longgar atau luas (sapi demam + diare). – Ini untuk memastikan agar tidak ada kasus yang terlewatkan karena Anda secara tidak sengaja menggolongkan hewan ke dalam kasus suspek atau bukan kasus. Kemudian, di investigasi yang lebih lanjut, Anda: Dapat memperketat definisi kasus – Sapi demam + diare yang encer, berbau, dan ada darah serta lemak usus – Sekarang sapi-sapi yang diare + demam saja (tanpa tanda lain) bisa diklasifikasikan sebagai bukan kasus atau kasus terduga. Kriteria definisi kasus bisa ditinjau ulang ketika semakin banyak informasi tersedia, termasuk hasil pemeriksaan post mortem atau uji laboratorium. Investigasi lebih luas

AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Sesi 8 - Rangkuman Keterampilan epidemiologis membantu dalam semua investigasi penyakit Keterampilan tersebut terutama membantu dalam kejadian penyakit yang lebih luas, apalagi bila penyebab-penyebab penyakit tidak diketahui dengan jelas Bahkan saat Anda tidak mengetahui apa diagnosisnya, atau apa sumber infeksinya, Anda dapat menarik kesimpulan mengenai: -Penyebab penyakit yang mungkin -Langkah-langkah pencegahan yang mungkin Investigasi penyakit yang lebih luas mencakup suatu pendekatan investigasi penyakit yang normal, ditambah dengan: 1.Pengembangan suatu definisi kasus dan penggolongan hewan sebagai “kasus” dan “bukan-kasus” 2.Pengumpulan data mengenai kasus dan bukan-kasus 3.Penerapan analisis sederhana terhadap data mengenai kasus dan bukan-kasus untuk menggambarkan penyakit dan mengidentifikasi penyebab-penyebab kasus yang mungkin 4.Menjelaskan temuan-temuan awal dan membuat rekomendasi

AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Akhir video