FILSAFAT DAN LOGIKA Topik 11 INDUKSI.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
FILSAFAT IPTEK BAB 9 LOGIKA
Advertisements

SOSIOLOGI AGAMA PRODI PENDIDIKAN SOSIOLOGI SEMESTER VI PERTEMUAN II
Pertemuan XII PENALARAN INDUKTIF.
PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN
METODOLOGI PENELITIAN BIDANG SOSIAL
Bab 11 Penutup.
FILSAFAT ILMU DAN METODOLOGI PENELITIAN
LOGIKA Sumber : Filsafat ilmu sebuah pengantar populer
TUGAS PRESENTASI MATA KULIAH 800 PPS 3 - FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
MEMPEROLEH PENGETAHUAN (Lanjutan Metoda Ilmiah)
PENALARAN DAN DEFINISI Disusun oleh : YUNI DESITA ( )
KAJIAN ILMIAH TERHADAP PANCASILA
MK: METODE ILMIAH DOSEN: SUTRISNO HADI PURNOMO.
MANUSIA ……… makhluk berpikir pencari kebenaran.
KARANGAN ILMIAH Di perguruan tinggi, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi produsen ilmu pengetahuan.
Induksi Ati Harmoni
KEBENARAN ILMIAH KWALITAS PENGETAHUAN
ILMU DAN PENELITIAN Sub Pembahasan : 1) Ilmu dan Penalaran 2) Penelitian ilmiah 3) Proposisi dan Teori Dalam Penelitian 4) Metode Penelitian …next.
PENGANTAR FILSAFAT Topik 6 LOGIKA.
FILSAFAT DAN LOGIKA Topik 8 DEDUKSI.
Topik 10 RELASI-RELASI SILOGISME
FILSAFAT DAN LOGIKA Topik 9 SILOGISME.
FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA
Topik XIII: PENALARAN TIDAK LANGSUNG BERSIFAT DEDUKTIF (SILOGISME)
Topik XII : PENALARAN / PENYIMPULAN
Metodologi Penelitian pada Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (1) Irawan Afrianto Referensi : Metodologi Penelitian pada Bidang Ilmu Komputer.
FILSAFAT ILMU SEJARAH PENGETAHUAN, METODE ILMIAH, STRUKTUR PENGETAHUAN ILMIAH.
Hubungan Ilmu, Penelitian
MENGAPA PENELITIAN ITU PERLU ???
Materi 8 Logika.
DASAR ARGUMENTASI ILMIAH FAKULTAS KEGURUAN & ILMU PENDIDIKAN
NALAR DEDUKSI.
SYARAT DAN TUJUAN PENELITIAN Dwiyati Pujimulyani 2015
KLASIFIKASI DALAM LOGIKA
Kasus kebahasaan KULIAH KITA KALI INI TIDAK BERANGKAT DARI NOL KARENA SEMUA MATERI SUDAH PERNAH SAYA SAMPAIKAN PADA SEMESTER GASAL YANG LALU.
Ilmu, Penelitian Ilmiah
FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA
ALUR BERPIKIR METODE ILMIAH
Perbedaan, Persamaan dan Ciri-ciri Sains & Filsafat
PENALARAN Oleh : Nurmaningsih.
PENALARAN TIDAK LANGSUNG
Materi 11 Induksi.
FILSAFAT ILMU.
Hj. Noneng Masitoh, Ir., M.M Agi Rosyadi, S.E., M.M
Metodologi Penelitian pada Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (1) Irawan Afrianto Referensi : Metodologi Penelitian pada Bidang Ilmu Komputer.
Filsafat, pengetahuan dan ilmu pengetahuan
FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA
Hubungan Etika dan Ilmu
Metode Penelitian Pertemuan 2
Materi 9 Deduksi.
PEMIKIRAN FILSAFAT KOMUNIKASI
MENGAPA PENELITIAN ITU PERLU ???
FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA
Alda putra eka prasetia ( )
DASAR-DASAR LOGIKA Drs. Muhammad YGG Seran, M.Si
Apa yang dinamakan Teori?
GENERALISASI TEKNIK INDUKTIF: GENERALISASI ANALOGI HUBUNGAN KAUSALITAS
Sarana Kegiatan dan Kebenaran Ilmiah
MEMPEROLEH PENGETAHUAN (Lanjutan Metoda Ilmiah)
Metodologi.
KLASIFIKASI DALAM LOGIKA
Filsafat ilmu dan ruang lingkup filsafat ilmu
LOGIKA Sumber : Filsafat ilmu sebuah pengantar populer
CHAPTER 1 PENGENALAN TEORI AKUNTANSI KELOMPOK 1 1.SUKMA OKTAVIANINGSARI NIKEN SUSANTI
UNSUR-UNSUR MEMBANGUN LOGIKA ILMIAH
Penalaran Proposisi ( reasoning ): suatu proses berfikir yang berusaha menghubungkan fakta/ evidensi yang diketahui menuju ke pada suatu kesimpulan. Proposisi.
LOGIKA Sumber : Filsafat ilmu sebuah pengantar populer
Karina Jayanti,S.I.Kom.,M.Si
Bab 11 Penutup.
KLASIFIKASI DALAM LOGIKA herwan parwiyanto, m.si
Transcript presentasi:

FILSAFAT DAN LOGIKA Topik 11 INDUKSI

INDUKSI Proses penarikan kesimpulan secara umum yang bertolak dari sejumlah fenomena yang bersifat khusus

INDUKSI Penalaran yang konklusinya lebih luas daripada premisnya dan berupa proposisi empirik yang bersifat universal

SIFAT INDUKSI Induksi bersifat ekonomis karena sebuah pernyataan umum dapat menggantikan puluhan pernyataan yang bersifat khusus

SIFAT INDUKSI Induksi bersifat substansial dengan menghasilkan pernyataan yang lebih umum dari pernyataan yang sudah umum

KEBENARAN INDUKSI Kebenaran konklusi induksi bersifat probabilitas yang tinggi rendahnya ditentukan oleh faktor probabilitas

FAKTOR PROBABILITAS Semakin besar jumlah fakta semakin tinggi probabilitasnya Semakin besar jumlah faktor disanalogi semakin tinggi probabilitasnya

FAKTOR PROBABILITAS Semakin kecil faktor analogi semakin tinggi probabilitasnya Semakin sempit konklusinya dibandingkan dengan premisnya semakin tinggi probabilitasnya

PROPOSISI DASAR Proposisi dasar (basic statement) berasal dari fakta yang kebenarannya dapat diuji secara empirik dengan observasi indera

PROPOSISI MUTLAK Proposisi mutlak (necessary statement) adalah proposisi yang tidak perlu dicocokkan dengan observasi indera namun kebenaran atau kesalahannya langsung terbukti

TEORI KOHERENSI Suatu proposisi dikatakan benar jika proposisi tersebut konsisten dengan proposisi sebelumnya

TEORI KORESPONDENSI Sebuah proposisi dikatakan benar jika proposisi tersebut berhubungan dengan suatu obyek.

TEORI PRAGMATIS Sebuah proposisi dikatakan benar jika fungsional dalam kehidupan praktis, jika ada hal baru hal lama tidak berlaku lagi (ada perspektif waktu)